Sabtu, 02 Mei 2020

Bercadar Bukan Karna Agama dan Bermasker Bukan Karna Asap.

oleh  SURYA IRA MAHAYANI, S.Pd.
SMP Negeri 4 Mandau  Duri- Riau.


Tak pernah terlintas dalam benak ku seperti ini biasanya kalau ditanya kepada anak murid saat belajar IPS musim ada berapa di Indonesia mereka menjawab tiga buk,  musim hujan, musim kemarau dan musim asap. Karena musim asap ini terjadi dua kali dalam setahun yang terjadi di kota tempat ku tinggal. Banyak  cadar yang di gunakan musim asap yang tidak biasanya digunakan orang dalam keseharianya secara  mendadak akibat ulah asap tersebut.

Tapi saat ini terulang kembali banyaknya orang menggunakan cadar bukan karena agama dan menggunakan masker bukan karena asap tapi karna adanya wabah Pandemi Covid-19 mulai terhitung  tanggal 16 Maret 2020 sesuai dengan Surat Edaran Pemerintah Daerah anak sekolah dan guru seta Staf Tata Usaha di Liburkan akibat adanya wabah Pendemi Covid -19 sampai tanggal 30 Maret 2020.

Dengan adanya wabah Covid -19 masyarakat diminta untuk memakai masker kemanapun pergi dan menjaga jarak kepada setiap orang minimal satu meter.  Minggu pertama telah berlalu semua orang di daerah dilarang keluar rumah keadaan mulai sepi tapi masih ada juga yang melakukan kegiatan di luar rumah seperti  pedagang  kaki lima yang mencari nafka untuk menghidupi keluarganya.

Gejala Virus Corona (COVID-19)
Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat.

Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketikatubuh bereaksi melawan virus Corona. Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa  yaitu: Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius), Batuk, Sesak napas.

Penyebab Virus Corona (COVID-19)
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.
Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, orang yang memiliki penyakit tertentu, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, perokok, dan ibu hamil.

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
Rapid test sebagai penyaring
Tes usap (swab) tenggorokan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR)
CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Pengobatan Virus Corona (COVID-19)
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:

Merujuk penderita COVID-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit rujukan
Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita

Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup

Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
Komplikasi Virus Corona (COVID-19)
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:
Pneumonia (infeksi paru-paru)
Infeksi sekunder pada organ lain
Gagal ginjal
Acute cardiac injury
Acute respiratory distress syndrome
Kematian

Pencegahan Virus Corona (COVID-19)
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.

Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.

Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.

Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.

Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.

Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasukkebersihan rumah.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.

Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.

Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.

Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.

Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke  tempat sampah.

Saya berharap semoga wabah ini cepat berakhir dan bisa berkumpul kembali melaksanakan aktifitas seperti biasanya, untuk anak didik ku ibu sudah kangen untuk berjumpa bertegursapa dan memberikan ilmu kepada anak didikku.  Jadikan ini pelajaran berharga buat kita semua untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan.