Minggu, 28 Juni 2020

Kelola Sampah Rumah Secara Sederhana

Oleh : Hanik Fauziyah, S.Pd

Guru SMPN 6 Probolinggo


Sering kita membaca tulisan “Buang sampah pada tempatnya” dan tempah sampahnya sudah di pilah pilah menurut jenis sampah. Tapi bagaimana dengan sampah rumah tangga? Apakah sudah ada pemilahan menurut jenis sampah?. Menurut Undang-undang tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga No 80 Tahun 2012 pengertian Sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam  rumah tangga yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Setiap sampah rumah tangga jumlahnya pun tergantung dari tingkat konsumsi tiap rumah dan semuanya berkaitan dengan pola ataupun gaya hidup masing masing keluarga.


“Mari Pilah Sampah dari rumah dan salurkan pada tempat yang tepat”, Sepintas memang mudah tapi terkadang sering diabaikan banyak rumah karena dianggap ruwet atau  masih awam untuk pilah sampah menurut jenisnya. Berikut penjelasan mengenai kategori jenis sampah berdasarkan sifatnya, yaitu:

  1. Sampah Organik adalah sampah yang dapat membusuk dan terurai sehingga bisa diolah menjadi kompos. Misalnya, sisa makanan, daun kering, sayuran, dan lain-lain.

  2. Sampah Anorganik adalah sampah yang sulit membusuk dan tidak dapat terurai. Namun, sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat. Misalnya botol plastik, kertas bekas, karton, kaleng bekas, dan lain-lain.


Setelah tahu penjelasan diatas, sangatlah mudah untuk memilah sampah menurut jenisnya. Kegiatan pilah sampah dari rumah merupakan hal yang sederhana tapi bermakna besar, antara lain: a) Lingkungan rumah menjadi bersih, b) Menjaga kesehatan di lingkungan sekitar rumah, c) Mengurangi tumpukan sampah di TPA, d) Memudahkan untuk proses daur ulang sampah, e) Dari proses daur ulang sampah dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. 


Marilah kita melakukan hal yang sederhana dari sampah yang ada di rumah, yaitu dengan:

  1. Pilah sampah organik dan sampah anorganik 

  • Pemilahan sampah organik dari rumah tangga sangatlah sederhana dan bisa di manfaatkan menjadi kompos dan pupuk cair. Jika pengelolaan sampah organik rumah tangga digunakan untuk kompos dan butuh waktu 3 bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sedangkan pupuk cair dari sampah rumah tangga sangatlah mudah.   

 


Dari gambar tersebut,  pupuk cair sangat mudah dibuat, dengan cara: Sampah dapur ditempatkan dalam ember yang diberi air dengan perbandingan 1:10 kemudian ditutup rapat, sesekali diaduk aduk, setelah 2 minggu  pengeraman maka pupuk cair sudah bisa digunakan. 

 

  • Pemilahan sampah anorganik dari rumah tangga bisa di daur ulang untuk barang yang bermanfaat, misalnya: botol plastik ataupun gelas air mineral  untuk pot tanaman, kertas bekas yang diolah dapat dijadikan pigura foto ataupun tempat tissue yang tentunya dibutuhkan kratifitas yang tinggi  


 

  1. Jalankan prinsip 5 R

Prinsip 5 R merupakan perpanjangan tangan dari pemisahan sampah anorganik yang didaur ulang, 5R terdiri dari:

  1. Reuse (penggunaan kembali) melalui tindakan dengan menggunakan wadah atau tempat untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lainnya, misal botol    bekas atau kaleng bekas, 

  2. Reduce (mengurangi) adalah memakai kembali atau mengusahakan agar barang-barang yang masih bisa dipakai, tetapi sudah tidak diinginkan lagi, dijual ke orang lain.  Arti reuse selain itu adalah memakai barang yang sudah tidak diperlukan lagi dengan fungsi yang lain. Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah. Contohnya melalui tindakan dengan mengurangi penggunaan tissue diganti dengan serbet atau sapu tangan yang dapat dipakai berulang-ulang.

  3. Recycle (daur ulang) melalui dengan tindakan mendaur ulang barang untuk menjadi barang baru yang dapat digunakan kembali dan layak fungsi, contoh botol bekas untuk wadah pot tanaman

  4. Replace (mengganti atau menghindari) melalui tindakan menghindari  barang yang  satu kali pakai dan mengganti dengan barang yang bisa dipakai berulang ulang, misal pada saat belanja membawa kantong sendiri sehingga efektif untuk mrngurangi sampah plastik.

  5. Repair (memperbaiki) melalui tindakan memperbaiki barang-barang yang rusak agar bisa digunakan lagi. 

  1. Membuat lubang resapan Biopori

Tidak perlu halaman yang luas untuk membuat resapan lubang biopori, hanya sekitar diameter 10 cm bermanfaat untuk resapan air dan juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga yang dapat diterapkan di rumah dengan lahan yang sempit.


Dalam penjelasan deskripsi, Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal kedalam tanah dan didalamnya terbentuk lubang-lubang kecil yang terbentuk karena aktivitas organisme. Lubang lubang itu akan terisi udara dan menjadi tempat serapan air di dalam tanah yang bisa memperlancar jalur air yang meresap. Dalam proses alami, biopori adalah tempat lewatan aktiftas fauna di tanah seperti akar yang akan membentuk lubang di dalam tanah.


Dari ketiga kegiatan sederhana mengelola sampah rumah tangga, tentunya sudah sangat membantu dalam meminimalisir permasalahan sampah yang tiap hari kian menumpuk. dan perlu kita ketahui bahwa memilah dan mengelola sampah dari rumah dengan sederhana merupakan bentuk tanggung jawab kita untuk menyelamatkan lingkungan dan  juga untuk membawa keberkahan bersama. Memang Sederhana Ketika Kelola Sampah Dari Rumah.