Selasa, 07 April 2020

SIAPAKAH AKU DI ERA COVID-19?


Oleh Enang Cuhendi

Pagi tadi ada seorang sahabat mengirimkan satu gambar terkait Covid-19. Gambar yang sama juga pernah diunggah Kang Emil atau Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, di Istagramnya pada 7 April 2020. Judulnya cukup menarik, “Siapakah Aku di Era Covid-19”? Kenapa saya katakan menarik, karena dalam gambar tersebut dibuat rentang dalam bentuk kurva, dimana posisi status diri kita berada pada saat berkembangnya Covid-19. Masing-masing curva diberinama zona, mulai dari zona diri kita dalam posisi aman sampai posisi yang membahayakan.

Zona pertama disebut Zona Bertumbuh. Ini adalah zona paling aman. Ciri-ciri zona orang yang berada pada zona ini, adalah: senantiasa berterima kasih dan mengapresiasi orang lain, mampu menjaga emosi dan tetap bahagia serta menyebarkan optimisme, Mampu mencari cara untuk beradaptasi dengan perubahan, dan mampu mempraktekkan keheningan, kesabaran, menjalin relasi dan kreativitas. Orang yang berada pada zona ini juga mulai memikirkan  orang lain dan bagaimana membantunya, menggunakan bakat atau kemampuannya untuk membantu mereka yang membutuhkan, tidak pernah menyesali masa lalu dan optimis dengan masa depan, serta penuh kasih sayang pada diri dan orang lain. Kita berharap semoga bisa berada pada zona ini. Bagi mereka yang berada pada zona ini, datangnya pandemi Corona selalu disikapi secara positif. Pastinya keyakinan akan Kuasa Illahi menjadi pegangan kuat orang yang berada pada zona ini.

Zona selanjutnya disebut Zona Belajar. Pada zona ini orang pada dasarnya menyadari bahwa semua berusaha untuk melakukan yang terbaik, tidak pernah membagikan info yang tidak jelas kebenarannya, selalu menyadari sutasi dan berpikir positif untuk bertindak. Mereka yang masuk zona ini juga mulai menyadari kenyataan yang ada, berhenti membaca berita yang membuat cemas, stop belanja berlebihan dan mulai mengenal emosi diri sendiri. Orang yang masuk zona ini relatif lebih nyaman dan tidak akan terprovokasi dan memprovokasi terhadap situasi dan kondisi yang berkembang.  Di era Covid-19 orang yang masuk zona ini selalu belajar dan belajar untuk menjadi lebih baik dan berbuat lebih baik.

Zona terakhir adalah Zona Ketakutan. Inilah zona yang berbahaya. Pada zona ini orang cenderung mudah marah dan sering mengeluh dengan semua yang terjadi. Ia pun selalu langsung membagikan info apapun yang berkembang di medsos tanpa konfirmasi kebenarannya. Secara langsung maupun tidak langsung ia berusaha menyebarkan rasa takut dan marah terhadap keadaan yang berkembang. Aksi panic buying cenderung dilakukan, salah satunya dengan memborong masker, obat dan sembako secara berlebihan. Sebisa mungkin kita harus menghindar dari zona terakhir ini.

Dari ketiga zona tersebut  sebisa mungkin kita harus berada di zona pertama. Kalaupun tidak bisa di zona itu, usahakan jangan  masuk di Zona Ketakutan. Kuncinya hadapi semua ini dengan tenang dan syukur. Yakinkan diri bahwa semua ini terjadi kehendak Illahi dan pasti ada hikmah dibalik ini semua. Yakinkan pula bahwa Allah SWT atau Tuhan YME tidak akan memberikan cobaan melampaui kemampuan kita. Beribadah, bersyukur dan berpikir positiflah nisacaya hati kita tenang dan kita ada di zona satu. Semoga!

Cicalengka. 7 April 2020, 11:56


Yang berminat bisa menghubungi 081220699119 atau langsung ke penulis yang dikenal.
Harga Rp 65.000,00 belum ongkos kirim