Kamis, 02 Juli 2020

Pemanfaatan Metode Virtual Tour Dalam Pembelajaran Jarak Jauh

ATJIH KOERNIASIH 

SMPN 1 Cipanas, Cianjur, Jawa Barat 


Ada pesan yang disampaikan oleh menteri  dan Kebudayaan melalui Surat Edaran  Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Belajar dari Rumah melalui Pembelajaran Jarak Jauh(PJJ) . 

Salah satu pesannya adalah, guru seyogyanya harus memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa, tanpa membebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum. 

Pesan itu rasanya logis, karena memang dalam kondisi belajar saat pandemi covid -19 dengan belajar dari rumah rasanya sulit ketuntasan  kurikulum seratus persen tercapai,  mengingat sarana prasarana yang tentunya banyak mempengaruhi selain mode belajar 

Berdasarkan hal tersebut, maka sudah saatnya guru harus  lebih kreatif dalam pemilihan metode maupun pendekatan,  dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Sehingga, diharapkan tidak muncul kebosanan, rasa jenuh yang mungkin saja dapat muncul  pada peserta didik. Akibatmya pembelajaran kurang bermakna. 

Pembelajaran bermakna menurut David Paul Ausubel, seorang ahli psikologi pendidikan dari Amerika Serikat, adalah suatu proses mengkaitkan informasi baru pada konsep konsep yang relevan pada struktur kognitif seseorang. Dengan demikian bisa diartikan peserta didik akan lebih bermakna belajarnya bila mengalami sendiri dan banyak menggunakan alat indra dibandiingkan hanya sekedar mendengar penjelasan guru. 

Berkenaan dengan itu, maka metode karyawisata satu di antara beberapa metode yang bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipilih oleh guru. Hal  ini selaras dengan  konsep merdeka belajar yang disampaikan oleh mendikbud  pada peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019, bahwa salah satu ciri merdeka belajar adalah  bila guru sekali waktu membawa peserta didik untuk belajar di luar kelas. Metode ini rasanya baik diterapkan  tidak terkecuali pada  mata pelajaran IPS, contohnya  saat membahas sejarah dengan berkunjung ke mesium sejarah. 

Permasalahan muncul. Yaitu tidak mungkin metode karyawisata dapat digunakan di saat adanya pandemi covid 19. Saat di mana pemerintah menghimbau untuk tetap di rumah, Belajar dari Rumah, Mengajar dari Rumah agar dapat memutus rantai penyebaran virus tersebut. 

Virtual Toer bisa menjadi sebuah alternatif pilihan pengganti karyawisata. Apa arti Virtual Toer? Menurut Wikipedia Virtual Toer yang diterjemahkan dari bahasa Inggris Tur Virtual adalah simulasi dari lokasi yang ada, biasanya terdiri dari urutan video atau gambar foto. Mungkin juga menggunakan elemen multimedia lain seperti efek suara,narasi.dan teks. Untuk mempengaruhi tele-tourism


Beberapa link Virtual Tour  dapat kita gunakan dalam pembelajaran daring yang  menggambarkan tentang mesium sejarah Indonesia. Dua di antaranya adalah, Museum Nasional : http://museumnasional.indonesiaheritage.org/, dan Museum Sribaduga http://gg.gg/Tiket-Sribaduga

Penulis pun saat pembelajaran Daring beberapa waktu lalu melaksanakan pembelajaran daring menggunakan Virtual Toer. Tak sengaja beberapa link tentang mesium sejarah Indonesia saya dapatkan dari grup WhatsApp sekolah. Seorang rekan guru mengirim link -link tersebut. 

Ketika saya buka-buka link tersebut. Saya tertarik ke pada link mesium Sri Baduga. Alasannya pertama, karena di dalam mesium tersebut ada menggambarkan mengenai kondisi masyarakat praaksara.  Baik sosial,  budaya maupun  ekonomi. Kebetulan materi kelas 7 di mana saya mengampu sedang membahas materi mengenai hal tersebut. 

Alasan ke dua, karena di dalam mesium ini menggambarkan kondisi sosial budaya dan perekonomian masyarakat khusus Jawa Barat. Mengapa tidak saya membahas ini.  Bukankah materi pembelajaran itu sebaiknya dari  lingkungan mereka terdekat lebih dahulu?.  Ya, pendekatan  Kearifan lokal ingin saya tonjolkan. 

Ketiga, alasannya penulis tertarik karena ketika kita (baca peserta didik)  membuka link ini mereka akan diantarkankan dengan musik gamelan atau yang kita ketahui degung. Selain efek musik, Virtual mesium ini pun dilengkapi dengan narasi. Sehingga peserta didik seperti sedang berjalan-jalan melihat-lihat isi dari museum  dengan dipandu seorang guide. 

Keempat, media daring inipun sederhana. Hanya menggunakan fasilitas WhatsApp grup kelas. Yang memungkinkan sebahagian besar peserta didik dapat mengaksesnya. 

Kegiatan awal pembelajaran yang penulis lakukan seperti biasa, memberikan salam kepada mereka dengan menggunakan voice note yang ada di WhatsAap.  Kemudian memberikan motivasi dan mengingatkan tentang perilaku hidup sehat.Terutama tentang sikap dalam menghadapi pandemi corona. Mencuci tangan, menggunakan masker, dan tetap di rumah saja. 

Setelah itu, mengecek kehadiran melalui kegiatan mengisi list kehadiran dengan pemberian batas waktu. Barulah mereka mendengarkan tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran yang akan mereka lakukan yang penulis sampaikan melalui voice note. Setelah itu mereka mulai menjelajah mesium melalui link yang dishare di grup dengan waktu yang sudah ditentukan pula. 

Setelah waktu yang ditentukan untuk menjelajah mesium Sri Baduga secara Virtual  selesai,  mereka kembali ke grup kelas maya WhatsAap. Mereka dipersilahkan untuk bertanya dan berdiskusi dari yang mereka lihat di Virtual Toer tentang kondisi sosial budaya dan  ekonomi masyarakat Jawa Barat. 

Untuk mengecek sejauh mana hasil yang mereka kuasai maka penulis mempersilahkan mereka melaporkan dalam bentuk tulisan di grup kelas WhatsApp juga. Sengaja penulis menugaskan mereka mengirimnya ke grup. Minimal nanti akan dibaca pula oleh teman -temannya. 

Cara penilaian di atas saat berganti kelas, saya rubah. Di kelas 7A  comtohnya. metodenya sama tetapi saya gunakan game.Bentuk pertanyaannya berupa soal jawaban singkat, atau beberapa gambar di mesium saya screenshoot dan saya share di WhatsApp  grup Kelas dan saya buat pertanyaan. Siapa yamg menjawab lebih dahulu dan benar itu, saya beri jempol. Jempol itulah nanti saya hitung. Bagi peserta didik yang banyak mendapatkan jempol itu artinya yg mendapat nilai paling besar. 

Sebagai apresiasi kepada yang mendapat jempol paling banyak,  penulis memberikan apresiasi berupa pemberian pulsa ke nomornya. Tidak besar tetapi bagi peserta didik tentunya sangat berkesan dan bermakna. 

Sedangkan untuk ulangan hariannya penulis mengunakan google formulir dengan menggunakan sandi yang penulis berikan. Alasan menggunakan google formulir mudah untuk dibagikan kepada mereka, karena linknya dibagikan ke grup kelas WhatsApp  Lebih praktis. 

Tiada ada yang sempurna. Begitu juga dalam penggunaan metode ini. Tentunya ada kelemahan. Tetapi untuk sebuah tujuan agar tidak monoton dan itu -itu saja metode yang digunakan serta untuk menyegarkan pembelajaran, metode Virtual Toer rasanya bisa menjadi sebuah pilihan.