Selasa, 02 Juli 2019

MENGENAL FKG IPS NASIONAL



Oleh:
Enang Cuhendi, S.Pd. MM.Pd*)

Era reformasi telah memberikan peluang yang seluas-luasnya untuk para guru dalam mengembangkan profesinya. Di era ini guru diberi keleluasaan untuk mengembangkan potensi dan kompetensinya. Pemerintah membuka pintu untuk seluruh guru mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan yang dikelolanya. Salah satu contoh saat ini yang menjadi dasar rekruitmen peserta diklat adalah nilai Uji Kompetensi Guru. Dengan hasil UKG sebagai pijakan maka peserta tidak lagi didominasi oleh guru-guru tertentu yang teramat sering mengikuti diklat, yang sampai ada istilah yang berupa sindiran, yaitu 4L alias “Lu Lagi Lu Lagi.”
Salah satu masalah yang muncul dalam upaya pengembangan profesi guru ini, yaitu keterbatasan pemerintah untuk bisa memfasilitasi seluruh guru terlibat dalam setiap program yang dibuatnya. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor penyebab. Anggaran yang terbatas menyebabkan jumlah guru yang dilibatkan dalam kegiatan juga terbatas. Untuk itu sebagai solusinya guru, terutama yang sudah mendapat tunjangan profesi guru, perlu aktif secara mandiri meningkatkan kompetensinya. Bisa melalui jalur organisasi profesi atau lembaga swasta dengan cara swadana.
Era reformasi juga telah memberi peluang yang besar untuk guru-guru mendirikan organisasi profesi. Sepanjang organisasi itu bersifat independen dan legal pemerintah menjamin keberadaanya dengan UU. Dampaknya laksana jamur tumbuh di musim hujan, berbagai organisasi profesi guru bermunculan. PGRI bukan lagi hanya menjadi satu-satu organisasi profesi untuk guru, tetapi guru punya pilihan-pilihan laternatif lain, baik yang sifatnya umum maupun khusus mata pelajaran tertentu.
FKG IPS Nasional atau Forum Komunikasi Guru IPS Nasional merupakan produk era reformasi. Organisasi yang didirikan pada tanggal 15 Oktober 2016 di Kota Blitar, Jawa Timur ini bertujuan untuk menunjang dua hal yang disampaikan di atas, yaitu memanfaatkan peluang mendirikan organisasi profesi, khusus guru-guru IPS dan membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kompetensi guru secara mandiri.


Pengukuhan PP FKGIPS Nasional
Lahirnya FKG IPS Nasional dibidani oleh sebelas orang guru yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Mereka merupakan tim formatur  FKG IPS Nasional. Kesebelas orang tersebut adalah Iman Rochayadi, M.Pd  (Jabar), Bambang Sutedjo, S.Pd. (Jatim), Widodo Indriyanto, S.Pd., M.Pd. (Jateng), Steven Tumewa, S.Pd., M.Pd ( Sulut), Dr. Dra. Dyah Ayunda W, M.Pd.( Jatim), Syamsul Bahri Ap, S.Pd. M.M. (Sulsel), Mamik Setiawati, M.Pd.(Jatim), Abdul Rahman, S.Pd. M.Pd.(Sulsel), A. Endang Widayati, S.Pd. (Jatim), Wahyuningsih, SE. M.Pd.(Sumbar) dan Enang Cuhendi,S.Pd., M.M.Pd.(Jabar).
Untuk melegalkan keberadaan FKG IPS Nasional maka ditempuh proses perijinan melalui Notaris dan Kementrian Hukum dan HAM. Akta notaris pendirian FKG IPS NASIONAL dibuat oleh notaris PPAT Asep Wachyudin, SH dengan nomor notaris 10 tanggal 3 November 2016, tepatnya  di KotaTasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya secara resmi mulai terdaftar mendapatkan legalitas hukum dengan SK Kemenkumham Nomor AHU-0077476.AH.01.07 tahun 2016, ditetapkan di Jakarta 3 November 2016.
Sebagai sebuah organisasi profesi, FKG IPS NASIONAL bisa dipastikan memiliki visi, misi dan tujuan organisasi yang jelas. Organisasi yang bermoto juang "Membangun (3K): Konektifitas, Komitmen dan Kompetensi" ini mempunyai visi “Menjadi Wadah Pemersatu Guru IPS Indonesia yang Sinergis, Kompeten, Berkomitmen.
Beberapa indikator yang bisa dikembangkan dari visi tersebut antara lain :
  • Peningkatan guru IPS  yang memiliki hubungan sosial dengan masyarakat pembelajar yang sejahtera dan berkarakter budaya secara berkesinambungan serta menjalin hubungan dengan berbagai pihak terkait, yaitu pemerintahan pusat dan daerah , MGMP Provinsi dan Kota/Kabupaten, Lembaga Swadaya Masyarakat;
  • Guru yang  memiliki komitmen dan semangat berinovasi, kreatif, inspiratif, dalam meningkatkan mutu pendidikan;
  • Guru yang  memiliki kompetensi dalam meningkatkan profesionalisme;
  • Guru  yang berjiwa kompetitif  ke arah kemajuan
  • Berprestasi akademis dan non akademis terus meningkat .

Untuk merealisasikan visi tersebut maka dikembangkan misi organisasi FKG IPS Nasional sebagai berikut:
  • Membangun guru IPS yang visioner di seluruh Indonesia melalui lembaga profesi tingkat pusat sampai daerah, melalui pelatihan keprofesian, menjalin komunikasi melalui sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi;
  • Meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghadapi daya saing MEA
  • Meningkatkan kompetensi guru melalui diklat berkelanjutan berskala pusat dan daerah
  • Mengimplementasikan life long learning
  • Membangun komitmen atas dasar profesionalisme dan jiwa NKRI

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari organisasi FKG IPS NASIONAL adalah sebagai berikut:
  • Menciptakan konektifitas seluruh guru IPS di wilayah Indonesia untuk saling kenal mengenal dan kerja sama yang baik atas dasar profesi dan kompetensi yang di embannya dalam rangka membangun masyarakat pembelajar yang sejahtera dan berarakter budaya  serta menjalin hubungan dengan berbagai pihak terkait yaitu pemerintahan pusat, dan daerah, MGMP IPS, lembaga Swadaya Masyarakat;
  • Memelihara dan mengembangkan potensi – potensi yang dimiliki oleh guru, peserta didik dan masyarakat dalam menghadapi daya saing Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA) serta menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berkarakter budaya
  • Menggalang potensi untuk memberikan kontribusi pada pembangunan baik yang bersifat SDM maupun infrastrukur dalam mengembangkan pembelajaran IPS  masing – masing daerah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut, maka sasaran yang harus dicapai pada masing-masing tujuan adalah sebagai berikut :
1.   Terjalinnya sinergitas guru seluruh Indonesia baik secara personal maupun secara elembagaan yang terkoneksi dengan FKG IPS NASIONAL.
2.    Terlaksananya pendidikan dan pelatihan bagi guru IPS seluruh Indonesia
3.   Terwujudnya komitmen Guru IPS seluruh Indonesia untuk bersatu padu dalam meningkatkan kompetetensinya melalui wadah FKG IPS NASIONAL.

Program kerja yang akan dilaksanakan FKG IPS NASIONAL adalah:
1.  Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Training Of Trainer (TOT), Workshop, Seminar .
2.   Membangun network dengan MGMP IPS seluruh Indonesia, Dinas Pendidikan, LPMP, P4TK IPS dan direktorat teknis Kemendikbud
3.  Mendirikan Laboratorium IPS di setiap Sekolah SMP/Mts untuk memfasilitasi siswa dalam kegiatan Pembelajaran
4.  Mengadakan kegiatan karya ilmiah, karya Inovatif dan publikasi Ilmiah dalam bentuk buku atau jurnal
5.  Menyelenggarakan kegiatan peningkatan mutu pendidikan siswa,guru yang kreatif, inovatif, isnpiratif dan kompetitif
6.   Mendirikan dan mengelola lembaga perkoprasian

Dalam hal keanggotaan, sesuai dengan namanya Forum Komunikasi Guru IPS Nasional, maka yang berhak menjadi anggota adalah seluruh guru IPS yang ada di wilayah Indonesia. Mereka yang dengan sukarela mengajukan permohonan menjadi anggota. Bukti bahwa seseorang sudah resmi menjadi anggota ditandai dengan kepemilikan nomor registrasi keanggotaan dan Kartu Tanda Anggota. 

Struktur keorganisasian Forum Komunikasi Guru IPS Nasional (FKG IPS NASIONAL) terdiri dari :
  • Pengurus Pusat (PP). adalah kesatuan wilayah dalam Negara Republik Indonesia dan berkedudukan sementara di Kabupaten Kudus sebelum dipindahkan ke ibukota negara.
  • Pengurus  Wilayah (PW),  adalah kesatuan daerah dalam satu wilayah provinsi atau atas kebijaksanaan Pengurus Pusat karena kondisi domisilinya.
  • Pengurus Daerah (PD), adalah kesatuan anggota dalam satu wilayah Kabupaten, dan Kota lainnya atau atas kebijaksanaan Pengurus Pusat karena pertimbangan domisilinya.

Semua anggota memiliki hak dan kewajiban yang sama. Dengan adanya hak dan kewajiban tersebut maka setiap anggota diharapkan mampu berkontribusi secara maksimal dalam mengembangkan organisasi.

Seminar dan Temu Pengurus FKGIPS Nasional 2017 di Bandung
Sebagai salah satu organisasi profesi, Forum Komunikasi Guru IPS Nasional (FKG IPS Nasional) berupaya untuk memahami arti penting organisasi profesi guru ini. Dalam melaksanakan operasional organisasinya, FKG IPS Nasional berupaya untuk menjadi wadah alternatif dalam pengembangan profesi, kompetensi dan komunikasi guru. Dalam usianya yang masih sangat muda berbagai kegiatan sudah dilaksanakan, baik di tingkat pusat, wilayah maupun daerah. Jalinan komunikasi antar anggota juga digalang sedemikian rupa baik melalui jalur tatap muka rutin maupun memanfaatkan media daring.
Ada pertanyaan, bagaimana hubungan antara FKG IPS Nasional dengan MGMP IPS? FKG IPS Nasional lahir bukan dimaksud sebagai pesaing MGMP IPS yang selama ini sudah ada. MGMP IPS ibarat rumah adalah rumah pertama guru-guru IPS, sedangkan FKG IPS Nasional rumah kedua. Aktivis FKG IPS Nasional hampir sebagian besar merupakan aktivis MGMP IPS baik di tingkat rayon maupun kabupaten/kota. FKG IPS Nasional hadir untuk mengisi ruang kosong yang selama ini tidak bisa diisi oleh MGMP IPS. Satu yang menjadi harapan dengan hadirnya organisasi baru ini antara FKG IPS Nasional dengan MGMP IPS akan terjalin sinergisitas yang baik untuk meningkatkan jalinan komunikasi dan kompetensi guru IPS tanpa harus saling tumpang tindih dalam melaksanakan kegiatan.
Memasuki tahun 2019 sejarah baru tercatat dengan tinta emas. Jumat, 8 Februari 2019 bertempat di Hotel Grand Campaka Jakarta bersamaan dengan kegiatan Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PB PGRI tahun 2019, FKGIPS Nasional dikukuhkan secara resmi menjadi Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) untuk IPS di lingkungan organisasi PGRI. Dengan demikian FKGIPS Nasional secara resmi menjadi members of association PGRI.
 Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan sebelumnya. Berawal dari undangan yang disampaikan PB PGRI kepada Ketua Umum PP FKGIPS Nasional untuk hadir di Gedung Guru Indonesia yang menjadi sekretariat PB PGRI pada 15 januari 2019. Pada pertemuan tersebut PB PGRI melalui ketua umum, Dr. Unifah Rasyidi, M.Pd. menawarkan kepada FKGIPS Nasional untuk menjadi associate member PGRI dalam bentuk APKS (Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis). Penawaran tersebut dibahas di rapat Pegurus Pusat dan juga Pengurus Wilayah yang kemudian dilanjutkan pembahasannya dalam Munaslub sekaligus Mukernas FKGIPS Nasional di Surabaya, 2-3 Februari 2019, hasilnya FKGIPS Nasional sepakat bergabung menjadi bagian otonom dari PGRI dalam bentuk APKS PGRI. Nama pun disepakati untuk berubah menjadi FKGIPS PGRI Nasional.
Semoga dengan bergabung menjadi APKS PGRI perkembangan FKGIPS PGRI Nasional akan semakin berkembang  pesat dan membawa kemaslahatan bagi dunia pendidikan nasional. 
*)  Guru IPS SMPN 3 Limbangan Garut – Ketua PW FKGIPS PGRI Jawa Barat & Waketum III PP FKG IPS Nasional PGRI