Sabtu, 04 Desember 2021

MODERNISASI DAN KEBUDAYAAN KETIDAKPUASAN

Oleh: Yanuar Iwan

SMPN 1 Cipanas Cianjur


Modernisasi menjadi pola umum yang "mendunia" sesudah Perang Dunia II negara-negara berkembang berlomba-lomba melaksanakan modernisasi ( Proses perubahan kebudayaan dan sosial dimana masyarakat-masyarakat sedang berkembang bertujuan memperoleh sebagian karakteristik dari masyarakat industri barat ). Modernisasi menjadi kriteria kemajuan bersamaan dengan bergeraknya era globalisasi. "Menjadi modern" berarti menjadi seperti orang barat dengan resiko bahwa tidak seperti orang barat berarti ketinggalan jaman dan kuno, cara-cara pandang tersebut menjadi umum dan menguat ketika terjadi pergeseran bahwa masyarakat di luar barat harus diubah sehingga menjadi atau mendekati barat tanpa mempertimbangkan keadaan sosial dan budaya masyarakat setempat. Kita bisa saja terjebak kedalam sikap-sikap  etnosentrisme yang secara sadar atau tidak terjadi ketika fungsi-fungsi dan karakteristik kebudayaan tidak menjadi acuan.


Modernisasi secara umum terdiri dari empat sub proses :

1. Perkembangan teknologi berupa teknik-teknik dan pemahaman tradisional tergantikan oleh penerapan pengetahuan ilmiah dan teknik yang secara umum berasal dari barat

2. Perkembangan pertanian perubahan orientasi dari pertanian untuk keperluan sendiri menjadi pertanian untuk pemasaran ketergantungan terhadap ekonomi uang dan pasar.

3. Industrialisasi yang diiringi dengan eksploitasi besar-besaran bahan bakar fosil dan makin berkurangnya pemanfaatan tenaga manusia dan  hewan.

4. Urbanisasi yang ditandai terutama oleh perpindahan penduduk dari lingkungan pedesaan ke lingkungan perkotaan.

Terjadinya empat sub proses tersebut biasanya diikuti dengan perubahan politik, terbentuknya  partai-partai politik, meningkatnya partisipasi politik dan pelaksanaan demokrasi, meningkatnya partisipasi publik di bidang pendidikan yang bermuara kepada terbentuknya kelas menengah terpelajar, perubahan-perubahan fungsi keluarga, perubahan peranan seorang ayah sebagai kepala keluarga, perubahan  pola perilaku, menurunnya pengaruh kebudayaan tradisional, makin meningkatnya mobilitas sosial sebagai akibat dari perubahan pola stratifikasi sosial, achieved status ( status yang diperoleh dari hasil usaha dan kerja ) lebih dihargai dari ascribed status ( status yang diperoleh dari keturunan ).


Sosiolog Alex Inkeles membahas kepribadian baru dan sikap mental dalam proses modernisasi yang dikenal dengan kepribadian modern antara lain kesediaan menerima pengalaman-pengalaman baru, keterbukaan terhadap inovasi dan perubahan, memiliki keberanian  untuk menyatakan pendapat mengenai peristiwa-peristiwa di masyarakat atau diluar masyarakatnya, menghargai waktu dan berorientasi ke masa depan. Sikap mental dari Inkeles akan selalu berhadapan bahkan berbenturan dengan  "kebiasaan lokal" yang sudah terlanjur  menguat pada masyarakat negara berkembang seperti feodalisme dan sikap anti kritik. Dalam kenyataan sosial modernisasi membawa kepada goncangan budaya dan kesenjangan budaya, sebagian masyarakat menggunakan lambang-lambang modernisasi tetapi sikap mentalnya jauh dari kata modern. Proses modernisasi berdampak kepada kesenjangan sosial ekonomi yang semakin melebar diantara negara maju, negara berkembang, dan negara yang menuju  perkembangan. Negara maju di Eropa dan Amerika menghabiskan lebih dari 50% persediaan minyak dunia dengan segala akibat buruknya berupa kekerasan struktural, konflik, dan peperangan. Antropolog Paul Magnarella menyebutnya sebagai kebudayaan ketidakpuasan yang terjadi akibat kesenjangan dan ketidakadilan. Tingkat keinginan yang jauh melampaui batas-batas sumber-sumber daya lokal yang ada pada seseorang, karena tidak puas dengan nilai-nilai tradisional sebagian  masyarakat dunia berpindah ke kota-kota besar untuk mencari "kehidupan yang lebih baik" dengan terpaksa tinggal di pemukiman kumuh yang miskin, padat berjubel, akrab dengan ancaman penyakit dan mengakibatkan masalah-masalah sosial dan kriminalitas yang justru menjadi beban modernisasi. Persoalan mendasar adalah modernisasi yang makin menguat di era globalisasi terjadi begitu cepat, sehingga masyarakat tradisional sulit menyesuaikan diri, perubahan yang bertahap, lama, dan berkesinambungan di Eropa dan Amerika Utara, di terapkan secara masif dan cepat di negara-negara berkembang.


Daftar Bacaan;

William A. Havillland; Antropologi jilid I dan II

D. Paul Johnsons; Teori Sosiologi I


Cisarua, Bogor 4 Desember 2021