Sabtu, 06 Juni 2020

Globalisasi Dan Problematikanya


   
Oleh Sulistyowati 
   SMPN 1 Pujon – Kab.Malang 
                
Globalisasi merupakan suatu proses membuka diri atau juga masuk ke dalam pergaulan dunia. Globalisasi ini dalam pengertian sederhana bisa juga diartikan ialah sebagai proses mendunia. Globalisasi merupakan sebuah istilah yang mempunyai hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa serta juga antarmanusia di seluruh dunia. Dunia yang luas serta juga yang dihuni berbagai macam suku bangsa seolah-olah hanya dimiliki oleh hanya satu bangsa yakni bangsa dunia atau juga warga dunia. Dalam globalisasi ini, tidak ada batas-batas wilayah pada suatu negara. Drucker juga mengatakan bahwa pengertian globalisasi ialah  sebuah istilah menyeluruh untuk segala proses ekonomi global, penyebaran komunikasi global dengana secara instan, pertumbuhan perdagangan internasional yang cepat, serta juga pasar uang.


Di era globalisasi yang didukung perkembangan teknologi, alat transportasi dan ilmu pengetahuan seseorang di suatu wilayah dapat mengetahui segala jenis informasi yang tersebar di dunia luar dengan cepat dan mudah. Globalisasi dimaknai sebagai dunia satu atap atau dunia tanpa batas.
Dampak globalisasi menguntungkan, namun disisi lain merugikan. Semuanya tergantung bagaimana kita menyikapinya. Harus di ingat Globalisasi berbeda dengan istilah global warming atau pemanasan global.
Ada beberapa teori Globalisasi yang dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya adalah teori yang dikemukakan oleh Cochrane dan Pain yang menyatakan bahwa ada 3 pemeran utama penting dalam Globalisasi yaitu
Globalis, Para Tradisionalis dan Para Transformalis.

1. Teori Globalisasi Para Globalis
Para Globalis mengatakan bahwa dengan adanya Globalisasi ini akan membawa konsekuensi secara langsung pada kehidupan di seluruh dunia bahwa nantinya akan ada serangan budaya homogen yang menyebar ke seluruh dunia.

2. Teori Globalisasi Para Tradisionalis
Teori ini menyatakan  orang-orang yang tidak menganggap bahwa globalisasi tengah terjadi, mereka menganggap bahwa proses yang saat ini terjadi adalah dampak dari perubahan yang sudah terjadi sejak zaman dulu.

3. Teori Globalisasi Para Transformalis
Adalah orang yang berada diantara globalis dan tradisionalis, yang menganggap bahwa benar Globalisasi sedang terjadi namun terlalu dilebih-lebihkan.

4. Teori Globalisasi Lain
Teori Globalisasi yang kedua disebutkan seorang ahli bernama George Ritzer yang mengatakan bahwa era Globalisasi ini ditandai dengan adanya perkembangan dalam bidang komunikasi seperti munculnya telepon dan televisi kemudian diakhiri dengan kesadaran masyarakat secara global mengenai hal tersebut. 

Tujuan Globalisasi
Tujuan dari globalisasi ini ialah menghilangkan perbedaan di antara manusia serta juga  menciptakan persamaan hak asasi manusia. Dalam artian bahwa, globalisasi tersebut dapat dirasakan atau juga dialami oleh siapa saja, baik itu orang tua, muda, atau bahkan jugaa anak-anak. Mereka itu memiliki hak yang sama untuk dapat mengalami globalisasi, terutama didalam merasakan keuntungan terhadap adanya globalisasi.

Ciri Ciri Globalisasi
Globalisasi mempunyai beberapa ciri, diantaranya:
1. Perubahan Dalam Konsep Jarak Ruang dan Waktu
Dengan dukungan teknologi berupa televisi, smartphone dan internet komunikasi dapat dilakukan secara cepat. informasi-informasi dari satu belahan dunia dapat langsung diketahui oleh seseorang dibelahan dunia lainnya.Kemajuan dalam bidang transportasi juga membuat jarak ratusan atau ribuan kilometer dapat ditempuh dengan waktu beberapa jam atau hari saja.

2. Adanya Saling Ketergantungan Dalam Bidang Ekonomi dan Perdagangan
Disebakan pertumbuhan perdaganan internasional dan juga dominasi organisasi semacam WTO atau world trade Organization yang menaungi perdagangan dunia dan lain sebagainya.

3. Adanya Peningkatan Interkasi Kultural
Melalui televisi dan media lainnya manusia dapat mendapat pengetahuan baru dan lebih mengenal keanekaragaman yang ada di dunia luar

4. Meningkatnya Masalah Bersama
di era globalisasi, masalah yang timbul dalam suatu negara dapat menjadi masalah yang menjadi perhatian bersama atau dunia internasional, seperti masalah ham, lingkungan hidup, kejahatan perang yang terjadi di suatu negara.

Faktor Pendorong Globalisasi
Faktor eksternal
Faktor eksternal munculnya globalisasi berasal dari luar negeri atau perkembangan dunia, yang diantara lain adalah:

1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Globalisasi tidak akan bisa lepas dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pesatnya ilmu dan teknologi, manusia dapat melakukan suatu penelitian sekaligus menciptakan fasilitas yang memudahkan kerja dan aktivitas sehari-hari.
Kemajuan ilmu dan teknologi menghasilkan alat-alat komunikasi dan transportasi yang serba canggih. Dapat mempermudah arus informasi dan transportasi secara cepat tanpa mengenal ruang dan waktu. 

2. Kesepakatan internasional tentang pasar bebas
Hadirnya perdagangan bebas merupakan hal-hal yang bisa menguatkan terjadinya globalisasi di dunia ini. Tentunya, fenomena ini bisa terjadi karena mayoritas negara-negara yang ada saat ini menerapkan sistem ekonomi terbuka, seperti setiap negara bisa bekerjasama dengan negara lainnya. Indonesia juga melakukan hal ini dengan negara lainnya. 

3. Keberhasilan perjuangan pro demokrasi/politik dunia
Keberhasilan perjuangan prodemokrasi di berbagai negara di dunia sedikit banyak memberi inspirasi munculnya tuntutan transparansi dan globalisasi di sebuah negara. Salah satu penyebab munculnya demokratisasi di berbagai belahan dunia adalah setelah runtuhnya Uni Soviet.

4. Meningkatnya fungsi dan peran lembaga-lembaga internasional
Lembaga internasional tersebut, seperti IMF, PBB, Palang Merah Dunia, ASEAN, WTO yang membuka peluang bagi setiap negara untuk duduk bersama membahas masalah-masalah negara maupun perkembangan internasional.

5. Perkembangan HAM di negara-negara belahan dunia
Perkembangan Hak Asasi Manusia (HAM) menuntut kepedulian masyarakat internasional untuk turut memengaruhi upaya perlindungan maupun penegakkan HAM. Indonesia  masih intens atas pelanggaran HAM di dalam negeri.

6. Kemudahaan dalam migrasi
Saat ini semakin banyak orang yang bermigrasi atau berpindah dari satu negara ke negara lain dengan berbagai macam tujuan misalnya saja untuk bekerja, menuntut ilmu, wisata, dan berbagai macam keperluan lainnya.
Hal ini yang membuat orang-orang yang ada dalam suatu daerah sudah terbiasa dengan orang-orang pendatang yang datang dari daerah lainnya misalnya Bali dengan turis-turis internasionalnya.

Faktor Internal
Faktor internal munculnya globalisasi berasal dari dalam negeri itu sendiri, antara lain seperti berikut:
1. Ketergantungan sebuah negara terhadap negara lain
Negara yang berkembang sangat membutuhkan barang-barang dan jasa dari negara negara maju untuk membangun negerinya. Demikian pula negara-negara maju perlu menjalin hubungan komunikasi dengan negara-negara lain guna mengekspor produk atau barang-barangnya.

2. Kebebasan pers atau media
Kebebasan pers atu media sangat berperan penting dalam era globalisasi. Sebab pers merupakan penghubung antara sebuah negara dengan masyarakatnya ataupun antara negara dengan negara lain

3. Berkembangnya transparansi dan demokrasi pemerintahan
Kesadaran para pemegang kekuasaan dengan paradigma baru untuk menjadi pemimpin yang bersih, berwibawa, adil dan transparan. Biasanya pemerintahan dengan manajemen yang cenderung otoriter yang tidak memberi jaminan pada rakyatnya untuk mengakses pemerintahan.
Hal ini mendorong perubahan menuju pemerintahan yang transparan yang memberi kebebasan dan jaminan bagi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat untuk melakukan pengawasan.

4. Berkembangnya cara berpikir dan semakin majunya pendidikan masyarakat
Hal ini menjadikan masyarakat semakin kritis terhadap berbagai informasi dan perkembangan dunia. Masyarakat semakin haus akan informasi, sehingga berbagai keadaan dunia mudah diketahui oleh masyarakat. 
Macam jenis Bidang Globalisasi
Globalisasi sudah menjadi kenyataan sehari-hari yang tidak bisa untuk dihindari. Prosesnya itu berlangsung sangat cepat serta juga kompleks, yang menjangkau segala aspek serta sudah atau telah meresap ke semua bidang kehidupan manusia, diantaranya sebagai berikut

Bidang ekonomi
Pada Bidang ekonomi itu ditandai dengan berlakunya pasar bebas, penjualan barang produk negara lain dengaan secara bebas di negara kita.

Bidang politik
Pada Bidang politik, itu ditandai dengan berkembangnya masyarakat yang demokratis, yakni  masyarakat yang ikut aktif dalaam menciptakan kehidupan bersama, menghormati nilai hak asasi manusia (HAM), dan juga menghargai hak serta kewajiban.

Bidang budaya
Pada Bidang budaya itu ditandai itu dengan semakin terasanya pengaruh budaya negeri asing yang menyentuh semua orang serta juga segala lapisan masyarakat, contohnya ialaah perubahan perilaku berpakaian serta juga cara berbicara akibat pengaruh film dan juga musik negara lain.

Bidang sosial
Pada Bidang sosial itu ditandai dengan lahirnya suatu kesadaran global bahwa manusia itu semakin merasa saling tergantung serta juga saling mcmbutuhkan.

Bidang Ekologi
Pada Bidang ekologi itu ditandai dengan semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan sumber daya alam, tetapi sekaligus juga  meningkatnya ancaman pada hancurnya ekosistem bumi disebabkan karena  eksploitasi alam yang dilakukan dengan secara berlebihan. 

Bidang Pendidikan 
Pendidikan masa kini sangat berbeda dengan pendidikan masa lalu, karena dengan adanya globalisasi dunia pendidikan masa kini membawa perubahan yang dirasakan baik dalam nilai positif mupun negatif. Nilai positif yang telah diterima oleh bidang pendidikan yaitu semakin mudahnya dalam mengakses informasi baik untuk guru maupun siswa. 

Pengaruh Globalisasi Bidang Sosial Budaya.
A.  Pengaruh Negatif Globalisasi Bidang Sosial Budaya.
Ada dua faktor pendukung munculnya globalisasi yaitu berkembang pesatnya teknologi komunikasi dan adanya integrasi ekonomi. Namun meski hanya 2 faktor pendukung. Dampak globalisasi merambat pada segala sekor yang ada dan pengaruh Globalisasi bidang Sosial Budaya yang paling dapat kita rasakan adalah “Masuknya Budaya Barat”.

Budaya Barat sangat bertentangan dengan Bangsa Asia khusunya Indonesia yang dianggap Budaya Timur. Di era Globalisasi ini, dengan mudahnya Budaya Barat masuk  melalui media internet, tv, ataupun media cetak yang kemudian diserap oleh banyak kaum muda. Hal ini saling berkesinambungan dengan pengaruh buruk lainnya dari globalisasi. Bagi Bangsa Asia, Masuknya Budaya Barat dapat menyebabkan:
1.  Cultur Shock
          Biasanya ditandai dengan perubahan budaya maupun kebiasaan dalam masyarakat. Norma masyarakat yang sebelumnya menjadi pedoman bagi seseorang bertindak perlahan-lahan berubah menjadi longgar.Misalnya kebiasaan memberikan salam dan mencium tangan pada orang tua sudah pudar di kalangan generasi muda. Pudarnya budaya atau kebiasaan pada masyarakat seperti memberikan salam dan mencium tangan pada orang tua sudah pudar di kalangan generasi muda sebagian besar disebabkan oleh masuknya budaya Barat. Memberi salam atau mencium tangan orang tua sudah tergantikan oleh “Cipika-Cipiki” yang diperkenalkan budaya Barat. Padahal ini tidak sesuai dengan Bangsa Timur yang lebih mengedepankan etika dalam bermasyarakat. Terlebih dalam Agama Islam “Cipika-Cipiki” dianggap dosa bila dengan lawan jenis.

2.  Sikap Meniru
a.  Meniru perilaku yang buruk
Banyak sekali adegan dalam film Barat yang tidak sepatutnya dicontoh oleh kaum muda. Misalnya perkelahian antarpelajar dan pelajar yag terintimidasi dalam sekolah.
b.  Meniru Idola
          Seseorang yang mengidolakan suatu tokoh, pasti ingin sama persis menjadi seperti idolanya, setidaknya dalam hal bergaya atau berpakaian. Kita ambil contoh, siapa yang tak kenal Lady Gaga? Ia adalah salah satu dari banyak contoh penyanyi papan atas dari luar negri yang banyak dikagumi. Tak sedikit kaum muda yang mengidolakannya dan mengikuti gaya serta penampilannya. Cara berpakaian yang tak lazim bahkan mungkin dapat dikatakan “gila” serta lirik lagunya yang “satanic”. Tapi semua itu seolah tak berarti, dan tetap diikuti.

3.  Style dari Bangsa Barat.
          Barat yang identik dengan liberalisme, sangat bebas dalam berpakaian. Dan karena trend pakaian dunia berkiblat pada bangsa Barat, maka style/cara berpakaian bangsa Barat pun perlahan masuk dalam budaya kita dan berpakaian sangat sexy dengan rok pendek sudah mejadi hal yang lumrah.

4.  Cultur lag (Kesenjangan Budaya)
              Cultur lag ditandai dengan kebiasaan anggota masyarakat melanggar aturan atau hukum. Hal yang tidak biasa dalam masyarakat kini telah menjadi lazim untuk dilakukan. Hal ini akibat kebebasan yang diajarkan budaya Barat sehingga dirasa terlalu bebas tanpa disertai tanggung jawab.

5.  Sekularisme/Sekulerisme
Merupakan Ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Dalam kajian keagamaan, masyarakat dunia barat pada umumnya di anggap sebagai sekular. Hal ini di karenakan kebebasan beragama yang hampir penuh tanpa sangsi legal atau sosial, dan juga karena kepercayaan umum bahwa agama tidak menentukan keputusan politis. Tentu saja, pandangan moral yang muncul dari tradisi kegamaan tetap penting di dalam sebagian dari negara-negara ini.

Selain Masuknya Budaya Barat yang menjadi akar dari semua dampak negatif Globalisasi bidang sosial budaya, ada unsur lain yang ikut berperan dalam hal ini yaitu “Kemajuan IPTEK”. Kemajuan IPTEK adalah dampak positif dari globalisasi dalam bidang teknologi, namun ini sedikit banyak membawa dampak negatif bidang Sosial Budaya yang diantaranya melahirkan gaya hidup yang:
1.  Mewah
          Suatu gaya hidup yang mengedepankan merk dari barang-barang yang dikonsumsinya. Segala sesuatunya haruslah mewah denga harga yang menakjubkan.

2.  Individualistis
          Dulu sosialisasi hanya dapat terjadi jika kita pergi keluar rumah, menyapa tetangga ataupun mengobrol. Namun dizaman modern ini, hanya dengan duduk dialam rumah dengan internet, bahkan kita bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang berada sangat jauh. Inilah akar dari individualistis yang tercipta karena tidak bersosialisasi secara langsung. 

3.  Pragmatisme
Pragmatisme adalah sikap yang menilai sesuatu dari untung ruginya bagi diri sendiri.  Padahal menolong tanpa pamrih adalah pelajaran dasar dalam bermasyarakat. Tapi semakin majunya jaman, menyebabkan lunturnya nilai-nilai gotong royong dan tolong-menolong. Individu lebih mengarahkan pada kegiatan yang menguntungkan saja.

4.  Matrealisme
          Suatu paham yang menilai segala sesuatunya dengan materi dan selalu berusaha memperkaya diri dengan materi berlebih. Gaya hidup seperti ini sepatutnya dihindari karena tidak semua barang dapat dinilai secara materi.

5.  Hedonisme
       Suatu pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Hedonisme terjadi karena adanya perubahan perilaku pada masyarakat yang hanya menghendaki kesenangan 

6.  Permisif
          Suatu paham yang membiarkan sesuatu hal yang dianggap tabu untuk diperlihatkan. Contoh dari pemahaman ini adalah Bangsa Barat yang mengajarkan untuk bertelanjang dada untuk pria bahkan sebagian wanita Barat yang ekstrem ikut bertelanjang dada. Sikap permisif tersebut berangsur-angsur mulai tumbuh dikalangan kaum pria. 

7.  Konsumerisme
Pengertian konsumerisme adalah paham terhadap gaya hidup yang menganggap barang-barang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan sebagainya. Dapat dikatakan pula konsumerisme adalah gaya hidup yang sifatnya tidak hemat.

8.  Sikap yang Serba Instant
Era Globalisasi membuat mudah segala sesuatunya. Ingin makan mie, cukup menyeduh mie instant. Serba instant yang hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Namun bukan berarti hal tersebut bagus. Sikap yang serba instant akan mengantarkan pada sifat yang tidak sabaran. 

9.  Malas & Lalai
Seiring berkembangnya zaman, masyarakat beralih dari penggunaan Radio menjadi TV atau bahkan Internet. Hiburan yang disajikan begitu mengasyikan dan seru hingga membuat kita menjadi lalai dan malas.Bukan hanya berpengaruh pada kelalaian mengerjakan tugas namun juga dapat menyebabkan lalai dalam beribadah bahkan cenderung malas.

B.  Pengaruh Positif Globalisasi Bidang Sosial Budaya.
          Banyak sekali pengaruh buruk akibat Globalisasi yang kita rasakan. Namun tentunya masih ada pengaruh positif Globalisasi Bidang Sosial Budaya yang dapat kita rasakan, atau mungkin bagi sebagian banyak orang sudah mengalaminya.
Meningkatkan pembelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya. 
Bagaimana Cara Kita Menyikapi Globalisasi  Dan Upaya Menghadapinya.

Akibat dari globalisasi  adalah memudarnya jati diri bangsa. Jati diri (human character) adalah suatu sifat, watak, rasa, akal, kehendak, semangat, roh kesadaran dan kekuatan yang terdapat dalam jiwa manusia sebagai hasil dari proses belajar tentang nilai-nilai budaya yang luas dan yang muncul dalam perilaku tindakan.

Hal yang sangat memprihatinkan rakyat Indonesia dewasa ini adalah munculnya kehidupan yang bersifat paradoks dan menjadi bagian dari krisis bangsa yang multidimensial. Kondisi yang paradoks itu antara lain berupa masuknya budaya sekuler kedalam kehidupan bangsa Indonesia yang religius dan spiritualis sehingga muncul gaya hidup modern yang materialistik, individualistik, liberalis, hedonis dan vulgar. 

Globalisasi yang terjadi memiliki dampak positif, namun juga memiliki dampak negatif yang sangatluar biasa. Menghindari dampak negatif adanya globalisasi, banyak upaya yang dapat kita lakukan sebagai bangsa Indonesia. 
Beberapa upaya bangsa Indonesia dalam menghadapi globalisasi yaitu :  
Bersikap lokal berpikir global.
Menumbuhkan sikap mencintai produk-produk dalam negeri.
Memfilter kebudayan asing berlandaskan pancasila, norma, dan adat istiadat yang berlaku.
Mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik mungkin.
Mengembangkan usaha-usaha mikro.
Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Peningkatan kemampuan akademik serta kesejahteraan tenaga kependidikan.

Menguatkan IMTAQ dan IPTEK 
Upaya sekolah dalam menghadapi globalisasi antara lain sebagai berikut.
Mengambil hal yang positif dari budaya luar dan meninggalkan hal yang negatif
Memiliki kepercayaan diri dan keberanian agar memiliki kekuatan dan keteguhan agar tidak mudah terombang-ambing oleh arus globalisasi komunikasi.

Menggunakan atau memakai produk-produk dari dalam negeri untuk menghindari budaya konsumtif.
Memperkuat iman dan taqwa untuk membentengi dari pengaruh negatif globalisasi bidang.

Meningkatkan ketrampilan hidup sebagai modal daya saing sekaligus daya tahan dalam menghadapi globalisasi.
Meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air.

Peningkatan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan & teknologi melalui pemerataan pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Peningkatan karakter bangsa dalam berperilaku sesuai dengan norma hukum, agama, kesopanan dan susila.l
Kita harus terus bersikap selektif dalam mengikuti perkembangan globalisasi. Ambilah sisi positif dari proses globalisasi.  Kenyataan menunjukan dengan globalisasi kehidupan banyak terbantukan, hidup lebih mudah serta tersedianya aneka keperluan hidup. 

Bangsa dan negara Indonesia akan menjadi  bangsa dan negara besar. Oleh karena itu harus memiliki identitas dan jati diri yang khas yang berbeda dengan bangsa dan negara lainnya.  Sehingga bangsa Indonesia akan memberikan sumbangan besar bagi peradaban umat manusia dikemudian hari.  Terpenting terus menguatkan persatuan dan kesatuan anak-anak bangsa, dalam bingkai perbedaan menuju keutuhan. Tetap Jaya Indonesiaku, Bersama kita kuat. 





                                           DAFTAR PUSTAKA 
Dirjen GTK. 2018. Pedoman Umum Program PKB. Jakarta: Kemendikbud
Iwan dkk, 2018. IPS Kelas IX. Jakarta: Kemendikbud
Iwan Kurnia. 2007. IPS Terpadu 3. Jakarta:Ghalia Indonesia Printing 
 http://bse.kemdikbud.go.id/index.php/buku/
 https://www.academia.edu/
 http://www.kuliah.info/