Sabtu, 02 November 2019

SAJAK SANG PENDAKI

Gambar mungkin berisi: Dian Diana, tersenyum, gunung, langit, awan, luar ruangan dan alam

#1

DESTINASI SUCI

oleh Dian Diana


Sang petualang bersujud di setiap atap pulau
Kalbunya terasa kotor berjelaga
Pendosa yang hina
Bermunajat memohon ampunan
Lumuran peluh nista menghiasi tubuh
Lisan tak terjaga menyakiti kawan dan lawan
Hina diri tak sesuci bidadari

Laku salah melagu pasrah
Ujung sesal membawa ingin
Setidaknya Sang Pencipta tak berpaling
Saat pulang nanti
Setidaknya Sang Pengasih
Memberi sambutan senyum
Agar resah memudar

Berkhianat dari-Mu lebih dari seribu
Lagi dan lagi tanpa malu
Janji berulang mengukir dusta
Bukan prestasi tapi aib diri
Kasih-Mu menutup pandangan mereka
Hingga nampak bersih tanpa noktah
Terima kasih wahai Sang Penolong

Berkunjung ke setiap sudut ciptaan-Mu
Semakin menyadarkan
Untuk kembali ke pelukan
Lurus hingga raga terkaku
Memohon jangan pernah diacuhkan
Walau setiap sel adalah noda
Dekaplah … jika waktuku tiba

Mengalun syahdu mengalir ke pembuluh
Diri yang berlumur dosa
Merindukan magfiroh utuh
Seutuh pahlawan sahid
Sebelum jiwa tercerabut dari raga
Ijinkan aku mengunjungi destinasi suci
Tuk bersimpuh di rumah-Mu.

#2

PENDAMBA

oleh Dian Diana


Kurang dari sedetik kau membenciku
Walau telah kusuguhkan bara di atas rindumu
Mainkanmu hingga terpapar noda
Pongahmu mengikat kebebasanku
Sadarmu terlalu bawah, sadarlah

Sempat kutitip setetes tuba
Tapi kau terima laksana madu
Kulancipkan lagi buluh agar lebih perih
Guratan senyummu tanda tak lara
Sudahlah … sudahlah … pergilah

Bertahan diantara keangkuhan
Terhanyut diantara muak
Kubakar harapan dari asa tersisa
Masih juga kau berdiri disana
Menunggu … terbuka hati

Kutentukan hari untuk janji suci
Biar kamu tahu tentang arti sia-sia
Kugenggam tangannya dihadapanmu
Nampak nanar tatapan meredup
Berkaca-kaca sekilas sebutir air

Kuberjalan dan menuntun pelitaku
Berharap peristiwa ini menyentuhmu
Dan kau segera berlari dengan pedih
Semoga kau mengerti
Tak sedikit pun terlintas tentangmu

Tapi setidaknya aku masih baik
Lirikanku tak memuaskan hati
Pandanganku kembali mencarimu
Pasti kau sudah berlari menjauh
Membawa rasa yang tak terbalas

Namun, tak kuduga
sosokmu masih berdiri
Memandang, tersenyum, melambai
Jarak antara masih sangat nyata
Kau membisik
“Aku menunggumu, senantiasa mendambamu”.


#3

Harapan Hampa

oleh Dian Diana

Masih ingatkah engkau
Saat mentari mengundang senja
Semburat merah menyentuh wajahmu
Sejak itu, aku melihatmu bagai malaikat tanpa cacad
Bahkan keringatmu pun tercium harum sangat

Berjuta waktu merangkai cinta
Nampak hidup begitu sempurna
Rangkaian kata laksana pujangga
Merapat kata romansa bahagia
Lengkung senyummu menghangatkan jiwa

Seiring berjalannya waktu
Ada senyum yang menghilang
Ada hangat yang tak datang
Kata indah perlahan telah berubah
Bencimu menebar ke segala arah

Sirna kasih berujung perih
Merasa bodoh menjadi pendamba
Duhai keniscayaan
Setia itu hanya sebuah cerita
Bertahan hanya mengundang derita

Hari berlalu mengikuti awan kelabu
Berarak terbawa angin tak tentu arah
Terseok sesat  mencari surya
Tangisan berderai memecah hujan
Dingin membisu

Batas tipis benci dan rindu nyata
Semakin berlari pergi bayanganmu menjelma
Sekeping hati tersayat
Berharap pada harapan hampa
Secercah harapan yang tak tergenggam

Terpuruk teramat dalam
Suram asa memendam rasa
Mencoba menyentuh hatimu yang tak bergeming
Kisah kita usai sampai di sini
Walau terlalu berarti untuk diakhiri

#4

PENDAKI

oleh Dian Diana

Berderap langkahnya para pendaki
Menembus hutan rimba
Mengobarkan semangat berjuang
Menggapai satu asa

Tersisihlah rasa lelah di hati
Menghembus gita cinta
Mengukir jejak ke atap pulau
Syukuri ciptaan-Nya

Take nothing but picture
Leave nothing but foot print
Kill nothing but time Itulah
kode etik para pendaki

Bergerak … bergerak ,,,
Taklukan diri sendiri
Bergerak menuju
Batas vertikal di muka bumi


Gambar mungkin berisi: 1 orang, langit dan luar ruangan

Dian Diana, M.Pd. Guru IPS SMPN 1 Cihampelas Kab. Bandung Barat (KBB) Jawa Barat. Menjabat sekretaris Pengda FKGIPS PGRI KBB (2017-2020).  Bersama suami tercinta, Hilman Latief, M.Pd., yang juga Ketua Pengda FKGIPS KBB aktif  sebagai pendaki gunung dan pecinta alam sejak di bangku kuliah sampai sekarang. Pernah menjadi guru berprestasi dan juara 1 OGN IPS dan juga Instruktur Kurikulum 2013 serta Instruktur Guru Pembelajar.