Sabtu, 04 April 2020

GRATISAN ITU MEMANG SESUATU BANGET

Oleh Enang Cuhendi

Di kala Corona sedang ramai beraksi, grup media sosial,  khususnya Whatsapp (WAG) juga turut ramai. Selain ramai dengan berbagai pemberitaan, info dan tips terkait Covid-19 juga diramaikan dengan berseliwerannya penawaran pemberiaan kuota gratis. Bahkan penawaran ini sudag sejak lama muncul lebih dulu dari Covid-19, hanya ramainya memanfaatkan situasi stay at home bagi masyarakat.

Pada awalnya ketika penawaran tersebut sampai ke kita, siapa yang tidak tertarik. Kita bisa dapat kuota gratisan bahkan sampai 100 gb yang kalau beli di salah satu provider kita bisa sampai ratusan ribu. Penawaran ini disampaikan oleh beberapa situs yang sangat “berbaik” hati untuk membagikan kuota secara gratis, mulai 5, 10 sampai 100 gigabyte. Situs-situs “dermawan” itu seperti: internetgratis.quizurl.com, freeinternet.faster4g.com, giftwhats.club/20gb, dan lain-lain. Lucunya ketika situs ini di-klik kita akan masuk pada situs lain yang kadang-kadang berakhiran blogspot. Ketika di-klik kita akan ditawari untuk mengisi berbagai info, salah satunya seperti kuisioner. Kemudian  adakalanya kita diminta untuk mengirimkan pesan tautan mereka ke beberapa grup sebagai syarat “bantuan” kuota gratis bisa dicairkan.


Menanggapi hal ini, tentunya sebagai orang yang berpendidikan kita harus lebih jeli dan waspada dengan semua ini. Di era sekarang rasanya sulit menemukan perusahaan yang mau berbuat baik membagi-bagi sesuatu tanpa tuntutan atau syarat dan ketentuan khusus. Sekelas Telkomsel atau Indosat  dan Ruang Guru saja ketika membagikan gratisan resmi senilai 30 gb tetap ada syarat, ternyata tidak semua fitur ruang guru bisa dibuka. Padahal judulnya untuk membantu anak-anak Indonesia belajar di rumah. Apalagi ini situs yang tidak jelas. Rsanya teramat naif ketika kita harus menanggapi, bahkan sampai menyebarkannya.


Teuku Farhan, Direktur Eksekutif MIT (Masyarakat Informasi dan Teknologi), sudah  lama menuturkan bahayanya kita membuka penawaran gratisan tersebut. Dia menghimbau masyarakat pengguna gadget untuk tidak meng-klik link dalam pesan tersbut. Menurutnya kalau kita mengklik link tersebut, maka hp kita berpotensi disadap, dimasukan virus secara diam-diam, bahkan data akun dan riwayat penggunaan internet kita juga bisa ditelusuri. Efeknya akan terjadi pada jangka panjang. (https://aceh.tribunnews.com/, 9/7/2017).


Sudah saatnya kita sedikit melek literasi dan melek teknologi.  Jangan mudah terpancing dengan segala yang berbau gratisan. Kalau meminjam jargonnya Syahrini, yang namanya gratisan memang sesuatu banget. Mudah membuat kita ngiler, tapi mudah pula membuat kita tergelincir. Tips untuk mencegah kita agar tidak tergelincir dan mudah terayu dengan hal-hal gratisan yang bisa membahayakan, ya hati-hati dan tanamkan dalam diri, “Mana ada perusahaan mau rugi, orang berusaha itu pasti ingin untung, minimal tidak rugi”. Kalaupun dia ngasih gratisan pasti ada maunya atau ada maksud tertentu. Perusahaan itu lembaga ekonomi bukan lembaga sosial. Semoga bermanfaat. (EC)