Rabu, 12 Februari 2020

MAKIN TUA MAKIN JADI

Oleh Siti Aisyah,  M. Pd.
(SMPN 2 Telukjambe Barat, Kab Karawang,  Jabar)

Suatu hari ada yang bilang padaku,  "Ibu makin tua makin jadi."

Aku bertanya, "Kenapa, Bu? Yang bagian mana yang saya makin jadi?"
Aku tertawa sambil melihat badanku sendiri,  karena memang badan saya makin tua makin bertambah subur, tapi aku yakin maksudnya bukan itu.

"Maksud saya, ibu makin tua makin banyak bermain YouTube, bermain aplikasi-aplikasi pada laptop dan HP.
Sebenarnya apa sih yang ibu cari untuk kehidupan ini?"

Pertanyaan itu membuatku berpikir apa maksud dari kalimat dan pertanyaannya.

Akhirnya aku penasaran, aku bertanya lagi kepadanya, "Apa tidak boleh bu?"

Ibu itu menjawab, "Bukan begitu, Bu, tapi itu kan pekerjaan anak muda, kita yang semakin tua seharusnya banyak-banyak ibadah."

Aku sedikit berpikir. Akhirnya kujawab, "Begini Bu, justru aku semakin tua ingin berbagi dan beramal lewat HP, laptop, dan Komputer, lewat konten yang dilihat YouTubers, konten saya bermanfaat insya Allah. Ketika saya sudah meninggal nanti, saya berharap hal itu bisa dipakai orang lain dan dijadikan tutorial yang bermanfaat untuk anak cucu saya. Insyaallah saya tidak meninggalkan soal Hablum minallah itu semua insyaallah saya lakukan, hanya ingin menambah dari itu semua."

"Semoga apa yang ibu nasehatkan kepada saya, bisa saya amalkan." kataku.

Jadi kesimpulannya, pemikiran orang terhadap YouTube terhadap konten-konten dan terhadap aplikasi-aplikasi ini menunjukkan bahwa kita semata-mata eksis di dunia sehingga tidak memikirkan akhirat. Menurutku ini justru sebaliknya. Aku lakukan ini karena juga memikirkan akhirat ke depannya nanti. Aku yang tidak bisa berceramah, yang kurang amalannya hanya mampu seperti ini, mudah-mudahan bisa berbagi kepada murid-muridku sambil beristirahat di rumah atau sedang santai-santai. Aku masih bisa berbagi konten-konten yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Insyaallah berguna.

Terimakasih atas nasehatnya dan perhatianya, Sahabatku.

Karawang,  Februari 2020