Rabu, 26 Februari 2020

Haruskah Para Guru Digundulin?

Oleh Catur Nurrohman Octavian

Malam ini saya terkejut. Antara kesal, sedih, kecewa, dan marah. Jantung saya seolah berhenti berdetak. Bukan karena kondisi batuk dan flu yang mendera beberapa hari ini pascakonkernas. Tapi karena kiriman potongan video yang menggambarkan tiga orang guru yang dijadikan tersangka digiring berjalan di lingkungan kantor polisi(kemungkinan di Polda atau Polres). Kondisi guru yang tampil dengan kepala plontos (sepertinya digundulin) dan berjalan tertunduk lesu diapit para petugas membuat dada ini sesak.

Mual. Mau muntah rasanya, melihat perbedaan perlakuan terhadap tersangka. Mengapa para tersangka koruptor maling uang rakyat tidak pernah rasanya diperlakukan yang sama. Ada apa dengan hukum di Indonesia? Mengapa guru yang belum tentu berniat jahat terhadap hilangnya 10 nyawa anak didiknya, harus diperlakukan seperti ini?

Kami para guru Indonesia memohon penjelasan terhadap video yang viral tersebut. Apakah benar ini ketiga guru yang menjadi tersangka akibat kelalaian kasus susur sungai sehingga menghilangkan 10 nyawa anak didik? Atau bukan? Kalau benar video guru yang terlihat botak karena diperlakukan saat menjalani proses hukum di kepolisian, kami para guru Indonesia menentang keras perlakuan seperti ini. Perlakukan para tersangka dengan mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Silakan proses hukum berjalan tapi kedepankan etika dan perlakuan terhadap profesi mereka. Bagaimanapun mereka seorang pendidik. Kami sangat prihatin.

CNO, 25 Februari 2020