Rabu, 03 Juli 2019

AKU dan FKGIPS NASIONAL



oleh:
Dr.dra. Dyah Ayunda, M.Pd*)

Satu kalimat yang ingin aku sampaikan pada awal tulsan ini,
“Aku bangga jadi bagian  dari FKGIPS NASIONAL”.

Perjuangan itu perlu pengorbanan, baik waktu, tenaga, pikiran, maupun materi. Itu sudah aku sadari sejak awal. Itu pula yang menjadi  kunci yang selalu aku gunakan sebagai pengingat bagi diriku sendiri. Tekat yang besar untuk saling belajar dan berbagi ilmu, tekat yang kuat untuk membangun konektifitas tanpa batas, bersinergi dalam membangun dan menunjukkan jati diri ke-IPS-an sungguh luar biasa menggelora dalam tiap jengkal langkahku.
Dimulai tahun 1992 aku besar dari satu komunitas IPS ke komunitas IPS dan non IPS yang lain. Beberapa program dan proyek dari skala lokal sampai nasional aku bisa bergabung. Banyak pengalaman berharga yang aku dapat, banyak teman juga saudara. Karirku juga berjalan seiring dengan apa yang aku perjuangkan. Tidak punya ambisi untuk menonjolkan diri namun selalu bekerja keras tanpa mengenal putus asa, itulah aku.
Bila saat ini aku menduduki posisi tertentu itu adalah amanah yang harus aku jalankan dan perlu aku perjuangkan. Semua harus aku lakukan dengan kerja keras dengan harapan akan berbuah kesuksesan. Kalaupun ada yang masih belum sesuai dengan target maka itulah pekerjaan yang harus aku selesaikan di waktu yang akan datang. Bismillahirahmanirahim, semoga Tuhan selalu membimbing langkahku.
Dalam memperjuangkan FKGIPS supaya bisa berdiri dengan tegak, berjalan dengan mantap dan bisa memberikan sesuatu yang diperlukan teman-teman guru IPS SMP se-Nusantara ini, aku tidak bisa berjuang sendiri. Dua tanganku, dua kakiku punya keterbatasan. Pikiran, waktu, dan tenagaku juga tidak bisa menjangkau ke semua lini. Aku butuh banyak teman yang mendampingi, memberikan motivasi dan menjagaku.
Alhamdulillah banyak teman-teman di sekitarku yang luar biasa. Mereka begitu baik, santun, toleran, saling memahami juga berjiwa besar. Kami bekerja secara tim. Tidak aku temukan keegoan yang terlalu menonjol dari mereka. Aku merasa menemukan suatu keluarga yang utuh, nyaman, harmonis dan rukun. Bukan berarti kami selalu sepaham, perbedaan itu pastilah ada karena kami lain kepala tentu juga lain isinya. Tapi, Yaa Allah Yaa Rabb, sungguh aku bangga dengan komunitas ini, karena kami selalu bisa duduk bersama dengan kepala dingin dalam menyikapi semua perbedaan itu. Hal inilah yang tidak aku temukan di keluargaku yang dulu.
Pasang surut perjalananku dengan teman-teman yang lain dalam membangun perahu baru yang bernama FORUM KOMUNIKASI GURU IPS NASIONAL ini sungguh memberikan pelajaran yang luar biasa. Ada kalanya merasa sendiri, tidak jarang pula sedikit sakit karena ada hal yang mencoba memporak-porandakan bahkan ingin menenggelamkan perahu kami. Kadang juga merasa habis waktu untuk memikirkan semuanya, ada kalanya mendengarkan keluh kesah teman dengan sedikit perasaan sedih.
Peluh, sedikit air mata kadang juga menghampiri kami. Goresan luka, suara sumbang, sindiran yang sarkasme pun  ada. Namun kita selalu bergandeng tangan dan menghadapi itu semua bersama-sama. Biarkan anjing menggonggong FKGIPS akan terus melaju.
Nano-nano rasa yang kami alami. Ketika semua itu datang maka kami pasti saling support, saling berangkulan, kadang dengan berbisik lirih kami saling menghibur diri dan sadar bahwa inilah yang namanya perjuangan. Dalam perjuangan tidak ada yang mulus seperti langit biru tanpa awan. Maka bangkitlah kami, timbul lagi kekuatan yang hampir hilang. Kerikil-kerikil tajam, batu-batu cadas, hembusan angin puting beliung, badai cempaka, mawar dan melati  juga telah kami hadapi bersama.
Suatu ketika, perahu yang kami tumpangi agak oleng. Ini karena sang nakhoda tertidur lelap tanpa mimpi. Segera aku ambil alih kemudi dan sebisa mungkin aku bawa terus berjalan mengarungi lautan lepas. Semua teman dengan sigap juga langsung turun tangan bersama. Angin, hujan, badai menghantam dari depan, belakang, samping kiri dan kanan perahu kami. Berat rasanya menghadapi itu semua. Hampir kehilangan arah karena mendung cumulus nimbus menggantung di atas perahu kami.
Hanya abu-abu yang terlihat sejauh mata memandang. Anehnya sang nakhoda belum juga terbangun. Kami coba bangunkan dengan sepercik air di wajahnya, namun belum bangun juga. Segayung air kami guyurkan di badannya tidak juga mampu membangunkannya. Nadinya masih terasa, tapi mulut dan matanya tertutup rapat. Kami tidak kehilangan akal, sebongkah es batu kami tempelkan di keningnya, perlahan dia pun membuka mata,  namun tanpa punya tenaga yang cukup. Kapal akhirnya bisa bersandar di dermaga buatan.
Kami tunggu beberapa waktu yang cukup lama sampai akhirnya dia bisa bangun.  Dengan suara parau dan sisa tenaga dia menulis pada sebuah papan “Aku tidak bisa meneruskan perjalanan ini, aku tidak punya tenaga lagi, aku mau turun di sini saja, lanjutkan!” Alhamdulillah sang nakhoda pun akhirnya dijemput pulang oleh keluarganya.  
Dengan bekal tekat sekuat baja maka kami secara bersama meneruskan berlayar dengan nakhoda yang baru. Alhamdulillah perahu pun sekarang bisa berlayar dari tanah Rencong Aceh sampai Papua dengan nyaman.
Perjuangan yang melelahkan dan cukup panjang ini marilah kita jaga bersama. Tekad dan niat baik ini marilah kita wujudkan bagaimanapun caranya. Jangan putus asa dan jangan mudah menyerah. Gagal itu biasa, tapi jangan berhenti di satu kegagalan itu. Pasti ada saatnya pintu keberhasilan itu akan terbuka dengan kunci selalu berusaha. Kesuksesan itu luar biasa, maka berusahalah meraihnya. Harus mau terus belajar pada siapa saja dan sampai kapanpun juga.
Teman-teman anggota FKGIPS semuanya merupakan asset, motivasi yang besar, juga inspirasi dan partner kami. Tanpa itu semua FKGIPS tidak bisa berbuat banyak. Maka dari itu kami ucapkan terima kasih pada semua teman-teman anggota FKGIPS NASIONAL, sungguh kami memberikan suatu apresiasi yang luar biasa ... terima kasih dan terima kasih!

Inspirasiku : Pak Bambang Sutedjo, Bu Mamik Setiyawati, Bu A.Endang Widayati, Pak Syansul Bahri, Pak. Rahman, Pak Wijaya, Pak Enang Cuhendi, Pak Widodo Indriyanto, Bu Wahyuningsih, Pak Steven Tumiwa; dan teman-teman lain yang tidak bisa aku sebutkan satu per satu

*) Pengawas Disdik Kab.Blitar Jawa Timur – Sekum PP FKGIPS Nasional PGRI