Minggu, 21 Juli 2019

APA PENTINGNYA KITA BERSEKOLAH


oleh : Kiki Kurniati Rizki, SPd, 

Guru IPS SMP Al-Halim Garut Jawa Barat


Dulu tidak terbayang akan menjadi seorang guru. Cita-cita saya waktu kecil adalah memiliki ruko dan menjadi pedagang yang sukses. Bahkan sempat terpikir apakah penting bagi perempuan untuk sekolah  tinggi-tinggi, toh pada akhirnya dia akan menikah dan mengurus anak-anak di rumah. Bahkan banyak orang bilang bahwa perempuan itu ujung ujungnya dapur dan kasur.
Namun ibu begitu membesarkan hati saya. Beliau mengatakan bahwa warisan terbaik yang akan beliau berikan adalah pendidikan. Akhirnya setelah lulus SMA, saya dan kakak perempuan saya yang tahun sebelumnya sakit mencoba mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) di tahun yang sama. Atas ijin Alloh kami sama sama diterima di Universitas Pendidikan Negeri yang ada di Bandung.
Pertama masuk kampus, semua mahasiswa baru harus menjalani Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK). Tugas-tugas yang nyeleneh, mulai dari pakaian dengan pernak-pernik yang tak biasa, membawa benda benda dengan sebutan yang aneh, sampai dikejar dikejar deadline tugas-tugas dari senior membuat saya sempat kelelahan. Untunglah ibu yang mendampingi kami selama masa orientasi selalu memberi motivasi bahwa semua pasti terlalui. Setelah masa OSPEK selesai, kegiatan itu justru meninggalkan segudang cerita yang selalu menggelitik dan membuat saya  dan teman teman tertawa jika mengenang masa masa itu. Saya menyadari bahwa kesulitan itu memang penting diberikan sepanjang sesuai dengan porsinya, karena dengan kesulitan itu akan menumbuhkan daya juang dan sikap menghargai sesuatu yang tidak kita dapat dengan mudah.
Awal masa-masa kuliah, saya sempat aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa. Saya bertemu dengan banyak senior yang memiliki wawasan dan keilmuan yang lebih banyak. Saya mulai mengikuti kajian-kajian keIslaman di lingkungan kampus. Hal inilah yang membuat wawasan keagamaan saya semakin bertambah. Semua itu membuat saya semakin mantap dalam menjalankan agama dan membuat saya semakin marasa haus untuk terus menggali ilmu agama.
Setelah saya lulus, saya pernah mencoba mengajar di beberapa tingkatan pendidikan mulai dari SD sampai SMK. Pengalaman itu membuat saya belajar mengenal dan memahami karakter peserta didik dalam berbagai tingkatan usia. Tentu saja perjalanan mengajar itu tidaklah mudah, namun memberikan saya pelajaran berharga bahwa modal menjadi guru itu bukan hanya sekedar cerdas tapi memiliki kematangan emosi untuk bersabar, mau mendengar dan belajar mengerti.
Sekarang saya sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Dan nilai-nilai hidup yang saya dapat dari pengalaman hidup yang saya lalui, menjadi sesuatu yang begitu berharga sebagai modal untuk mengarungi bahtera rumah tangga dan mendidik anak-anak. Kini saya sudah mendapatkan jawaban, apakah pentingnya kita sebagai perempuan bersekolah. Bahwa dengan bersekolah, kita bukan sekedar mengejar gelar dan orientasi untuk mendapatkan pekerjaan yang mapan, lebih dari itu dengan bersekolah seseorang menemukan lingkungan pergaulan dan proses hidup yang memungkinkannya merubah cara berpikir, bersikap, dan berperilaku sehingga menjadi pribadi yang lebih baik.
Ditulis oleh : Kiki Kurniati Rizki, SPd, guru SMP Al-Halim Garut Jawa Barat, Peserta pelatihan online Guru IPS Menulis angkatan 2 Kelas C FKGIPS PGRI.
Jum’at, 12 April 2019