Jumat, 27 Desember 2019

PKP, SEBUAH CATATAN


oleh  Yanuar Iwan.
SMPN 1 Cipanas, Cianjur, Jawa Barat


Hasil capaian peserta didik dalam pelaksanaan UN dan capaian PISA maupun TIMS. Peserta didik kita masih lemah didalam keterampilan berpikir tingkat tinggi ( Higher Order  Thinking Skills ) seperti menalar, menganalisa, dan mengevaluasi, peserta didik belum terbiasa dengan soal-soal dan pembelajaran yang berorientasi kepada keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ( PKB ) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran ( PKP ) ditujukan untuk meningkatkan  efisiensi, efektivitas, serta pemerataan mutu pendidikan, dengan sistem zonasi yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas guru secara adil dan merata.

Peningkatan kualitas siswa melalui program peningkatan kompetensi pembelajaran guru adalah suatu keniscayaan perubahan yang bukan lagi menjadi pemenuhan kewajiban tetapi menjadi kebutuhan bagi guru untuk selalu mempersiapkan dan meningkatkan kualitas dirinya bagi setiap tantangan, hambatan, dan permasalahan pendidikan yang setiap saat dihadapi.

Yang perlu diperbaiki, dirubah, dan ditingkatkan dari proses pelaksanaan PKP adalah program pelaksanaan literasi di sekolah-sekolah, saya kira dibutuhkan revitalisasi dan restrukturisasi dalam proses dan tahapan pelaksanaan literasi  di sekolah berdasarkan hasil diskusi dengan sesama rekan guru peserta PKP hampir tidak ada terobosan dan inovasi-inovasi terbaru mengenai pelaksanaan literasi sekolah bahkan beberapa sekolah sudah tidak lagi melaksanakan literasi, menjadi suatu keadaan dan situasi yang penuh dengan ironi, mengenaskan sekaligus memprihatinkan. Sosialisasi proses pembelajaran HOTS, tetapi salah satu elemen dasar HOTS yang bernama literasi sekolah kita abaikan, dibutuhkan kembali peranan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam hal ini  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota maupun kabupaten, untuk segera memantau kembali pelaksanaan literasi sekolah yang terkesan sudah mati suri karena tidak ada lagi bentuk pengawasan dan pertanggung jawaban.

Sekolah sebaiknya melakukan terobosan bentuk-bentuk literasi yang membuat siswa termotivasi minat bacanya seperti kegiatan bedah buku, pembentukkan kelas debat, lomba menulis karya ilmiah, sastra dan artikel, kegiatan-kegiatan diskusi dengan tema yang diangkat dari judul buku agama, sastra, sejarah, biografi, dan otobiografi buku-buku iptek dalam dan luarnegeri.

Diharapkan sekolah bisa mengalokasikan dana BOS untuk menyediakan buku-buku berkualitas diluar buku-buku paket pelajaran, pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebaiknya aktif membantu pengadaan buku-buku diluar buku paket pelajaran.

Untuk proses dan tahapan pelaksanaan PKP berbasis zonasi ada beberapa hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki, pelaksanaan PKP di Kabupaten Cianjur,  khususnya mata pelajaran IPS dan PKn tanggal 23 Nopember s/d tanggal 27 Desember 2019, waktunya berdekatan sekali dengan pelaksanaan PAS semester ganjil hal ini sedikit atau banyak berakibat terpecahnya fokus guru peserta dikarenakan melaksanakan tahapan penilaian dan evaluasi.
Pelaksanaan tahapan praktek mengajar program PKP menjadi tidak maksimal bahkan mungkin kurang ideal dan profesional karena pelaksanaannya berkejaran dengan waktu. Sebagian guru peserta PKP menjadi tidak fokus kepada diskusi kelas karena disibukkan oleh pemenuhan tagihan LK yang menurut saya terlalu banyak, kurang sederhana efektif dan efisien berbeda dengan slogan "Merdeka Belajar " dari Mas Menteri.

Adanya tugas-tugas daring menjadi kendala tersendiri karena jaringan on line yang timbul tenggelam terlebih bagi guru peserta yang tinggal didaerah terpencil.

Semoga hal-hal tersebut menjadi perhatian bagi seluruh pihak terkait, karena tanpa adanya evaluasi, perbaikkan, dan perubahan maka proses pembelajaran HOTS hanya akan menjadi  "tong kosong yang nyaring bunyinya".

Dalam kesempatan ini saya sampaikan terimakasih dan penghargaan sebesarbesarnya kepada rekan-rekan guru inti dan rekan-rekan peserta yang tanpa kenal lelah terus berupaya memberikan yang terbaik bagi kualitas pendidikan.

Pakuon, 25 Desember 2019. Di rumah.