Jumat, 03 Juli 2020

Dahsyatnya Kata-Kata

Sulistyowati 
SMPN 1 Pujon – Kab. Malang 

    Pasti tidak bisa di pungkiri, bahwa kita semua sangat mungkin pernah mengalami berbagai peristiwa menyenangkan maupun tidak menyenangkan bahkan menyedihkan karena kata-kata. Kita pernah sedih karena kata-kata, kita bisa gembira karena kata-kata, kita termotivasi sampai terisolasi juga karena kata-kata.  
Kata-kata terkadang memiliki kekuatan dahsyat yang mampu mempengaruhi seseorang dalam menjalankan kehidupan. Sebuah kata bisa membuat sesorang bersemangat, optimis, dan menjalani hidup dengan penuh harapan akan masa depan. Tetapi sebuah kata bisa menjerumuskan orang pada situasi di mana ia menjadi loyo dan tidak bergairah untuk menghadapi kehidupan.     
Karena itulah untuk bisa membangun semangat, seseorang membutuhkan kata-kata entah dari mana ia dapatkan yang bisa menjadi sebuah prinsip dan pegangan hidup. Kata-kata bisa menjadikan cambuk dan semangat  di kehidupan sehari-hari. 
    Dalam kehidupan sehari-hari, motivasi sesorang akan mengalami pasang surut. Di kala motivasinya sedang tinggi, ia akan sangat bergairah dan bersemangat dalam menghadapi hidup. Tetapi,  di kala motivasinya sedang turun, peran kata-kata yang menjadi prinsip hidup akan menjadi sangat penting untuk membangkitkan motivasi dan semangatnya. 
    Pada sebuah acara di salah satu stasiun televisi, Dedy Corbuizer mengeluarkan kata-kata yang sangat menarik:”Jika Anda tidak mengerti, jangan bicara, tapi BELAJARLAH”.  Sebuah kalimat yang mengingatkan betapa kata-kata mempunyai kekuatan yang dahsyat, yang bisa mempengaruhi banyak keadaan. Bahkan lebih tragis yang kemudian menimbulkan perang teluk, barasal dari untaian kata komando  sang Presiden  Amerika Serikat George W.Bush “Serang Irak” sekitar tahun 2003.  Akhirnya menimbulkan perang berkepanjangan dan membawa bencana serta penderitaan dari kedua negara bahkan sebagian masyarakat dunia terdampak juga. Itulah sebagian contoh akibat dari sebuah kata-kata. 
    Dengan kekuatan kata-kata dan akibat dahsyat yang ditimbulkannya, seyogyanya  kita mulai menjaga kata-kata yang akan kita keluarkan. Nasihat orang tua, bahwa lidah tidak bertulang perlu menjadi perhatian yang sangat serius sehingga apapun yang kita katakan sudah kita pikirkan terlebih dahulu. Jangan sampai penyesalan datang setelah apa yang kita katakan. 
Seiring nafas kehidupan sudah tidak tertakar untaian kata-kata yang saya terima memenuhi ruang jiwa, baik kata-kata yang bernada simpati, pujian, atensi maupun doa. Sungguh teramat sulit menghapus dari relung jiwa rangakaian kata, sindirian, cercaan, ejekan, hinaan sampai pembunuhan karakter. Kala semuanya hadir menghampiri angan memunculkan emosi dan deraian air mata. Luar biasa perihnya bahkan sampai melemahkan langkah semangat kehidupan saya. Akhirnya kekuatan kata-kata juga dan Rahmat Alloh SWT yang membangkitkan semangat langkah kehidupan saya. Dengan segenap asa saya berusaha menyadari serta memahami bahwa “semua yang terjadi adalah kehendak Alloh SWT dan Alloh SWT pasti punya rencana yang lebih indah”.  Terus berusaha menguatkan diri dan menjadikan semua yang terjadi  sebagai racikan jamu kehidupan untuk memperkuat semangat dalam menggapai Rahmat dan Ridho Alloh SWT. 
Sering kita dengar pepatah “pikir dulu baru bicara”  dan jangan dibalik, karena dampaknya akan sangat fatal. Teruslah berhati-hati dan berusaha mengeluarkan pilihan kata-kata yang indah. Karena yang terucap dari setiap mulut dan untaian kata-kata dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan di media sosial merupakan gambaran kepribadian orang tersebut. 
Keterampilan menjaga kalimat  yang kita keluarkan juga tidak datang dengan sendirinya. Membutuhkan pembiasaan dan latihan terus menerus. Jika seseorang terbiasa berpikir dulu sebelum bicara, kebiasaan itu akan terus dibawa hingga masa tua. Tetapi, jika seseorang terbiasa baerkata-kata dahulu sebelum berpikir, kebiasaan ini akan terus berlanjut pula.     
    Cobalah juga menghindari  berkata-kata  yang tidak bermanfaat, karena hanya membuang-buang waktu dan tidak mempunyai akibat positif. Berkata-katalah yang membuat hidup kita dan sekeliling kita menjadi lebih aman dan nyaman. Apa yang kita keluarkan seyogyanya memberikan semangat hidup untuk kita dan sekeliling kita, sehingga hidup kita akan semakin menyenangkan serta membawa ketenangan. 
    Saya masih teringat kata-kata dari peserta pelatihan Instruktur Guru Pembelajar di Palembang tepatnya di Hotel Horison. Sebetulnya saya datang kesini penuh ketakutan, tapi dengan kata-kata bunda Sulis “Bahwa anda yang hadir disini adalah guru pilihan dan hebat”, ibarat amunisi semangat saya bangkit,  terus berusaha untuk menjadi hebat, semangat berjuang dan berkarya.  Kalimat tersebut tidak hanya sekedar kata-kata yang mendominasi pikiran, tetapi merasuk ke dalam keseluruhan sendi kehidupan serta  menjadi prinsip yang menggelora dalam menjalani kehidupan serta menjadi motivasi untuk terus menjadi terbaik, di manapun berada. 
Thomas Alfa Edison adalah genius yang sangat berpengaruh pada peradaban dunia. Sebagai seorang anak Thomas lahir dengan kemampuan biasa-biasa saja, tidak memiliki kecerdasan khusus seperti anak-anak lainnya, bahkan dianggap bodoh oleh gurunya sehingga para guru menyerah dalam usaha mendidik Thomas.
Suatu hari, guru memanggilnya dan memberikan sepucuk surat kepadanya dengan pesan "Jangan buka surat ini di perjalanan, berikan kepada ibumu." Thomas dengan gembira membawa pulang surat itu dan memberikan kepada ibunya. Ketika menerima surat itu, ibu Nancy Edison membacanya, lalu menangis. Sambil berurai air mata, dia membaca surat itu dengan suara keras di depan anaknya: "Putra Anda seorang jenius. Sekolah ini terlalu kecil untuk menampungnya dan tidak memiliki guru yang cakap untuk mendidiknya. Agar anda mendidiknya sendiri."
Kemudian ibu Nancy berkata kepada Thomas, "Kamu anak yang jenius nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini ibu yang akan mendidik kamu"
Sejarah kemudian mencatat, di usia 12 tahun Thomas sudah memiliki laboratorium kimia kecil di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat telegraf yang sekalipun bentuk dan modelnya sederhana tapi sudah bisa berfungsi. Ketika berusia 32 tahun, Thomas berhasil menciptakan lampu pijar, yang akhirnya mengubah wajah dunia menjadi terang benderang penuh cahaya. Setelah Ibunya wafat dan waktu itu Thomas telah menjadi tokoh penemu ternama. Ketika ia membereskan barang-barang lama keluarganya, ia menemukan kertas surat terlipat di laci sebuah meja. Thomas membuka dan membaca isinya sbb: "Putra Anda anak yang bodoh. Kami tidak mengizinkan anak Anda bersekolah lagi." Itulah isi surat yang sesungguhnya yang pernah dibawa dan diberikan Thomas kepada ibunya dahulu. Setelah membaca surat itu Thomas menangis berjam-jam. Kemudian Thomas menulis di buku diarynya sbb: "Saya, Thomas Alfa Edison, adalah seorang anak yang bodoh, yang karena seorang ibu yang luar biasa, mampu menjadi seorang jenius pada abad kehidupannya."
Hebatnya kata-kata yang diucapkan dengan tepat dan bijaksana. Kata-kata memang memiliki kekuatan dahsyat sehingga banyak kalangan memanfaatkan kekuatan kata untuk membangun pencitraan tentang dirinya atau menghancurkan "musuh" dengan berita-berita hoaks. Di medsos setiap hari kita disuguhi dengan berbagai hoaks yang berisi berita bohong, fitnah dan penyebaran kebencian terhadap seseorang atau kelompok tertentu.
Ada lagi sebuah rangkaian kata bijak, "Mati hidup ditentukan oleh lidah”.  Saya sangat setuju dengan pernyataan ini. Jiwa kita akan mati atau hidup, tergantung asupan apa yang dikonsumsi oleh jiwa kita. Kalau setiap hari kita mendengarkan kata-kata yang pesimis, kasar, umpatan dan ancaman maka akhirnya kita akan menjadi orang yang negatif dan bermental pecundang dan sebaliknya. 
    Pada akhirnya,  memilah dan memilih mana yang akan kita katakan menunjukkan siapa diri kita. Hati-hati dengan kata-kata. Jangan biarkan kata-kata menjadi belenggu yang justru membuat hidup kita tenggelam. Jangan sampai kita terpuruk, justru oleh kata-kata yang kita keluarkan sendiri. 
    Kata-kata adalah do’a apalagi jika dituturkan orang tua atau pendidik. Dalam kata-kata terselip kekuatan yang sangat dahsyat. Cukup jelas contoh kata, peristiwa dari ibu Nancy Edison serta kisah Malin Kundang adalah salah satu legenda yang mengedukasi kita, bagaimana saktinya kata-kata seorang ibu yang mampu merubah terhadap kehidupan anaknya.  
Itulah sebabnya Revita (2014) menyebutkan berbahasa harus dengan hati atau kalbu bukan dengan mulut.  Saat hati atau kalbu mendominasi kita dalam berbicara, maka akan keluarlah kata-kata yang baik.  Kalbu menjadi koridor dan penuntun lidah untuk berucap. Semoga kita mampu mengendalikan kedahsyatan kata dan bahasa serta berhati-hati menggunakannya dalam berkomunikasi dalam kehidupan. Marilah terus menata jiwa, memperbaiki kosakata kita dan selalu berdoa semoaga Alloh SWT senantiasa Merahmati diri dan ucapan kita. Aamiin YRA. 

            






                                              DAFTAR PUSTAKA 
Aa Gym. 2000. Management Qolbu. Bandung: MQS Pustaka Grafika 
Aa Gym. 2006. Muhasabah Diri. Semarang: Difa Press
Akbar Z. 2011. Man Jadda Wajada. Jakarta: PT Ikrar Mandiri.  
M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 
Sulistyowati. 2019. Mengelola Diri Untuk Meraih Sukses. Batu: Beta Aksara. 
Artikel www.muslimafiyah.com
 
https://wahdah.or.id/setiap-jiwa-manusia-memiliki-potensi-untuk-berbuat-     
 kebaikan-dan-keburukan/ 
http://khazanah.republika.co.id/beri...ia-dari-aa-gym