Minggu, 26 April 2020

Bapagat Sampir Ritual Batatamba Urang Banjar Nan Magis

Oleh : Suriani, SPd 
SMPN 1 Karang Bintang - Kab.Tanah Bumbu – Kalimantan Selatan

Salah satu budaya Banjar adalah ritual dalam pengobatan tradisional Banjar, khususnya Suku Melayu adalah tatamba yang artinya pengobatan. Tradisi pengobatan ini masih sangat  kuat pengaruh budaya Hindu dan masih ada sampai sekarang. Namun frekuensi pelaksanaannya sangat jarang mengingat biaya pengobatan Bapagat Sampir cukup mahal. Hanya bisa dilakukan oleh golongan menengah ke atas. Istilah  “bapagat sampir” adalah dua kata dalam Bahasa Banjar bapagat artinya memutus, memotong, membuang. Kata sampir berarti diikuti, dirasuki oleh roh makhluk halus yang bersemayam di tubuh orang yang sakit.Urang Banjar (masyarakat Banjar) percaya bahwa ikhtiar dalam pengobatan dilakukan dengan metode medis dan ada pula dengan metode nonmedis seperti ritual Bapagat Sampir ini. Batatamba Bapagat Sampir artinya pengobatan membuang pengaruh roh jahat yang selalu mengganggu orang yang diobati.Awalan ba- dalam bahasa Banjar sama dengan awalan ber- dalam bahasa Indonesia. Batatamba bisa pula diartikan berobat.

Keputusan melaksanakan tatamba dengan Bapagat Sampir tidak serta merta dilaksanakan ketika ada orang sakit. Pasien sudah diobati dengan berbagai cara namun tidak juga pasien sembuh. Sampai suatu waktu pasien atau keluarga terdekatnya diberi tanda berupa mimpi. Berulang kali terjadi mimpi yang sama  dan selalu minta dilaksanakan Bapagat Sampir. Tanda lainnya bisa pula pasien mengalami kesurupan dan berulang kali terjadi. Kesurupan artinya ada roh halusyang manyampir (mengikuti) pasien. Pasien yang kesurupan meminta dilaksanakan ritual Bapagat Sampir. Pihak keluarga kemudian bermufakat untuk membahas apa betul mimpi atau permintaan  saat pasien kesurupan minta Bapagat Sampir? Kenapa sampir terjadi? Tetuha menceritakan ada roh nenek moyang yang ingin bersama hidup    bahwa batin orang dipilih dari hati nurani yang suci menolak untuk diikuti roh halus warisan leluhur. Namun roh halus memaksa ingin bersama karena merasa cocok karakter dan perilakunya orang yang sakit. Akibatnya terjadilah konfrontasi pada jiwa pasien berupa kesurupan atau sakit aneh yang tak bisa diobati secara medis.

Pelaksanaan Ritual Bapagat Sampir
Saat ini sangat langka menemukan manusia yang bertalenta dan manjur dalam melaksanakan ritual. Pelakunya bukan orang biasa, memiliki keistimewaan biasanya disebut Paaliran semacam orang pintar yang memiliki keahlian bisa berkomunikasi dengan roh halus dan keahlian menyembuhkan orang sakit dengan cara serupa  Bapagat Sampir.  Umumnya dari keturunan yang biasa disebut Panambaan (tabib tradisional) namun memiliki jiwa seni khususnya pandai memainkan wayang kulit purwa Banjar disebut Dalang. Banyak dalang wayang kulit tapi tidak semuamampu melakukan Upacara Bapagat Sampir.Umumnya diwarisi ilmunya berdasarkan  turun temurun dan orang yang terpilih.

Keluarga yang berhajat menyampaikan keinginan kepada Panambaan.Terjadilah komunikasi intensif. Antara lainapakah ada permintaan khusus dari pasien yang dirasuki roh halus. Faktanya ini sering terjadi selain piduduk (sajen) apa pula meminta sajen qurban hewan seperti lembu, kambing, ayam hitam dan lain-lain. Jika sudah jelas baru Penambaan menentukan pihak-pihak yang terlibat seperti penari topeng, kelompok musik gamelan wayang khas Banjar, dan dalang pemain wayang kulit.

Pelaksana kunci ritual Bapagat Sampir terdiri dari: satu orang Panambaan, satu atau lebih Penari Topeng, satu orang Dalang Wayang Kulit dilengkapi grup pengiring musik gamelan wayang kulit dan dilengkapi sejumlah sajen. Dalang wayang kulit dirangkap oleh Panambaan. Seorang Panambaan memiliki keahlian mendalang biasanya oleh Dalang Utama. Artinya banyak dalang lain belum tentu bisa melaksanakan ruwatan serupa.

Pihak keluarga meminta pelaksanaan sesuai perhitungan waktu yang tepat, tidak sembarang waktu dapat dilaksanakan. Warga sekitar membantu persiapan dengan membuat panggung sebesar panggung pertunjukan wayang kulit, bahkan lebih besar karena disediakan tempat untuk penari topeng. Keluarga berhajat menyiapkan berbagai persiapan, mulai dari masakan bubur habang, bubur putih, beras kuning, dupa, berbagai jenis kembang, kopi hitam, kopi pahit, segelas air bening, kelapa muda tampuk habang (merah pada bagian kelopak tangkai), kain kuning, telur ayam kampung, pisang merah, pisang kuning (berwarna kuning), kembang mayang dari pohon pinang, parapin (tembikar untuk bakar dupa/menyan), dan dupa/menyan. Jika pihak keluarga memiliki pusaka seperti keris, tombak, parang (golok khas Banjar), dan lain-lain maka wajib dihadirkan pada saat upacara berlangsung. KepercayaanUrang Banjar terhadap benda pusaka sama dengan kepercayaan masyarakat Jawa. Bahwa benda pusaka diyakini memiliki tuah tertentu, tetapi akan menjadi mala petaka jika tidak dikelola dengan baik. Ada kemungkinan roh halus yang menyertai pasien berasal dari benda pusaka leluhur, karena alasan inilah benda pusaka keluarga turut digelar.

Piduduk (sajen)  dilengkapi dengan wadai 41, wadai artinya kuekhas Banjar sejumlah 41 macam, sungguh memerlukan persiapan yang besar.Beberapa di antara ditampilkan pada Gambar 1.Kue nagasari, kue pari, kue cincin, kue pais, kue gagatas, kue dadar gulung, kue lapis, kue gaguduh, kue roti pisang,bubur habang, bubur putih, dan lain-lain.Warga gotong royong di rumah pemilik hajat untuk membantu membuat 41 macam kue ini.

Gambar 1. Kue Khas Banjar bagian dari piduduk Ritual Bapagat Sampir

Ritual dimulai sore setelah sholat Ashar dibuka oleh Dalang dengan doa selamat  dan shalawat kemudian membaca semacam mantera khusus serta membakar dupa. Pasien di bawa ke tempat mandi.

Gambar 2 : Permulaan ritual, pasien  dimandikan.

Pasien dimandikan oleh Panambaan dibantu pihak lain, biasanya orang tua pasien. Kondisi pasien yang sakit tidak bisa berlama-lama duduk di pemandian, secepat mungkin dan serapi mungkin sesuai ketentuan dari Panambaan. Selesai mandi pasien diarak kembali ke pembaringan. Untuk berisitrahat karena ritual selanjutnya tidak melibatkan pasien secara langsung. Panambaan memulai ritual pengobatan di panggung  pertunjukan dan boleh ditonton orang banyak. Umumnya banyak masyarakat berdatangan menyaksikan ritual. Bagi masyarakat umum tak lebih sebagai hiburan yang menarik namun penonton yang datang tahu jika latar belakang pelaksaaan pertunjukan adalah untuk Bapagat Sampir.

Suku Banjar Melayu mengenal berbagai macam seni topeng. Salah satunya pada ritual Bapagat Sampir dan memiliki tata cara sebelum tari topeng dimulai.

Penari membawakan tari topeng irama gamelan agak berbeda dengan gamelan tari topeng biasa. Ada gerakan tarian khusus untuk ritual Bapagat Sampir. Terkesan agak magis karena disertai doa-doa dan mantera tertentu oleh Panambaan disebut bamamang semacam membaca uraian mantera dan berdiaolog dengan makhluk halus.

Gambar 3.Tarian Topeng dalam ritual Bapagat Sampir

Ritual tari topeng pada kegiatanBapagat Sampir cukup menguras tenaga penari menurut penilaian penulis. Durasi sampai satu jam atau lebih sedikit. Dipimpin oleh Dalang yang tiada lain adalah Panambaan. Anehnya tubuh pasien di pembaringan seiring berakhirnya tarian topeng tidak lagi merasa kesakitan, tak lagi berkeluh-kesah, berangsur pulih dan tenang.

Babak selanjutnya dalam ritual Bapagat Sampir adalah pertunjukan wayang kulit sebagai babak pamungkas. Acara biasa dimulai menjelang malam sekitar jam 21:00 sampai semalam suntuk, berakhir sebelum azan sholat subuh. Banyak penonton yang hadir menyaksikan jalannyapertunjukan.Bagi masyarakat umum pertunjukan wayang kulit tak lebih sebagai hiburan. Tetapi bagi keluarga yang berhajat justru pertunjukan wayang kulit sangat penting peranannya menurut kepercayaan dalam penyembuhan sakit aneh Bapagat Sampir.

Gambar 4.
Lakon wayang kulit dalam Ritual Bapagat Sampir

Tema cerita pertunjukan wayangkulit dalam Batatamba Bapagat Sampir biasanya ada gangguan dari bangsa jin dalam pewayangan ada yang berbentuk raksasa yang jahat, dikuasai oleh napsu angkara murka  yang pada akhirnya di kalahkan oleh kebaikan.

Wayang Banjar umumnya mengutamakan bayangan, sehingga penonton berada di balik layar (kelir). Pada Gambar 4, nampak lampu belicung menyala laksana obor menerangi panggung. Pada gantungan lampu belincung inilah warga yang percaya dengan barokah penglaris dagangan, minyak dalam botol digantung disatukan dengan badan lampu balincung.Jimat diambil saat pertunjukan wayang berakhir.


Tanah Bumbu, 21 April 2020

Bahan Rujukan
1.    Wikipedia Indonesia Sejarah Perkembangan Hindu di Kalimantan.
2.    Wikipedia Indonesia Budaya Banjar.
3.    Wikipedia Indonesia Sejarah Kerajaan Banjar.
4.    Mengenal Budaya Suku Banjar Oleh : Rizal Al Azhar, Satelit Pos, edisi 12 Januari 2018.
5.    http://nadasyahreza.blogspot.com/ Blog Seni Budaya Banjar.
6.    Kamus Bahasa Banjar ,https://www.webonary.org/banjar/?lang=en