Minggu, 07 Juli 2019

DIPLOMASI “ PERSAHABATAN KENNEDY” DALAM MASALAH IRIAN BARAT


Oleh: Yanuar Iwan.*

Kennedy atau John Fitszgerald Kennedy Presiden AS ke 35 memberikan warna baru bagi kebijakan luar negeri Paman Sam diera 1960an, politik luar negeri “soft diplomacy” didalam hubungan AS dengan negara-negara dunia ketiga bertujuan untuk mengambil hati dan simpati serta dukungan negara-negara dunia ketiga terhadap AS.

Kennedy mendirikan Peace Corps organisasi relawan muda yang mengirim anggotanya kenegara-negara Asia dan Afrika untuk membantu mengembangkan pendidikan, kesehatan, pertanian dan pedesaan, kebijakan “soft diplomacy” Kennedy tentu bermuara kepada Usaha mencegah penyebaran komunisme dinegara-negara dunia ketiga, Kennedy sedapat mungkin menghindari campur tangan AS terhadap Usaha-usaha kudeta dinegara-negara Asia dan Afrika yang dinilai berbahaya dan mengancam kepentingan nasional AS dan mengakibatkan semakin kuatnya pengaruh Uni Soviet.

Eisenhower pendahulunya lebih memilih penggunaan kekuatan NATO dan CIA didalam mengendalikan penyebaran komunisme, Kennedy sebaliknya mencegah penyebaran komunisme dengan keramahan diplomasi, merangkul negara-negara dunia ketiga dengan bantuan ekonomi, serta berusaha menekan Usaha-usaha diluar sikap humanisme dan persamaan derajat setiap bangsa. Kebijakan politik luarnegeri seperti ini yang diterapkan Kennedy didalam masalah Irian Barat dan khususnya didalam menghadapi Soekarno.

Membahas masalah Irian Barat adalah bukan hanya masalah bilateral Indonesia-Belanda, idealnya masalah Irian Barat kita tempatkan dalam kerangka perang dingin global antara dua negara adidaya Amerika Serikat dan Uni Soviet. Era 1960an adalah siklus puncak perang dingin, ditandai dengan peristiwa “menegangkan”invasi teluk babi, peristiwa rudal nuklir Kuba dan masalah Irian Barat, khusus masalah Irian Barat telah menjadi polemik yang berkepanjangan dan berpotensi menjadi pemicu perang besar,  AS dan US menjadikan Irian Barat sebagai *tes case”bagi kecerdikan dan kelincahan diplomasi mereka.

Yang menarik dari Kennedy sejak dia dilantik menjadi Presiden AS ke 35 adalah perubahan kebijakan politik luar negeri AS dari Presiden sebelumnya Eissenhower, Kennedy lebih persuasive,  bersahabat dan memandang Indonesia sebagai mitra AS yang setara, Kennedy menggunakan “soft diplomacy”untuk mengalihkan dukungan Indonesia dibawah Soekarno dari Uni Soviet.

Masalah Irian Barat adalah masalah Kennedy dalam teori effek domino  (apabila satu negara didalam satu Kawasan berhasil dikuasai komunis maka negara berikutnya cepat atau lambat akan dikuasai komunis ). Pengaruh PKI yang menguat diera 1960an  membuat Kennedy berinisiatif mengundang Soekarno ke Washington pada 24 april 1961, ”dia mendekatiku dengan langsung dan ramah sekali” ( Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Cindy Adams) Kennedy memberikan hadiah helikopter kepresidenan kepada Soekarno, kesan-kesan yang baik yang ditimbulkan dari kunjungan tersebut diharapkan dapat merusak strategi Soviet diIndonesia. Kennedy menjadi Presiden AS pertama dan satu-satunya yang terhadapnya Soekarno mempunyai perasaan baik.

Diplomasi pencegahan perang dan effek domino diIrian Barat ditindak lanjuti Kennedy dengan tindakannya menekan Belanda agar bersedia berunding dengan Indonesia untuk membicarakan status Irian Barat, jika tidak Kennedy mengancam akan menghentikan  seluruh paket bantuan ekonomi dan pertahanan kepada Belanda. Kunjungan Jaksa Agung AS Robert Kennedy ke Indonesia dalam misi khusus pada 11 pebruari 1962 berhasil menurunkan tensi perang Soekarno dan kembali kemeja perundingan.

Kennedy menegaskan sikap dan keyakinan kepada Soekarno bahwa cara paling baik untuk menyelesaikan masalah Irian Barat adalah dengan membiarkan Indonesia mengambil alih wilayah tersebut. Diplomasi Kennedy membuahkan hasil dalam bentuk kesediaan Belanda untuk menghadiri perundingan divilla Huntland, Midlesburgh, Virginia AS pada 23 maret 1962 yang menjadi perintis perundingan bersejarah New York pada 15 agustus 1962. Buah manis lain yang diperoleh AS melalui soft diplomacy Kennedy adalah dibebaskannya Allen Pope (agen CIA yang terlibat peristiwa PRRI/PERMESTA) secara rahasia atas perintah Soekarno pada pebruari 1962.

Hubungan yang penuh harmoni antara Kennedy dan Soekarno dilanjutkan dengan paket bantuan ekonomi yang menurut Lisa Pease dalam JFK, Indonesia, CIA&Freeport Sulphur. Paket bantuan senilai 11 juta dollar dan Kennedy merencanakan kunjungannya ke Indonesia pada awal 1964.Sementara Kennedy berusaha mendukung Soekarno, kekuatan lain melawan upaya mereka, perbedaan pendapat disenat mempertanyakan bantuan untuk Indonesia disaat PKI tetap kuat.

Kennedy bertahan, dia menyetujui  paket bantuan khusus ini pada 19 november 1963. Namun tiga hari kemudian Kennedy terbunuh diDallas Texas. Soekarno terguncang, sedih, dan terpukul mendengar Kennedy terbunuh, sekutu terbaiknya diblok barat. ”katakan padaku, mengapa mereka membunuh Kennedy?”.

Diplomasi Kennedy didalam masalah Irian Barat tentu saja tetap mengutamakan kepentingan politik dan ekonomi AS , terlebih beberapa laporan CIA menulis bahwa Irian Barat memiliki cadangan sumber daya mineral yang besar termasuk logam mulia. Soft diplomacy Kennedy didalam menyelesaikan masalah Irian Barat adalah diplomasi brilyan dan Kennedy mengerti bagaimana cara menghadapi Soekarno. Jika Kennedy tidak terbunuh mungkin saja jalannya sejarah akan berbeda.

*) Guru IPS SMPN 1 CIPANAS-Jabar, Pengurus FKGIPS PGRI Cianjur