Jumat, 10 April 2020

Peran Hebat Sang Ibu

Ratna Herdini
SMPN 4 Purwakarta

Tokoh-tokoh besar dunia dilahirkan oleh ibu yang hebat.  Contoh di antaranya Thomas Alfa Edison, sang penemu bola lampu, di masa kecil gurunya menyebutnya terlalu bodoh untuk belajar apa saja dan memulangkannya ke rumah karena sudah tidak mau lagi mengajarnya. Ibunya mengajar sendiri di rumah. Edison kecil pun banyak membaca buku-buku dan melakukan percobaan ilmiah sendiri.

Begitu juga dengan Imam Bukhari yang semasa kecil mengalami kebutaan tidak lama setelah lahir. Ibunya  senantiasa berusaha dan berdoa untuk kesembuhannya.  Akhirnya dengan izin Allah beliau sembuh total menjelang usia 10 tahun. Beliau hafal hadits di luar kepala 100.000 haditd shahih dan 200.000 hadits tidak shahih.

Hal tersebut di atas hanya sebagian contoh betapa besar peran seorang ibu dalam membesarkan buah hatinya dalam keadaan apapun. Sebagai orang tua, terutama ibu selalu sayang kepada buah hatinya. Beliau akan sakit bila orang lain menghina atau mencemooh buah hatinya dan akan berusaha untuk menjadikan anaknya bermanfaat bagi dirinya, orang lain, agama dan negara melalui didikannya. Ini karena seorang ibu adalah pendidik pertama sebelum si kecil bersekolah di lembaga pendidikan. Peran besar lainnya, yaitu ibu dapat  membentuk watak, karakter dan pengetahuan seseorang.

Bagaimana dengan keadaan sekarang ini? Dengan banyaknya ibu berperan ganda di masa sekarang selain menjadi ibu rumah tangga juga sibuk membantu suami mencari nafkah. Ini membuat waktu menjadi sempit dengan kebersamaan dengan buah hatinya, padahal peranan ibu sangatlah penting bagi buah hatinya terutama dalam mendidiknya. Hal ini menjadi dilema, di sisi lain ingin membantu suami menambah penghasilan di lain pihak ingin membesarkannya dengan sepenuhnya. Meski ajaran Islam sangat menganjurkan perempuan untuk menjaga keluarga dan rumah tangganya, namun hal tersebut tidak menghalanginya untuk berperan aktif dalam membangun dan memberdayakan masyarakat bersama-sama dengan lelaki dalam kehidupan nyata tanpa melalaikan tugas dan menjaga rumah tangga. Al-qur’an dalam banyak ayat menegaskan bahwa kewajiban bekerja berlaku bagi manusia laki-laki dan perempuan. “ Jika kamu selesai shalat , segeralah bertebaran di muka bumi untuk mencari anugrah Allah dan sering-seringlah mengingat allah supaya kamu beruntung”. ( QS. Al jumu’ah; 10). Tuhan sama sekali tidak membedakan antara keduanya.

Zaman selalu berubah, begitupun tata kehidupan berubah. Ibu pun harus  mengikuti zaman tanpa mengabaikan buah hatinya. Bagaimanapun ibu harus meningkatkan kemampuannya baik pengetahuan maupun agama dalam mendidik putra putrinya. Ibu merupakan status, ada peran-peran yang harus dijalankan seorang ibu,di antaranya:

1.Peran ibu sebagai pendidik utama
Peran ibu sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya dan pembangun sejati sebuah masyarakat kecil yang bernama keluarga. Peran ganda ibu yang berkarir, jangan sampai mengabaikan peran sebagai pendidik karena hal tersebut merupakan hal yang wajib. Kata kuncinya pendidikan yang utama di keluarga adalah ibu, karena  guru dari semua guru yang utama pengaruhnya menjangkau seluruh dunia. Membesarkan putra-putrinya dengan kasih sayang dan kelembutan serta mendidiknya dengan baik. Wawasan dan pengetahuan yang luas sangat diperlukan untuk mendidiknya.  Abdullah bin Abbas  Ra. Menyampaikan bahwa Rasulullah saw. Berkata,  “Sayangilah anak-anakmu  dan berilah mereka pendidikkan yang pantas “. ( HR. Ibnu Majah )

Pendidikan di sini tidak hanya pengetahuan saja, tetapi pendidikan agama yang membuat generasi yang akan datang mempunyai akhlak yang mulia dan berkualitas. Selain itu jangan lupa selalu mendoakan bagi putra-putrinya karena doa seorang ibu adalah doa yang mustajab. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga do’a mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu do’a orang yang teraniaya, do’a musafir, dan do,a orang tua untuk anaknya” (HR. Tirmidzi, dll. Dinilai hasan oleh al-Albani). Sehingga anak-anak diharapkan menjadi harapan bangsa, dunia dan akhirat.

2.Peran sebagai Pendamping
Ummul Mukminin, Khadijah binti Khuwailid ra., merupakan teladan paling utama bagi kaum wanita dalam hal mendampingi suami dengan baik.Peran ibu sebagai pendamping sangat penting karena ibu dan ayah bekerjasama dalam membangun keluarga yang akan memperkokoh fondasi dalam keluarga. Jika seorang ibu tidak dapat menjalakan peran sebagai pendamping yang baik, maka akan berpengaruh terhadap ayah yang menyebabkan seorang ayah tidak menjalan perannya dengan baik pula dan akhirnya berpengaruh pula pada anaknya.

3   Tiang Negara
Rasulullah SAW bersabda, “Wanita adalah tiang negara. Jika baik wanitanya, maka baik pula negaranya. Jika jelek wanitanya, maka jelek pula negaranya.” Wanita yang  menjalankan perannya sebagai pendidik utama dan pendamping hidup yang baik, akan menghasilkan generasi muda harapan bangsa. Ia telah menjalankan perannya sebagai tiang negara.  Ketika wanita gagal dalam menjalankan perannya sebagai pendidik utama, maka yang dihasilkan bukanlah generasi muda harapan bangsa, tetapi generasi “preman” yang suka tawuran, narkoba dan pergaulan bebas. Apa jadinya masa depan bangsa ini jika tongkat estafet kepemimpinan beralih kepada generasi semacam itu?Begitu juga wanita sebagai pendamping yang baik akan medorong suami yang handal dan bersama-sama menjadikan keluarga hebat pula.

Dengan demikian seorang ibu dituntut perannya dalam mendidik anak-anaknya untuk membentuk karakter dan berakhlak mulia,dan menjadi pendamping yang handal bagi suaminya. Melakukan tidak semudah apa yang di ucapkan tetapi lakukanlah seperti air mengalir. Dengan niat yang tulus Inshaallah Allah meridai.