Rabu, 26 Februari 2020

HATI BOLEH PANAS KEPALA TETAP DINGIN

Bapak Ibu yth,
Sejak awal peristiwa SMP N 1 Turi ini disesalkan dan menyisakan pilu mendalam pada orang tua, guru, dan kami semua yang terlibat dalam dunia pendidikan.

PGRI berduka dan amat sangat menyesalkan peristiwa ini.

Program ekskul wajib Pramuka terutama outdoor sering kami kritisi agar dievaluasi dengan mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan peserta didik, guru dan orang tua.
Apalagi tugas guru sebagai Pembina adalah tugas tambahan yang tidak bisa dihindari oleh guru.

Kesalahan para guru kami terima dan kami serahkan proses hukumnya diberlakukan.

Kami akan dampingi mereka, hak-hak mereka dan sekaligus perlindungan dalam menjalankan tugas.

Ini bukan apologia tapi mereka sebagai profesi wajib dilindungi dan tentunya hal ini tidak menghindarkan mereka dari kesalahan.

Tetapi melihat perlakuan oknum aparat kepolisian yang membotaki, menggiring seperti residivis ini telah melukai hati, nurani, rasa kemanusiaan guru sebagai profesi.

Tiada sedikitpun niat mencelakakan anak-anak yang telah menjadi anaknya sendiri di sekolah.
Namun kesalahan tetaplah kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan dengan segala konsekuensi hukumnya.

Seharusnya oknum kepolisian sebagai representasi masyarakat di bidang hukum bertindak profesional dan proporsional. Mengukati protap yang ada.

Di sisi lain kami sangat memahami kemarahan masyarakat, kemarahan orang tua.
Kami sampaikan permohonan maaf atas musibah ini.
Anak-anak tercinta telah pergi.
Kedukaan mendalam dan pernohonan maaf apapun tidaklah cukup mengobati rasa sakit merka ditinggalkan anak-anak tercinta.

Karena itu sekali lagi kelapangan hati orang tua kami mohonkan.

Peristiwa ini harus jadi Peringatan bagi semua, bahwa hal ini tidak boleh terulang lagi di masa yang akan datang di dunia pendidikan.

Bagi teman-teman guru, mari berdoa bersama sebagai dukungan pada keluarga yang ditinggalkan dan sebagai bentuk solidaritas bagi kawan-kawan yang tengah mendapatkan ujian dan musibah luar biasa.
Tak usah  bertindak di luar proporsi apalagi turun ke jalan.
Mari kita semua dengan dingin bersikap.
Dan menunggu penjelasan pihak aparat akan tindakan mereka ini.

Mari semua menjaga hati, kehormatan dan bekerja dengan tulus ikhlas.
HATI BOLEH PANAS KEPALA TETAP HARUS DINGIN.

Kami akan terus berkordinasi ke berbagai pihak dan jika ada perkembangan tertentu yang dirasa perlu kami akan sampaikan pada kawan-kawan.

Selamat bertugas,
Salam solidaritas

Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd