Selasa, 28 Januari 2020

PW FKGIPS PGRI Sulsel Akan Menggelar LCC IPS SMP/MTs2020


Makasar.Socius.(28/1)  Pengurus Wilayah FKGIPS PGRI Sulawesi Selatan bermaksud menggelar Lomba Cerdas Cermat IPS antar siswa SMP/MTs se-Sulawesi Selatan. Rencananya kegiatan akan digelar  di  LPMP Sulsel pada 12 s.d. 13 Februari 2020.

Menurut Dr. Syamsul Bahri, MM selaku ketua PW FKGIPS PGRI Sulsel kegiatan ini bertujuan untuk membangun silaturahmi antar siswa dan Guru IPS se-Sulawesi Selatan. Selain itu juga sebagai ajang kompetesi bagi siswa dalam mata pelajaran IPS.
Lebih lanjut Syamsul menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja tahunan Pengurus Wilayah FKGIPS PGRI Sulawesi Selatan. Kegiatan ini, merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan dan Insya Allah akan dilaksanakan setiap tahunnya. Ia berharap ke depan kegiatan ini bisa terlaksana di tingkat nasional yang akan menghadirkan perwakilan tiap provinsi dalam Ajang LCC IPS tingkat nasional.
LCC IPS 2020 memperebutkan piala bergilir, piala tetap dan sejumlah uang pembinaan. Yang berminat bisa menghubungi nara hubung Rosmawati (085397695557), Siti Aisyah (085250625476) dan Supriaten (081355494561). (EC-Socius Media).




Bumi Terluka, Tanah Menghempas (5)

Oleh: Wijaya

Part 5

....

Lantunan suara Adzan berkumandang menanda tibanya waktu Shubuh. Semua nampak bergegas terbangun dari tidur dan lamunannya. Ari, Suprit dan Jumar dengan mata terlihat seperti panda, satu persatu mengucek-ngucek kedua bola matanya untuk segera bangkit dan menuju musholla. Suara adzan shubuh yang berbeda dari hari-hari biasa. Tegas, indah dan menggetarkan hati, mengundang pesona dan semangat. Jumar berlari menuju sumber suara yang menyala menggunakan genset. Kyai Sukri yang adzan ucap Jumar ke Ari dan Suprit.

Ari dan Suprit membangunkan satu persatu para pengungsi yang masih tertidur lelap di musholla, meskipun suara adzan berkumandang. Potret raut wajah penuh kesedihan masih mendominasi. Dalam hitungan menit, semua pengungsi sudah menuju tempat wudhu dan bersiap melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Kyai Sukri dengan Serban khas Madinah dan kopiah putih kesayangannya sudah bersiap untuk memimpin Shalat. Tanpa aba-aba, Jumar langsung mengumandangkan Iqomat. Semua serempak berdiri laksana pasukan militer yang bersiap diinspeksi.

Sholat shubuh selesai dilaksanakan, Kyai Sukri langsung memimpin Dzikir yang dilanjutkan do'a. Dengan sigap Suprit mengambil mix dan memberikannya kepada Kyai Sukri. Sebelum jamaah membubarkan diri. Kyai Sukri menyampaikan Kultum (kuliah tujuh menit) dengan membacakan Al Qur'an Surat Al-A'Raf ayat 56 yang artinya "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan." Semua serentak terdiam dan meneteskan air mata. Maha benar Allah dengan segala firmanNya ucap kompak jamaah.

Tidak terasa 7 menit berlalu, tausiah Kyai Sukri ditutup dengan salam. Serempak semua jamaah dan para pengungsi berdiri dan bersiap menuju dapur umum, mengambil sarapan pagi dan dilanjut kembali ke tempatnya masing-masing. Di dapur umum, para relawan dibantu Ari, Suprit, dan Jumar membagikan nasi yang dibungkus daun pisang dan sebotol air mineral. Satu persatu para pengungsi dengan wajah mulai tegar dan semangat kembali ke tempatnya masing-masing. Hanya sekedar mencari barang-barang yang dianggap penting dan berharga yang masih bisa diselamatkan.

Di hari kedua bencana, di lokasi terdampak terdapat pemandangan yang berbeda. Terlihat orang-orang yang asing di mata warga sekitar, berlalu lalang. Terlihat ada beberapa rombongan dengan seragam yang sama dan membawa dus dan karung-karung yang dikumpulkan di satu titik. Meskipun tidak sedikit yang hanya sekedar selfi di spot terdampak, semisal jembatan yang terputus atau bekas berdirinya sekolah kami, ujar Ari. Tidak berselang lama mulai berdiri tenda-tenda besar mirip punya tentara di beberapa lokasi yang tinggi dan jauh dari sungai Ciberang, ungkap Suprit. Salah satu tenda berwarna oranye bertuliskan BPBD yang dibawahnya tertera jelas "badan penanggulangan bencana daerah Kab. Lebak" tegak berdiri.

Di lokasi lainnya, tepat di atas bekas berdirinya sekolah kami, terlihat jelas Kepala Sekolah, Pa Suganda beserta rombongan dari kota sedang serius berbincang. Sesekali kepala sekolah kami mengangkat telunjuknya ke beberapa titik yang sebelumnya berdiri kokoh bangunan sekolah yang baru diresmikan di akhir tahun 2018 dan rumah warga terdampak. Seorang yang nampak berada paling depan, memakai topi dan sepatu both tampak menyampaikan pesan kepada pa Suganda. Di kemudian hari, baru tahu bahwa yang memakai topi berlogo kabupaten Lebak adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, ungkap Ari.

Selain rombongan BPBD, terlihat jelas beberapa orang yang mengenakan rompi hitam dan berlogo PGRI, turut berbincang dengan pa Suganda. Nampak beberapa orang memisahkan diri dari rombongan. Mereka tampak mengekplorasi dan mendokumentasikan beberapa titik daerah terdampak menggunakan kamera HP, celoteh Suprit. Lebih kurang 30 menitan, rombongan dari dinas pendidikan dan PGRI meninggalkan lokasi. Ari, Suprit dan Jumar ikut serta mengantarkan sampai perahu karet sebagai satu-satunya alat transportasi yang ada.

Hari semakin terik, Matahari mulai menampakkan kuasanya, menjalankan titah dan perintahNya menyinari bumi. Pemandangan di sekitar bencana berubah seketika. Masyarakat terlihat seperti berlomba-lomba menjemur barang-barang dan pakaian yang masih bisa diselamatkan, setelah beberapa hari dipayungi awan hitam yang terlihat jenuh dengan kandungan air yang ada di dalamnya. Hewan-hewan ternak yang tersisa, mulai terlihat bermain-main di kubangan pinggir sungai Ciberang dalam pengawasan pemiliknya. Di sisi lain sebelah jembatan, anak-anak mulai memberanikan diri berenang dan membersihkan diri seperti biasanya.

Di beberapa titik lokasi,tenda pleton berdiri kokoh yang difungsikan sebagai posko penanggulangan korban bencana. Meskipun warga terdampak hanya menjadikan posko sebagai tempat melewati malam. Dari kejauhan, terlihat beberapa orang berseragam BPBD berwarna oranye, mulai mendatangi posko yang ada dan mulai melakukan pendataan masing-masing kepala keluarga. Warga terlihat saling bergantian memberikan data sesuai pertanyaan dari petugas BPBD dengan raut wajah diliputi kesedihan yang sulit disembunyikan. Ari, Suprit dan Jumar berpisah dan ikut mendampingi petugas melakukan pendataan.

....

Minggu, 26 Januari 2020

KEPALSUAN BUDAYA

Oleh : Yanuar Iwan

Sebuah Hati yang Jujur adalah Kerajaan itu Sendiri. ( Seneca )

Awal Januari 2020 Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle menyatakan meninggalkan keluarga kerajaan Inggris dan keluar dari peranan protokoler kerajaan. Harry dan Meghan sudah membuat keputusan yang semoga bukan keputusan "rekayasa". Dalam salah satu pernyataannya mereka ingin hidup mandiri secara finansial.

Dalam waktu yang hampir bersamaan di negeri tercinta ada "deklarasi" pendirian Kerajaan Agung Sejagat di Kabupaten Purworejo dan menyatakan keturunan dari Kerajaan Mataram. Kesultanan Selacau dan Sunda Empire di Jawa Barat.

Abad 21 dengan segala dinamikanya,  ternyata tidak cukup memberikan peluang-peluang eksistensi sosial, politik dan ekonomi. Untuk sebagian orang, budaya dan tata cara feodal serta gambaran kerajaan masa lalu dihidupkan kembali walaupun jauh dari konsep logika dan sikap rasional, sebagian orang tersebut sedang berusaha mencari gambaran-gambaran ideal kehidupan, dan jika dihubungkan dengan konsep umum nilai dan norma bisa dianggap salah ataupun abnormal, dalam film Joker jelas terlihat bahwa seseorang akan termotivasi untuk berperilaku abnormal jika keadaan masyarakat yang dianggap normal ternyata menyimpan "bara" pola perilaku menyimpang. Berperilaku abnormal adalah pilihan terbaik bagi individu yang frustrasi dan kecewa dari kehidupan normal yang menyimpan "bara" demi untuk membuktikkan eksistensi diri ataupun kelompok.

Atmosfer budaya kita terlalu permisif terhadap bentuk-bentuk perilaku abnormal ( suap, korupsi, manipulasi, bersikap curang, tidak jujur, penyalahgunaan kekuasaan dan kemunafikan. ) Akibat seringnya bersikap permisif, orang-orang jujur disekitar kita, kita anggap sebagai orang-orang "menyimpang", pahlawan kesiangan ataupun orang-orang yang tidak realistis, disebut realistis karena mengikuti arus pola perilaku yang sudah terlanjur masuk dalam sistem birokrasi dan  sistem sosial kemasyarakatan, disebut idealis karena menentang arus, padahal kita hanya manusia biasa tidak realistis tidak idealis kita manusia biasa dalam terminologi baik dan buruk.

Jika Harry dan Meghan lebih memilih untuk keluar dari lingkungan istana memilih jalan hidupnya sendiri, ditengah belantara masyarakat umum, mengejar keaslian eksistensi diri, sebagian masyarakat kita justru berlomba-lomba membuktikan eksistensi diri dengan kepalsuan melalui operasi plastik untuk tampil cantik, mencari penghargaan sosial dan ekonomi melalui rumah dan mobil mewah, mendewakan pangkat dan jabatan serta menjadi raja dengan legitimasi palsu.

Budaya kita terlanjur feodal sehingga sistem yang dibentuk sulit sekali untuk menghargai masyarakat kecil, wong cilik, ataupun kaum marginal, kita seringkali bersikap arogan terhadap mereka, kita sering menilai biasa pedagang somay dan pedagang baso yang lewat didepan rumah kita, sebagai kegiatan rutin belaka, padahal mereka sudah memberikan pelajaran bagaimana arti hidup dan kehidupan melalui kegigihan mencari nafkah, berangkat dari rumah tanpa jaminan dan kepastian apakah barang dagangannya akan laku ? Yang mereka tahu adalah kesetiaan terhadap pekerjaan dan profesi, untuk masuk dan keluar kampung, gang, ataupun perumahan demi mencari rezeki halal Rp5000 s.d. Rp10.000 yang dinantikan anak dan istrinya dirumah dan sama sekali tidak terpikir dibenak mereka bahwa mereka ingin menjadi raja ataupun presiden.

GURU IPS ITU, MULTITALENTA


Oleh: Dian Diana, M.Pd.
(SMPN 1 Cihampelas, KBB, Jawa Barat)

Menelisik asumsi tentang pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang membosankan. Ini merupakan tantangan yang membutuhkan perjuangan untuk mematahkannya. Tak dapat dipungkiri, saat kita sekolah dulu pun, kemungkinan besar berpendapat sama. Adakalanya guru pengajar IPS berganti dengan mudahnya, tanpa latar belakang pendidikan ke-IPS an yang mumpuni. Hal ini berlangsung lama, dan menjadi character assassination yang berkepanjangan bagi mata pelajaran yang satu ini.
Setelah bergulir tentang keprofesionalan guru, barulah seleksi alam terjadi. Latar belakang pendidikan guru IPS sekarang ini beragam. Misalnya, guru yang berlatar Pendidikan Geografi, di mana posisi keilmuannya berada pada 3 kaki. Satu kaki mempelajari lingkungan fisik yang berpengaruh pada kehidupan manusia, kaki kedua menggali hubungan manusia dalam bermasyarakat, dan kaki yang lain pengkajian penampakan dengan menggunakan teknologi, terutama untuk Sistem Informasi Geografi.
Latar belakang pendidikan ini, menjadi bekal, untuk memantaskan diri sebagai guru IPS. Tak cukup hanya bidang geografi saja yang harus dikuasai, tiga ilmu dasar lainnya dalam IPS, menunggu untuk dipelajari, bidang sejarah, ekonomi, dan sosiologi. Pendekatan interdisipliner menjadi kajian menarik dalam IPS. Bahkan pada pengembangan pembelajaran di kelas, saat membahas satu fenomena, ilmu lain pun turut mendukung mengungkap pemecahan masalah yang terjadi. Pendekatannya bertambah lagi menjadi multidisipliner.
Secara otomatis, kita harus mencari tahu berbagai informasi, untuk menambah wawasan keilmuan, agar setiap pembelajaran yang disajikan di kelas, dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan siswa. Dan yang paling penting dalam pendidikan sekarang ini, yaitu penanaman nilai-nilai karakter yang harus dimiliki oleh siswa. Talenta sebagai ilmuwan yang terus menerus belajar, menjadi dasar kita untuk mengembangkan diri.
Guru IPS harus berusaha untuk melayani siswa, baik di dalam kelas, maupun di luar kelas. Ketika di dunia nyata, maupun di dunia maya. Hal ini sangat membantu guru untuk mngenal nama siswa dan memahami karakteristik mereka. Saat berkomunikasi dengan anak didik kita kadang kala kita memposisikan diri sebagai seorang guru. Pada waktu yang lain, menjelama sebagai sahabat, bahkan pada waktu tertentu kita menjadi orangtua bagi mereka. Talenta pada diri kita yang muncul di sini, yaitu menjadi seorang psikolog dan ahli komunikasi.
Peran penting guru IPS dalam kegiatan belajar mengajar di antaranya untuk menghidupkan skenario yang telah dirancang. Rancangan ini dibuat untuk memberikan sajian menarik, yang diharapkan akan menambah wawasan, menginspirasi, menghibur, dan menghasilkan pembelajaran bermakna (meaningfull learning). Siswa yang menjadi sasaran utama, memainkan peran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirancang dalam susunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Talenta guru yang harus dipoles, yaitu kita mampu menjadi sutradara yang menghidupkan cerita.
Penggunaan model pembelajaran yang tepat, dapat menolong guru untuk membangkitkan gairah siswa dalam belajar. Oleh karena itu, guru harus menguasai atau menciptakan beragam model yang akan mengantarkan kita dan siswa pada pembelajaran yang kaya pengetahuan, penuh keterampilan, pembiasaan bersikap, bekerjasama, saling menghargai, dan menyenangkan.
Model pembelajaran yang digunakan untuk mata pelajaran IPS, harus bervariasi pada setiap pertemuannya. Kreativitas guru untuk memilah materi akan medorong pembelajaran yang berkualitas, memadukan materi dengan model pembelajaran yang sesuai memerlukan skill khusus. Tentu saja, ini berawal dari perencanaan pembelajaran atau skenario yang kita buat.
Agar siswa selalu fokus belajar dan tidak jenuh dalam pembelajaran, guru dapat memberikan kegiatan yang akan memecah kebosanan. Salah satunya dengan ice breaking. Kegiatan ini dilakukan untuk mencairkan suasana dalam belajar. Tujuan penerapan ice breaking dalam pembelajaran, intinya untuk menggairahkan, dan membuat peserta didik lebih konsentrasi dalam belajar. Selain itu,  siswa dikondisikan untuk dinamis, kreatif, bekerjasama, komunikatif dalam proses pembelajaran. Jenis ice breaking dapat dibagi menjadi dua. Pertama, ice breaking tanpa menggunakan media yang hanya mengandalkan anggota tubuh saja. Kedua, ice breaking yang menggunakan berbagai media untuk menunjukkannya.
Penempatan ice breaking dalam kegiatan belajar mengajar dapat ditempatkan di mana saja. Bisa di kegiatan pendahuluan, inti, atau penutup. Guru harus tahu, bagianmana kegiatan yang akan penuh konsentrasi, dan kegiatan mana yang cenderung monoton, dan kegiatan mana yang perlu dinamis. Di sini talenta guru yang ditampilkanya itu sebagai motivator sejati.
Hal lain yang membuat cair suasana dalam pembelajaran, saat guru melemparkan humor-humor segar sebagai selingan dalam kegiatan mengajar. Siswa merima sekian banyak materi dan tugas setiap hari di sekolah. Ketegangan saat belajar akan memberikan beban lebih banyak pada siswa. Sebagai guru IPS yang menguasai keterampilan sosial, menyegarkan suasana belajar dengan banyolan-banyolan menghibur adalah satu kewajiban. Sejenak kita memoles talenta kita sebagai komedian.
Untuk mengembangkan keterampilan siswa, guru IPS dapat menggali jiwa ekonomi siswa agar menciptakan berbagai usaha sederhana dengan menggunakan prinsip ekonomi. Ide-ide brilian siswa harus dipancing agar mereka mampu berkolaborasi dengan kelompoknya untuk menciptakan ekonomi kreatif yang dapat membekali mereka bermanfaat di lingkungannya. Talenta yang harus kita gali dalam hal ini yaitu menjadi seorang enteurpreuneur.
Jika ada materi pembelajaran yang penting untuk dilaksanakan di luar kelas (outing class), agar siswa belajar dari pengalaman yang mereka lakukan saat mereka langsung terjun ke lapanganSiswa akan dapat mengalami langsung apa yang mereka pelajari. Biasanya kegiatan seperti ini, membuat siswa menguasai seluruh dimensi pengetahuan, dari sisi faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif, karena mereka terlibat langsung. Kecerdasan majemuk akan sangat nampak didapatkan oleh siswa. Talenta guru yang dapat ditemukan di sini yaitu menjadi seorang event organizer.
Saat mengajarkan sejarah, agar siswa merasakan makna mendalam dari cerita yang terjadi di masa lalu. Kadang kala guru bermain peran berbagai tokoh dengan karater yang berbeda-beda. Guru harus pandai membawa siswa seperti mengalami dan menangkap nilai dari cerita yang disajikan. Dari kegiatan bermain peran ini, talenta guru IPS yang nampak adalah sebagai seorang aktor.
Mempelajari berbagai wilayah dalam lingkup nasional, regional, dan internasional menuntut guru IPS mengenal berbagai wilayah. Bahkan wilayah-wilayah tersebut sudah menjadi peta mental (Mental Map) yang berfungsi secara otomatis ketika menerangkan atau menggambarkan tempat tersebut dihadapan siswa. Kemampuan membaca lokasi diterapkan kepada siswa dalam pembelajaran Guru mengembangkan talenta menjadi seorang kartograf.
Memancing siswa untuk bercerita tentang hal yang berbahaya bagi dirinya dan siswa lain. Mengajarkan siswa pentingnya assosiatif. Memahamkan pada diri siswa untuk senantiasa bekerjasama, berbuatbaik, dan menghindari konflik. Salah satu konflik yang marak di sekolah adalah  bullying/perundungan. Pencegahan perundungan penting segera dilakukan, karena akibat yang fatal bagi perkembangan mental siswa. Peran guru sebagai pendamai dan negosiator sangat penting dalam mengahadapi hal ini.
Penguasaan teknologi digital dalam pembelajaran masa kini harus dikuasai oleh guru IPS. Memberikan tauladan selain dari sikap juga dari keterampilan kita yang menguasai teknologi. Pembelajaran menarik dan menyenangkan penyajiannya, salah satunya dengan teknologi yang dikuasai oleh guru. Kreativitas berbagai pembuatan presentasi materi, video menarik, games-games menantang untuk selalu belajar, membuat guru harus meningkatkan kapasitas dirinya sebagai ahli teknologi masa kini dalam pembelajaran.
Kemahiran pelaksanaan tugas yang diemban oleh guru IPS, akan menentukan keberhasilan atau kegagalan bonus demografi Indonesia mendatang. Penanaman nilai karakter dan penguatan spiritual, serta tuntutan pemenuhan keterampilan peserta didik abad 21 yang meliputi: berpikir kritis dan memecahkan masalah (critical thinking and problem solving), kreatif dan inovatif (creativity and innovation), pandai berkomunikasi (communication), dan mampu bekerjasama (collaboration) menjadi jembatan untuk menghadapi tantangan yang penuh persaingan dalam era revolusiIndustri 4.0 ini. Jadilah guru yang multitalenta!