Minggu, 26 April 2020

Ada Apa di Sungai Gelam?

Ani Norita
SMPN 23 Muaro Jambi

Sungai Gelam, merupakan desa yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat, baik masyarakat Provinsi Jambi maupun Indonesia. Desa ini kaya akan sumber daya alam, baik hayati maupun non hayati. Kekayaan alam hayati yang ada di sini, seperti hutan yang menghasilkan berbagai macam kayu gelam, medang, maupun rotan. Kekayaan alam non hayati, seperti: minyak bumi, gas, dan batu bara yang kesemuanya ini berasal dari desa Sungai Gelam yang belum dikenal oleh masyarakat luas.

Di Sungai Gelam juga banyak fauna yang terkenal. Bahkan Desa Sungai Gelam ini pernah heboh dan gempar dikarenakan marahnya si raja hutan (Harimau) yang merasa habitat mereka diganggu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan penebangan hutan secara liar untuk kepentingan pribadi maupun perusahaan secara illegal. Mereka juga terlalu berani menangkap si raja hutan tersebut untuk dijual ke daerah lain agar mendapat keuntungan yang besar. Biasanya dengan cara menjual kulitnya. Inilah faktor yang membuat si raja hutan tersebut mengamuk dan menerkam hingga merobek-robek si pelaku hingga meninggal dunia.

Kejadian tersebut berlangsung tidak sehari, dua hari, akan tetapi hingga beberapa bulan. Hampir tiap minggu penulis bersama reka-rekan guru, siswa dan masyarakat sekitar sekolah menyaksikan mobil ambulan membawa korban keganasan raja hutan melewati jalan depan gedung sekolah kami. Sungguh kejadian yang miris sekali dan sangat menakutkan bagi warga dan masyarakat Sungai Gelam.

Bahkan suatu ketika juga pernah di tempat sekitar kediaman masyarakat. yaitu di Simpang Buper (Bumi Perkemahan) telah berkeliaran seekor induk si raja hutan di jalan raya. Ia berjalan sambil melihat ke kiri ke kanan yang menurut cerita warga setempat siraja hutan tersebut mencari anaknya yang sengaja ditangkap oleh si penebang liar.

Selama kejadian yang mencekam tersebut penulis dan rekan- rekan di sekolah selalu mengawasi. Kami pun berpesan kepada para siswa untuk selalu berhati-hati dan hanya diperbolehkan jam istirahat bermain di depan kelas dan sekitarnya, karena sekolah kami pada waktu itu belum dipagar.
Selain hal yang menyeramkan seperti di atas, Desa Sungai Gelam juga memiliki hamparan perkebunan sawit, perkebunan karet, baik yang milik pribadi maupun milik perusahaan, ada batu bara, tempat penambangan minyak bumi dan gas. Selain itu dia juga memiliki tempat yang layak untuk dikunjungi saat bersantai,  seperti: Gelam Oasis, Jambi Paradise, Buper, Penangkaran Buaya, dan lain-lain.

Konon asal-muasal kata,” Sungai Gelam,” adalah Sungai dan Gelam yang berarti sungai tempat tir yang tergenang disela-sela parit sepanjang jalan, dan Gelam berarti Hitam. Jadi sebagian masyarakat mengartikan Sungai yang airnya hitam, sehingga ada  satu desa  diberi nama

Desa Parit dan ada juga tempat kediaman masyarakat diberi nama Air hitam. Bahkan ada juga masyarakat yang berpendapat, Sungai Gelam itu merupakan Desa yang banyak menghasilkan kayu gelam, sehingga melekatlah nama menjadi ,“Desa Sungai Gelam“. Desa yang memiliki air yang hitam dan tempat penghasil kayu gelam.

Seiring waktu Desa Sungai Gelam semakin berkembang dan dikenal masyarakat. Terutama setelah masuknya para imigran dari Pulau Jawa melalui program transmigrasi yang digagas pada masa pemerintahan Prsiden Suharto. Awalnya Desa Sungai Gelam merupakan bagian dari Wilayah kecamatan Kumpeh Ulu. Kemudian melakukan pemekaran menjadi kecamatan sendiri,  yaitu,” Kecamatan Sungai Gelam.”

Kecamatan Sungai Gelam merupakan salah satu dari 11 kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Dengan topografi dataran, memiliki luas wilayah ± 654,51 km². Terdiri dari 15 desa, yaitu 5 desa unit transmigrasi dan 10 desa non unit. Dengan batas - batas  wilayah sebelah utara, Kota Jambi, seblah timur Kecamatan Kumpeh Ulu, sebelah Selatan Provinsi Sumatera Selatan dan sebelah Barat Kecamatan Mestong

Wilayah pemerintahan Kecamatan Sungai Gelam terdiri dari 15 Desa, 44 Dusun dan 298 RT. Desa/kelurahan yang berada di wilayah kecamatan Sungai Gelam adalah:  Desa Petaling Jaya, Desa Sumber Agung, Desa  Ladang Panjang, Desa Talang Blido, Desa Talang Kerinci, Desa Kebon IX, Desa Sungai Gelam, Desa Parit, Desa Tangkit Baru, Desa Tangkit, Desa Mingkung Jaya, Desa Tri Mulya Jaya, Desa Mekar Jaya, Desa  Gambut Jaya, dan Desa Sido Mukti.

Pusat pemerintahan terletak di Desa Sungai Gelam. Jarak pusat pemerintahan ke Ibukota Kabupaten ± 43 km. Jumlah penduduk tercatat sebanyak 76.481 jiwa (2017), terdiri dari penduduk laki-laki 40.077 jiwa, perempuan 36.404 jiwa. Sex ratio  penduduk laki-laki dan perempun adalah 110,09 yang berarti bahwa penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan. Dengan persebaran penduduk 707 jiwa per km². Sedangkan rata-rata jumlah anggota rumah tangga tercatat sebesar 4 jiwa. Selama kurun waktu antara tahun 2010 - 2017 rata-rata pertumbuhan penduduk  per tahun tercatat sebesar 1,3%.

Di Kecamatan Sungai Gelam terdapat lembaga pendidikan, 31 SD/ MI dengan 6.598 siswa dan 235 guru yang berstatus PNS dan 102 berstatus honorer, tingkat SLTP/MTs, 11 gedung sekolah, 1.577 siswa dan 192 orang guru, SMA/SMK/MA sebanyak 4 buah, 532 orang siswa dan 102 orang guru. Lembaga kesehatan terdapat  satu buah RSUD, 2 buah Puskesmas dan 9 Pustu serta 32 unit Posyandu. Sementara tenaga kesehatan tercatat sebanyak  11 orang dokter dan 33 orang bidan.

Lembaga agama, pelayanan kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan untuk kehidupan masyarakat dan mengatasi berbagai masalah sosial budaya yang mungkin dapat menghambat kemajuan bangsa. Kecamatan Sungai Gelam terdapat 83 Masjid dan 118 Surau/Langgar.

Perekonomian masyarakat Sungai Gelam guna memenuhi kehidupan masyarakat, ditopang dari berbagai sektor yaitu :
1.      Sektor tanam pangan, seperti ubi kayu, jagung, ubi     jalar dan kacang tanah.
2.   Sektor perkebunan, yang menjadi tanaman andalan  adalah kelapa sawit yang dibagi kedalam kebun rakyat sebanyak 1.100 hektar dan untuk kebun swasta 22.261,18 hektar dan tanaman karet sebanyak 8.141 hektar, kakao 56 hektar, pinang 17 hektar, kelapa 120 hektar.
3.      sektor peternakan, populasi ternakan, pada tahun 2017 tercatat sebanyak 2.285 ekor sapi, 54 ekor kerbau  dan  6.174 ekor kambing, sedangkan populasi unggas tercatat sebanyak 10.945 ekor ayam buras 325 500 ekor ayam ras pedaging dan 47 224 ekor itik.
4.   Sektor  industri, banyak usaha industri di kecamatan Sungai Gelam pada tahun 2017 tercatat sebanyak 17 perusahaan besar/sedang dan 140 unit inustri kecil.
5.  Sektor perdagangan, dari 15 desa  dan 44 dusun terdapat 4 buah pasar dan 4 minimarket. Sementara jumlah rumah makan 10 buah, warung kopi 75 buah, toko sebanyak 500 buah dan koperasi simpan pinjam sebanyak 5 buah.
Desa Sungai Gelam merupakan desa yang sangat pesat perkembangannya. Ini bisa penulis lihat dan rasakan sendiri sejak dari 2001 sampai sekarang. Sejak awal mengajar sebagai tenaga sukwan atau guru honorer di MTs. milik pondok pesantren Fastabiqul Khairat dan SMA milik Yayasan Muhammadiyah sampai sekarang sudah 17 tahun bertugas sebagai guru PNS di SMPN 23 Muaro Jambi. Berbagai kendala alam sudah kami hadapi. Dari jalan yang berdebu saat musim panas, becek berlumpur saat musim hujan, sampai jatuh bangun diperjalanan pun sudah penulis rasakan akibat jalan licin. Bahkan penulis juga pernah tidak sampai ke sekolah dikarenakan jalan putus, tidak bisa dilewati kendaraan. Perjuangan dengan berbagai macam sarana kendaraan pun sudah pernah  penulis tumpangi dari angkutan umum sampai kendaraan pribadi, dan kendaraan operasional perusahaan sawit, pertamina dan sebagainya yang terpenting penulis  bisa sampai ke sekolah pada saat pagi hari dan bisa kembali ke rumah saat jam sekolah usai, yang mana jarak rumah penulis ketempat penulis bertugas sekitar 25 km. Itulah indahnya perjuangan penulis sebagai saksi mata langsung perjuangan hidup di Sungai Gelam.
Kondidsi Jalan Poros Sungai Gelam Muarojambi Rusak Parah-jambipos-online.com
Pembangunan Jalan Poros Sungai Gelam: dinamikajambi.com
Alhamdulillah hingga saat ini Sungai Gelam masih terus membenahi diri dalam berbagai sektor untuk meningatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kondisi Sungai Gelam inilah yang menginspirasi penulis untuk menuangkan tulisan yang berjudul “Ada Apa di Sungai Gelam”. Tujuannya agar Sungai Gelam bisa dikenal oleh masyarakat luas dan sekaligus memperkenalkan apa yang ada di Desa Sungai Gelam. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi pembaca, khususnya buat siswa-siswi dan tenaga pendidik di manapun berada.



  









Bapagat Sampir Ritual Batatamba Urang Banjar Nan Magis

Oleh : Suriani, SPd 
SMPN 1 Karang Bintang - Kab.Tanah Bumbu – Kalimantan Selatan

Salah satu budaya Banjar adalah ritual dalam pengobatan tradisional Banjar, khususnya Suku Melayu adalah tatamba yang artinya pengobatan. Tradisi pengobatan ini masih sangat  kuat pengaruh budaya Hindu dan masih ada sampai sekarang. Namun frekuensi pelaksanaannya sangat jarang mengingat biaya pengobatan Bapagat Sampir cukup mahal. Hanya bisa dilakukan oleh golongan menengah ke atas. Istilah  “bapagat sampir” adalah dua kata dalam Bahasa Banjar bapagat artinya memutus, memotong, membuang. Kata sampir berarti diikuti, dirasuki oleh roh makhluk halus yang bersemayam di tubuh orang yang sakit.Urang Banjar (masyarakat Banjar) percaya bahwa ikhtiar dalam pengobatan dilakukan dengan metode medis dan ada pula dengan metode nonmedis seperti ritual Bapagat Sampir ini. Batatamba Bapagat Sampir artinya pengobatan membuang pengaruh roh jahat yang selalu mengganggu orang yang diobati.Awalan ba- dalam bahasa Banjar sama dengan awalan ber- dalam bahasa Indonesia. Batatamba bisa pula diartikan berobat.

Keputusan melaksanakan tatamba dengan Bapagat Sampir tidak serta merta dilaksanakan ketika ada orang sakit. Pasien sudah diobati dengan berbagai cara namun tidak juga pasien sembuh. Sampai suatu waktu pasien atau keluarga terdekatnya diberi tanda berupa mimpi. Berulang kali terjadi mimpi yang sama  dan selalu minta dilaksanakan Bapagat Sampir. Tanda lainnya bisa pula pasien mengalami kesurupan dan berulang kali terjadi. Kesurupan artinya ada roh halusyang manyampir (mengikuti) pasien. Pasien yang kesurupan meminta dilaksanakan ritual Bapagat Sampir. Pihak keluarga kemudian bermufakat untuk membahas apa betul mimpi atau permintaan  saat pasien kesurupan minta Bapagat Sampir? Kenapa sampir terjadi? Tetuha menceritakan ada roh nenek moyang yang ingin bersama hidup    bahwa batin orang dipilih dari hati nurani yang suci menolak untuk diikuti roh halus warisan leluhur. Namun roh halus memaksa ingin bersama karena merasa cocok karakter dan perilakunya orang yang sakit. Akibatnya terjadilah konfrontasi pada jiwa pasien berupa kesurupan atau sakit aneh yang tak bisa diobati secara medis.

Pelaksanaan Ritual Bapagat Sampir
Saat ini sangat langka menemukan manusia yang bertalenta dan manjur dalam melaksanakan ritual. Pelakunya bukan orang biasa, memiliki keistimewaan biasanya disebut Paaliran semacam orang pintar yang memiliki keahlian bisa berkomunikasi dengan roh halus dan keahlian menyembuhkan orang sakit dengan cara serupa  Bapagat Sampir.  Umumnya dari keturunan yang biasa disebut Panambaan (tabib tradisional) namun memiliki jiwa seni khususnya pandai memainkan wayang kulit purwa Banjar disebut Dalang. Banyak dalang wayang kulit tapi tidak semuamampu melakukan Upacara Bapagat Sampir.Umumnya diwarisi ilmunya berdasarkan  turun temurun dan orang yang terpilih.

Keluarga yang berhajat menyampaikan keinginan kepada Panambaan.Terjadilah komunikasi intensif. Antara lainapakah ada permintaan khusus dari pasien yang dirasuki roh halus. Faktanya ini sering terjadi selain piduduk (sajen) apa pula meminta sajen qurban hewan seperti lembu, kambing, ayam hitam dan lain-lain. Jika sudah jelas baru Penambaan menentukan pihak-pihak yang terlibat seperti penari topeng, kelompok musik gamelan wayang khas Banjar, dan dalang pemain wayang kulit.

Pelaksana kunci ritual Bapagat Sampir terdiri dari: satu orang Panambaan, satu atau lebih Penari Topeng, satu orang Dalang Wayang Kulit dilengkapi grup pengiring musik gamelan wayang kulit dan dilengkapi sejumlah sajen. Dalang wayang kulit dirangkap oleh Panambaan. Seorang Panambaan memiliki keahlian mendalang biasanya oleh Dalang Utama. Artinya banyak dalang lain belum tentu bisa melaksanakan ruwatan serupa.

Pihak keluarga meminta pelaksanaan sesuai perhitungan waktu yang tepat, tidak sembarang waktu dapat dilaksanakan. Warga sekitar membantu persiapan dengan membuat panggung sebesar panggung pertunjukan wayang kulit, bahkan lebih besar karena disediakan tempat untuk penari topeng. Keluarga berhajat menyiapkan berbagai persiapan, mulai dari masakan bubur habang, bubur putih, beras kuning, dupa, berbagai jenis kembang, kopi hitam, kopi pahit, segelas air bening, kelapa muda tampuk habang (merah pada bagian kelopak tangkai), kain kuning, telur ayam kampung, pisang merah, pisang kuning (berwarna kuning), kembang mayang dari pohon pinang, parapin (tembikar untuk bakar dupa/menyan), dan dupa/menyan. Jika pihak keluarga memiliki pusaka seperti keris, tombak, parang (golok khas Banjar), dan lain-lain maka wajib dihadirkan pada saat upacara berlangsung. KepercayaanUrang Banjar terhadap benda pusaka sama dengan kepercayaan masyarakat Jawa. Bahwa benda pusaka diyakini memiliki tuah tertentu, tetapi akan menjadi mala petaka jika tidak dikelola dengan baik. Ada kemungkinan roh halus yang menyertai pasien berasal dari benda pusaka leluhur, karena alasan inilah benda pusaka keluarga turut digelar.

Piduduk (sajen)  dilengkapi dengan wadai 41, wadai artinya kuekhas Banjar sejumlah 41 macam, sungguh memerlukan persiapan yang besar.Beberapa di antara ditampilkan pada Gambar 1.Kue nagasari, kue pari, kue cincin, kue pais, kue gagatas, kue dadar gulung, kue lapis, kue gaguduh, kue roti pisang,bubur habang, bubur putih, dan lain-lain.Warga gotong royong di rumah pemilik hajat untuk membantu membuat 41 macam kue ini.

Gambar 1. Kue Khas Banjar bagian dari piduduk Ritual Bapagat Sampir

Ritual dimulai sore setelah sholat Ashar dibuka oleh Dalang dengan doa selamat  dan shalawat kemudian membaca semacam mantera khusus serta membakar dupa. Pasien di bawa ke tempat mandi.

Gambar 2 : Permulaan ritual, pasien  dimandikan.

Pasien dimandikan oleh Panambaan dibantu pihak lain, biasanya orang tua pasien. Kondisi pasien yang sakit tidak bisa berlama-lama duduk di pemandian, secepat mungkin dan serapi mungkin sesuai ketentuan dari Panambaan. Selesai mandi pasien diarak kembali ke pembaringan. Untuk berisitrahat karena ritual selanjutnya tidak melibatkan pasien secara langsung. Panambaan memulai ritual pengobatan di panggung  pertunjukan dan boleh ditonton orang banyak. Umumnya banyak masyarakat berdatangan menyaksikan ritual. Bagi masyarakat umum tak lebih sebagai hiburan yang menarik namun penonton yang datang tahu jika latar belakang pelaksaaan pertunjukan adalah untuk Bapagat Sampir.

Suku Banjar Melayu mengenal berbagai macam seni topeng. Salah satunya pada ritual Bapagat Sampir dan memiliki tata cara sebelum tari topeng dimulai.

Penari membawakan tari topeng irama gamelan agak berbeda dengan gamelan tari topeng biasa. Ada gerakan tarian khusus untuk ritual Bapagat Sampir. Terkesan agak magis karena disertai doa-doa dan mantera tertentu oleh Panambaan disebut bamamang semacam membaca uraian mantera dan berdiaolog dengan makhluk halus.

Gambar 3.Tarian Topeng dalam ritual Bapagat Sampir

Ritual tari topeng pada kegiatanBapagat Sampir cukup menguras tenaga penari menurut penilaian penulis. Durasi sampai satu jam atau lebih sedikit. Dipimpin oleh Dalang yang tiada lain adalah Panambaan. Anehnya tubuh pasien di pembaringan seiring berakhirnya tarian topeng tidak lagi merasa kesakitan, tak lagi berkeluh-kesah, berangsur pulih dan tenang.

Babak selanjutnya dalam ritual Bapagat Sampir adalah pertunjukan wayang kulit sebagai babak pamungkas. Acara biasa dimulai menjelang malam sekitar jam 21:00 sampai semalam suntuk, berakhir sebelum azan sholat subuh. Banyak penonton yang hadir menyaksikan jalannyapertunjukan.Bagi masyarakat umum pertunjukan wayang kulit tak lebih sebagai hiburan. Tetapi bagi keluarga yang berhajat justru pertunjukan wayang kulit sangat penting peranannya menurut kepercayaan dalam penyembuhan sakit aneh Bapagat Sampir.

Gambar 4.
Lakon wayang kulit dalam Ritual Bapagat Sampir

Tema cerita pertunjukan wayangkulit dalam Batatamba Bapagat Sampir biasanya ada gangguan dari bangsa jin dalam pewayangan ada yang berbentuk raksasa yang jahat, dikuasai oleh napsu angkara murka  yang pada akhirnya di kalahkan oleh kebaikan.

Wayang Banjar umumnya mengutamakan bayangan, sehingga penonton berada di balik layar (kelir). Pada Gambar 4, nampak lampu belicung menyala laksana obor menerangi panggung. Pada gantungan lampu belincung inilah warga yang percaya dengan barokah penglaris dagangan, minyak dalam botol digantung disatukan dengan badan lampu balincung.Jimat diambil saat pertunjukan wayang berakhir.


Tanah Bumbu, 21 April 2020

Bahan Rujukan
1.    Wikipedia Indonesia Sejarah Perkembangan Hindu di Kalimantan.
2.    Wikipedia Indonesia Budaya Banjar.
3.    Wikipedia Indonesia Sejarah Kerajaan Banjar.
4.    Mengenal Budaya Suku Banjar Oleh : Rizal Al Azhar, Satelit Pos, edisi 12 Januari 2018.
5.    http://nadasyahreza.blogspot.com/ Blog Seni Budaya Banjar.
6.    Kamus Bahasa Banjar ,https://www.webonary.org/banjar/?lang=en