Kamis, 23 April 2020

PENTINGNYA PAGUYUBAN ORANG TUA DI TENGAH WABAH COVID 19

Oleh : Sugiyanto, M.Pd.
(Disdik Kab. Muaro Jambi Prov. Jambi)

Saat ini dunia sedang dikejutkan dengan adanya wabah penyakit yang disebabkan oleh virus corona atau yang lebih dikenal dengan covid-19. Virus yang disinyalir berasal dari kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok ini dengan cepat menyebar di seluruh penjuru dunia. Ratusan ribu manusia terpapar virus ini dan bahkan puluhan ribu menjadi korban meninggal dunia.

Begitu cepatnya wabah virus covid-19 ini menyebar di seluruh dunia serta rumitnya penanganan wabah virus covid-19 menjadi masalah tersendiri bagi semua negara. Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona di Indonesia salah satunya dengan menerapkan physical distancing. Physical distancing bisa diterjemahkan dengan jaga jarak atau jaga jarak aman, dalam arti kita menjaga jarak fisik antara satu dengan yang lain dan diharuskan tinggal di rumah untuk membantu menghentikan penyebaran virus corona covid-19.

Kebijakan physical distancing ini berdampak kepada seluruh aspek kehidupan tak terkecuali bidang Pendidikan. Begitu pemerintah menerapkan kebijakan physical distancing maka dunia Pendidikan utamanya sekolah menerapkan belajar dirumah dan guru bekerja dari rumah. Cepatnya kebijakan di dunia Pendidikan ditambah dengan ketidaksiapan sekolah dalam melaksanakan kebijakan ini menambah permasalahan tersendiri disekolah. Keputusan pemerintah yang mendadak dengan meliburkan sekolah atau memindahkan proses pembelajaran menjadi dirumah membuat banyak sekolah kelimpungan. Keputusan yang mendadak ini membuat sekolah seolah kehilangan komunikasi dengan orang tua, karena pengumuman siswa belajar dirumah bertepatan dengan hari minggu, sehingga sekolah tidak sempat memberikan penjelasan yang benar kepada siswa dan orang tua.

Untuk itu diperlukan wadah kerjasama dan berkomunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa dalam kondisi apapun. Orang tua sebagai memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Di sekolah memang sudah ada Komite Sekolah yang biasanya beranggotakan orang tua siswa. Namun, sejauh ini biasanya komite Sekolah lebih banyak menjadi “kepanjangan sekolah” dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pendanaan dan tidak bertalian langsung dengan substansi pendidikan dan teknis pengajaran yang dilakukan oleh para guru.

Dalam menjembatani komunikasi antara pihak sekolah yang berkaitan  dengan masalah substansi Pendidikan dan Teknik pembelajaran diperlukan wadah forum atau paguyuban orang tua sebagai upaya melibatkan orang tua secara aktif dalam meningkatkan kualitas Pendidikan. Tujuan paguyuban, agar sesama orang tua siswa saling mengenal lebih dekat, menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas di antara orang tua siswa, sehingga ada kesempatan bagi mereka untuk berkomunikasi dan mendiskusikan banyak hal untuk perbaikan dan kemajuan sekolah. Dengan cara ini, pihak sekolah tidak merasa sendirian, tapi memiliki partner atau teman untuk bersama-sama saling memajukan sekolah.

Paguyuban orang tua siswa memiliki peran yang penting dalam menjembatani komunikasi antara sekolah dan orang tua dalam meningkatkan kualitas pembelajaran disekolah. Namun tidak semua sekolah memiliki dan memanfaatkan paguyuban orang tua siswa dalam membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Sekolah yang sudah memiliki paguyuban orang tua dengan perkembangan teknologi kemudian membentuk wadah komunikasi dengan membuat Grup Whatts Up (WA)dan sejenisnya, mulai grup sekolah dan bahkan sampai kepada Grup WA Orang tua di kelas. Dalam grup itulah komunikasi terjalin dengan menekankan kebersamaan antara orang tua dan sekolah. Guru dan wali kelas dapat memberikan informasi terkait perkembangan pendidikan siswa di kelasnya melalui wali kelas. Dengan adanya grup WA seperti ini biasanya komunikasi lebih hangat dan rasa kekeluargaan lebih ditekankan. Bagi sekolah yang sudah membangun komunikasi yang sedemikian maka disaat anak belajar dirumah saat wabah virus corona covid-19 tidak menjadi masalah.

Melalui wadah paguyuban orang tua ini informasi dari guru di sekolah akan dengan mudah tersampaikan kepada orang tua di rumah. Dengan dibantu teknologi sekolah lebih mudah mengadakan komunikasi dengan orang tua dan siswa dalam keadaan dan situasi seperti apapun.

Manfaat paguyuban orang tua di sekolah adalah :
Dapat menjalin komunikasi lebih dekat dengan orang tua
Menjadi wadah bagi orang tua untuk memajukan Pendidikan bagi anak
Sarana untuk memperoleh informasi penting seputar anak
Menjadi media untuk menyampaikan permasalahan anak kepada guru maupun kepada orang tua.
Menjadi media bagi orang tua yang berkecukupan untuk ikut membantu berperan dalam melengkapi fasilitas di kelas atau sekolah.

Namun kenyataan banyak sekolah yang kurang atau bahkan tidak memiliki wadah paguyuban orang tua. Sekolah yang demikian pasti akan kesulitan dalam memberikan informasi dari sekolah kepada orang tua dalam situasi siswa belajar di rumah disaat wabah Corona Covid 19 seperti sekarang ini. Bagi sekolah yang belum memberdayakan paguyuban orang tua disaat siswa belajar dirumah akibat virus corona covid-19 seperti sekarang pasti akan menerima kesulitan. Hal ini disebabkan karena sekolah tidak memiliki sarana informasi yang cepat agar cepat sampai kepada orang tua.
Semoga wabah corona covid 19 ini segera berakhir, selalu ada hikmah disetiap peristiwa. Semoga keadaan segera membaik dan normal seperti sediakala dan insan pendidikan segera bisa bangkit dalam mengejar ketertinggalan selama belajar dan bekerja dirumah sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Tetap semangat, bekerja dan belajar dari rumah, jangan lupa selalu mencuci tangan dan menggunakan masker setiap keluar dari rumah untuk memutus rantai penyebaran covid 19. Terima kasih.