Senin, 04 November 2019

DIBALIK MAKNA LAGU INDONESIA RAYA



oleh Titik Wahyuni, M.Pd.
(SMPN I Kasembon)

Jangan mengaku sebagai warganegara Indonesia jika tidak mengenal, hapal maupun paham lagu Indonesia Raya.Ya, lagu Indonesia Raya yang diciptakan Wage Rudolf Supratman atau lebih terkenal dengan nama W.R. Supratman merupakan Lagu Kebangsaan Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 44 tahun 1958. Lagu yang dihapal oleh masyarakat Indonesia terutama pelajar karena tiap Senin dinyanyikan saat upacara bendera. Di samping itu Lagu Kebangsaan Indonesia Raya juga dinyanyikan atau diperdengarkan sebagai pernyataan perasaan nasional. Ataupun dalam rangkaian pendidikan dan pembelajaran.

Lagu ini sarat makna mendalam bagi perjuangan Bangsa Indonesia pada waktu dulu sekaligus harapan untuk masa sekarang dan yang akan datang. Karena sarat makna inilah maka tidak heran jika pada saat dinyanyikan pertama kali tahun 1928 dalam peristiwa Sumpah Pemuda, lagu ini oleh Belanda sempat dilarang untuk diperdengarkan karena ada kata ”merdeka... merdeka...” dan tidak kekurangan akal, maka WR Supratman mengubah sementara kata tersebut menjadi”mulia... Mulia...” karena pemerintah Belanda yang masih “alergi” mendengar kata “merdeka” yang diucapkan rakyat Indonesia.

Lagu Indonesia Raya ini diciptakan oleh WR Supratman sejumlah tiga stanza, tetapi yang umum di telinga masyarakat kita adalah satu stanza. Menyambut gencarnya penerapan pendidikan karakter di Indonesia, Mendikbud mengharapkan mulai bulan Juli 2017 di sekolah-sekolah sudah mulai membiasakan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara lengkap tiga Stanza.
Lagu Indonesia Raya versi komplit itu dinilai memiliki makna yang kaya dan indah. Tiap stanza yang diciptakan sang maestro Wage Rudolf Supratman memiliki makna yang bergelora. Setiap stanza memiliki pesan moral yang tinggi bagi Bangsa Indonesia.
Pada stanza kesatu berisi ajakan pada rakyat Indonesia untuk bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, hal tersebut karena Negara Republik Indonesia baru berdiri sehingga rawan terjadi perpecahan dan disintegrasi. Jika dikaitkan dengan kondisi sekarang lirik “Marilah kita berseru, Indonesia bersatu” dan “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya”, itu sangat magnetik dan bergelora untuk semangat persatuan. Apalagi di tengah rasa nasionalisme yang mulai luntur saat ini. Inilah karakter nasionalisme.
Pada stanza kedua,WR Supratman mengajak bangsa Indonesia untuk menyadari setelah bersatu kita harus tahu bahwa tanah Indonesia adalah tanah yang kaya dan subur, dan sebagai tanah pusaka , Indonesia harus kita jaga, rawat dan lestarikan sampai anak cucu atau generasi selanjutmya. Stanza ini juga mengajarkan tentang pendidikan karakter revolusi mental, etika, dan moralitas. terutama pada kalimat ‘‘Sadarlah hatinya, sadarlah budinya”.
Pada stanza ketiga, sang maestro menumpukan puncak harapannya pada Bangsa Indonesia bahwa tujuan dari persatuan dan kesatuan bangsa untuk hidup di negara yang kaya raya ini adalah demi kemakmuran dan kebahagiaan rakyat Indonesia. Dikaitkan dengan kondisi sekarang, stanza tiga memiliki makna relevansinya sangat kuat. Pesannya agar bangsa ini kekal abadi dan tidak terpecah-pecah. Kalimat “Majulah negerinya, majulah pandunya” itu menunjukan semangat kepemimpinan.
Karena itu meski lagu Indonesia raya tiga stanza jika dinyanyikan bisa terlalu panjang butuh waktu sekitar lima menit, tetapi akan lebih baik jika dinyanyikan seluruhnya, tiga stanza secara utuh, karena secara keseluruhan lagu kabangsaan Indonesia Raya juga bisa merupakan ucapan dan doa seluruh masyarakat Indonesia akan negeri tercintanya. Sebagaimana ungkapan “aku adalah apa yang aku pikirkan “, maka jika Lagu Indonesia Raya dinyanyikan secara lengkap setiap lagu ini diperdengarkan atau dinyanyikan, ucapan ini akan bisa menjadi kenyataan.
Dengan makna yang begitu dalam pada lyrik lagu Indonesia Raya secara utuh, masihkah kita ragu untuk menyanyikan secara lengkap tiga stanza ? Harusnya panjangnya lagu bukan halangan bagi kita generasi sekarang, karena masih lebih panjang perjuangan pendiri bangsa untuk merdeka dan lagu ini untuk bisa dinyanyikan secara bebas seperti sekarang. Bagaimana kalau ini kita mulai dari instansi atau sekolah dan lingkungan kita masing-masing ?


INDONESIA RAYA
Cipt: WR Supratman

Indonesia Tanah Airku
 Tanah Tumpah Darahku
Disanalah Aku Berdiri Jadi Pandu Ibuku
Indonesia Kebangsaanku Bangsa Dan Tanah Airku
Marilah Kita Berseru, Indonesia Bersatu
Hiduplah Tanahku, Hiduplah Negeriku
Bangsaku, Rakyatku, Semuanya
Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku Negeriku yang Kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Tanah Yang Mulia
Tanah Kita Yang Kaya
Di sanalah Aku Berdiri Untuk Slama-lamanya
Indonesia Tanah Pusaka, Pusaka kita Semuanya
Marilah kita Mendoa Indonesia Bahagia
Suburlah Tanahnya, Suburlah Jiwanya
Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya
Sadarlah Hatinya, Sadarlah Budinya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku Negeriku Yang Kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Tanah Yang Suci
Tanah Kita Yang Sakti
Di sanalah Aku Berdiri N’jaga Ibu Sejati
Indonesia Tanah Berseri Tanah Yang Aku Sayangi
Marilah Kita Berjanji Indonesia Abadi
Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Puteranya
Pulaunya, Lautnya, Semuanya
Majulah Negerinya, Majulah Pandunya, Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku Negeriku Yang Kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya