Selasa, 17 September 2019

BERMAIN KARTU MATERI DAN PUZZLE



Oleh : ASMARDI, S.Pd


Proses belajar mengajar adalah suatu proses yang rumit karena tidak sekedar menyerap informasi dari guru, tetapi melibatkan berbagai kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan, terutama bila diinginkan hasil belajar yang lebih baik. Salah satu cara belajar mengajar yang menekankan berbagai kegiatan dan tindakan adalah menggunakan pendekatan tertentu dalam belajar mengajar karena pendekatan dalam belajar mengajar pada hakikatnya merupakan suatu upaya dalam mengembangkan keaktifan belajar yang dilakukan peserta didik.
Peningkatan mutu belajar mengajar sebenarnya tidak terlepas dari pendekatan dalam belajar mengajar, juga jika dalam proses belajarnya menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi, semangat kerja yang besar, dan percaya pada diri sendiri. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan pengetahuan lintas ilmu dimana di dalamnya ada empat bidang ilmu  Geografi, Ekonomi, Sejarah dan Sosiologi yang akan disampaikan oleh guru kepada siswa.
Dalam tulisan ini penulis mengangkat salah satunya, yaitu bidang kajian ilmu Geografi. Ilmu Geografi merupakan salah satu cabang ilmu yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan lingkungan alamnya. Ilmu Geografi terdiri dari dua bagian utama yaitu Geografi Fisik dan Geografi Sosial. Geografi Fisik (Physical Geography) lebih ditujukan kepada proses-proses atau gejala – gejala alam yang bersifat alamiah, dan Geografi Social (Human Geography) ditujukan kepada interaksi manusia sebagai penduduk bumi dengan manusia disekitarnya serta kemampuan manusia mengelola dan memanfaatkan lingkungan alam dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Pengetahuan dasar dari ilmu geografi adalah penguasaan konsep dari pengetahuan tentang penggunaan peta. Peta merupakan media utama yang harus dikuasai seseorang atau peserta didik dalam keberhasilannya mempelajari ilmu geografi.
Permasalahan yang dihadapi sebagian besar siswa adalah siswa sulit memahami materi yang berkaitan dengan pembacaan atau interpretasi peta. Kesulitan ini akan berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa dan sebagai aktifitas belajar dalam kelas terasa kurang aktif, seolah-olah ada rasa takut bagi diri siswa jika guru menugaskan siswa untuk menentukan letak suatu wilayah pada peta.
Ketidakaktifan belajar ini mengakibatkan program pembelajaran yang telah dirancang  tidak terlaksana sebagaimana mestinya. Kegiatan belajar jadi tidak efektif. Sebagai contoh jika guru menugaskan siswa untuk menentukan letak suatu wilayah pada peta, siswa hanya bisa memandangi peta tanpa bisa menunjukkan wilayahnya, meskipun  wilayah tersebut dapat dilihat dengan jelas dari tempat duduknya.
Berkaitan dengan permasalahan yang diuraikan maka diperlukan suatu  upaya kreatifitas guru mengaktifkan kegiatan pembelajaran siswa dalam kelas. Salah satu upaya untuk mengantisipasi permasalahan tersebut adalah dengan mengajak siswa bermain kartu, dengan modifikasi sederhana berupa puzzle.
Permainan Kartu Materi yang dimaksudkan adalah serangkaian kegiatan bersama (kelompok) yang menyenangkan untuk memahami materi pelajaran dengan mengumpulkan materi bersesuaian pada pasangan kartu. Puzzle menyusun potongan-potongan (fraksi-fraksi) peta sesuai dengan kenampakan (bentuk) yang sebenarnya sesuai dengan kartu yang telah dimenangkan siswa dalam bermain. Tujuan dari penerapan permainan kartu materi dan puzzle dapat dijadikan sebagai metode untuk mengaktifkan kegiatan belajar siswa pada materi pelajaran IPS terutama pada kajian materi geografi yang berkaitan dengan penggunaan media peta.
Bagaiman membuat kartu materi dan puzzle?. Berikut ini langkah membuat kartu dan puzzle :
Alat dan Bahan:
  • Karton manila atau kertas jilid
  • Pulpen
  • Penggaris
  • Peta Dasar (yang sudah dicetak pada kertas berukuran A4 atau pun F4 atau bisa di print out langsung di atas kertas manila)
  • Materi Pelajaran
  • Gunting / Pisau Cutter
Langkah-langkah membuat puzzle dari karton:
  • Siapkan karton
  • Print out peta pada satu bagian halaman
  • Print out materi pelajaran pada halaman sebelahnya
  • Gunting/potong karton tersebut sesuai dengan ukuran kartu
Dalam pelaksanaan bermain disusun langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4 atau 5 orang siswa.
  2. Masing-masing anggota kelompok diberi sejumlah kartu secara acak yang akan dimainkan siswa dalam kelompok.
  3. Menjelaskan langkah-langkah penting permainan yang akan dimainkan siswa dalam kelompok.
·         Kartu diurut berdasarkan topic yang bersesuaian
·         Masing-masing materi terdirri empat sub materi
·         Setelah selesai siswa mengamati masing-masing topic, kemudian membalikkan dan mengamati peta pada halaman sebelahnya yang telah tersusun menjadi satu peta.
  1. Membimbing siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati bentuk peta dasar yang akan disusun menjadi sebuah peta yang lengkap.
  2. Membimbing siswa menyusun letak wilayah pada peta.
  3. Menugaskan siswa untuk menentukan letak wilayah pada peta di dinding sebagai langkah untuk menentukan keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran.
Dari tulisan singkat ini penulis mengambil kesimpulan dan saran sebagai berikut 

  1. Metode permaianan kartu dapat digunakan sebagai salah satu alternative dalam mengaktifkan siswa dalam proses belajar di kelas.  
  2. Permainan Kartu dan Puzle dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam  proses kegiatan pembelajaran
  3. Sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 Guru harus dapat mengembangkan inovasi dan kreasi serta ide-ide baru dalam pengembangan proses pembelajaran.
  4. Untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa guru harus menggunakan berbagai macam  metode dan pendekatan pembelajaran