Minggu, 13 Desember 2020

Jangan Takut Gagal

Oleh Sulistyowati 
SMPN 1 PUJON  Kab. Malang



       “When you fail, You have a choice – focus on facts or focus on feelings.”


Salah satu proses belajar kita ketika kecil adalah belajar berjalan. Mungkin ketika ulang tahun pertama, anda mulai belajar berjalan  kemudian anda pun terjatuh dan terjatuh berulang kali.  Sampai pada akhirnya anda dapat berjalan dengan lancar dan sampai sekarang anda tidak pernah merasa gagal belajar berjalan dalam kehidupan saat ini. Indahnyan juga bahwa si kecil ketika itu tidak pernah mengeluh dan berputus asa terus bangkit untuk menapakan kakiknya agar dapat berjalan. Saya yakin, anda dapat mengingat sebagai orang dewasa suatu kejadian dimana anda gagal satu atau dua kali kemudian anda menyerah. Jadi apa bedanya dengan ketika anda belajar berjalan? Jawabannya adalah anda tidak mengenal konsep kegagalan"

Ingatkah kita? Orang tua kita meyakinkan bahwa kita bisa melakukannya jika terus berusaha dan mereka selalu mendampingi untuk mendorong kita.  Setiap keberhasilan diakhiri dengan kegembiraan dan tepukan, yang memompa diri kita untuk lebih berhasil lagi.  Tiada syarat apapun yang dilakukan orang tua untuk keberhasilan buah hatinya.  Bahkan mereka rela mengorbankan segalanya agar anak-anaknya kelak  tidak pernah menemui kegagalan.

Seringkali, semua berawal dari suatu kejadian di sekolah dimana guru bertanya, “Siapa yang bisa menjawab pertanyaan ini?” dan dengan penuh semangat kita mengangkat tangan bahkan sampai melompat-lompat supaya guru menunjuk kita. Kemudian guru pun menunjuk kita,  lalu kita menjawab dengan keras dan lantang. Tapi kemudian guru kita bilang, “Kamu SALAH, Saya heran melihat kamu”.  Akhirnya benih-benih keraguan pun mulai muncul. Kita merasa malu. Bagi banyak orang, inilah awal terciptanya citra diri yang negatif.  Kelak menancapkan stigma gagal dalam laku kehidupan.

Kegagalan kerap kali dianggap suatu hal yang memalukan. Statusnya pun bagai penyakit tak ingin sekalipun terjangkit. Ditambah dengan respon sosial ketika seorang menjadi orang yang gagal, menambah kesan bahwa kegagalan merupakan hal yang paling tidak diinginkan di dunia. Memang benar, manusia inginya berhasil, sukses dan tanpa ada noda kegagalan. Suatu hal yang wajar ketika banyak orang yang takut akan kegagalan. Jangankan merasakan, membayangkannya saja merupakan mimpi yang terburuk.

Siapa yang tidak pernah mengalami kegagalan? Tidak ada seorangpun yang menuju puncak keberhasilan tanpa mengalami kegagalan, terutama mereka yang memiliki mimpi besar untuk diwujudkan.

Tahukah Anda bahwa kegagalan sebetulnya adalah bagian dari paket keberhasilan yang akan kita rasakan di kemudian hari ketika kita terus menjalani proses dengan disiplin, positif dan pantang menyerah? Setiap orang yang sukses di dunia ini, pasti pernah mengalami kegagalan dan bisa jadi berulang-ulang kali sehingga membuat stres, frustasi, patah semangat, tidak berdaya dan terkadang bisa menjadi hilang arah. 

Marilah terus  memotivasi diri untuk mengingat kembali setiap tujuan dari hidup kita dalam meraih setiap keberhasilan yang sudah ditentukan untuk kita,  apabila kita terus bersemangat dan tidak putus asa ketika menghadapi kegagalan.

Ancaman terbesar dalam hidup adalah tidak mau memeluk resiko.

Orang yang tidak mau mengambil resiko tidak akan melakukan apapun, tidak memiliki apapun, dan bukan jadi apapun. Dia mungkin bisa menghindari sengsara dan sesal. Tapi dia tidak bisa belajar, merasa, berubah, bertumbuh, dan mencintai. Hanya pengambil resiko yang tidak membentengi kebebasan. Beberapa pemeluk resiko yang terkenal dan yakin bisa sebelum melihat hasil dan benar-benar sukses, yang dapat menginspirasi kita antara lain:
1. Thomas Alfa Edison, gagal lebih dari seribu kali dalam percobaan untuk menciptakan bola lampu pijar.
2. Kolonel Sanders, ditolak 1008 kali saat menawarkan resep Kentucky Fried Chicken. Sekarang resepnya dinikmati diseluruh dunia.
3. Bill Gates (Microsoft), punya impian bahwa suatu saat setiap rumah akan mempunyai komputer.
4. Ciputra, mengubah rawa tempat jin buang anak menjadi Taman Impian Jaya Ancol.
5. Mochtar Riady, meninggalkan jabatan direktur BCA dan menjulang sebagai kaisar Lippo Karawaci
6. Jeff Bezos, meninggalkan posisi wakil direktur Wall Street untuk mendirikan amazon.com.
7. Tony Fernandes ( Air Asia ), bermimpi setiap orang bisa terbang ke berbagai tempat di dunia dengan biaya murah.
Masih banyak pemimpi yang berhasil luar biasa karena mereka berani memeluk resiko.
Untuk berhasil,
          - kita jangan malu dicampakkan,
          - putuskan urat malu,
          - jangan gengsi

Hanya jika kita pernah terhempas ke lembah ketiadaan paling kelam, kita baru akan tahu betapa hebat dan nikmat berada dipuncak keberhasilan.

Selalu ada dari suatu kesalahan yang terjadi. Tidak ada salahnya melakukan kekeliruan dan mengawali kegagalan asalkan mau belajar dari setiap kesalahan itu demi meraih keberhasilan yang saat ini tertunda


Ketika Anda mengalami kesulitan dan kegagalan dalam menghadapi proses menuju kesuksesan, lakukan beberapa hal di bawah ini:

  1. Sabar dan tidak putus asa.

  2. Belajar dari kesalahan dan segera bangkit.

  3. Melihat kelemahan dan bangkit melalui kekuatan dan melihat peluang yang ada.

  4. Selalu optimis bahwa keberhasilan pasti ada di depan mata.


Untuk menyegarkan kembali pikiran Anda, berikut ini cara Howard Schultz, CEO Starbuck menghadapi kegagalannya:

  1. Jangan menyalahkan orang lain dan diri sendiri. Jangan cari siapa yang salah, siapa yang benar karena hal tersebut membuang waktu dan dapat menyebabkan kita kehilangan arah. Menurutnya semua sudah terjadi dan tidak penting mencari siapa yang salah. Alih-alih cari siapa yang salah, segeralah cari bagaimana solusinya.

  2. Fokus pada solusi, cari tahu penyebab kegagalan. Fokuskan segala resources (pikiran, tenaga dan perhatian) pada solusi. Cari jalan yang terbaik bagaimana agar bisa bangkit kembali dalam waktu yang cepat.

  3. Tetap berorientasi pada visi dan misi awal. Gagal adalah sebuah peringatan, untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Visi dan misi menjadi tujuan utama dan cari cara untuk mewujudkannya.

  4. Berinovasi dan lakukan hal-hal yang pernah dilakukan agar bisa kembali bangkit. Singkirkan hal-hal yang menjadi penghalang dan penghambat. Buatlah perubahan yang besar. Starbuck harus melakukan banyak perubahan untuk bisa bangkit dari 16 bulan krisis keuangan.

  5. Jangan pernah takut gagal, terlebih jika Anda pernah gagal. Ketakutan bukanlah alasan untuk berhenti berusaha. Terus bergerak, tetap melangkah dan memiliki optimisme.

  6. Selalu jujur pada diri sendiri, karyawan, pelanggan dan semua orang. Usaha apapun membutuhkan rasa percaya. Kejujuran adalah modal utama untuk mendapatkan rasa percaya.

  7. Ikuti perubahan yang terjadi karena dunia di sekitar kita akan terus mengalami perubahan. Kalau kita tidak bisa mengikutinya, kita akan tertinggal. Perubahan merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya kegagalan dan perubahan memang cara terbaik pula yang bisa digunakan ketika kita ingin bangkit setelah mengalami kegagalan. 


Tahukah Anda, ternyata kesuksesan yang diraih oleh orang-orang sukses di dunia ini berawal dari suatu kegagalan yang pernah mereka alami. Setiap kesalahan dan kegagalan yang mereka alami sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesan mereka


Bahkan jika kita pun dengan ajaibnya selalu berhasil melakukan sesuatu, mungkin kita tak akan mengerti apa itu berdo’a. Seseorang yang gagal yang sadar bahwa segala sesuatu dapat terjadi, bahkan hal yang diluar ekspektasi. Kegagalan hanyalah cara Allah SWT  untuk menunjukkan bahwa saatnya kita untuk kembali kepadaNya. Diamlah dan merenunglah sejenak, lihat ke dalam diri dan harapkan kepada Sang Ilahi Robbi. Berserah bukan berarti pasrah, berusahalah dengan sungguh sungguh dan biarkan Alloh SWT  menyelesaikannya. Allah SWT Maha Rahman dan Yang Maha Baik tak akan tega menggagalkan niat niat hambanya yang baik. 


Ketika orang berdoa kepada Allah maka ia melibatkan kekuatan yang paling besar di semesta ini. Sehingga ketika kegagalan menghampiri, dia yakin bahwa ini hanyalah sebagai ujian untuk menguatkanya dan ketika berhasil maka itu merupakan anugerah yang patut disyukuri. Selamat berjuang wahai para sahabat dan memaknai segala keberhasilan maupun kegagalan dengan bijak serta mengembalikan semuanya kepada Sang Pemilik Keberhasilan Yaitu Allah Azza Wajalla, Barakallah. 



DAFTAR PUSTAKA 


Ilam Maolani. 2015. Sikap ‘Cerdas’ Menghadapi Kegagalan. Kompasiana.com – https://goo.gl/Mn1imc

M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 

Suhardi. 2009. Cara Pintar Menghadapi Kegagalan. -https://goo.gl/Ia8ENq

Sulistyowati. 2019. Mengelola Diri Untuk Meraih Sukses. Batu: Beta Aksara. 




                                                   

Kamis, 26 November 2020

Dampak Kurangnya Sarana Prasarana Terhadap Kemajuan Pendidikan di Indonesia

Maria Demitriana Bere Rain, S.Pd

SMPN Satu Atap Kewar. Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur


Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Pendidikan mengindikasikan betapa  peranan pendidikan sangat besar dalam mewujudkan manusia yang utuh dan mandiri serta menjadi manusia yang mulia dan bermanfaat bagi lingkungan. Untuk itu kita harus memahami dan mengenal aspek manajemen pendidikan di sekolah yang merupakan  salah satu kemampuan dasar yang dimiliki oleh setiap guru. Karena guru disamping tugas pokoknya sebagai pendidik guru juga berfungsi sebagai manajemen pendidik di sekolah. Sebagai seorang manajemen harus mampu mencapai salah satu tujuan sekolah yaitu terselenggaranya kegiatan pembelajaran efektif dan efisien yang dilakukan secara optimal.

Masalah yang di hadapi oleh guru adalah sarana prasarana yang kurang memadai. Sementara dalam dunia pendidikan sarana prasarana merupakan salah satu faktor utama yang sangat mutlak untuk proses pembelajaran di sekolah. Sarana prasarana pendidikan adalah semua benda bergerak dan tidak bergerak yang dibutuhkan untuk  menunjang penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar baik secara langsung maupun tidak langsung. Proses belajar mengajar akan berkualitas bila ditunjang dengan sarana prasarana yang memadai, sesuai dengan kenyataan di sekolah kami yang berada di daerah terpencil tidak memadainya sarana prasarana pendidikan termasuk SDMnya sendiri sehingga mempengaruhi perkembangan pendidikan dan dapat menimbulkan banyak permasalahan seperti banyak peserta didik yang lebih memilih sekolah di kota dari pada di desa.



Sebagai contoh di sekolah SMPN Satu Atap Kewar dimana  alat peraga IPA yang tidak bisa digunakan karena tidak memiliki ruang Laboratorium IPA dan disimpan di ruang guru dan ruang UKS itupun satu ruang kelas yang disulap menjadi tiga kamar, ruang perpustakaan yang digabungkan dengan ruang TU dan ruang kepala sekolah yang di sekat menggunakan Rak Buku dan fasilitas perpustakaan yang kurang lengkap. Maka dari situ akan mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah.

Kami meminta pemerintah perlu memperhatikan sekolah – sekolah yang berada di daerah pedesaan dan perbatasan dengan Negara Timor Leste, terutama di daerah terpencil agar pendidikan dapat berkembang dan tercapai pula tujuan pendidikan. Pemerintah juga perlu meningkatkan sarana prasarana yang ada di sekolah sehingga peserta didik dapat belajar dengan nyaman.


Referensi :

  • Pengertian pendidikan menurut UU No.21 Tahun 2003.

  • Permasalahan sarana dan prasaran pendidikan.

http://remajasampit.blogspot.com/2012/12/permasalahan saran dan prasarana .html



PERAN GURU DAN ORANG TUA BAGI PESERTA DIDIK DI DAERAH 3T PULAU ROTE PADA MASA PANDEMI COVID-19

 OLEH

MERYATI JOHANA AMALO,S.Pd

SMP N 3 PANTAI BARU

KAB ROTE NDAO, NTT



Pendidikan sangat penting dalam kehidupan kita setiap manusia karena tidak hanya memberi kita pengetahuan akan tetapi juga pada karakter seseorang dan juga memupuk kita menjadi individu dewasa yang mampu merencanakan masa depan dan mengambil keputusan tepat dalam hidup kita.

Pada saat sekarang ini kita diperhadapkan dengan masalah Internasional dengan adanya covid 19 atau corona virus merupakan virus yang sangat mematikan,salah satu Negara yang terkena virus tersebut adalah Indonesia dan memiliki dampak yang sangat berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan termasuk bidang pendidikan.

Bidang pendidikan sebelum dunia diadapkan dengan corona virus ini semua aktivitas pendidikan dilakukan secara tatap muka atau luring atau bertemu secara langsung tetapi akibat adanya pandemic ini menyebabkan pendidikan dilakukan secara daring atau dalam jaringan secara jarak jauh

Jika proses belajar disekolah secara tatap muka guru yang menjadi tokoh utama bagi peserta didik agar mereka dapat memahami pelajaran,budi pekerti,lain halnya dengan pembelajaran Daring.Pembelajaran daring ini orangtua juga sangat dibutuhkan perannya dan menjadi tokoh utamanya  karena mengharuskan orangtua untuk membantu anaknya dalam memahami pelajaran,karena dalam pembelajaran secara daring seringkali anak susah untuk memahami materi yang telah diberikan oleh guru.

Demikianpula yang dirasakan di daerah 3T tempat saya mengajar di SMPN 3 PANTAI BARU .KAB ROTE NDAO,NTT karena keterbatasan fasilitas dan kondisi keluarga yang tidak memungkinkan siswa untuk melakukan proses pembelajaran secara daring 

Karena tidak semua peserta didik memiliki handphone sehingga menuntut  guru melakukan program pembelajaran dengan  cara membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil dan menentukan titik tertentu agar bisa dikunjungi guru secara bergilir dan memberikan materi dan bahan ajar serta evaluasinuntuk peserta didik,begitu banyak keterbatasan karena kurangnya tenaga kependidikan sehingga membutuhkan suatu perjuangan yang sangat sulit untuk mencapai dan menjangkau semua peserta didik

Program yang sudah disusun oleh dewan guru di kirimkan ke Dinas PKO Kabupaten sebagai laporan bahwa adanya proses kegiatan pembelajaran disertakan dengan foto

Dalam system pembelajaran yang dilakukan anak menjadi bosan dan hasil kurang maksimal karena waktu kunjung guru tidak full jam Pembelajarannya,hal inilah yang menyebabkan orangtua dan guru harus mencari solusi yang terbaik dan berpikir lebih kreatif agar anak tidak mudah bosan,salah satu yang dapat dilakukan guru adalah dengan merancang program pembelajaran yang merangsang peserta didik untuk lebih aktif dan memiliki rasa ingin tau tentang materi yang diberikan dengan menyediakan link tayangan video bagi yang memiliki handphone dan memberikan rangsangan terhadap pola pikir anak sehingga membuat anak tidak mudah bosan karena harus belajar serta bermain didalam rumah akibat dampak dari virus corona tersebut.Bantuan dari pemerintah berupa paket data untuk belajar hanya bias dirasakan oleh beberapa siswa saja sehingga pelaksanaan pembelajaran yang terjadi masih tetap memakai system Luring dengan cara BELAJAR DARI RUMAH Tetapi PERKUNJUNGAN DARI GURU KE RUMAH PESERTA DIDIK.




PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PPG DALAM JABATAN SISTEM DARING

Oleh SovyLoysa Yanyarti Bay, S.Pd 

Kabupaten Rote Nda,Nusa Tenggara Timur



Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyiapkan guru-guru profesional dalam rangka mewujudkan tujuan  pendidikan nasional. Dalam hal ini sebagai seorang mahasiswa pendidikan profesi guru dalam jabatan (PPG Daljab ) Universitas Pendidikan Bandung angkatan 3 program studi IPS kelas 2 Tahun 2020 PPL merupakan salah satu syarat untuk dapat melanjutkan PPG ke tahap berikutnya yaitu UKMPPG.

Didalam pelaksanaanya tahun ini ada perbedaan dengan Program PPL sebelumnya, dimana dosen dan guru pamong tidak turut serta hadir langsung ke lokasi PPL untuk memantau kegiatan belajar mengajar dikarenakan adanya virus corona yang menyebar di beberapa daerah dan derah tersebut dinyatakan zona merah sehingga memberlakukan penutupan sekolah oleh karena itu PPL tahun 2020 PPG dalam jabatan  harus dilaksanakan secara daring. Dalam pelaksanaanya agar dapat berjalan dengan baik ada pemantauan dari dosen dan guru pamong dengan cara pertemuan tahap demi tahap kegitan PPL lewat LMS. 

Pelaksanaan kegiatan PPL sistem daring bisa menggunakan banyak aplikasi salah satunya yaitu aplikasi ZOOM dengan mempersiapkan RPP , Bahan ajar, Media pembelajaran, LKPD dan Evaluasi yang harus berorientasi HOTS dan TPACK sehingga dalam pelaksaannya dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan pembelajaran Abad 21 dalam rangka persiapan peserta didik menyongsong revolusi industri 4.0

Pelaksanaan kegiatan PPL selain melakukan kegiatan pembelajaran mahasiswa PPG juga melaksanakan kegiatan non mengajar untuk menunjang kinerja. Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan non mengajar seperti tugas piket perpustakaan membantu administrasi sekolah dan kegitan ekstrakurikuler lainnya.

Adapun didalam pelaksanaan PPL secara daring selain ada kegiatan non mengajar, mahasiswa juga melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk menemukan permasalahan belajar peserta didik sehingga dapat dicarikan solusinya dengan harapan hasil belajar peserta didik terus meningkat. Dalam melakukan penelitian, mahasiswa dapat dibantu oleh Guru senior atau teman sejawat yang berperan sebagai obeserver dan didalam proses penyusunan laporan PTK, dosen dan guru pamong terus membimbing mahasiswa hingga laporan PTK tersebut dapat tuntas dengan baik. 

Kendala yang dihadapi dalam pelaksaan PPL Sistem daring  adalah gangguan signal di Sekolah asal tempat dilaksanakannya PPL, Sehingga terkadang dalam pelaksanaannya terputus sehingga menyebabkan pembelajaran terhenti sejenak, dan juga banyak peserta didik yang masih belum memiliki HP Android sehingga mahasiswa sulit untuk melakukan pembelajaran sistem daring menggunakan aplikasi. Namun kendala tersebut dapat diatasi dengan cara mendata peserta didik yang mempunyai HP android sehingga dapat mengikuti PPL daring yang dimana hasil rekaman vidio praktek  PPL tersebut diunggah pada laman Youtube dan membagikan link melalui LMS kepada dosen, guru pamong dan teman PPG dan didiskusikan untuk dilakukan review.

Review yang dilakukan oleh Dosen dan guru pamong yaitu dengan mengisi form yang telah tersedia dan diunggah di LMS kemudian diperdalam lagi dengan adanya pertemuan setiap sesi via web meeting. Kendala jarak tidak membatasi tujuan dari review itu sendiri, berdasarkan masukan yang diberikan dosen dan guru pamong, mahasiswa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari kegiatan yang telah dilaksanakan sehingga dapat direncanakan dan dilakukan perbaikan pada praktik pembelajaran selanjutnya.

   


Senin, 23 November 2020

Gagalnya prestasi akademik peserta didik siapa yang harus disalahkan ?

Nur Aini. S. Pd

SMP N 1 Matan Hilir Utara. Kabupaten Ketapang. Kalimantan Barat


DAMPAK POSITIF PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) BAGI SEKOLAH DI DAERAH TERPENCIL

Oleh Mariam M.Maumanet, S.Pd

SMPN Satap Alemba


Tujuan khusus Pendidikan Profesi Guru yaitu menghasilkan calon  guru yang memiliki kompetensi merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendididkan menengah serta melakukan penelitian. Denganmengikuti   Pendidikan Profesi Guru tahun 2020 membawa perubahan bagi kami sebagai Guru yang berada di daerah terpencil, banyak ilmu yang telah kami peroleh saat kami mengikuti PPG dan  itu  sangat bermanfaat bagi kami sehingga kami boleh menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di sekolah kami.

Sebelum mengikuti PPG kegiatan pembelajaran yang kami lakukan lebih banyak ceramah, karena kami belum begitu memahami tentang bagaimana menyusun sebuah perangkat pembelajaran yang baik, bagaimana cara menyajikan materi pembelajaran yang dapat memancing keaktifan peserta didik sehingga dalam pembelajaran yang terjadi terlihat monoton dan peserta didik lebih banyak yang pasif. 

Setelah mengikuti kegiatan PPG kami memperoleh pengetahuan tentang  bagaimana cara menyusun sebuah perangkat pembelajaran yang baik dan bagaimana cara menyajikan materi pembelajaran yang menyenangkan. Perangkat pembelajaran yang kami susun sudah memenuhi unsur TPACK, HOT, pemanfaatan TIK dalam kegiatan  pembelajaran.  Kami juga membuat media PPT dengan tampilan yang menarik yang dapat merangsang peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, juga beberapa peserta didik yang memiliki HP diijinkan untuk membawa HP ke sekolah guna kepentingan pembelajaran di sekolah, sehingga peserta didik dapat aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.




KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN LINGKUNGAN SEKOLAH

Nur Aini. S. Pd

SMPN 1 Matan Hilir Utara. Kabupaten Ketapang. Kalimantan Barat

Lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor yang turut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik terutama untuk kecerdasannya. Lingkungan sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir peserta didik, karena kondisi lingkungan yang baik sangat penting guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan.

 MANFAAT MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH

  1. Lingkungan dan kelas terasa lebih nyaman

  2. Terhindar dari penyakit

  3. Belajar lebih tenang

  4. Memperlancar kerja otak manusia

  5. Membuat siswa lebih rajin dalam menuntut ilmu

  6. Dapat memberikan siswa motifasi belajar di dalam maupun di luar kelas

  7. Sebagai wujud kepedulian siswa untuk lebih mencintai lingkungan sekitar sekolah


Banyak slogan yang menghimbau untuk menjaga kebersihan, tetapi apakah sesuai dengan kenyataan? Masih banyak ditemui peserta didik yang membuang sampah sembarangan. Bila mereka jajan bungkusannya dibuang sembarangan, sobekan kertas yang dibuang lewat jendela, padahal tempat sampah sudah disiapkan, baik di koridor sekolah, di halaman sekolah, di dalam kelas, dan di kantin sekolah. Untuk mengatasi hal ini SMP N 1 Matan Hilir Utara Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat berusaha untuk mengupayakan menjadikan lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang ASRI ( Aman, Sehat, Rindang, Indah ), dengan tujuan utama supaya lingkungan sekolah menjadi sehat. 

Hal rutin yang dilakukan pihak sekolah dalam menjaga “ASRI “ Lingkungan sekolah adalah 

  1. Menunjuk salah satu masyarakat sekitar, yang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan lingkungan sekolah diluar jam pelajaran ( termasuk keamanan dari kerusakan lingkungan sekolah ) karena setiap sore banyak anak anak yang bermain bola kaki dilingkungan sekolah

  2. Menunjuk seorang petugas  yang bertanggung jawab sebagai tukang kebun ( membersihkan rumput )

  3.  Menunjuk guru yang bertanggung jawab sebagai koordinator taman dan bunga

  4. Mengadakan kerja bakti yang melibatkan seluruh pihak sekolah yang rutin dilakukan sebulan sekali

  5. Memberikan piket harian bagi peserta didik untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah

  6. Memberikan tugas kepada piket harian guru untuk memantau piket harian peserta didik

  7. Mewajibkan setiap peserta didik yang masuk gerbang sekolah untuk mengambil sampah daun yang gugur minimal 5 helai daun

  8. Memberikan sanksi membersihkan lingkungan sekolah bagi peserta didik yang melakukan kesalahan.

  9. Menyiapkan tempat sampah dan alat kebersihan lainnya disetiap ruangan kelas, koridor, kantin, kantor, TU, dan taman.

  10. Mewajibkan setiap peserta didik yang sesudah selesai UAN dan mau mengambil SKHU untuk menyetor minimal 1 tanaman kepada pihak sekolah.

Tiga tahun sudah SMP N 1 Matan Hilir Utara menerapkan hal seperti itu, dan ternyata sedikit demi sedikit berhasil, sudah bisa dilihat “ASRI “ nya lingkungan sekolah. Dan hal ini merangsang minat peserta didik pada mata pelajaran tertentu untuk belajar di luar kelas, dan yang utama adalah kebersihan dan kerindangan lingkungan sekolah sangat terasa.

Kesimpulan : Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah mempengaruhi cara belajar peserta didik, dan menjadi wahana untuk digunakan sebagai media pembelajaran, dan menumbuhkan minat peserta didik untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang berimbas juga pada kebersihan diri pribadi, untuk menjadi pribadi yang bersih dan sehat. 

Selasa, 17 November 2020

Peluncuran Program BSU Kepada PTK Non PNS

Hari ini, Selasa, 17 November 2020 mulai pukul 13.30 WIB Kemdikbud mengadakan webinar dengan topik: "Peluncuran Program Bantuan Subsidi Upah kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan bukan PNS"

Hal terpenting mengenai hasil webinar itu akan diluncurkan program Bantuan Subsudi Upah (BSU) untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non PNS. Ketentuan atau Syarat penerima BSU Kemdikbud Rp. 1.800.000 sebagai berikut:

1. Warga Negara Indonesia

2. Berstatus bukan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)

3. Tidak menerima subsidi upah dari Kemenaker sampai dengan 1 Oktober 2020.

4. Tidak menerima Kartu Prakerja sampai dengan tanggal 1 Oktober 2020.

5. Memilikki penghasilan di bawah Rp.5.000.000 (lima juta rupiah) per bulan.


Untuk bisa mengecek BSU Kemdikbud dengan melihat di web: 

info.gtk.kemdikbud.go.id

Akan ada petunjuk data bank penyaluran untuk pencairan BSU.

Berkas yang dibawa untuk pencairan ke Bank:

1. FC KTP dan KTP asli

2. FC NPWP dan NPWP asli

3. SK BSU bisa diunduh dan diprint dari info.gtk.kemdikbud.go.id 

4. STPJM bisa diunduh dan diprint dari info.gtk.kemdikbud.go.id ditandatangani bermaterai 6000

5. Proses pembukaan rekening sampai dengan 30 Juni 2021

Penjelasan lebih lanjut mengenai BSU ini bisa dibaca pada buku saku berikut Buku Saku BSU Kemdikbud

COVID DAN NILAI “KKM” IT GURU

ANTA MU’MIN BADJI

MTs NEGERI KOTA KUPANG


Di saat pemerintah, melalui Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim mengeluarkan Surat Edaran (SE) No.4 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), 24 Maret 2020, sontak masyarakat Indonesia terutama peserta didik dan orangtua/wali murid merasa senang sebab Ujian Nasional tidak diselenggarakan, sehingga dapat dinyatakan lulus tanpa melalui Ujian Akhir. SE ini dikeluarkan berkenaan dengan penyebaran covid yang semakin  meningkat, maka demi keselamatan kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah, dan seluruh warga sekolah menjadi dasar pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan, yaitu menghindari seluruh kegiatan pendidikan yang mengumpulkan banyak individu namun harus mepertimbangkan social distancing. Dasar pertimbangan tersebut sangat dipahami oleh semua pihak, hanya saja kelanjutan dari proses pendidikan yang biasanya dilakukan dengan tatap muka secara langsung di sekolah-sekolah antara guru dan peserta didik tidak dapat dilaksanakan lagi. Pada SE Kemendiknas ini secara tegas menyatakan proses pembelajaran dilakukan dari rumah masing-masing peserta didik. Hal inilah yang menimbulkan persoalan yang terjadi antara murid dan guru. Di satu pihak bagaimana guru harus mentransformasi bahan ajar kepada murid, dan bagaimana murid menerima transformasi materi ajar itu serta bagaimana pula cara murid menanyakan materi ajar tersebut jika belum jelas baginya? Di pihak lain semua yang terlibat juga harus mempertimbangkan keterjagaan kondisi kesehatan immun tubuh baik peserta didik maupun pendidik.

Bagi wilayah yang ada jaringan internet, dengan adanya aplikasi WhatsApp grup, sepintas masalah proses belajar mengajar yang diharapkan  sesuai SE tersebut dapat teratasi. Grup WA dibentuk berdasarkan kelas dan/atau mata pelajaran (mapel).  Jadi, ketika guru ingin menyampaikan bahan ajar, maka semua siswa bersangkutan langsung dapat melihatnya. Ada yang langsung mengerti ada pula yang masih bertanya. Ada pertanyaan yang guru langsung pahami tetapi ada pula yang guru harus menanyakan ulang. Sungguh, setiap ada materi masuk, maka seketika itu pula anggota grup langsung bersahut-sahutan dengan redaksi kalimat atau pun kata yang singkat justru terkadang merumitkan atau mengaburkan masalah yang menjadi pokok persolalan. Sejalan dengan berkembangannya pembelajaran, mulailah terjadi ketidakefektivan ajar mengajar antara guru dan murid ini bahkan semakin ditemukannya kendala-kendala komprehensif yang sifnifikan terhadap kondisi yang ada. Belum lagi masalah-masalah yang muncul di wilayah-wilayah yang tidak terjangkau internet. Guru dan murid sangat mengalami kendala, terutama di pelosok-pelosok yang peserta didik ataupun gurunya berada di pesisir atau di teluk-teluk perairan.

Selanjutnya, pemerintah mengeluarkan lagi SE Nomor 15 Tahun 2020 tentang  Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). SE bertujuan: 1) memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat covid-19, 2) melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk covid-19, 3) mencegah penyebaran dan penularan covid-19 di satuan pendidikan, dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali. Berangkat dari tujuan inilah, kemendiknas menawarkan metode dan media pelaksanaan belajar dari rumah. Kemendiknas menjelaskan bahwa BDR dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dapat dibagi menjadi dua pendekatan, yaitu: 1) pembelajaran jarak jauh dalam jaringan PJJ daring, dan 2) pembelajaran jarak jauh luar jaringan. Untuk pelaksanaan PJJ daring ini Kemendiknas menyediakan portal-portal atau situs informasi.  

Pembelajaran jarak jauh dalam jaringan, dibutuhkan guru dan siswa harus sama-sama memahami perkembangan Iptek. Misalnya, aplikasi google meet, zoom meeting, dan class room. Sebelum pandemi untuk sebagian guru yang ada di sekolah-sekolah berstatus negeri ataupun swasta yang maju  telah mengenal aplikasi ini, terutama guru-guru yang masih tergolong guru milenial.  Antara lain guru milenial yang ada di sekolah MTs Negeri Kota Kupang, misalnya guru-guru  Mapel IPA Terpadu. Gurunya telah lama menggunakan google meet dengan menggunakan fasilitas ruang laboratorium komputer. Mengingat adanya pelarangan siswa membawa HP android dan menggunakannya di sekolah. Siswa diarahkan untuk menyelesaikan soal-soal IPA yang siswa peroleh dari petunjuk-petunjuk video-video dari google meet atau google clasroom. Guru-guru yang tergolong bukan milenial lagi, hanya mendengar-dengar saja tentang keseruan-keseruan siswa-siswa dan guru mapel terkait aplikasi ini, tanpa tertarik mengetahui apalagi  untuk melibatkan diri pada model pembelajaran melalui aplikasi itu. Bukan apa-apa, mengajar manual di kelas sudah sangat cukup simpel dengan metode tatap muka, karena selama ini kami yakini pendidikan itu akal, hati, dan rasa. Melalui tatap muka ada pikiran yang tersambut, ada hati yang terpaut, ada rasa yang terkait, dan ada rindu yang terikat, mengharapkan pertemuan jam pelajaran berikut.

Namun, berkat adanya covid-19 ini guru-guru yang awalnya tidak tertarik apalagi melakukan dengan aplikasi-aplikasi tersebut dalam pembelajarannya, ternyata harus terpaksa, mau tidak mau, suka tidak suka, harus membuka diri untuk belajar, terlibat, aktif, dan mengimplikasikannya dalam proses pembelajaran mapel yang diampuh. Aplikasi pembelajaran Google Classroom (GCL) adalah media memudahkan proses berbagi file antara guru dan siswa. Guru membagikan potongan-potongan buku elektronik ke siswa yang sebelumnya dikonver terlebih dahulu agar ukurannya sesuai yang dibutuhkan. GCL menggabungkan beberapa produk google lainnya, seperti google drive. Google drive ini berfungsi sebagai pembuatan serta distribusi penugasan. Google Docs, Sheets, Slides berfungsi  sebagai penulisan. Sementara itu, Gmail berfungsi sebagai media komunikasi. Google calender berfungsi sebagai penjadwalan. Para siswa dapat diundang oleh guru untuk bergabung dengan kelas melalui kode yang dibagikan, secara otomatis dimasukkan dari domain sekolah.

Setiap kelas dalam membuat folder terpisah di drive masing-masing para penggunanya. Siswa bisa mengirimkan hasil pekerjaannya, selanjutnya dinilai oleh guru terkait. Aplikasi google classroom tersedia di HP android. Penggunanya dapat mengambil foto serta melampirkan tugasnya dan dapat berbagi  file dari aplikasi lainnya juga dapat mengakses informasi secara offline. Guru pun dapat memantau perkembangan setiap siswanya serta dapat bekerja sama dengan siswa melalui fitur komentar yang tersedia. Dengan perkembangan yang ada, pihak kemendikbud menganjurkan menggunakan aplikasi e-learning. MTs Negeri Kota Kupang telah menerapkan aplikasi e-learning untuk setiap mapel dalam PJJ. Dengan pertimbangan e-learning kontennya sangat lengkap dan sangat mudah dipahami oleh siswa. Seluruh kebutuhan guru dan siswa telah tersedia dalam e-learning seperti layaknya pada saat pembelajaran tatap muka. Misalnya, absensi kehadiran, baik siswa maupun guru, bahan ajar, penyajian tugas-tugas untuk siswa, komentar siswa-guru, dan masih banyak lagi hingga video conference, intinya sangat memudahkan komunikasi antarguru-siswa, antarwali kelas guru mapel, antarguru kepala sekolah, juga antarsiswa.

Begitulah kenyataan sekarang, teknologi mampu mengatasi ruang dan waktu dalam mengajar belajar bahkan apapun dapat diciptakan. Namun, tidak mampu mendekatkan hati guru dan siswa. Ciri pembelajaran dan pendidikan adalah human touching. Belajar tatap muka sangatlah menyenangkan, walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa adanya kelambatan penerapan Iptek.  Sementara Belajar dari Rumah rumit dan tidak menyenangkan, tetapi kemajuan Iptek pun perkembangannya sangat laju. Akhirnya tidak dapat dielakkan lagi  bahwa covid-19 ini menjadi moment bagi guru-guru yang membuka diri dan tekun untuk mengetahui selanjutnya menguasai dunia IT sampai kepada internet lebih luas. Dengan demikian tidaklah berlebihan jika dikatakan nilai “KKM” bagi guru yang terpanggil melibatkan diri terhadap perkembangan Iptek di dunia pendidikan ini menjadi “tuntas”. Walaupun, bagi guru yang bukan usia milenial harus “jatuh bangun” dalam proses pembelajaran mereka terhadap pergulatannya untuk memenuhi sistem PJJ daring yang diterapkan dan pergolakan batin untuk keluar dari istilah “gaptek” dan masuk ke istilah “gercep”. Sembari menangkap peluang-peluang yang ada karena sekarang ini memang masanya bukan lagi siswa yang bisa bertanya, melainkan guru pun sudah masanya harus bertanya agar tidak tersesat pada ketertinggalan. Apalagi senantiasa diadakan pelatihan-pelatihan IT, meskipun terkadang masih terbatas di kalangan di intern sekolah bersangkutan atas kesadaran unit-unit sekolah. Oleh karena itu, tidak ada lagi alasan untuk nilai “KKM” IT guru “tidak tuntas”.


 

Senin, 16 November 2020

GURU HARUS BERTANDA JASA

Oleh: Rizki Mega Saputra, S.Pd

Pengajar IPS di SMPN Satu Atap Nyogan


Guru merupakan poros utama dalam sebuah lembaga pendidikan. Ia menjadi penentu kemajuan suatu negara di masa depan. Secara umum, tugas guru adalah mengajar siswa-siswi agar memilki pengetahuan dan keterampilan dalam masing-masing bidang pelajaran.

Undang-Undang No 14 Tahun 2005 menjelaskan tentang guru adalah  tenaga pendidik profesional di bidangnya yang memiliki tugas utama dalam mendidik, mengajar, membimbing, memberi arahan, memberi pelatihan, memberi penilaian, dan mengadakan evaluasi kepada peserta didik yang menempuh pendidikannya sejak usia dini melalui jalur formal pemerintahan berupa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah. 

Seorang guru bukanlah sebagai pekerja, tapi guru sebagai profesi karena pada saat berada di lingkungan masyarakat pun akan terus melekat titel sebagai guru. Tugas yang diemban seorang guru sangat mulia karena tugas dari guru ialah mentransferkan ilmu pengetahuan yang mereka punya kepada siswanya. 

Bukan hanya itu, tugas dari guru juga membagi pengalaman-pengalamannya yang berharga, maupun penanaman nilai budaya, moral, dan agama. Tanpa disadari guru juga merupakan motivator yang mensugesti orang-orang menjadi hebat.

Sejak zaman penjajahan Belanda guru mau mengajar, bahkan sampai ke pedalaman tanpa mengutamakan uang. Berjuang demi memajukan pendidikan bangsa dan mencerdaskan anak-anak bangsa. Mengajar tanpa mengharap balasan, yanga ada hanya ingin melihat siswanya bisa berkembang dan maju  membangun bangsa ini. 

Era pandemi seperti ini sosok seorang guru sangat dibutuhkan, karena dengan dialihkan sementera dengan perangkat yang tersedia menyebabkan ketimpangan dari sisi proses pembelajaran. Penulis akui bahwa sosok guru sampai kapanpun tidak akan pernah tergantikan oleh apapun.

Membahas tentang kualitas guru di Indonesia tidak kekurangan orang hebat, bahkan beberapa pengajar kita diminta untuk mengajar di negara lain. Menandakan memang kualitas anak bangsa kita diakui oleh negara lain.

Penulis mempunyai saran ada kebijakan yang pertama, untuk seorang guru yang setelah mengabdi atau pensiun atau meninggal sebelum pensiun mendapatkan penghargaan bukan hanya gaji pensiun namun dalam bentuk cinderamata yang langsung diberikan kepada guru tersebut sebagai bentuk penghargaan yang telah dijalani serta sebagai rasa bangga orang tersebut dan keluarga bahwa profesi sebagai guru itu sangat mulia. 

Kedua, untuk menjadi seorang guru ada kebijakan khusus seperti dibuatnya sekolah kedinasan khusus keguruan yang nantinya bisa menjadi seorang PNS, sehingga tidak akan ada lagi guru yang dari honor.  Tentunya dengan kualifikasi yang baik, kurikulumnya juga baik. Harapan penulis ketika ini sudah ada kebijakan yang tepat maka pemerintah juga tidak akan ada lagi mengangkat PNS guru dari umum sehingga guru yang lulus benar-benar sudah sangat mumpuni dan pantas menjadi guru sebelum mereka menjalani tugas sebagai abdi negara. 

Seperti yang masyarakat umum tahu bahwa lulusan dan standar IPK masih mejadi tolok ukur seorang bisa mendaftarkan atau mengikuti seleksi dalam penerimaan CPNS padahal secara nyata terkadang IPK bisa saja didapatkan pada saat mereka kuliah tidak sesuai dengan kemampuan individu yang sesungguhnya. 

Banyak kasus yang terjadi dilembaga pendidikan seperti guru melakukan tindak asusila terhadap siswanya, karena memang kurikulum pembelajaran itu tidak semuanya secara merata guru terima pada saat kuliah. Kejadian itu bisa menandakan bahwa pola kepribadian yang tidak matang dalam suatu individu guru tidak sesuai. 

Penulis mengamati bahwa saat ini semua sarjana bisa menjadi guru asalkan lembaga pendidikan membutuhkan langsung diterima tanpa mempertimbangkan kekhususan pendidikan yang telah dijalani, dengan begitu akan terjadi penumpukan dan penganguran dari kualifikasi sarjana pendidikan, yang jelas mereka sudah mendapatkan kurikulum tentang pembelajaran untuk sekolah. 

Program pemerintah juga banyak merekrut diluar dari kualifikasi jurusan pendidikan guru, padahal mereka secara kurikulum di kampus tidak mendapatkan tentang mata kuliah pendidikan, pedagogik dan lainya sebagainya, dengan begitu jurusan lain bisa dengan bebas mendaftarkan kemana saja tanpa ada batasan, sedangkan guru yang sudah mendapatkan kualifikasi sesuai dengan sarjana terbatas dengan kebijakan yang ada. Penulis rasa ini tidak adil.

Sisi lain membahas tentang kesejateraan guru, ada ungkapan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Memang benar, seperti penulis ungkapkan tadi bahwa guru adalah profesi. 

Hanya saja kita harus paham bahwa guru bukan hanya tugas mengajar saja bahkan bisa dua puluh empat jam menyandang sebagai guru, di sekolah dan di masyarakat. Ditambah lagi kebijakan jam kerja guru yang semakin banyak. Penulis rasa untuk guru yang sudah PNS mereka masih bisa mendapatkan tunjangan lain dari karirnya, lalu bagaimana dengan guru yang masih honor. Beban kerja mereka juga sama, karena memang disekolah itu masih sangat membutuhkan guru. Guru honor malah bisa dikatakan horor karena memang sistem penggajian mereka masih menggantung dari pemerintah. Tidak ada kebijakan yang tepat bagi mereka seberapa besar dan seberapa banyak yang harus diharapkan. 

Sekali lagi penulis menegaskan bahwa guru itu harus bertanda jasa, demi kesejahteraan dan demi nama guru mulia. 

Harus ditanamkan dalam diri seorang guru, anda harus bangga meskipun guru bukan orang hebat tapi paling tidak semua orang hebat adalah berkat jasa seorang guru.

Semangat untuk para guru di nusantara, tetaplah mengabdi pada bangasa ini sesuai dengan pembukaan undang-undang 1945 yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sosokmu tidak akan pernah tergantikan meskipun secanggih dan semodern zaman.

 

Minggu, 15 November 2020

DIA JODOHKU

 Oleh Sri Andhariyati

UPT SMP Negeri 1 Ponggok

Kabupaten Blitar

Email : sriandhariyati@gmail.com


    Langit meredup di atas kota Blitar..Mendung tipis nampak bergelayut manja di langit Barat.Angin musin penghujan nulai terasa. Gerimis tipis menyisakan bau tanah.Gerimis pertama di bulan April.. Burung cicit berayun-ayun,berkejaran dengan riangnya di atas pohon kersen.Yang tumbuh di samping mushola. Mereka tak tau galaunya aku. 

Tanggal,28 April 1983 merupakan hari  istimewa dalam kehidupanku.Dari sinilah  perjalanan  aku mulai. Momen penting yang tidak pernah aku lupakan. Aku dinyatakan lulus dari SMA faforit di mana Bapak Mantan Menteri Keuangan Bapak Budiono pernah menyelesaikan pendidikan SMA nya. 

Dengan lulus dari SMA berarti aku harus ucapkan selamat tinggal Ibu Kost.  Ibu kostku biasa dipanggil Bu Pir.(karena suaminya pensiunan sopir di kantor kabupaten) Tempat kostku sangat sederhana.Jauh dari fasilitas memadai. Listrik tak ada.Lampu minyak menemaniku ketika aku “ada niat”  belajar. Lampu minyak yang sering membuat ulah. Saat  aku bangun pagi sering muka dan hidungku menghitam.Ternyata ketika aku tertidur lelap lampu minyak itu pesta mengeluarkan jelaga, tanpa malu-malu keluar masuk hidungku,bahkan ada yang tertinggal. 

 Aku tinggalkan  Pak Yan yang punya kantin.  Pohon flamboyant ketika berbunga menutup merah tak tampak daun.  Bak bianglala di ufuk barat. Dan jika bunga merah itu gugur, melayang indah. Atas ijin Allah ditata angin indah bukan buatan. Terhampar di  jalan dekat lapangan upacara, laksana karpet merah di Hollywood…saya melenggang seperti artis….

Kuterima ijazah sebagai tanda aku pernah sekolah di SMA yang berada di jalan A Yani itu.Hati senang tak tertahankan . Dengan selembar kertas,yang ditanda tangani Drs Haroen, aku akan melanjutkan hidup. Untuk menggapai mimpi.Mimpi yang  sudah kurancang sejak duduk di SMP. 

Rancangan satu berbunyi aku ingin jadi guru. Guru IPS.Sebenarnya pingin jadi guru Matematika.Tapi mata pelajaran itu  ketika aku ulangan hasilnya selalu berkomentar “ maaf anda tidak beruntung jangan coba lagi “ terlalu jujur untukku .Dan rancangan  dua. meletus ketika aku agak pesimis untuk rancangan  satu.. Aku akan kuliah  di dekat  SMAku.Di situ bertengger megah gedung  perguruan tinggi swasta yang mencetak guru juga. Aku jadi  ingat pesan  ibuku “ hidup itu tidak harus Matematika,Kimia, Fisika masih banyak ilmu yang lain yang bisa digunakan untuk hidup “ Manjur amat itu nasihat…Tetap aku pegang sebagai jimat

Saat duduk di bangku SD ada pelajaran menulis halus. Dengan buku bergaris tiga bersampul hijau pastel berlabel Pabrik Kertas Leces . Aku sangat  hafal nama pabrik kertas di  Probolinggo itu. Karena pelajaran IPS hafalan syarat wajibnya.Aku belajar menulis halus. Dengan huruf miring tebal tipis. Ibu Arsumi. Guruku yang dengan sabar membimbing. Suaranya yang lembut .Beliau juga yang mengajarku berhitung, ketika aku duduk  kelas III dan IV. Dan otakku sangat tebal. Sehingga ketika pelajaran  berhitung aku mendapat nomor satu untuk berdiri di dekat papan tulis. Sampai pelajaran berhitung usai. Meski hanya perkalian tujuh kali delapan, ternyata aku tak bisa. Tetapi untuk pelajaran menulis halus pasti angka 7 aku dapat. Luar biasa….

 Ketika  SMA. Suatu  siang ketika aku pulang  sekolah.  Selesai sholat aku duduk di teras. Tiba-tiba datang laki-laki tetangga kost. Kata Bu Pir (Ibu kostku, orang itu  bekerja sebagai pemborong bangunan di Malang,dia masih bujang). Kulitnya hitam menurutku  manis. Rambutnya keriting. Dengan agak sedikit tersenyum kusambut. Tanpa aku suruh duduk,dia duduk sendiri.Karena memang rumah dia dan tempat kostku dekat,berada di satu halaman dan satu gang masuk.Sudah pernah  bersapa meski tak sering.

Ada apa Mas... ?

Tanpa basa-basi dia langsung tanya

“ Mbak bisa bantu saya ….”

Bantu apa…?

“ Nulis laporan” sambil menujukkan tumpukan  kertas yang lumayan banyak dalam satu map warna merah..

 “Tulisanku jelek, tidak laku untuk buat seperti ini….takut kliru”..sahutku.

“Alah di coba dulu…beberapa lembar nanti sore sehabis mahgrib saya lihat..kalau aku 

bisa baca tulisanya Mbak.. berarti bisa dilanjut “

Dia membuka  map merah ada yang bergaris ada yang polos, dia tunjukkan bagian-bagian yang harus aku tulis dengan sangat detil.Karena laporan keuangan harus super teliti Mengingat  salah nol dan koma,berarti juta dan ratusan ribu.Mataku ikut mengitari arah tangannya,meski sebenarnya aku tak paham betul.Bicaranya cepat. Dan akhirnya aku menyanggupinya. Usai menjelaskan map itu diberikan ke aku. Tanpa basa-basi dia  juga langsung  pamit….mungkin otak dan hatinya  penuh harap kalau aku bisa bantu pekerjannya.

    Setelah dia berlalu  aku mulai lihat-lihat apa saja yang harus aku tulis…aku lihat lembar-demi lembar aku coba untuk menterjemahkan maksudnya. Aku mencari alat tulis dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk menulis. .Beberapa lember dulu untuk latihan. Ternyata hanya mengutip ..Okelah. Sesuai perjanjian dan petunjuknya aku selesaikan.Sudah aku teliti berkali-kali.Akun yakin dengan dengan penglihatanku…tak ada yang salah. 

Akhirnya waktu janji untuk melihat hasil pekerjaankupun tiba.

    “ Assalamu’alaikum….” Terdengar dia bersalam…Teman sekamar memanggilku …” dicari orang “ katanya

    Aku segera bergegas ke ruang tamu, dengan membawa hasil uji coba pekerjaan. Aku berikan.Seperti biasa dia langsung duduk. Dia menerima hasil uji coba kerjaku menjadi juru tulis.Untuk uji nyali hasil belajarku menulis halus ketika SD. Hasil kerjaku …dilihat, dibuka-Satu persatu atas bawah kiri kanan…. Dan…dia tersenyum. Bukan hanya senyum malah seperti menahan tawa … Aku kegeeran…ada apa ini..kok dia tersenyum gitu….Tapi aku tahan. Aku takberani ikut tersenyum.Aku mulai gemetaran Tanganku agak dingin. Aku takut jika ada yang salah…dan harus mengulang…Aduhhhh…. …!!!!

    “ Dilanjut…. !!!!

“Mbak tulisannya bagus aku bisa membacanya….”

    Alhamdulillah….lega…!! 

Ternyata nilai tujuh untuk menulis halusku mendapatkan hasil. Angka tujuh bisa aku gunakan untuk membantu orang lain…pikirku.

    “ Tapi ada pembenahan sedikit…yang lainnya sudah betul…dan tidak fatal kok…”

    Dia menunjukkan bagian yang salah aku tulis….

    Aduh….maakkkkk…..!! 

Astagaaaaaaaaaaaa….malu tak terbilangkan Ternyata ada kesalahan  fatal. 

Dan memalukan… jauh banget artinya…

Tidak ada kaitannya dengan bidang bangunan sama sekali. 

Ternyata kata  Gorong-gorong… selalu aku tulis garong-garong…

Aduhhhhh……………mengulang…karena tidak boleh ada coretan….Untung hanya sedikit…

    Dengan lima lembar fc ijazah SMA foforit aku mengurai angan  merajut asa.Untuk mewujudkan mimpi. Mimpi menjadi guru IPS. Aku ditanya Ibu..” mari ngene nerusne kuliah neng endi…ya lek isa aja dadi guru SD kaya aku…ya sing luwih dhuwur “ ( maksudnya setelah ini melanjutkan kuliah dimana…kalau bisa jangan menjadi guru SD..guru yang di atasnya) . Mungkin menurut Ibuku menjadi guru SMP atau SMA lebih bermartabat. Aku menjadi rajin melihat papan pengumumnan barang kali ada yang cocok. 

Ternyata cita-cita menjadi guru IPS terlupakan. Dengan serta-merta bak helium meletus “ dooooooor….” muncul rencana kuliah diluar rencana satu dan dua.  Aku bersama teman sekelasku  ketika kelas 3 mencoba mengadu otak dengan mendaftarkan diri di uiversitas ternama di Malang dan di Solo. Jurusan yang kami pilihpun sangat mentereng yakni Hukum dan Filsafat Pendidikan. Alhamdulillah dari dua perguruan tinggi itu menolak dengan tegas  hasil test masukku dan tanpa ampun kami diusir…katanya..” otakmu tak layak di sisni..disini khusus untuk orang-orang pilihan  “ Ternyata nasib belum berpihak. Beruntunglah saat itu system penerimaan mahasiswa baru tidak bersamaan. Dengan  system rayon sehingga masih ada kesempatan untuk test di perguruan tinggi  lain.

Dan ternyata…masih ada kesempatan satu kali lagi. Ketika melihat pengumuman di sekolah, aku bertemu dengan teman sebangkuku ketika masih duduk di kelas satu. Kami saling bertukar kabar tentang mau kuliah di mana. Ternyata nasibnya sama menjadi Korpri (Korban Perintis). Dia tidak diterima di perguruan tinggi di Jember. Dan dia berencana untuk mendaftar di IKIP Malang,ngambil jurusan IPS program D2. 

Bagaimana dengan aku…Tanpa basa-basi aku ikut.( Aku jadi teringat rancangan ke satu dalam mimpiku). Dia sudah ada gambaran tentang pendidikan IPS,karena kakaknya alumni IPS D2. Setelah proses pendaftaran selesai, kami mempersiapkan diri dengan cara masing-masing. Ada yang ikut bimbingan belajar ada yang membeli buku kumpulan soal.Doa lebih tekun sholat di khusuk-khusukkan. Karena sudah jalan terakhir. 

Dan akupun mencari jalanku sendiri. Selain belajar,aku berinisiatif  untuk datang ke dukun. Kata tetanggaku ada dukun ampuh di tetangga kecamatan tempat tinggalku. Segala masalah tuntas ditangan dukun itu. Akupun tergiur. Dua hari sebelum test masuk,dengan diantar paman kudatangi  dukun terkenal itu. Dengan uang seikhlasnya. Ketika itu iklhasku 100 rupiah. Dukun itu orangnya masih muda,usia sekira 45 tahunan,tidak berdandan seperti dukun sakti di sinetron itu,berblankon atau berakik.Pak Dukun itu berbaju putih,bercelana,di rumahnya tidak bau dupa dan kemenyan, hanya bau asap rokok dan puntung di asbak.

 Sepertinya Pak Dukun sakti itu sudah bisa membaca wajah-wajah memelas dan penuh sesat ini. Sehingga ketika tiba giliranku menghadap Pak Dukun sudah langsung tanggap dan bertanya. 

“ Kemana Mbak..Malang apa Surabaya..” 

Langsung aku jawab dengan tidak kalah mantabnya “Malang…”

Tidak pakai lama Pak Dukun sakti itu masuk ke dalam kamar semedinya. Dan tidak beberapa lama juga Pak Dukun memberiku pensil 2b,yang biasa digunakan untuk mengerjakan test menghitamkan bulatan,ada yang lonjong..ada yang persegi..suka-suka yang buat.Peserta test takbisa pesen bulat apa kotak .

Dan  pensil saya terima. 

Pak Dukun berpesan “ Aja nganti tugel Mbak “(jangan sampai putus Mbak) . 

Dan saya jawab dengan semangat 45 Inggih Pak (iya Pak).

Ketika malam tiba perasaan panik menggangguku. Karena sudah langkah  terakhir untuk rancangan ke satu. Aku membayangkan Bapak dan Ibuku. Betapa kecewanya bila aku gagal lagi.Uangnya sudah habis banyak. Aku belajar lebih serius dari ketika ikut test sebelumnya. Belajar dari soal-soal yang aku pinjam dari mana-mana,buku pelajaran,merangkum,meringkas,semua nasihat para ahli belajar aku laksanakan, berdoa, dan restu ibu dan Bapakku..

Dan waktu testpun tiba.  Akhirnya saya dapat teman 4 orang yang sama-sama ikut uji nyali ke Malang..Karena kami tidak punya saudara di Malang ,akhirnya kami berempat  memutuskan untuk menginap di hote.Hotel Jakarta. Jangan membayangkan hotel yang gemerlap.Hotel kelas melati yang super murah,kami menyewa 1 kamar untuk empat orang. Kami menginap dua malam.Dua temanku menyabang di Unbraw dan dua yang lain termasuk aku hanya mendaftar satu di IKIP Malang. 

Pagi jam 07.00 Kami dengan gejolak hati kami masing-masing berangkat jalan kaki menuju tempat test di jalan Kawi di SMP Negeri 6 Malang. Kami cari tempat test masing-masing. Ternyata kami tidak terkumpul satu ruangan. Sebelum masuk ruangan kami sempatkan untuk ngobrol hanya untuk sekedar menghilangkan gelisah. Saat yang kami tunggupn tiba.Bel mulai persiapan masuk berbunyi.

Semua berjajar untuk masuk ke ruangan test dengan hati yang berdegub tidak karuan.Senang,takut,minder jadi satu. Semua yang test berpakain bagus-bagus,sepatunya bagus. Sementara aku…pakai rok warna keki (rok seragam sekolah) dan atasan merah muda …sama sekali tidak nyambung. Rambut panjangku kukepang dua. Tak lupa poni ku pasang. Untuk menutupi jerawat.  Rasa malu bisa kulibas….Setelah masuk ke ruang test saya muter deretan bangku untuk mencarai tempat dudukku. Akhirnya kutemukan tempat dudukku paling belakang bagian tengah.Satu ruangan diisi dua puluh peserta.

Kami duduk tenang di tempat  masing-masing.Semua tas dan bawaan yang tidak ada kaitannya dengan mengerjakan tes di taruh diluar ruangan. Aku hanya mengambil kotak pensil merahku serta  uang saku dari ibu 2.000 rupiah. Tidak lupa pensil 2b dari Pak Dukun sakti, yang sudah aku bungkus rapi jali. Aku lihat barang kali tertinggal.  Pengawas ujian masuk ke ruangan berjumlah dua orang. Yang satu mengawasi dari depan dan yang satu di belakang, tepat di sebelahku duduk. “Matik aku”…tambah gemetar aku.. 

Pengawas itu  pakai wajah wibawa dan agak di tekuk wajahnya biar peserta test takut. Dengan harapan   peserta tidak   berisik cari contekan atau berdiskusi dengan peserta lain. Triknya pengawas ujian rata-rata gitu.

Setelah memberi beberapa pengarahan,test dibagi…

Aku melirik sedikit, ada beberapa lembar..

Dari kejauhan terdengar bel panjang 2 kali yang bertanda soal boleh dikerjakan. Dan akupun siap untuk mengerjakan.  Kubuka kotak pensil, tempat pensil saktiku aku taruh, bersama dengan alat tuls lainnya. Dan dengan hati-hati resliting kotak pensil aku buka. 

Bungkusan jimat  pensil saktiku yang aku bungkus kertas ku buka perlahan agar tidak berisik dan…..

Alhamdulillah pensilnya berhasil aku keluarkan dengan selamat  ….. !!

Dan…..Taraaaa…….Ternyata….!!

Kejadian luar biasa terjadi..Setelah pensil ajaib aku tarik dari bungkusnya aku amati dari ujung sampai ujung lagi berkali-kali .Aku amati lagi seolah tidak percaya. 

Ini mimpi apa nyata ya…pikirku…!! 

Aku terdiam beberapa saat. Tanganku gemetar..tapi bisa ku tahan.. 

Dan ternyata dari pengamatanku yang sudah super akurat terlihat bahwa…ujung pensil saktiku  patah…patah….tak mungkin aku raut….kata Pak Dukun kesaktian pensil itu  ada diujungnya…Lha ini ujungnya patah….!!!  Tak bisa aku gunakan…

Keringat dinginku keluar… …Duniaku terasa ilang dalam sekali libas gara-gara pensil sakti.

 Beberapa saat aku tidak konsentrasi untuk mengerjakan soal.Aku hanya terpaku pada pensil saktiku yang patah…kok bisa ya…!!

Pertanyaan yang tak bisa kutemukan jawabnya sampai sekarang.Padahal sudah aku bungkus rapi..aku lem dengan lem nasi…kok..patah…

Aduhhhh….Matik akuuuu…..ternyata pensilnya tidak sakti….bisa patah…sepatah-patahnya….!!!

Setelah agak tenang akhirnya aku kerrjakan soal. Kubolak-balik naskah itu.Aku cari yang mudah untuk aku kerjakan.Akhirnya aku mngerjakan soal  dengan pensil yang aku bawa dari rumah. Dan Alhamdulillah soalnya tidak terlalu sulit. Seperti yang sudah sering aku pelajari.  Yang tidak bisa aku kerjakan soal IPS  terpadu karena ada soal Matematikanya beberapa nomor…aku kerjakan sekenanya…karena memang tidak bisa….Tentang pensil sakti sudah terlupakan.

Perjuanganku untuk masuk D2 IKIP Malang tak sia-sia. Doa kedua orang tuku ,dikabulkan Allah. Bersama dengan 2 temanku kami diterima, dan bersatu dalam satu kost di jalan Jombang.

Hari Sabtu ….hari yang membahagiaan .Kuliah libur.  Digunakan untuk nyuci .Selain itu, setiap hari Sabtu , ada tamu yang  setia hadir sekira  pukul 10.00…Tamu yang  membawa beraneka kabar. Setelah menerima surat anak-anak langsung masuk kamar. Seperti  aku. Setiap hari Sabtu  juga  bahagia. Aku datangi  kamar mereka,untuk satu tujuan….minta prangko. Perangko yang sudah terpakai aku kumpulkan. 

Aku tak pernah dapat surat karena tak sering bersurat  . Pernah dapat surat dari Ibuku,aku disuruh pulang,karena Nenekku nyembelih kambing qurban. Hanya itu.

 Aku iri dengan mereka. Kutemukan cara cerdasku. Aku ke  perpustakaan   cari koran kutemukan ruang..sahabat pena. Aku cari yang cocok untuk kujadikan teman Akhirnya aku bisa seperti mereka setiap hari Sabtu dapat surat…. Koleksi perangkoku bertambah. 

Tak terasa dua tahun…kuliah IPS D2ku selesai .Semua berjalan sesuai mimpi-mimpiku. Tahun 1985 tuntas tugasku. 

Kuliah jalur diploma merupakan proyek, selesai kuliah ditempatkan  tergantung dimana Allah membagi rejeki. Aku pilih di daerah asalku, dekat  rumah. 

Hari yang ku tunggu tiba….

Pak Pos  ke rumahku mengantar surat.Di antara  surat itu ada yang aneh…Seumur  belum pernah terima. Hanya satu lembar berwarna kuning lemah.. Tertulis di atas Telegram…isinya panggilan cepat untuk ke Surabaya. Karena belum pernah ke Surabaya. Aku bersurat dengan teman kuliahku. Agar bisa berangkat bersama-sama. Kereta api menjadi alternative. Tempat tujuanku  Genteng Kali. 

Aku terima  Surat Keputusan untuk  menjadi Guru. Aku tidak bisa berkata apa-apa…aku  menangis…ingat ibu dan Bapakku. Selesai pembagian SK dan beberapa pengarahan kami bergegas pulang, takut teringgal kereta. Setelah menerima SK aku harus segera menghadap ke lembaga tempat tugasku.

Hari Senin..karena belum punya seragam,aku menghadap kepala sekolah memakai baju  atasan putih  bawah hitam. Atas ridho Allah SMP yang aku tempati hanya berjarak 2 km dari rumah. Setelah berbasa-basi dengan Kepala Sekola, aku diberi tugas mengajar Bahasa Jawa kelas 1…

.Wadhuuhh….pusing..!! 

Akhirnya Ibulah guru sejatiku.Aku belajar semalam…dan Alhamdulillah…sesuai rencana. 

Di SMP itu banyak guru yang masih muda-muda.Ada guru PMP perempuan sebut Bu Lilis. Yang selalu aneh jika melihatku..Aku tak pernah berfilir jauh .  Suatu saat ketika aku dan Bu Lilis duduk satu meja ketika rapat.

Dia menawarkan “ Bu..ke rumahku yoh…di rumahku lagi panen kacang..”

Rumahnya mana ta…?  

“ Dekat kok…paling 8 km …”

Iya ..oke… aku langsung sanggup.…besok ya setelah selesai jam ke tujuh…Tapi aku ajak tema…Boleh….?

Dia Jawab…” Boleh…”

    Akhirnya kami bertiga menuju rumah Bu Lilis…Rumahnya besar sejuk. Dia ternyata punya kakak laki-laki yang menjadi guru di Malang.Pas aku kesana kakaknya tidak di rumah.

    Aku dengan Bu Lilis semakin  akrab.…Aku pernah lihat …kakaknya menjemput Bu Lilis …Pernah bersapa…Ada sesuatu yang aneh ketika aku bertemulangsung. Sepertnya aku kenal wajahnya. Tapi aku tak yakin. Dan setelah aku Tanya ke Bu Lilis ternyata benar, kakaknya temanku ketika  di SMP.    Setelah sering ketemu…sering bicara… kok  ada sesuatu diotakku…. Akhirnya obrolan kita menjadi agak serius…

Aku ditantang…

” Hari Minggu tolong ke Malang,karena aku tidak bisa pulang ada acara..”

Saya jawab “ ya.” Tapi dengan adik…aku belum tau alamatnya….

Obarolan kami ketika di Malang  serius…untuk menikah…karena usiaku sudah 25th   Setelah keluarga saling setuju tepat tanggal 26 Juli kami menikah…Alahmdulillah sudah ada satu cucu…..

Dan Sahabat Penaku hilang….