Minggu, 31 Mei 2020

CATATAN KECIL PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) DALAM KONDISI PANDEMI COVID 19


Oleh Dr. Syamsul Bahri, MM

(Ketua Wilayah Forum Komunikasi Guru IPS Nasional Sulawesi Selatan/

Guru SMP Negeri 3 Makassar)


    Pandemi Covid 19 telah memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi sendi-sendi kehidupan masyarakat dunia termasuk di negara Indonesia yang kita cintai ini. Paling tidak, ada 3 (tiga) sendi kehidupan masyarakat yang paling terdampak, dan sangat di rasakan oleh masyarakat, meliputi bidang kesehatan, ekomoni dan pendidikan. Dari tiga sendi kehidupan masyarakat tersebut, tentu saling berkaitan satu sama lain. Pada kesempatan ini, kami mencoba untuk mengulas tentang bagaimana dampak Covid 19 terhadap tatanan dan keberlangsungan dunia pendidikan kita, terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. 

    Seiring dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang terinveksi Covid 19 di negeri ini sejak awal maret 2020, menyebabkan pemerintah mengambil kebijakan tentang Stay at Home pada akhir maret 2020. Kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran dan menekan jumlah masyarakat yang terinveksi Covid 19. Tapi disisi lain, tentu kebijakan tersebut memberikan dampak dalam bidang pendidikan kita, terutama hubungannya dengan kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. 

    Kebijakan yang muncul secara tiba-tiba terkait dengan Stay at Home mengharuskan pihak sekolah terutama Kepala Sekolah & Guru untuk mencari formulasi-formulasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang tepat, dengan mempertimbangkan kondisi daerah dan latar belakang ekonomi keluarga peserta didik. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tentu membutuhkan tata kelola yang baik dari pihak sekolah. Tata kelola yang baik tentu, harus dibarengi dengan strategy yang baik pula. Menurut Fred R. David & Forest R. David (2015:4), menyatakan bahwa proses manajemen strategik (strategic management process), terdiri atas tiga tahap : formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi.

    Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan oleh pihak sekolah tentu harus dirancang dengan formulasi strategi yang baik, dengan terlebih dahulu menentukan kekuatan dan kelemahan internal yang dimiliki oleh pihak sekolah. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab kegiatan pembelajaran disekolah tentu harus mempersiapkan fasilatas pendukung yang dibutuhkan. Sumber kekuatan yang dimiliki oleh sekolah, sudah sangat mumpuni diantaranya : (1) sekolah memiliki tenaga pengajar (guru) yang sudah profesional dibidangnya yang ditandai dengan kepemilikan sertifikat pendidik oleh guru. Walaupun disisi lain, masih ada sebagian kecil guru yang masih perlu membekali diri terutama kemampuan dalam penguasaan IT; dan        (2) ketersedian anggaran yang cukup dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), telah siap menopang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

    Formulasi strategi yang dibuat oleh pihak sekolah tentu berbeda antara peserta didik yang memiliki latar belakang ekonomi  keluarga menengah keatas dengan peserta didik yang memiliki latar belakang ekonomi lemah (pra sejahtera), termasuk daerah yang tidak didukung oleh ketersediaan jaringan internat yang baik. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk peserta didik ekonomi menengah keatas, tentu bisa dilakukan dengan menggunakan pembelajaran secara online (virtual), sementara peserta didik yang masuk dalam kelompok ekonomi lemah dan atau kondisi daerah yang tidak didukung oleh ketersedian jaringan internet yang baik, tentu harus dilakukan dengan pembelajaran secara offline dengan menggunakan modul.

    Dengan adanya formulasi strategi yang dirancang oleh pihak sekolah, tentu harus dibarengi dengan implementasi strategi yang baik pula. Tenaga pendidik (guru) sebagai pihak yang bertanggung jawab secara teknis terkait dengan implementasi dari formulasi strategi tersebut, di tuntut untuk melakukan eksekusi kegiatan pembelajaran secara efektif, efisien dan berkualitas. Pembelajaran online (virtual) akan berjalan dengan baik, apabila guru mampu memilih saluran pembelajaran online (virtual) yang tepat, baik menggunakan WA, Google Class Room, Zoom Cloud Meetings, Cisco Webex Meetings atau aplikasi lainnya yang sesuai dengan kondisi peserta didik. Keterbatasan waktu dengan menggunakan aplikasi tertentu, harus dibarengi dengan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya, seperti guru menyiapkan vidio pembelajaran yang setiap saat bisa diakses atau dibuka oleh peserta didik. Sementara pembelajaran offline dengan menggunakan modul  yang diperuntukkan bagi peserta didik yang masuk dalam kelompok keluarga ekonomi lemah atau daerah yang tidak terjangkau oleh ketersediaan jaringan internet, tentu harus diawali dengan pembuatan modul pembelajaran oleh guru. Kemudian dilakukan penggandaan modul oleh pihak sekolah  berdasarkan jumlah siswa. Dari sisi perlakuan oleh guru terhadap peserta didik, tentu pembelajaran secara offline dengan menggunakan modul, dibutuhkan kerja ekstra dari guru dalam memberikan pelayanan pembelajaran. Pembelajaran secara offline dengan menggunakan modul, akan menuntut siswa untuk bisa lebih banyak belajar secara mandiri di rumah. Pemberian penguatan materi dan tagihan tugas yang telah diberikan oleh guru melalui modul, mengharuskan guru untuk melakukan kunjungan rumah, dan atau siswa datang ke sekolah dalam waktu-waktu tertentu untuk melakukan pengumpulan tugas dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

    Bagian akhir dari strategic management proces dalam Pembelajaran  Jarak Jauh (PJJ) adalah evaluasi strategi (strategy evaluation). Ada tiga hal yang menjadi fokus perhatian dalam melakukan evaluasi strategi dalam Pembelajaran  Jarak Jauh (PJJ), meliputi (1) meninjau ulang faktor internal pembelajaran, diantaranya perangkat pembelajaran dan kemapuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran; (2) pengukuran atas capaian kinerja guru dalam pembelajaran dan capaian kompetensi peserta didik; (3) menyiapkan/merancang langkah-langkah yang  tepat untuk perbaikan kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) Jarak Jauh di masa yang akan datang, agar bisa berjalan lebih  efektif, efisien dan berkualitas. 

    Penulis yakin bahwa setiap sekolah punya strategi tersendiri dalam mengelola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tetapi paling tidak semoga tulisan ini bisa menjadi bahan pembanding atas rancangan strategi yang akan dan atau telah dibuat oleh masing-masing sekolah. “Semoga pandemi Covid 19 ini cepat berakhir, sehingga kita sebagai guru, bisa beraktifitas kembali seperti biasa, bertemu dengan teman sejawat dan anak didik kita di dalam kelas, Aamiin.