Minggu, 28 Juni 2020

Kelola Sampah Rumah Secara Sederhana

Oleh : Hanik Fauziyah, S.Pd

Guru SMPN 6 Probolinggo


Sering kita membaca tulisan “Buang sampah pada tempatnya” dan tempah sampahnya sudah di pilah pilah menurut jenis sampah. Tapi bagaimana dengan sampah rumah tangga? Apakah sudah ada pemilahan menurut jenis sampah?. Menurut Undang-undang tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga No 80 Tahun 2012 pengertian Sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam  rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Setiap sampah rumah tangga jumlahnya pun tergantung dari tingkat konsumsi tiap rumah dan semuanya berkaitan dengan pola ataupun gaya hidup masing masing keluarga.


“Mari Pilah Sampah dari rumah dan salurkan pada tempat yang tepat”, Sepintas memang mudah tapi terkadang sering diabaikan banyak rumah karena dianggap ruwet atau  masih awam untuk pilah sampah menurut jenisnya. Berikut penjelasan mengenai kategori jenis sampah berdasarkan sifatnya, yaitu:

  1. Sampah Organik adalah sampah yang dapat membusuk dan terurai sehingga bisa diolah menjadi kompos. Misalnya, sisa makanan, daun kering, sayuran, dan lain-lain.

  2. Sampah Anorganik adalah sampah yang sulit membusuk dan tidak dapat terurai. Namun, sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat. Misalnya botol plastik, kertas bekas, karton, kaleng bekas, dan lain-lain.


Setelah tahu penjelasan diatas, sangatlah mudah untuk memilah sampah menurut jenisnya. Kegiatan pilah sampah dari rumah merupakan hal yang sederhana tapi bermakna besar, antara lain: a) Lingkungan rumah menjadi bersih, b) Menjaga kesehatan di lingkungan sekitar rumah, c) Mengurangi tumpukan sampah di TPA, d) Memudahkan untuk proses daur ulang sampah, e) Dari proses daur ulang sampah dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. 


Marilah kita melakukan hal yang sederhana dari sampah yang ada di rumah, yaitu dengan:

  1. Pilah sampah organik dan sampah anorganik 

  • Pemilahan sampah organik dari rumah tangga sangatlah sederhana dan bisa di manfaatkan menjadi kompos dan pupuk cair. Jika pengelolaan sampah organik rumah tangga digunakan untuk kompos dan butuh waktu 3 bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sedangkan pupuk cair dari sampah rumah tangga sangatlah mudah.   

 


Dari gambar tersebut,  pupuk cair sangat mudah dibuat, dengan cara: Sampah dapur ditempatkan dalam ember yang diberi air dengan perbandingan 1:10 kemudian ditutup rapat, sesekali diaduk aduk, setelah 2 minggu  pengeraman maka pupuk cair sudah bisa digunakan. 

 

  • Pemilahan sampah anorganik dari rumah tangga bisa di daur ulang untuk barang yang bermanfaat, misalnya: botol plastik ataupun gelas air mineral  untuk pot tanaman, kertas bekas yang diolah dapat dijadikan pigura foto ataupun tempat tissue yang tentunya dibutuhkan kratifitas yang tinggi  


 

  1. Jalankan prinsip 5 R

Prinsip 5 R merupakan perpanjangan tangan dari pemisahan sampah anorganik yang didaur ulang, 5R terdiri dari:

  1. Reuse (penggunaan kembali) melalui tindakan dengan menggunakan wadah atau tempat untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lainnya, misal botol    bekas atau kaleng bekas, 

  2. Reduce (mengurangi) adalah memakai kembali atau mengusahakan agar barang-barang yang masih bisa dipakai, tetapi sudah tidak diinginkan lagi, dijual ke orang lain.  Arti reuse selain itu adalah memakai barang yang sudah tidak diperlukan lagi dengan fungsi yang lain. Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah. Contohnya melalui tindakan dengan mengurangi penggunaan tissue diganti dengan serbet atau sapu tangan yang dapat dipakai berulang-ulang.

  3. Recycle (daur ulang) melalui dengan tindakan mendaur ulang barang untuk menjadi barang baru yang dapat digunakan kembali dan layak fungsi, contoh botol bekas untuk wadah pot tanaman

  4. Replace (mengganti atau menghindari) melalui tindakan menghindari  barang yang  satu kali pakai dan mengganti dengan barang yang bisa dipakai berulang ulang, misal pada saat belanja membawa kantong sendiri sehingga efektif untuk mrngurangi sampah plastik.

  5. Repair (memperbaiki) melalui tindakan memperbaiki barang-barang yang rusak agar bisa digunakan lagi. 

  1. Membuat lubang resapan Biopori

Tidak perlu halaman yang luas untuk membuat resapan lubang biopori, hanya sekitar diameter 10 cm bermanfaat untuk resapan air dan juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga yang dapat diterapkan di rumah dengan lahan yang sempit.


Dalam penjelasan deskripsi, Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal kedalam tanah dan didalamnya terbentuk lubang-lubang kecil yang terbentuk karena aktivitas organisme. Lubang lubang itu akan terisi udara dan menjadi tempat serapan air di dalam tanah yang bisa memperlancar jalur air yang meresap. Dalam proses alami, biopori adalah tempat lewatan aktiftas fauna di tanah seperti akar yang akan membentuk lubang di dalam tanah.


Dari ketiga kegiatan sederhana mengelola sampah rumah tangga, tentunya sudah sangat membantu dalam meminimalisir permasalahan sampah yang tiap hari kian menumpuk. dan perlu kita ketahui bahwa memilah dan mengelola sampah dari rumah dengan sederhana merupakan bentuk tanggung jawab kita untuk menyelamatkan lingkungan dan  juga untuk membawa keberkahan bersama. Memang Sederhana Ketika Kelola Sampah Dari Rumah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 






INFORMASI BERKUALITAS DI MEDIA SOSIAL


Oleh Sudiadicita Panjaitan, S.Pd.
Guru SMPN 1 Pahae Julu  

Setiap individu tentunya sangat membutuhkan informasi. Informasi adalah data yang telah diolah, sehingga dapat memberi  sesuatu nilai atau arti bagi penerima. Dengan informasi yang diterima biasa dapat diambil kesimpulan atau tujuan informasi tersebut. Informasi yang diterima yang benar, penulis istilahkan dengan informasi yang berkualitas. Kualitas suatu informasi ditentukan oleh beberapa faktor berikut ini:
Keakuratan: informasi harus teruji kebenarannya, bebas dari kesalahan yang dapat menyesatkan.

Kesempurnaan: kesempuranan disini maksudnya adalah bahwa informasi harus disajikan secara lengkap. Tidak dikurangi atau ditambah – tambah, apalagi di ubah dengan tujuan tertentu.

Tepat waktu: informasi digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, sehingga penyajiannya harus tepat waktu. Jika terlambat, atau ketika keputusan telah diambil, maka informasi tersebut tidak akan berguna lagi.

Relevansi: informasi harus memiliki manfaat yang sesuai dengan yang dibutuhkan penggunanya. Sehingga informasi tersebut dapat diterima dan memberikan nilai manfaat yang tinggi.

Mudah dan murah: informasi yang sulit didapat dan memerlukan biaya yang mahal untuk mendapatkannya akan membuat orang yang membutuhkan informasi tersebut tidak lagi berminat untuk mendapatkannya. Orang akan mencari alternatif lain untuk memperoleh informasi subtitusinya.

Setelah kita menelaah faktor-faktor kualitas informasi diatas, tentu informasi yang diterima benar-benar berkualitas.  Namun kenyataan yang terjadi tidak semua informasi  yang diterima itu adalah informasi yang berkualitas. Maka untuk memastikan informasi itu berkualitas, harus dibaca, didengar, dilihat secara detail dari awal hingga akhir. Dalam arti tidak dapat sepotong atau sebagian karena akan mengakibatkan diambilnya kesimpulan yang berbeda (multitafsir). 

Di era Revolusi Industri 4.0 sekarang ini memiliki ciri perkembangan teknologi dan informasi yang sungguh cepat. Dimana pengunaan tenaga konvensional berubah menjadi tenaga industri  digital yang merubah tatanan sosial, politik dan ekonomi. Tentunya semua itu dilandasi penggunaan teknologi informasi yang berubah menjadi sangat fundamental dalam kehidupan saat ini. 

Salah satu transformasi didunia teknologi informasi adalah berkembangnya pengunaan media yang menghancurkan hambatan jarak dan waktu.  Media tersebut yaitu media daring atau sering disebut media sosial(sosial media) yang memberi fasilitas untuk berkomunikasi dan berkolabarasi secara online dalam jaringan, seperti : twitter, facebook, youtube, instagram, whatsapp, tiktok, line, reddit, pinterest, dll. Sebagai media yang menyampaikan informasi, maka bila masuk keperangkat tersebut akan dijumpai berbagai macam informasi yang beraneka ragam dari seluruh bentuk kehidupan sosial yang ada dimasyarakat.

Namun dari berbagai informasi yang ada dimedia tersebut, harus bijak untuk menelaahnya untuk mencari tahu, informasi tersebut apa berkualitas atau tidak. Berkualitasnya informasi yang didapatkan sangat perlu untuk mendapatkan kesimpulan yang berkualitas juga dari sebuah informasi yang didapatkan. Sebab bila informasi yang didapatkan tidak berkualitas maka yang timbul pasti kekecewaan, malu, dan nungkin dalam skala yang besar menjadi kegaduhan. Kesalahan yang sering terjadi dalam dalam menyimpulkan suatu informasi dalam media sosial disebabkan oleh beberapa penyebab, antara lain :
Tidak secara detail berita atau informasi ditelaah, sehingga membuat kesimpulan akan informasi itu dari informasi yang tidak utuh. Misalnya : di facebook ada informasi atau berita hanya membaca judul saja, isinya tidak dibaca seluruhnya. Tetapi sudah membuat kesimpulan dengan berkomentari panjang lebar, maka tentu membuat kegaduhan (bully).

Informasi yang disimpulkan tidak utuh, dalam arti hanya disimpulkan sebahagian saja, walaupun ada keseluruhan informasi disitu, untuk menarik kesimpulan sesuai yang diinginkannya.

Sumber beritanya tidak akurat. Mungkin informasi yang didapatkan sudah diedit atau tidak sesuai fakta. Sehingga bila informasi itu dipercayai akan berdampak negatif.

Informasinya sudah kadaluarsa. Sebenarnya informasi tersebut sudah lama, tetapi karena diupload sekarang, sebagian reciever mengira itu peristiwa terkini langsung diberi kesimpulan berbagai macam-macam pula.

Untuk itu supaya kita mendapatkan nilai dan manfaat dari informasi yang kita terima, alangkah baiknya kalau kita harus memastikan apakah informasi yang kita dapatkan itu berkualitas. Dalam wujudkan didapatnya informasi yang berkualitas sangat perlu dibudayakan membaca(literasi), melihat dan mencermati secara detail.
Kiranya tulisan ini menggugah hati kita untuk berlomba mendapatkan informasi yang berkualitas. Sehingga kita dapat mendapatkan manfaat informasi yang berkualitas pula.
Mari menjadi generasi yang berkualitas dalam informasi.
Salam Literasi





Selasa, 23 Juni 2020

MENJADI GURU PRODUKTIF DI MASA WFH

Oleh ANIFA YULIA, S.Pd.

Guru SMPN 2 Bukittinggi


Sudah hampir 6 bulan wabah virus corona melanda dunia, termasuk Indonesia. Selama itu pula anjuran sosial distancing dan bekerja dari rumah (Work From Home / WFH ) dilaksanakan. Sampai sekarang wabah ini belum menunjukkan tanda–tanda akan berakhir, sehingga masa WFH terus diperpanjang.


Masa WFH, merupakan kesempatan emas bagi para guru melakukan kegiatan produktif yang menunjang profesinya. Jika selama ini guru mengeluhkan tidak punya waktu dan kesempatan, maka masa WFH adalah waktu yang tepat. Banyak hal produktif  yang dapat dilakukan  guru dalam memanfaatkan waktu luangnya. Terutama dalam dalam rangka mempersiapkan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ( PKB ) yang sangat berguna untuk nilai  Daftar Usulan Penilaian Angka  Kredit (DUPAK) dan angka kredit untuk kenaikan pangkat. 


PKB merupakan usaha yang dilakukan guru secara sadar dalam meningkatkan kompetensinya, sehingga menjadi guru yang profesional. Guru yang profesional bukan hanya memiliki kinerja yang baik di bidangnya, tapi juga mampu melakukan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Sesuai dengan Permenpan RB Nomor 16 tahun 2009, yang masih digunakan sampai sekarang, ada 3 komponen PKB; 1) melaksanakan kegiatan pengembangan Diri, 2) Melaksanakan Publikasi Ilmiah,  3) Menciptakan Karya Inovatif


Pertama, Melaksanakan kegiatan pengembangan Diri. Komponen kegiatan pengembangan diri terdiri dari mengikuti pelatihan, seminar, lokakarya dan kegiatan kolektif guru lainnya yang sesuai dengan tugasnya. Jika selama ini guru kesulitan untuk dapat mengikuti pelatihan ataupun seminar karena jarang memperoleh kesempatan, maka sekarang banyak pihak yang melaksanakan pelatihan atau seminar secara secara online. Bahkan bertebaran di dunia maya. Banyak pelatihan ataupun seminar yang bisa diperoleh dengan cara berbayar ataupun gratis dan mendapatkan sertifikat pula. Tentunya bukan sekedar sertifikat yang kita harapkan, melainkan  ilmu yang diperoleh memang sangat bermanfaat, terlebih untuk meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di masa WFH  maupun setelah normal nantinya. Kesempatan ini akan berlalu begitu saja kalau gurunya sendiri tidak ikut aktif mencari informasi dan mengikuti pelatihan tersebut dengan baik. Selain itu yang diharapkan sekali adalah guru dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam praktek sehari – hari.


Kedua, Melaksanakan publikasi ilmiah. Publikasi ilmiah, identik dengan kegiatan menulis. Guru memang diharapkan untuk menulis. Guru bisa menulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK),  Best Practice, membuat artikel, membuat buku, bahan ajar, modul dan sebagainya. Yang sangat bermanfaat bagi guru dalam memperoleh angka kredit dan diharapkan juga bermanfaat bagi siswanya. Guru dapat mempersiapkan bahan ajar dan media yang menunjang kegiatan pembelajaran.  Banyak sekali pelatihan, ataupun Bimtek tentang cara menulis yang dapat diikuti, tentunya harus diiringi oleh kemauan yang kuat dan melakukan. Jika tidak semua itu tidak berarti apa apa.


Ketiga. Menciptakan karya inovatif. Masa WFH, merupakan kesempatan emas bagi guru untuk merenung, menemukan ide- ide cemerlang untuk membuat karya inovatif dalam pendidikan. Tentunya karya yang dihasilkan diharapkan dapat bermanfaat dalam pembelajaran atau jika memungkinkan bisa juga berguna bagi orang banyak. 


Masa WFH merupakan masa yang tepat bagi guru untuk terus belajar, menambah ilmu dan wawasan serta melakukan pengembangan diri. Tentunya diharapkan ilmu yang didapat selama masa WFH dapat diterapkan dengan baik dimasa pembelajaran di  rumah bagi siswa juga setelah tatap muka nantinya. 


Guru diharapkan tidak ada lagi kendala dengan perangkat pembelajaran, bahan ajar ataupun media, karena sudah memiliki waktu yang panjang mempersiapkannya.


Selain mengisi waktu dengan kegiatan yang mendukung kompetensinya, guru juga dapat mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat lainnya seperti menyalurkan hobi,  menjahit, memasak, berkebun, bertukang atau kegiatan bermanfaat lainnya. Yang penting guru jangan merasa kebingungan dimasa WFH ini. Dan menjadikan WFH bermanfaat, produktif dan tetap semangat menyambut masa normal nantinya.





Minggu, 21 Juni 2020

PEDOMAN TATANAN "NEW NORMAL" DI SEKOLAH

Oleh: SUPRIYANTO, M.Pd

Setelah pemerintah pusat mengisyaratkan akan diberlakukannya tatanan “New Normal” setelah selesainya masa pemberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), maka pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya telah melakukan sosialisasi protokol New Normal di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Menurut Dinas Pendidikan Kota Surabaya, aka nada tiga opsi penerapan New Normal di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, yaitu daring murni, 50% daring 50% tatap muka dan 100% tatap muka.


Untuk opsi pertama maka akan berjalan sebagaimana 3 bulan kemarin (Maret, April, Mei) dimana guru dan siswa belajar secara daring menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran online. Sedangkan untuk opsi kedua maka akan diatur jadwa separoh siswa masuk sekolah dan separoh siswa belajar secara daring secara bergantian. 


Teknisnya bisa diatur berdasarkan nomor absen, misalnya siswa dengan nomor absen ganjil masuk sekolah pada Hari Senin, Rabu dan Jum’at dan pada Hari Selasa dan Kamis belajar di rumah secara daring. sedangkan siswa dengan nomor absen genap masuk sekolah pada Hari Selasa dan Kamis dan belajar secara daring di rumah pada Hari Senin, Rabu dan Kamis. Karena untuk SMP berlaku 5 hari kerja, maka Hari Sabtu kegiatan belajar mengajar ditiadakan.


Untuk menjaga pemerataan giliran masuk sekolah dan belajar daring, maka pada pekan berikutnya jadwalnya bisa dibalik.  siswa dengan nomor absen genap masuk sekolah pada hari Senin, Rabu dan Jum’at dan pada Hari Selasa dan Kamis belajar di rumah secara daring. sedangkan siswa dengan nomor absen ganjil masuk sekolah pada Hari Selasa dan Kamis dan belajar secara daring di rumah pada Hari Senin, Rabu dan Kamis.


Sedangkan untuk opsi ketiga, maka sekolah harus benar-benar menunggu wlayah Kota Surabaya berubah menjadi zona hijau. Hal ini mengingat banyaknya jumlah siswa terutama di semua sekolah negeri sehingga tidak memungkinkan menampung semua siswa di kelas dengan pengaturan jarak meja kursi minimal 1 meter. 


Dinas Pendidikan Kota Surabaya meminta setiap sekolah menyusun protocol kesehatan untuk mengantisipasi pemberlakukan opsi kedua dan ketiga secara rinci sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Berikut ini penulis paparkan protocol kesehatan yang telah penulis susun untuk diterapkan di sekola penulis, khususnya dalam bentuk SOP Penggunaan Ruang. Sedangkan protocol kesehatan untuk personil kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, petugas kebersihan dan petugas keamanan telah penulis susun secara terpisah. Semoga bermanfaat untuk diterapkan dan disesuaikan dengam kondisi sekolah pembaca sekalian.



PEDOMAN TATANAN NORMAL BARU

SMP NEGERI 40 SURABAYA

S O P

( STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)

PENGGUNAAN RUANG


A. PINTU GERBANG

1.     Dua pintu gerbang dibuka penuh pada pukul 06.00 WIB

2. Pada masing-masing pintu gerbang dijaga dan dilayani oleh 1 satpam dan 4 personil guru piket.

3. Satpan mengatur kendaraan para pengantar agar arus lalu lintas lancar dan tidak terjadi kerumunan serta mengarahkan siswa memasuki pintu gerbang secara tertib dan tetap menjaga jarak minimal 1 meter dengan siswa yang lain.

4. Pada saat siswa berdatangan dalam jumlah banyak dan bersamaan, maka satpam mengarahkan para siswa untuk dipecah menjadi 2 antrian pada masing-masing pintu gerbang untuk memasuki area sekolah melalui 2 pintu gerbang yang telah dibuka penuh.

5. Pada masing-masing pintu gerbang ada pelayanan dari 2 personil guru piket yang memeriksa penggunaan masker dan 2 personil yang memeriksa suhu tubuh siswa dengan menggunakan thermogun.

6. Setelah siswa memasuki area sekolah langsung diarahkan untuk segera memasuki kelas masing-masing.

7. Setelah semua siswa dan guru serta karyawan sekolah memasuki area sekolah, maka pintu gerbang ditutup pada pukul 07.30 WIB.


B. RUANG KELAS

1. Semua pintu dan jendela kelas telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

2. Meja kursi siswa dan guru diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

3. Penyemprotan desinfektan pada semua area kelas dilakukan sepekan 2 kali yaitu pada Hari Sabtu dan Hari Rabu siang.

4. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik di setiap ruang, termasuk ruang kelas.

5. Di depan setiap ruang kelas disediakan hand sanitizer serta wastafel portable lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

6.  Protokol Pelaksanaan Pembelajaran Dalam Kelas 

  1. Sebelum mengajar guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

b.   Guru memastikan siswa duduk secara tertib di dalam kelas satu persatu sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter;

c. Guru meminta siswa untuk menghindari kontak fisik (bersalaman, cium tangan,        berpelukan, dan sebagainya); 

d.  Guru memastikan siswa tetap mengenakan masker dengan benar saat masuk ke        kelas hingga duduk di bangku masing-masing dan selama pembelajaran        berlangsung;

e. Guru mengabsen kehadiran siswa dengan memanggil nama siswa satu per satu,       siswa yang dipanggil menjawab sambil mengangkat tangan kanannya dengan sudut siku 90 derajat;

f.  Guru melakukan pengajaran seperti biasa dengan tetap menggunakan masker        selama mengajar; 

  1. Guru mengatur giliran 1 siswa setiap 10 menit untuk membuka masker dan bernafas biasa sebanyak 3 tarikan nafas untuk menghindari keracunan CO2;

h.  Bila ada siswa yang meminta ijin ke toilet, guru memberitahu siswa untuk cuci         tangan setelah dari toilet sebelum masuk kelas kembali. 

7.  Protokol Pengawasan Saat Istirahat 

  

  1. Siswa istirahat di dalam ruang kelas; 

  2. Siswa wajib membawa bekal makanan yang sehat dan sudah dimasak dari rumah;

  3. Guru mendampingi dan mengawasi siswa memakan bekal di dalam kelas, secara tertib; 

  4. Guru membantu siswa menyemprotkan Hand Sanitizer sebelum dan sesudah siswa makan atau cuci tangan;

  5. Guru menghimbau siswa untuk tidak berbagi makanan, minuman, peralatan makan/minum, masker, peralatan sekolah dan alat musik tiup yang akan berisiko terjadi penularan penyakit;

  6. Guru mengatur para siswa untuk meninggalkan kelas untuk cuci tangan secara satu per satu dengan tetap menjaga jarak minimal 1 meter saat beristirahat;

  7. Guru piket berkeliling lingkungan sekolah untuk memastikan bahwa siswa tidak keluar kelas selain cuci tangan dan ke toilet serta  tidak bergerombol yang berpotensi terjadinya sentuhan fisik; 

  8. Guru mengingatkan jarak antar siswa tetap minimal 1 meter dan tetap menggunakan masker selama  istirahat;

  9. Guru mengingatkan siswa untuk membetulkan pemakaian masker yang longgar,miring atau lepas;

  10. Guru memastikan tiap siswa untuk mencuci tangan di wastafel sebelum masuk kembali ke kelas atau menyemprotkan Hand Sanitizer berbasis alkohol.


8. Protokol Meninggalkan Kelas Saat Pulang Sekolah 

  

  1. Guru menutup sesi pembelajaran; 

  2. Guru mengingatkan siswa untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama perjalanan   pulang sekolah dan selama di rumah; 

  3. Guru memberikan pertanyaan mencongak agar siswa keluar kelas satu persatu 

  4. Guru mengarahkan siswa untuk langsung meninggalkan area sekolah ; 

  5. sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter selama berjalan menuju gerbang sekolah; 

  6. Setelah kelas kosong, guru menyemprotkan desinfektan ke bangku para siswa; 

  7. Guru mencuci tangan dan atau hand sanitizer setelah meninggalkan kelas. 


C. RUANG KEPALA SEKOLAH

  1. Meja kursi kepala sekolah dan kursi tamu diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


    1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 


    1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik di setiap ruang, termasuk ruang kepala sekolah.


    1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


    1. Sebelum memasuki ruang kepala sekolah, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.



D. RUANG GURU DAN RUANG WAKA/STAFF

1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

2. Meja kursi diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

3. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 2 kali yaitu pada Hari Sabtu dan Hari Rabu siang.

4. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik di setiap ruang, termasuk ruang guru dan waka/staff.

5. Di depan setiap ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

6. Sebelum memasuki ruang guru/waka/staff, guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

7.    Guru tidak diperkenankan memanggil siswa untuk ke ruang guru.

8. Guru tidak diperkenankan menerima tamu di ruang guru/waka/staff. Semua tamu diterima di ruang lobby.

9. Guru harus memastikan dan menjaga kebersihan ruang guru termasuk kerapian berkas dan dokumen masing-masing di meja kerjanya di ruang guru.


E. RUANG ADMINISTRASI (TU)

  1. Tempat duduk diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


  1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 


  1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik di setiap ruang, termasuk ruang TU.


  1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


  1. Sebelum memasuki ruang TU, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.


  1. Guru, siswa atau wali murid dan tamu yang menunggu layanan TU diarahkan untuk antri dan duduk di kursi tunggu yang telah disediakan di ruang TU dengan jarak pisah 1 meter.


F. RUANG PERPUSTAKAAN

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.


  1. Tempat duduk diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


  1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 


  1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu, bollpoint di buku daftar hadir, keyboard dan mouse komputer serta stop kontak listrik.


  1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


  1. Sebelum memasuki ruang perpustakaan, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.


  1. Guru dan siswa / pengunjung wajib mengisi buku daftar hadir


  1. Guru dan siswa / pengunjung yang mencari buku di rak koleksi serta membaca buku di ruang baca wajib menjaga jarak minimal 1 meter.


  1. Buku yang telah dibaca di ruang baca tapi tidak dipinjam ditaruh di meja/keranjang yang telah disediakan untuk kemudian dikembalikan ke rak koleksi sesuai dengan nomor koleksi oleh petugas perpustakaan.


  1. Guru dan siswa / pengunjung yang menunggu layanan peminjaman dan pengembalian  diarahkan untuk antri dan duduk di kursi tunggu yang telah disediakan di ruang perpustakaan dengan jarak pisah 1 meter.


G. RUANG BK

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.


  1. Tempat duduk guru BK dan tamu  dan atau siswa/wali murid diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


  1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 


  1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu, bollpoint di buku tamu, keyboard dan mouse komputer serta stop kontak listrik.


  1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


  1. Sebelum memasuki ruang BK, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.


H. RUANG UKS

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.


  1. Tempat duduk petugas dan pasien diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


  1. Ranjang  pasien diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


  1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 2 kali yaitu pada Hari Rabu dan Sabtu.


  1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, kotak obat, ranjang pasien, saklar lampu, bollpoint di buku tamu, keyboard dan mouse komputer serta stop kontak listrik.


  1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


  1. Sebelum memasuki ruang UKS, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.


I. RUANG KOPERASI SEKOLAH

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.


  1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 


  1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu, keyboard dan mouse komputer serta stop kontak listrik.


  1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


  1. Sebelum memasuki ruang koperasi sekolah, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.


  1. Guru dan siswa / pembeli wajib menjaga jarak minimal 1 meter.


  1. Guru dan siswa / pembeli yang menunggu layanan petugas koperasi dan kasir  diarahkan untuk antri dengan jarak pisah 1 meter.


J. RUANG LAB KOMPUTER

  1. Tempat duduk diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

  2. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 

  3. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, keyboard dan mouse computer, saklar lampu dan stop kontak listrik.

  4. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

  5. Sebelum memasuki ruang labkom, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.

  6. Sebelum mengajar guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

  7. Guru memastikan siswa duduk secara tertib di dalam labkom satu persatu sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter;

  8. Guru meminta siswa untuk menghindari kontak fisik (bersalaman, cium tangan,        berpelukan, dan sebagainya); 

  9. Guru memastikan siswa tetap mengenakan masker dengan benar saat masuk ke        labkom hingga duduk di kursi masing-masing dan selama pembelajaran berlangsung;

  10. Guru mengabsen kehadiran siswa dengan memanggil nama siswa satu per satu, siswa yang dipanggil menjawab sambil mengangkat tangan kanannya dengan sudut siku 90 derajat;

  11. Guru melakukan pengajaran seperti biasa dengan tetap menggunakan masker selama mengajar; 

  12. Guru mengatur giliran 1 siswa setiap 10 menit untuk membuka masker dan bernafas biasa sebanyak 3 tarikan nafas untuk menghindari keracunan CO2;

  13. Bila ada siswa yang meminta ijin ke toilet, guru memberitahu siswa untuk cuci         tangan setelah dari toilet sebelum masuk labkom kembali. 

  14. Guru menutup sesi pembelajaran; 

  15. Guru memberikan kesempatan agar siswa keluar labkom satu persatu untuk menjaga jarak minimal 1 meter.

  16. Guru mengarahkan siswa untuk langsung kembali ke kelas ; 

  17. Setelah labkom kosong, guru menyemprotkan desinfektan ke perangkat computer yang telah digunakan para siswa; 

  18. Guru mencuci tangan dan atau hand sanitizer setelah meninggalkan labkom. 


K. RUANG LAB IPA

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

  2. Tempat duduk diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

  3. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 

  4. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, keyboard dan mouse komputer, saklar lampu dan stop kontak listrik.

  5. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

  6. Sebelum memasuki ruang laboratorium, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.

  7. Sebelum mengajar guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

  8. Guru memastikan siswa duduk secara tertib di dalam laboratorium satu persatu sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter;

  9. Guru meminta siswa untuk menghindari kontak fisik (bersalaman, cium tangan,        berpelukan, dan sebagainya); 

  10. Guru memastikan siswa tetap mengenakan masker dengan benar saat masuk ke        laboratorium hingga duduk di kursi masing-masing dan selama pembelajaran berlangsung;

  11. Guru mengabsen kehadiran siswa dengan memanggil nama siswa satu per satu, siswa yang dipanggil menjawab sambil mengangkat tangan kanannya dengan sudut siku 90 derajat;

  12. Guru menyiapkan semua peralatan laboratorium di masing-masing meja siswa atau di tempat yang telah ditentukan di dalam ruang laboratorium.

  13. Guru melakukan pengajaran seperti biasa dengan tetap menggunakan masker selama mengajar; 

  14. Guru mengatur giliran 1 siswa setiap 10 menit untuk membuka masker dan bernafas biasa sebanyak 3 tarikan nafas untuk menghindari keracunan CO2;

  15. Bila ada siswa yang meminta ijin ke toilet, guru memberitahu siswa untuk cuci         tangan setelah dari toilet sebelum masuk laboratorium kembali. 

  16. Guru menutup sesi pembelajaran; 

  17. Guru memberikan kesempatan agar siswa keluar laboratorium satu persatu untuk menjaga jarak minimal 1 meter.

  18. Guru mengarahkan siswa untuk langsung kembali ke kelas ; 

  19. Setelah laboratorium kosong, guru menyemprotkan desinfektan ke peralatan laboratorium yang telah digunakan para siswa; 

  20. Guru mencuci tangan dan atau hand sanitizer setelah meninggalkan laboratorium. 


L.RUANG LAB PRAKARYA

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

  2. Tempat duduk diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

  3. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 

  4. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, keyboard dan mouse komputer, saklar lampu dan stop kontak listrik.

  5. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

  6. Sebelum memasuki ruang laboratorium, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.

  7. Sebelum mengajar guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

  8. Guru memastikan siswa duduk secara tertib di dalam laboratorium satu persatu sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter;

  9. Guru meminta siswa untuk menghindari kontak fisik (bersalaman, cium tangan,        berpelukan, dan sebagainya); 

  10. Guru memastikan siswa tetap mengenakan masker dengan benar saat masuk ke        laboratorium hingga duduk di kursi masing-masing dan selama pembelajaran berlangsung;

  11. Guru mengabsen kehadiran siswa dengan memanggil nama siswa satu per satu, siswa yang dipanggil menjawab sambil mengangkat tangan kanannya dengan sudut siku 90 derajat;

  12. Guru menyiapkan semua peralatan laboratorium di masing-masing meja siswa atau di tempat yang telah ditentukan di dalam ruang laboratorium.

  13. Guru melakukan pengajaran seperti biasa dengan tetap menggunakan masker selama mengajar; 

  14. Jika ada praktik memasak maka guru mengatur sedemikian rupa peralatan dapur agar siswa tetap bisa memasak sambil menjaga jarak minimal 1 meter.

  15. Guru mengatur giliran 1 siswa setiap 10 menit untuk membuka masker dan bernafas biasa sebanyak 3 tarikan nafas untuk menghindari keracunan CO2;

  16. Bila ada siswa yang meminta ijin ke toilet, guru memberitahu siswa untuk cuci         tangan setelah dari toilet sebelum masuk laboratorium kembali. 

  17. Guru menutup sesi pembelajaran; 

  18. Guru memberikan kesempatan agar siswa keluar laboratorium satu persatu untuk menjaga jarak minimal 1 meter.

  19. Guru mengarahkan siswa untuk langsung kembali ke kelas ; 

  20. Setelah laboratorium kosong, guru menyemprotkan desinfektan ke peralatan laboratorium yang telah digunakan para siswa; 

  21. Guru mencuci tangan dan atau hand sanitizer setelah meninggalkan laboratorium. 


M. RUANG SUMBER/INKLUSI

1. Semua pintu dan jendela ruang sumber telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

2. Meja kursi siswa dan guru diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

3. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruang sumber dilakukan sepekan 2 kali yaitu pada Hari Sabtu dan Hari Rabu siang.

4. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik di setiap ruang, termasuk ruang sumber.

5. Di depan setiap ruang sumber disediakan hand sanitizer serta wastafel portable lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

6.  Protokol Pelaksanaan Pembelajaran Dalam Kelas 

a.     Sebelum mengajar guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

b.  Guru memastikan siswa duduk secara tertib di dalam ruang sumber satu persatu sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter;

c.     Guru meminta siswa untuk menghindari kontak fisik (bersalaman, cium tangan,        berpelukan, dan sebagainya); 

d.  Guru memastikan siswa tetap mengenakan masker dengan benar saat masuk ke        kelas hingga duduk di bangku masing-masing dan selama pembelajaran        berlangsung;

e.     Guru mengabsen kehadiran siswa dengan memanggil nama siswa satu per satu,       siswa yang dipanggil menjawab sambil mengangkat tangan kanannya dengan sudut siku 90 derajat;

f.  Guru melakukan pengajaran seperti biasa dengan tetap menggunakan masker        selama mengajar; 

  1. Guru mengatur giliran 1 siswa setiap 10 menit untuk membuka masker dan bernafas biasa sebanyak 3 tarikan nafas untuk menghindari keracunan CO2;

h.  Bila ada siswa yang meminta ijin ke toilet, guru memberitahu siswa untuk cuci         tangan setelah dari toilet sebelum masuk ruang sumber kembali. 

7.  Protokol Pengawasan Saat Istirahat 

  

  1. Siswa istirahat di dalam ruang sumber; 

  2. Siswa wajib membawa bekal makanan yang sehat dan sudah dimasak dari rumah;

  3. Guru mendampingi dan mengawasi siswa memakan bekal di dalam ruang sumber, secara tertib; 

  4. Guru membantu siswa menyemprotkan Hand Sanitizer sebelum dan sesudah siswa makan atau cuci tangan;

  5. Guru menghimbau siswa untuk tidak berbagi makanan, minuman, peralatan makan/minum, masker, peralatan sekolah dan alat musik tiup yang akan berisiko terjadi penularan penyakit;

  6. Guru mengatur para siswa untuk meninggalkan ruang sumber untuk cuci tangan secara satu per satu dengan tetap menjaga jarak minimal 1 meter saat beristirahat;

  7. Guru piket berkeliling lingkungan sekolah untuk memastikan bahwa siswa tidak keluar kelas selain cuci tangan dan ke toilet serta  tidak bergerombol yang berpotensi terjadinya sentuhan fisik; 

  8. Guru mengingatkan jarak antar siswa tetap minimal 1 meter dan tetap menggunakan masker selama  istirahat;

  9. Guru mengingatkan siswa untuk membetulkan pemakaian masker yang longgar,miring atau lepas;

  10. Guru memastikan tiap siswa untuk mencuci tangan di wastafel sebelum masuk kembali ke ruang sumber atau menyemprotkan Hand Sanitizer berbasis alkohol.


8. Protokol Meninggalkan Ruang Sumber Saat Pulang Sekolah 

  

  1. Guru menutup sesi pembelajaran; 

  2. Guru mengingatkan siswa untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama perjalanan   pulang sekolah dan selama di rumah; 

  3. Guru memberikan pertanyaan mencongak agar siswa keluar ruang sumber satu persatu 

  4. Guru mengarahkan siswa untuk langsung meninggalkan area sekolah ; 

  5. sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter selama berjalan menuju gerbang sekolah; 

  6. Setelah ruang sumber kosong, guru menyemprotkan desinfektan ke bangku para siswa; 

  7. Guru mencuci tangan dan atau hand sanitizer setelah meninggalkan ruang sumber. 


N. RUANG MUSHOLLA

  1. Semua pintu dan jendela ruang sumber telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

  2. Semua karpet musholla digulung dan jamaah salat diatas lantai atau membawa sajadah sendiri.

  3. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk lantai, handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik serta gagang microfon muadzin.

  4. Di depan musholla disediakan hand sanitizer serta wastafel portable lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet. 

  5. Sebelum memasuki musholla harus memastikan diri sudah memakai masker dan mencuci tangan;

  6. Formasi jamaah salat diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter dengan memberikan tanda dengan lakban di lantai.

  7. Guru piket sebanyak 4 personil mengatur jamaah yang keluar masuk musholla agar tetap tertib mematuhi protokol kesehatan ini.



O. TOILET

  1. Petugas kebersihan membersihkan dan mengosek toilet setiap hari.

  2. Sirkulasi udara dipastikan lancar dengan membuka dan membersikan jendela/ventilasi.

  3. Penyemprotan desinfektan pada semua area toilet dilakukan setiap hari.

  4. Di depan toilet disediakan hand sanitizer serta wastafel portable lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

  5. Siswa dan guru serta tamu wajib mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setelah keluar dari toilet.



Kepala SMP Negeri 40 Surabaya
Surabaya, 17 Juni 2020




Eko Widayani, S.Pd, M.Pd
Penata Tk. I
NIP. 19701001 200604 2 013