Minggu, 28 Juni 2020

INFORMASI BERKUALITAS DI MEDIA SOSIAL


Oleh Sudiadicita Panjaitan, S.Pd.
Guru SMPN 1 Pahae Julu  

Setiap individu tentunya sangat membutuhkan informasi. Informasi adalah data yang telah diolah, sehingga dapat memberi  sesuatu nilai atau arti bagi penerima. Dengan informasi yang diterima biasa dapat diambil kesimpulan atau tujuan informasi tersebut. Informasi yang diterima yang benar, penulis istilahkan dengan informasi yang berkualitas. Kualitas suatu informasi ditentukan oleh beberapa faktor berikut ini:
Keakuratan: informasi harus teruji kebenarannya, bebas dari kesalahan yang dapat menyesatkan.

Kesempurnaan: kesempuranan disini maksudnya adalah bahwa informasi harus disajikan secara lengkap. Tidak dikurangi atau ditambah – tambah, apalagi di ubah dengan tujuan tertentu.

Tepat waktu: informasi digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, sehingga penyajiannya harus tepat waktu. Jika terlambat, atau ketika keputusan telah diambil, maka informasi tersebut tidak akan berguna lagi.

Relevansi: informasi harus memiliki manfaat yang sesuai dengan yang dibutuhkan penggunanya. Sehingga informasi tersebut dapat diterima dan memberikan nilai manfaat yang tinggi.

Mudah dan murah: informasi yang sulit didapat dan memerlukan biaya yang mahal untuk mendapatkannya akan membuat orang yang membutuhkan informasi tersebut tidak lagi berminat untuk mendapatkannya. Orang akan mencari alternatif lain untuk memperoleh informasi subtitusinya.

Setelah kita menelaah faktor-faktor kualitas informasi diatas, tentu informasi yang diterima benar-benar berkualitas.  Namun kenyataan yang terjadi tidak semua informasi  yang diterima itu adalah informasi yang berkualitas. Maka untuk memastikan informasi itu berkualitas, harus dibaca, didengar, dilihat secara detail dari awal hingga akhir. Dalam arti tidak dapat sepotong atau sebagian karena akan mengakibatkan diambilnya kesimpulan yang berbeda (multitafsir). 

Di era Revolusi Industri 4.0 sekarang ini memiliki ciri perkembangan teknologi dan informasi yang sungguh cepat. Dimana pengunaan tenaga konvensional berubah menjadi tenaga industri  digital yang merubah tatanan sosial, politik dan ekonomi. Tentunya semua itu dilandasi penggunaan teknologi informasi yang berubah menjadi sangat fundamental dalam kehidupan saat ini. 

Salah satu transformasi didunia teknologi informasi adalah berkembangnya pengunaan media yang menghancurkan hambatan jarak dan waktu.  Media tersebut yaitu media daring atau sering disebut media sosial(sosial media) yang memberi fasilitas untuk berkomunikasi dan berkolabarasi secara online dalam jaringan, seperti : twitter, facebook, youtube, instagram, whatsapp, tiktok, line, reddit, pinterest, dll. Sebagai media yang menyampaikan informasi, maka bila masuk keperangkat tersebut akan dijumpai berbagai macam informasi yang beraneka ragam dari seluruh bentuk kehidupan sosial yang ada dimasyarakat.

Namun dari berbagai informasi yang ada dimedia tersebut, harus bijak untuk menelaahnya untuk mencari tahu, informasi tersebut apa berkualitas atau tidak. Berkualitasnya informasi yang didapatkan sangat perlu untuk mendapatkan kesimpulan yang berkualitas juga dari sebuah informasi yang didapatkan. Sebab bila informasi yang didapatkan tidak berkualitas maka yang timbul pasti kekecewaan, malu, dan nungkin dalam skala yang besar menjadi kegaduhan. Kesalahan yang sering terjadi dalam dalam menyimpulkan suatu informasi dalam media sosial disebabkan oleh beberapa penyebab, antara lain :
Tidak secara detail berita atau informasi ditelaah, sehingga membuat kesimpulan akan informasi itu dari informasi yang tidak utuh. Misalnya : di facebook ada informasi atau berita hanya membaca judul saja, isinya tidak dibaca seluruhnya. Tetapi sudah membuat kesimpulan dengan berkomentari panjang lebar, maka tentu membuat kegaduhan (bully).

Informasi yang disimpulkan tidak utuh, dalam arti hanya disimpulkan sebahagian saja, walaupun ada keseluruhan informasi disitu, untuk menarik kesimpulan sesuai yang diinginkannya.

Sumber beritanya tidak akurat. Mungkin informasi yang didapatkan sudah diedit atau tidak sesuai fakta. Sehingga bila informasi itu dipercayai akan berdampak negatif.

Informasinya sudah kadaluarsa. Sebenarnya informasi tersebut sudah lama, tetapi karena diupload sekarang, sebagian reciever mengira itu peristiwa terkini langsung diberi kesimpulan berbagai macam-macam pula.

Untuk itu supaya kita mendapatkan nilai dan manfaat dari informasi yang kita terima, alangkah baiknya kalau kita harus memastikan apakah informasi yang kita dapatkan itu berkualitas. Dalam wujudkan didapatnya informasi yang berkualitas sangat perlu dibudayakan membaca(literasi), melihat dan mencermati secara detail.
Kiranya tulisan ini menggugah hati kita untuk berlomba mendapatkan informasi yang berkualitas. Sehingga kita dapat mendapatkan manfaat informasi yang berkualitas pula.
Mari menjadi generasi yang berkualitas dalam informasi.
Salam Literasi