Rabu, 08 April 2020

BELAJAR DARI PANDEMI COVID-19

Oleh Triyanto, SMPN 1 Palembang

Mencermati berita penyebaran virus corona yang berasal dari Kota Wuhan, Cina ke berbagai negara mengusik kenyamanan dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik. Wabah penyakit akibat infeksi virus corona ini akhirnya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dinyatakan sebagai Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) yang artinya wabah penyakit yang meluas di berbagai negara.

Perasaan tidak nyaman sebagai pendidik ini cukup beralasan. Aktifitas pembelajaran yang biasa dilakukan secara tatap muka antar warga sekolah. Interaksi pembelajaran yang melibatkan pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik ini tidak hanya sekedar tatap muka tetapi sering juga dilakukan dengan kontak fisik. Interaksi semacan ini sangat rentan terhadap penularan virus yang disinyalir berasal dari kelelawar ini.

Perasaan tidak nyaman ini pada akhirnya sedikit berkurang setelah Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Covid-19. Pokok isi Surat Edaran tersebut di antaranya keputusan pembatalan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 dan pembelajaran dilaksanakan dalam jaringan atau pembelajaran jarak jauh. Interaksi pembelajaran jarak jauh yang dilakukan antara pendidik dengan peserta didik dilakukan dari rumah masing-masing.

Mencermati perkembangan pandemi Covid-19 yang semakin meluas, berbagai Pemerintah Daerah mengeluarkan kebijakan yang meliburkan sekolah. Guru dan peserta didik melaksanakan pembelajaran dari rumah. Sebagai pendidik kebijakan pembelajaran di rumah cukup menantang setidaknya sebelum melaksanakan pembelajaran harus membuat perencanaan agar pembelajaran jarak jauh ini dapat terlaksana meskipun dihadapkan pada berbagai kendala baik dari sisi guru, peserta didik dan keterbatasan fasilitas pendukung pembelajaran di rumah.

Mencermati instruksi Mas Menteri dan Kebijakan Pemerintah Daerah dan Dinas terkait bahwa sekolah diliburkan dan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Menyikapi  pembelajaran jarak jauh melalui sistem dalam jaringan (daring) atau online. Sebagai pendidik muncul bermacam pertanyaan: Apa yang harus dilakukan agar pembelajaran jarak jauh dapat terlaksana, bagaimana cara melaksanakannya, bagaimana cara memberikan materi ajar, bagaimana cara memberikan penugasan dan merespon hasil pembelajaran peserta didik, dengan berbagai keterbatasan fasilitas pendukung implementasi pembelajaran moda dalam jaringn tersebut.

Pembelajaran tidak boleh berhenti meski dalam kondisi kurang kondusif seperti sekarang ini. Pembelajaran harus tetap berlangsung meskipun gambaran berbagai kendala praktik pembelajaran akan muncul. Fasilitas atau alat, seperti: smartphone, laptop, komputer dan tersedianya jaringan dan kemudahan akses internet harus dimanfaatkan untuk pembelajaran dari rumah ini.

Tugas pokok sebagai guru/pendidik dalam melaksanakan tugasnya di antaranya adalah membuat perencanaan. Perencanaan pembelajaran, meliputi: bagaimana menyiapkan materi ajar, menetapkan tujuan pembelajaran, memilih strategi atau media yang akan digunakan dalam pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dalam hal ini pembelajaran dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh, mengadakan penilaian terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar, instrumen apa yang harus disiapkan bagaimana cara menggunkan instrumen yang telah dipilih, serta melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, bagaimana cara mengetahui apakan pembelajaran jarak jauh ini efektif dan efisien, instumen apa yang dapat digunakan.

Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pekan pertama dapat dilaksanakan tanpa kendala yang berarti. Interaksi menggunakan fasilitas komunikasi melalui group whatsaap yang beranggota pendidik dan peserta didik dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran jarak jauh. Pertemuan pekan berikutnya muncul kendala dalam pembelajaran jarak jauh di rumah. Lambatnya respon akibat jaringan internet tidak stabil, peserta didik kesulitan mengakses materi ajar dan mengirimkan tugas. Peserta didik terlambat mengirimkan tugas melalui whatsap atau email. Guru terkendala memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, karena peserta didik lambat mengirimkan tugas yang telah diberikan.

Berawal dari kendala yang terjadi, bagaimana caranya agar pembelajaran dapat terlaksana dengan lebih efektif dan efisien. Guru tidak perlu menghabiskan waktu dalam merencanakan atau menyiapkan dan share materi, memberikan respon seperti menilai dan mengembalikan hasil kerja peserta didik. Sedikit pengetahuan dan pengalaman praktik pembelajaran melalui kelas maya memaksa untuk belajar kembali bagaimana praktik pembelajaran melalui kelas maya. Pembelajaran berbasis kelas maya (kelas virtual) agar dapat digunakan pada pertemuan selanjutnya. sebagai solusi kendala pembelajaran pada pertemuan sebelumnya.

Setiap peristiwa selalu saja ada yang dapat dipetik hikmahnya. Pandemi Covid-19 ini bisa jadi sebagai cara Tuhan menegur siapapun sekalipun seorang Guru, bahwa sejatinya pembelajaran tidak boleh berhenti. Belajar dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Terima kasih Covid-19 yang tengah memberikan pembelajaran, sekarang tinggalkan kami, biarkan kami untuk kembali mengemban tugas mulia sebagai insan pembelajar.