Rabu, 08 April 2020

Belajar di tengah Pandemi Covid 19

Oleh: Nurlila Dwi Prismayani

Beberapa waktu ini kita disibukkan dengan istilah Corona Virus Disease 2019 (Covid 19). Pandemi mulai muncul akhir tahun 2019 di Kota Wuhan, China yang sampai sekarang keberadaanya masih mengguncang dunia. Indonesia menjadi salah satu negara terdampak virus tersebut. Penyebarannya cenderung masif dan cepat. Jumlah pasien di Indonesia yang meninggal maupun dirawat terus meningkat dari waktu kewaktu menimbulkan keprihatinan luar biasa. Banyak agenda yang bersifat massal untuk sementara waktu ditunda demi memutus rantai penyebaran covid 19.

Pemerintah merasa Covid 19 sebagai sebuah bencana dunia, sehingga mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar berdiam diri dengan belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Upaya pemerintah dengan menghimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas  ke tempat keramaian. Kasus pandemi ini banyak memukul aspek kehidupan. Ekonomi porak poranda di mana harga barang-barang pokok melonjak naik akibat kepanikan sehingga permintaan masyarakat  semakin meningkat. Hal ini berdampak pula pada aspek sosial, masyarakat cenderung bersikap egois karena sama-sama ingin melindungi dirinya sendiri, terbukti dengan langkanya masker dan hand sanitizer karena ditimbun. Dampak lain yang dirasakan dengan keberadaan makhluk kecil tak kasat mata ini dari dunia pendidikan.

Penerapan Physical Distancing (menjaga jarak fisik) diharapkan meminimalisir penyebaran covid 19, termasuk dalam dunia pendidikan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia merespon kebijakan tersebut dengan menerapkan Learn From Home, yaitu metode pembelajaran dalam jaringan (daring). Belajar yang merupakan proses transfer ilmu dari pendidik kepada peserta didik yang biasanya dilakukan dengan tatap muka secara langsungpun seakan menjadi pincang untuk sementara waktu. Akan tetapi penggunaan media online dalam pembelajaran yang pada awalnya cenderung dipaksakan saat ini lambat laun menjadi kebutuhan dan kebiasaan.

Bagi sekolah dan guru yang belum siap menghadapi pembelajaran jarak jauh akan merasakan kesulitan. Keterbatasan sumberdaya untuk pemanfaatan teknologi pendidikan seperti kuota internet harus ditingkatkan. Selain itu, keterbatasan kompetensi guru terutama yang tinggal di pedesaan dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran online karena tidak adanya pelatihan sebelumnya. Guru memikul tanggung jawab besar, di mana harus bersikap aktif dan kreatif untuk menggelar kegiatan pembelajaran secara daring. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran daring sama efektifnya dengan pembelajaran tatap muka langsung, sehingga pembelajaran tidak terkesan satu arah.

Beragam aplikasi pembelajaran online bisa dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh. Pemerintah memberikan beberapa aplikasi pembelajaran daring secara gratis hasil kerjasama dengan Kemendikbud. Daring tersebut, di antaranya: Rumah Belajar, Meja Kita, Icando, Kelas Pintar, Google for Education, Quipper School, Ruangguru dan Zenius. Banyak fitur pendukung dari aplikasi tersebut yang dapat diisi dengan beragam hiburan, seperti: Quizziz, Google Form, TTS Online, dan lain sebagainya. Akan tetapi kembali lagi kepada Sumber Daya Manusia, yaitu pihak guru di desa yang belum mendapatkan pelatihan secara khusus mengenai aplikasi tersebut membuat guru merasa kesulitan. Untuk menghindari hal tersebut apliakasi sementara yang dapat digunakan adalah media WA Group yang dirasa mudah dan dapat menampung banyak peserta.

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang diharapkan tidak sekedar transfer ilmu sosial kepada siswa, akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana siswa dapat bersikap sosial terhadap lingkungan dan masyarakat. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh siswa yang belajar ilmu IPS, di antaranya menanamkan rasa tidak panik atau cemas dengan kondisi saat ini. Sehingga mereka tidak akan berlomba menimbun masker ataupun hand sanitizer yang mulai langka di pasaran. Selain itu untuk menyikapi kasus covid 19, pelajaran IPS dapat memberikan sumbagsih dengan menerapakan pembelajaran Life Skill dengan aktivitas  pemahaman mengenai covid 19 dalam selingan materi pembelajaran. Semisal siswa diberikan materi mengenai virus tersebut dan langkah pencegahan seperti memcuci tangan, serta menggunakan masker dalam bentuk video lucu , menggunakan aplikasi kekinian semacam Tik Tok maupun Likee. Sehingga siswa memiliki wawasan tentang apa yang terjadi di sekitarnya dan kecakapan dalam melindungi diri tanpa kepanikan di tengah pandemi ini.

Pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan di tengah wabah covid 19 dirasakan sangat menjemukan, untuk itu selain kehadiran guru meskipun melalui dunia maya, juga diperlukan peran serta orang tua dalam kegiatan pendampingan selama dirumah. Perpanjangan waktu pembelajaran jarak jauh diharapkan jangan menjadi ajang kesempatan bagi guru maupun siswa untuk berpergian mencari hiburan di luar rumah. Mari kita menggunakan himbauan ini sebagai langkah untuk isolasi mandiri agar penyebaran tidak meluas dan terputuslah rantai covid 19 ini.



*) Penulis Nurlila Dwi Prismayani
merupakan Guru IPS
di MTs Negeri 2 Bojonegoro Jawa Timur