Jumat, 24 April 2020

PERAN GURU YANG DIRINDU

Oleh ANIFA YULIA, S. Pd
Guru SMPN 2 Bukittinggi

Pada awal tahun 2020 ini, dunia dikejutkan oleh mewabahnya Virus Corona, yang berasal dari Wuhan , ibu kota propinsi Hubei di Cina. Dalam waktu yang singkat wabah virus Corona telah merambah ke berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Pandemi virus Corona  mempengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk pendidikan. Karena itu pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dibidang pendidikan terkait pencegahan penularan virus corona

Sejalan dengan imbauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) terkait penetapan Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia, maka Kepala Daerah baik di tingkat Propinsi dan Kabupaten kota, mulai mengambil langkah pencegahan penularan wabah virus corona. Kebijakan pertama diawali dengan dikeluarkannya edaran belajar di rumah bagi siswa dari tingkat TK, Pendidikan Dasar ( SD, Madrasah), Sekolah Menengah ( SMP, Mts , SMA,SMK, MA ) termasuk Pondok Pesantren , Bimbel dan sejenisnya pada tanggal 16 Maret 2020 .

Sejak dikeluarkannya edaran tersebut maka kegiatan Belajar Mengajar secara tatap muka di sekolah ditiadakan dan siswa belajar di rumah. Beruntung kemajuan tehnologi Internet membuat kegiatan pembelajaran di rumah terbantu   melalui moda  daring                ( dalam jaringan ) atau online, yang dilakukan oleh guru – guru dengan siswanya terutama melalui wa grup orang tua maupun kelas, secara langsung dengan google classroom dan lain sebagainya. Ditambah lagi dengan banyaknya aplikasi Bimbel OnLine seperti ruang guru, Rumah Belajar, Zenius dan lain – lain yang dapat diakses dengan mudah.

Dengan  diadakan pembelajaran di rumah mulai muncul berbagai kendala, seperti :
tidak semua siswa yang memiliki Hand Phone ( HP ), kalaupun ada punya orang tua atau saudaranya yang juga memerlukan, sehingga siswa harus menunggu dulu yang punya HP di rumah  bersama mereka. Kendala lain adalah jaringan yang terkadang terganggu dan kendala utama yaitu tiada uang untuk beli paket. Tidak semua orang tua mampu membeli paket untuk internet, apalagi ditengah kondisi ekonomi yang makin sulit diterpa dampak  pandemi ini.

Pembelajaran di rumah telah berjalan satu bulan lebih. Guru – guru  berusaha melaksanakan tugasnya melakukan pembelajaran dari rumah sesuai anjuran pemerintah. Berbagai cara dan metodepun telah dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran dari rumah, dengan memberikan tugas, Quis, pembelajaran online dan sebagainya.

Namun ternyata sebagian besar siswa mengeluhkan banyaknya tugas yang diberikan guru. Meski guru dalam memberikan tugas sudah mempertimbangkan banyaknya tugas, hanya saja karena dilakukan di rumah, siswa mengerjakan secara santai bahkan banyak yang tidak mengerjakan. Sehingga begitu ditagih guru, mereka menjadi merasa berat karena tugas sudah  menumpuk. Selain itu siswa juga mengeluhkan kurang mengerti dalam mengerjakan tugas karena belajar tampa langsung dibimbing oleh  guru. Padahal mereka bisa lihat buku, bertanya ke orang tua, saudara dan mencari dari internet. Ternyata siswa tetap lebih mengerti kalau mendapatkan ilmu langsung dari guru atau dengan bimbingan guru.

Terbukti bahwa secanggih apapun tehnologi , betapa banyak sumber belajar yang lain, peran seorang guru tetap dibutuhkan oleh siswa. Sebagaimana kita ketahui bahwa tugas guru bukan hanya sebagai seorang yang mentransfer ilmu tapi juga mendidik dan membimbing siswa. Peran inilah yang kurang didapatkan siswa selama pembelajaran di rumah. Mereka rindu nasehat guru dan juga penjelasan dari guru – guru mereka secara langsung. Selain itu juga mereka rindu dengan teman – teman karena selama di rumah mereka tidak bisa bertemu dan bersenda gurau dengan teman.

Moga saja wabah Virus ini segera berakhir, sehingga keadaan kembali normal sehingga siswa bisa belajar kembali seperti biasa di sekolah dengan bimbingan Guru yang mereka rindukan saat belajar di rumah.