Selasa, 05 Mei 2020

TIPS PEMBELAJARAN DARI MAS MENTERI (BELAJAR DARI COVID-19)

Triyanto
Guru SMP Negeri 1 Palembang

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan bagaimana menghadapi kondisi krisis akibat pandemi Covid-19. Melalui Youtube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, beliau menyampaikan Tips pembelajaran di rumah kepada para pengajar dan orang tua. Mas Menteri memberikan 7 (tujuh) Tips agar pembelajaran jarak jauh terlaksanan dengan efektif dan efisien.

Tips Pertama, hindari stres.
Mas Menteri mengawali tips pertamanya, jangan stres ini adalah masa adaptasi, pasti tidak mudah, penuh dengan kebingungan dan ketidakpastian, ini adalah normal. Jangan khawatir, yakini bahwa cara terbaik untuk belajar suatu hal baru adalah keluar dari zona nyaman. Guru diharapkan melakukan evaluasi dan selalu memperbaiki diri dengan mengembangkan kemampuan. Kemampuan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi terus dikembangkan dan mencoba mempelajari metode-metode pembelajaran (online) terbaik.

Tips kedua, membagi kelas menjadi kelompok yang lebih kecil.
Guru diharapkan untuk tidak takut bereksperimen dengan cara-cara baru. Kondisi seperti ini merupakan moment untuk berinovasi. Alumnus Harfard Business School, Amerika Serikat ini berpendapat, tidak semua murid memiliki level kompetensi yang sama.  Murid unggul pada satu bidang, belum tentu unggul pada bidang yang lainnya. Membagi kelompok kecil berdasarkan kompetensi yang sama. Setiap kelompok mempelajari topik yang menarik atau sulit bagi mereka. Guru membimbing mereka untuk menggali materi pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dan kompetensi dasarnya tercapai.

Tips ketiga, mencoba Project Based Learning.
Belajar di rumah memungkinkan guru memberikan group project assignment. Guru menciptakan tantangan, yang menuntut kelompok untuk berkolaborasi. Rancangan pembelajaran seperti ini  melatih tanggung jawab, empati, saling memotivasi serta menumbuhkembangkan semangat gotong royong pada kelompok. Project Based Learning juga bertujuan untuk mengembangkan semagngat kerja sama dan kreatifitas para siswa.


Tips keempat, alokasi lebih banyak waktu bagi yang tertinggal.
Prhatian guru lebih banyak diberikan kepada para murid yang tertinggal di kelas. Hal ini diharapkan agar mereka mampu mengejar ketertinggalannya. Para murid tersebut diharapkan akan lebih percaya diri pada saat bergabung di kelasnya nanti. Menteri yang juga pendiri Gojek tahun 2010 ini, mempertanyakan, mengapa semua guru dan pengajar harus membagi waktu secara rata. Anak memiliki kemampuan yang berbeda. Waktu yang diperlukan anak untuk mempelajari materi berbeda, ada yang cepat dan ada yang lambat. Anak yang mandiri tidak memerlukan waktu yang sama lamanya dibandingkan dengan anak yang memerlukan bantuan lebih untuk mencapai kompetensi.

Tips kelima, fokus pada yang terpenting.
Saatnya untuk menguatkan konsep-konsep fundamental yang mendasari kemampuan murid-murid. Kemampuan literasi, numerasi dan pendidikan karakter harus diperkuat. Kemampuan tersebut diharapkan dapat mengantarkan para murid sukses pada berbagai bidang pelajaran. 

Tips keenam, Sering “nyontek” antara guru.
Guru berkesempatan melakukan inovasi media atau metode belajar online. Pada kondisi seperti sekarang, literasi digital merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi pada pembelajaran online. Kolaborasi dengan guru-guru yang lebih mahir kemampuan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi harus ditingkatkan. Para guru jangan ragu-ragu meminta pertolongan dan meminta contoh best practise dari guru yang lebih kompeten. Guru ikut sebagai partisipan pada kelas virtual merupakan satu cara untuk mengembangkan kemampuan literasi digitalnya.

Tips ketujuh, have fun.
Menteri kelahiran Singapura, pada tanggal 4 Juli 1984 ini menutup tipsnya dengan menyatakan: “mengajar itu tidak mudah, tetapi siapa bilang harus membosankan? dan sama-sama saja.”   Guru sudah seharusnya mendengarkan instingnya sebagai guru dan orang tua. Apa yang diragukan tetapi dipercaya terbaik untuk para muridnya, sudah saatnya untuk dicoba. Guru sudah saatnya berani melakukan berbagai inovasi, agar pembelajarannya lebih efektif. Jika dalam pembelajaran para murid dibimbing untuk berani banyak bertanya dan mencoba, bagaimana dengan gurunya. Guru harus berani mencoba untuk banyak tanya, banyak mencoba dan banyak karya.

Mencermati Tips Pembelajaran dari Menteri peraih penghargaan Nikkei Prize ke-24 tahun 2019, muncul pertanyaan, seberapa efektif Tips Pembelajaran menurut beliau ini!. Para guru perlu mencoba, karena berani mencoba merupakan pintu meraih sukses. Guru yang sukses, bukan hanya mampu mentransfer ilmu kepada muridnya. Guru  sukses adalah guru yang mampu membelajarkan muridnya untuk mencapai tujuan dan kompetensi yang dibutuhkannya. 

Sumber: KEMENDIKBUD RI: https://www.youtube.com/watch?v=GS7k6eR1QIs