Minggu, 21 Juni 2020

PEDOMAN TATANAN "NEW NORMAL" DI SEKOLAH

Oleh: SUPRIYANTO, M.Pd

Setelah pemerintah pusat mengisyaratkan akan diberlakukannya tatanan “New Normal” setelah selesainya masa pemberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), maka pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya telah melakukan sosialisasi protokol New Normal di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Menurut Dinas Pendidikan Kota Surabaya, aka nada tiga opsi penerapan New Normal di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, yaitu daring murni, 50% daring 50% tatap muka dan 100% tatap muka.


Untuk opsi pertama maka akan berjalan sebagaimana 3 bulan kemarin (Maret, April, Mei) dimana guru dan siswa belajar secara daring menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran online. Sedangkan untuk opsi kedua maka akan diatur jadwa separoh siswa masuk sekolah dan separoh siswa belajar secara daring secara bergantian. 


Teknisnya bisa diatur berdasarkan nomor absen, misalnya siswa dengan nomor absen ganjil masuk sekolah pada Hari Senin, Rabu dan Jum’at dan pada Hari Selasa dan Kamis belajar di rumah secara daring. sedangkan siswa dengan nomor absen genap masuk sekolah pada Hari Selasa dan Kamis dan belajar secara daring di rumah pada Hari Senin, Rabu dan Kamis. Karena untuk SMP berlaku 5 hari kerja, maka Hari Sabtu kegiatan belajar mengajar ditiadakan.


Untuk menjaga pemerataan giliran masuk sekolah dan belajar daring, maka pada pekan berikutnya jadwalnya bisa dibalik.  siswa dengan nomor absen genap masuk sekolah pada hari Senin, Rabu dan Jum’at dan pada Hari Selasa dan Kamis belajar di rumah secara daring. sedangkan siswa dengan nomor absen ganjil masuk sekolah pada Hari Selasa dan Kamis dan belajar secara daring di rumah pada Hari Senin, Rabu dan Kamis.


Sedangkan untuk opsi ketiga, maka sekolah harus benar-benar menunggu wlayah Kota Surabaya berubah menjadi zona hijau. Hal ini mengingat banyaknya jumlah siswa terutama di semua sekolah negeri sehingga tidak memungkinkan menampung semua siswa di kelas dengan pengaturan jarak meja kursi minimal 1 meter. 


Dinas Pendidikan Kota Surabaya meminta setiap sekolah menyusun protocol kesehatan untuk mengantisipasi pemberlakukan opsi kedua dan ketiga secara rinci sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Berikut ini penulis paparkan protocol kesehatan yang telah penulis susun untuk diterapkan di sekola penulis, khususnya dalam bentuk SOP Penggunaan Ruang. Sedangkan protocol kesehatan untuk personil kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, petugas kebersihan dan petugas keamanan telah penulis susun secara terpisah. Semoga bermanfaat untuk diterapkan dan disesuaikan dengam kondisi sekolah pembaca sekalian.



PEDOMAN TATANAN NORMAL BARU

SMP NEGERI 40 SURABAYA

S O P

( STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR)

PENGGUNAAN RUANG


A. PINTU GERBANG

1.     Dua pintu gerbang dibuka penuh pada pukul 06.00 WIB

2. Pada masing-masing pintu gerbang dijaga dan dilayani oleh 1 satpam dan 4 personil guru piket.

3. Satpan mengatur kendaraan para pengantar agar arus lalu lintas lancar dan tidak terjadi kerumunan serta mengarahkan siswa memasuki pintu gerbang secara tertib dan tetap menjaga jarak minimal 1 meter dengan siswa yang lain.

4. Pada saat siswa berdatangan dalam jumlah banyak dan bersamaan, maka satpam mengarahkan para siswa untuk dipecah menjadi 2 antrian pada masing-masing pintu gerbang untuk memasuki area sekolah melalui 2 pintu gerbang yang telah dibuka penuh.

5. Pada masing-masing pintu gerbang ada pelayanan dari 2 personil guru piket yang memeriksa penggunaan masker dan 2 personil yang memeriksa suhu tubuh siswa dengan menggunakan thermogun.

6. Setelah siswa memasuki area sekolah langsung diarahkan untuk segera memasuki kelas masing-masing.

7. Setelah semua siswa dan guru serta karyawan sekolah memasuki area sekolah, maka pintu gerbang ditutup pada pukul 07.30 WIB.


B. RUANG KELAS

1. Semua pintu dan jendela kelas telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

2. Meja kursi siswa dan guru diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

3. Penyemprotan desinfektan pada semua area kelas dilakukan sepekan 2 kali yaitu pada Hari Sabtu dan Hari Rabu siang.

4. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik di setiap ruang, termasuk ruang kelas.

5. Di depan setiap ruang kelas disediakan hand sanitizer serta wastafel portable lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

6.  Protokol Pelaksanaan Pembelajaran Dalam Kelas 

  1. Sebelum mengajar guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

b.   Guru memastikan siswa duduk secara tertib di dalam kelas satu persatu sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter;

c. Guru meminta siswa untuk menghindari kontak fisik (bersalaman, cium tangan,        berpelukan, dan sebagainya); 

d.  Guru memastikan siswa tetap mengenakan masker dengan benar saat masuk ke        kelas hingga duduk di bangku masing-masing dan selama pembelajaran        berlangsung;

e. Guru mengabsen kehadiran siswa dengan memanggil nama siswa satu per satu,       siswa yang dipanggil menjawab sambil mengangkat tangan kanannya dengan sudut siku 90 derajat;

f.  Guru melakukan pengajaran seperti biasa dengan tetap menggunakan masker        selama mengajar; 

  1. Guru mengatur giliran 1 siswa setiap 10 menit untuk membuka masker dan bernafas biasa sebanyak 3 tarikan nafas untuk menghindari keracunan CO2;

h.  Bila ada siswa yang meminta ijin ke toilet, guru memberitahu siswa untuk cuci         tangan setelah dari toilet sebelum masuk kelas kembali. 

7.  Protokol Pengawasan Saat Istirahat 

  

  1. Siswa istirahat di dalam ruang kelas; 

  2. Siswa wajib membawa bekal makanan yang sehat dan sudah dimasak dari rumah;

  3. Guru mendampingi dan mengawasi siswa memakan bekal di dalam kelas, secara tertib; 

  4. Guru membantu siswa menyemprotkan Hand Sanitizer sebelum dan sesudah siswa makan atau cuci tangan;

  5. Guru menghimbau siswa untuk tidak berbagi makanan, minuman, peralatan makan/minum, masker, peralatan sekolah dan alat musik tiup yang akan berisiko terjadi penularan penyakit;

  6. Guru mengatur para siswa untuk meninggalkan kelas untuk cuci tangan secara satu per satu dengan tetap menjaga jarak minimal 1 meter saat beristirahat;

  7. Guru piket berkeliling lingkungan sekolah untuk memastikan bahwa siswa tidak keluar kelas selain cuci tangan dan ke toilet serta  tidak bergerombol yang berpotensi terjadinya sentuhan fisik; 

  8. Guru mengingatkan jarak antar siswa tetap minimal 1 meter dan tetap menggunakan masker selama  istirahat;

  9. Guru mengingatkan siswa untuk membetulkan pemakaian masker yang longgar,miring atau lepas;

  10. Guru memastikan tiap siswa untuk mencuci tangan di wastafel sebelum masuk kembali ke kelas atau menyemprotkan Hand Sanitizer berbasis alkohol.


8. Protokol Meninggalkan Kelas Saat Pulang Sekolah 

  

  1. Guru menutup sesi pembelajaran; 

  2. Guru mengingatkan siswa untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama perjalanan   pulang sekolah dan selama di rumah; 

  3. Guru memberikan pertanyaan mencongak agar siswa keluar kelas satu persatu 

  4. Guru mengarahkan siswa untuk langsung meninggalkan area sekolah ; 

  5. sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter selama berjalan menuju gerbang sekolah; 

  6. Setelah kelas kosong, guru menyemprotkan desinfektan ke bangku para siswa; 

  7. Guru mencuci tangan dan atau hand sanitizer setelah meninggalkan kelas. 


C. RUANG KEPALA SEKOLAH

  1. Meja kursi kepala sekolah dan kursi tamu diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


    1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 


    1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik di setiap ruang, termasuk ruang kepala sekolah.


    1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


    1. Sebelum memasuki ruang kepala sekolah, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.



D. RUANG GURU DAN RUANG WAKA/STAFF

1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

2. Meja kursi diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

3. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 2 kali yaitu pada Hari Sabtu dan Hari Rabu siang.

4. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik di setiap ruang, termasuk ruang guru dan waka/staff.

5. Di depan setiap ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

6. Sebelum memasuki ruang guru/waka/staff, guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

7.    Guru tidak diperkenankan memanggil siswa untuk ke ruang guru.

8. Guru tidak diperkenankan menerima tamu di ruang guru/waka/staff. Semua tamu diterima di ruang lobby.

9. Guru harus memastikan dan menjaga kebersihan ruang guru termasuk kerapian berkas dan dokumen masing-masing di meja kerjanya di ruang guru.


E. RUANG ADMINISTRASI (TU)

  1. Tempat duduk diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


  1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 


  1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik di setiap ruang, termasuk ruang TU.


  1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


  1. Sebelum memasuki ruang TU, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.


  1. Guru, siswa atau wali murid dan tamu yang menunggu layanan TU diarahkan untuk antri dan duduk di kursi tunggu yang telah disediakan di ruang TU dengan jarak pisah 1 meter.


F. RUANG PERPUSTAKAAN

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.


  1. Tempat duduk diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


  1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 


  1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu, bollpoint di buku daftar hadir, keyboard dan mouse komputer serta stop kontak listrik.


  1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


  1. Sebelum memasuki ruang perpustakaan, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.


  1. Guru dan siswa / pengunjung wajib mengisi buku daftar hadir


  1. Guru dan siswa / pengunjung yang mencari buku di rak koleksi serta membaca buku di ruang baca wajib menjaga jarak minimal 1 meter.


  1. Buku yang telah dibaca di ruang baca tapi tidak dipinjam ditaruh di meja/keranjang yang telah disediakan untuk kemudian dikembalikan ke rak koleksi sesuai dengan nomor koleksi oleh petugas perpustakaan.


  1. Guru dan siswa / pengunjung yang menunggu layanan peminjaman dan pengembalian  diarahkan untuk antri dan duduk di kursi tunggu yang telah disediakan di ruang perpustakaan dengan jarak pisah 1 meter.


G. RUANG BK

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.


  1. Tempat duduk guru BK dan tamu  dan atau siswa/wali murid diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


  1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 


  1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu, bollpoint di buku tamu, keyboard dan mouse komputer serta stop kontak listrik.


  1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


  1. Sebelum memasuki ruang BK, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.


H. RUANG UKS

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.


  1. Tempat duduk petugas dan pasien diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


  1. Ranjang  pasien diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.


  1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 2 kali yaitu pada Hari Rabu dan Sabtu.


  1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, kotak obat, ranjang pasien, saklar lampu, bollpoint di buku tamu, keyboard dan mouse komputer serta stop kontak listrik.


  1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


  1. Sebelum memasuki ruang UKS, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.


I. RUANG KOPERASI SEKOLAH

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.


  1. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 


  1. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu, keyboard dan mouse komputer serta stop kontak listrik.


  1. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.


  1. Sebelum memasuki ruang koperasi sekolah, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.


  1. Guru dan siswa / pembeli wajib menjaga jarak minimal 1 meter.


  1. Guru dan siswa / pembeli yang menunggu layanan petugas koperasi dan kasir  diarahkan untuk antri dengan jarak pisah 1 meter.


J. RUANG LAB KOMPUTER

  1. Tempat duduk diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

  2. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 

  3. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, keyboard dan mouse computer, saklar lampu dan stop kontak listrik.

  4. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

  5. Sebelum memasuki ruang labkom, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.

  6. Sebelum mengajar guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

  7. Guru memastikan siswa duduk secara tertib di dalam labkom satu persatu sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter;

  8. Guru meminta siswa untuk menghindari kontak fisik (bersalaman, cium tangan,        berpelukan, dan sebagainya); 

  9. Guru memastikan siswa tetap mengenakan masker dengan benar saat masuk ke        labkom hingga duduk di kursi masing-masing dan selama pembelajaran berlangsung;

  10. Guru mengabsen kehadiran siswa dengan memanggil nama siswa satu per satu, siswa yang dipanggil menjawab sambil mengangkat tangan kanannya dengan sudut siku 90 derajat;

  11. Guru melakukan pengajaran seperti biasa dengan tetap menggunakan masker selama mengajar; 

  12. Guru mengatur giliran 1 siswa setiap 10 menit untuk membuka masker dan bernafas biasa sebanyak 3 tarikan nafas untuk menghindari keracunan CO2;

  13. Bila ada siswa yang meminta ijin ke toilet, guru memberitahu siswa untuk cuci         tangan setelah dari toilet sebelum masuk labkom kembali. 

  14. Guru menutup sesi pembelajaran; 

  15. Guru memberikan kesempatan agar siswa keluar labkom satu persatu untuk menjaga jarak minimal 1 meter.

  16. Guru mengarahkan siswa untuk langsung kembali ke kelas ; 

  17. Setelah labkom kosong, guru menyemprotkan desinfektan ke perangkat computer yang telah digunakan para siswa; 

  18. Guru mencuci tangan dan atau hand sanitizer setelah meninggalkan labkom. 


K. RUANG LAB IPA

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

  2. Tempat duduk diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

  3. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 

  4. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, keyboard dan mouse komputer, saklar lampu dan stop kontak listrik.

  5. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

  6. Sebelum memasuki ruang laboratorium, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.

  7. Sebelum mengajar guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

  8. Guru memastikan siswa duduk secara tertib di dalam laboratorium satu persatu sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter;

  9. Guru meminta siswa untuk menghindari kontak fisik (bersalaman, cium tangan,        berpelukan, dan sebagainya); 

  10. Guru memastikan siswa tetap mengenakan masker dengan benar saat masuk ke        laboratorium hingga duduk di kursi masing-masing dan selama pembelajaran berlangsung;

  11. Guru mengabsen kehadiran siswa dengan memanggil nama siswa satu per satu, siswa yang dipanggil menjawab sambil mengangkat tangan kanannya dengan sudut siku 90 derajat;

  12. Guru menyiapkan semua peralatan laboratorium di masing-masing meja siswa atau di tempat yang telah ditentukan di dalam ruang laboratorium.

  13. Guru melakukan pengajaran seperti biasa dengan tetap menggunakan masker selama mengajar; 

  14. Guru mengatur giliran 1 siswa setiap 10 menit untuk membuka masker dan bernafas biasa sebanyak 3 tarikan nafas untuk menghindari keracunan CO2;

  15. Bila ada siswa yang meminta ijin ke toilet, guru memberitahu siswa untuk cuci         tangan setelah dari toilet sebelum masuk laboratorium kembali. 

  16. Guru menutup sesi pembelajaran; 

  17. Guru memberikan kesempatan agar siswa keluar laboratorium satu persatu untuk menjaga jarak minimal 1 meter.

  18. Guru mengarahkan siswa untuk langsung kembali ke kelas ; 

  19. Setelah laboratorium kosong, guru menyemprotkan desinfektan ke peralatan laboratorium yang telah digunakan para siswa; 

  20. Guru mencuci tangan dan atau hand sanitizer setelah meninggalkan laboratorium. 


L.RUANG LAB PRAKARYA

  1. Semua pintu dan jendela telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

  2. Tempat duduk diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

  3. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruangan dilakukan sepekan 1 kali yaitu pada Hari Sabtu 

  4. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, keyboard dan mouse komputer, saklar lampu dan stop kontak listrik.

  5. Di depan ruang disediakan hand sanitizer serta wastafel lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

  6. Sebelum memasuki ruang laboratorium, harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan.

  7. Sebelum mengajar guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

  8. Guru memastikan siswa duduk secara tertib di dalam laboratorium satu persatu sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter;

  9. Guru meminta siswa untuk menghindari kontak fisik (bersalaman, cium tangan,        berpelukan, dan sebagainya); 

  10. Guru memastikan siswa tetap mengenakan masker dengan benar saat masuk ke        laboratorium hingga duduk di kursi masing-masing dan selama pembelajaran berlangsung;

  11. Guru mengabsen kehadiran siswa dengan memanggil nama siswa satu per satu, siswa yang dipanggil menjawab sambil mengangkat tangan kanannya dengan sudut siku 90 derajat;

  12. Guru menyiapkan semua peralatan laboratorium di masing-masing meja siswa atau di tempat yang telah ditentukan di dalam ruang laboratorium.

  13. Guru melakukan pengajaran seperti biasa dengan tetap menggunakan masker selama mengajar; 

  14. Jika ada praktik memasak maka guru mengatur sedemikian rupa peralatan dapur agar siswa tetap bisa memasak sambil menjaga jarak minimal 1 meter.

  15. Guru mengatur giliran 1 siswa setiap 10 menit untuk membuka masker dan bernafas biasa sebanyak 3 tarikan nafas untuk menghindari keracunan CO2;

  16. Bila ada siswa yang meminta ijin ke toilet, guru memberitahu siswa untuk cuci         tangan setelah dari toilet sebelum masuk laboratorium kembali. 

  17. Guru menutup sesi pembelajaran; 

  18. Guru memberikan kesempatan agar siswa keluar laboratorium satu persatu untuk menjaga jarak minimal 1 meter.

  19. Guru mengarahkan siswa untuk langsung kembali ke kelas ; 

  20. Setelah laboratorium kosong, guru menyemprotkan desinfektan ke peralatan laboratorium yang telah digunakan para siswa; 

  21. Guru mencuci tangan dan atau hand sanitizer setelah meninggalkan laboratorium. 


M. RUANG SUMBER/INKLUSI

1. Semua pintu dan jendela ruang sumber telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

2. Meja kursi siswa dan guru diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter.

3. Penyemprotan desinfektan pada semua area ruang sumber dilakukan sepekan 2 kali yaitu pada Hari Sabtu dan Hari Rabu siang.

4. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik di setiap ruang, termasuk ruang sumber.

5. Di depan setiap ruang sumber disediakan hand sanitizer serta wastafel portable lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

6.  Protokol Pelaksanaan Pembelajaran Dalam Kelas 

a.     Sebelum mengajar guru harus memastikan diri sudah memakai masker, face shield dan mencuci tangan;

b.  Guru memastikan siswa duduk secara tertib di dalam ruang sumber satu persatu sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter;

c.     Guru meminta siswa untuk menghindari kontak fisik (bersalaman, cium tangan,        berpelukan, dan sebagainya); 

d.  Guru memastikan siswa tetap mengenakan masker dengan benar saat masuk ke        kelas hingga duduk di bangku masing-masing dan selama pembelajaran        berlangsung;

e.     Guru mengabsen kehadiran siswa dengan memanggil nama siswa satu per satu,       siswa yang dipanggil menjawab sambil mengangkat tangan kanannya dengan sudut siku 90 derajat;

f.  Guru melakukan pengajaran seperti biasa dengan tetap menggunakan masker        selama mengajar; 

  1. Guru mengatur giliran 1 siswa setiap 10 menit untuk membuka masker dan bernafas biasa sebanyak 3 tarikan nafas untuk menghindari keracunan CO2;

h.  Bila ada siswa yang meminta ijin ke toilet, guru memberitahu siswa untuk cuci         tangan setelah dari toilet sebelum masuk ruang sumber kembali. 

7.  Protokol Pengawasan Saat Istirahat 

  

  1. Siswa istirahat di dalam ruang sumber; 

  2. Siswa wajib membawa bekal makanan yang sehat dan sudah dimasak dari rumah;

  3. Guru mendampingi dan mengawasi siswa memakan bekal di dalam ruang sumber, secara tertib; 

  4. Guru membantu siswa menyemprotkan Hand Sanitizer sebelum dan sesudah siswa makan atau cuci tangan;

  5. Guru menghimbau siswa untuk tidak berbagi makanan, minuman, peralatan makan/minum, masker, peralatan sekolah dan alat musik tiup yang akan berisiko terjadi penularan penyakit;

  6. Guru mengatur para siswa untuk meninggalkan ruang sumber untuk cuci tangan secara satu per satu dengan tetap menjaga jarak minimal 1 meter saat beristirahat;

  7. Guru piket berkeliling lingkungan sekolah untuk memastikan bahwa siswa tidak keluar kelas selain cuci tangan dan ke toilet serta  tidak bergerombol yang berpotensi terjadinya sentuhan fisik; 

  8. Guru mengingatkan jarak antar siswa tetap minimal 1 meter dan tetap menggunakan masker selama  istirahat;

  9. Guru mengingatkan siswa untuk membetulkan pemakaian masker yang longgar,miring atau lepas;

  10. Guru memastikan tiap siswa untuk mencuci tangan di wastafel sebelum masuk kembali ke ruang sumber atau menyemprotkan Hand Sanitizer berbasis alkohol.


8. Protokol Meninggalkan Ruang Sumber Saat Pulang Sekolah 

  

  1. Guru menutup sesi pembelajaran; 

  2. Guru mengingatkan siswa untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama perjalanan   pulang sekolah dan selama di rumah; 

  3. Guru memberikan pertanyaan mencongak agar siswa keluar ruang sumber satu persatu 

  4. Guru mengarahkan siswa untuk langsung meninggalkan area sekolah ; 

  5. sambil tetap menjaga jarak minimal 1 meter selama berjalan menuju gerbang sekolah; 

  6. Setelah ruang sumber kosong, guru menyemprotkan desinfektan ke bangku para siswa; 

  7. Guru mencuci tangan dan atau hand sanitizer setelah meninggalkan ruang sumber. 


N. RUANG MUSHOLLA

  1. Semua pintu dan jendela ruang sumber telah dibuka penuh untuk kelancaran sirkulasi udara.

  2. Semua karpet musholla digulung dan jamaah salat diatas lantai atau membawa sajadah sendiri.

  3. Penyemprotan desinfektan dilakukan setiap pagi hari khusus untuk lantai, handle pintu, saklar lampu dan stop kontak listrik serta gagang microfon muadzin.

  4. Di depan musholla disediakan hand sanitizer serta wastafel portable lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet. 

  5. Sebelum memasuki musholla harus memastikan diri sudah memakai masker dan mencuci tangan;

  6. Formasi jamaah salat diatur terpisah sesuai jarak aman minimal 1 meter dengan memberikan tanda dengan lakban di lantai.

  7. Guru piket sebanyak 4 personil mengatur jamaah yang keluar masuk musholla agar tetap tertib mematuhi protokol kesehatan ini.



O. TOILET

  1. Petugas kebersihan membersihkan dan mengosek toilet setiap hari.

  2. Sirkulasi udara dipastikan lancar dengan membuka dan membersikan jendela/ventilasi.

  3. Penyemprotan desinfektan pada semua area toilet dilakukan setiap hari.

  4. Di depan toilet disediakan hand sanitizer serta wastafel portable lengkap dengan sabun dan tissue/kain lap/serbet.

  5. Siswa dan guru serta tamu wajib mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setelah keluar dari toilet.



Kepala SMP Negeri 40 Surabaya
Surabaya, 17 Juni 2020




Eko Widayani, S.Pd, M.Pd
Penata Tk. I
NIP. 19701001 200604 2 013