Rabu, 03 Juli 2019

BERSINERGI MEMBANGUN KOMPETENSI DIRI



Oleh:
Enang Cuhendi,S.Pd. MM.Pd.*)

Era globalisasi memberikan tantangan yang sangat berat bagi bangsa Indonesia. Di era global ini tingkat persaingan dalam berbagai bidang kehidupan dirasa sangat kompetitif. Pada masa ini hanya negara-negara yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan memenangkan persaingan tersebut. 
Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi unsur pertama dan utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan. SDM yang berkualitas akan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki untuk kemajuan bangsa dan negaranya.
Dalam kaitannya dengan upaya menyediakan SDM yang berkualitas peran pendidikan sangatlah dominan. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi dan kompetensi manusia. Pendidikan memberikan konstribusi  yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan wahana dalam menterjemahkan pesan-pesan konstitusi, serta sarana dalam membangun watak bangsa (Nation Character Building).
Faktor utama yang menentukan kualitas pendidikan adalah guru. Guru merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional. Atas dasar betapa strategisnya kedudukan guru dalam pendidikan, maka upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan  tanpa  didukung  oleh  guru  yang  profesional  dan   berkualitas. Di tangan guru yang berkualitas pendidikan akan maju dan menghasilkan output yang berkualitas juga.
Sesuai amanat Undang-undang dalam menunjang kemajuan pendidikan, seorang guru harus selalu berupaya meningkatkan kualifikasi pendidikan dan kompetensinya secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan IPTEK dan seni. Guru yang tidak mau dan tidak mampu meningkatkan kedua hal tersebut maka akan terlindas oleh kemajuan zaman dan regulasi yang berlaku.
Saat ini pemerintah telah menetapkan empat kompetensi yang harus dimiliki seorang guru, yaitu: kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi ini mutlak harus dimiliki oleh seorang guru apabila dirinya ingin disebut sebagai guru yang profesional.

Berbagai upaya perlu dilakukan oleh setiap guru untuk meningkatkan kompetensinya. Selain mengikuti berbagai kegiatan profesional seperti : pendidikan dan pelatihan, workshop seminar maupun diskusi-diskusi ilmiah lainnya, guru juga wajib berperan serta secara aktif dalam kegiatan organisasi profesi. Melalui organisasi profesi yang diikutinya seorang guru berkesempatan untuk bersinergi membangun konektifitas, komitmen dan kompetensi diri. Dalam organisasi profesi inilah seorang guru bisa belajar dan berlatih mengembangkan kompetensi dirinya, berbagi tentang segala hal positif yang dimilikinya dan memperkuat jalinan silaturrahiim atau ikatan persaudaraan di antara sesama rekan se profesi.
Melalui organisasi-organisasi profesi yang ada inilah setiap guru diharapkan bisa bersinergi membangun dan mengembangkan potensi dirinya. Di setiap organisasi profesi hendaknya upaya untuk menjalin komunikasi dan meningkatkan kompetensi anggota diupayakan dapat dibuka seluas-luasnya.
Salah satu organisasi profesi yang bisa menjadi wadah bagi guru IPS adalah Forum Komunikasi Guru IPS Nasional (FKG IPS Nasional). Dalam melaksanakan operasional organisasinya, FKG IPS Nasional berupaya untuk menjadi wadah alternatif dalam pengembangan profesi, kompetensi dan komunikasi guru. Melalui FKG IPS Nasional guru-guru IPS bisa bersinergi membangun kompetensi, tanpa harus meninggalkan wadah komunitas yang lebih dulu ada, yaitu MGMP IPS. Keduanya dapat bersinergi untuk mengembangkan kompetensi guru IPS. Semoga!