Minggu, 30 Agustus 2020

INDAHNYA POLA BERPIKIR POSITIF



                 Oleh Sulistyowati, S.Pd, M.Pd

                  SMPN 1 Pujon – Kab. Malang 



Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat membantu seseorang yang sudah bermental negatif ~ W.W. Ziege

Manusia merupakan mahluk mulia yang dianugerahi akal dan pikiran,  untuk membedakan dengan mahluk lainnya. Dengan akal dan pikiran  manusia menjalankan kehidupan serta berinteraksi untuk memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani.  Dalam menjalankan tugas kehidupannya manusia bertindak dengan pola berpikir positif  maupun pola berpikir negatif. Tidak semua orang menerima atau mempercayai tentang pola berpikir positif. Beberapa orang menganggap berpikir positif hanyalah sebuah omong kosong, dan sebagian lagi mungkin menertawakan orang-orang yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang menerima pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui strategi untuk menggunakan cara berpikir ini guna memperoleh hasil yang efektif. Namun sebaliknya, dapat dilihat pula bahwa semakin banyak orang yang menjadi tertarik pada topik ini, seperti yang dapat dilihat dari banyaknya jumlah buku, kuliah, dan kursus mengenai berpikir positif. Topik ini dapat memperoleh popularitas dengan cepat.
            Kita sering kali mendengar ucapan orang tentang : “Berpikirlah positif ... !”, yang utamanya ditujukan kepada orang-orang yang merasa kecewa dan khawatir. Banyak orang tidak menganggap serius kata-kata tersebut, karena mereka tidak mengetahui arti sebenarnya dari kata-kata tersebut, atau menganggapnya tidak berguna dan tidak efektif. Berapa jumlah orang yang kita kenal, yang memiliki waktu untuk memikirkan kekuatan dari berpikir positif ? 

Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran kita.  Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, suka cita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan kita. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan pada kehidupan kita. 

Sel-sel di dalam tubuh kita akan menerjemahkan apa yang ada dalam pikiran bawah sadar kita  ke dalam sebuah gerakan atau suatu mekanisme. Misalnya ketika pikiran bawah sadar kita sedang bersedih, maka sel-sel tubuh kita membentuk suatu mekanisme otomatis sehingga muncullah reaksi fisik pada tubuh, misalnya menangis. Sel-sel tubuh kita  tidak bisa membedakan apakah kita betul-betul bersedih atau tidak. Misalnya kita  bisa menangis hanya karena menonton sebuah film tragedi, padahal tragedi tersebut sebenarnya tidak menimpa kita secara nyata.

Mekanisme otomatis di dalam tubuh juga bisa terlihat saat kita mengalami gerakan refleks. Saat tangan mengenai benda panas, maka secara otomatis tangan menjauh dari benda panas tersebut. Hal ini terjadi karena pikiran sadar mengatakan bahwa tidak enak dan bahaya jika menyentuh benda panas sehingga harus menjauhinya. Pikiran bawah sadar menerima perintah tersebut, dan seluruh sel di dalam tubuh selalu melakukan apa yang diperintahkannya. Mekanisme otomatis ini akan terus bekerja untuk berbagai hal lainnya tergantung apa yang sudah anda programkan dalam pikiran bawah sadar melalui pikiran sadar. Sel-sel di dalam tubuh membentuk suatu mekanisme berdasarkan panduan atau perintah dari pikiran bawah sadar.
    Pikiran kita harus terbiasa untuk selalu positif, dan akan lebih mudah mencapai cita-cita. Bukan Cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri akan menarik orang lain bergabung dengan kita. Mereka tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri menghadapi semua masalah dalam kehidupan.  Justru dengan senang hati akan menemani dan membantu  melewati semua kesulitan. Terpenting hidup kita  akan menjadi lebih aman, nyaman dan menyenangkan. 

Hidup indah bukan berarti hidup penuh dengan kedamaian saja, tetapi hidup indah adalah hidup yang dipenuhi dengan keberhasilan. Bukankah keberhasilan itu sesuatu yang indah? Indah meliputi kedamaian dan keberhasilan, bukan kedamaian tetapi tanpa daya, sebab kedamaian tanpa daya bukanlah suatu keindahan.

Kita  bisa memilih pikiran-pikiran positif saja di dalam kepala kita.  Setelah memilih, harus memperkuat pikiran tersebut sehingga menjadi dominan. Jika tidak, maka pikiran negatif akan mudah masuk ke dalam kepala dan akan mengendalikan hidup kita.  Jika pikiran indah mendominasi pikiran maka hidup kita  menjadi indah.

Sistem tubuh tidak memiliki kemampuan membedakan mana perintah yang baik atau tidak sehingga sistem tubuh akan menurut apa saja yang diperintahkan oleh pikiran itu. Oleh karena yang kita  perlukan adalah pikiran kita harus memilih terlebih dahulu perintah yang akan diberikan kepada sistem tubuh.
    Orang yang berpikiran negatif akan mencari sesuatu, baik orang, lingkungan, atau peristiwa sebagai pembenaran kesalahan atau tidak adanya tindakan yang diambil. Coba renungkan, berapa kali kita mencari kambing hitam atas kekurangan atau kegagalan yang kita lakukan? Renungkan dengan jujur, teliti dan tuliskan sebagai bahan pembelajaran. Kejujuran dan kesadaran akan menentukan keberhasilan selanjutnya. Mulai saat ini, berpikirlah secara positif dan positif.      

              Berpikir Positif atau positif thinking dalam setiap keadaan akan memberikan dampak yang sangat baik untuk meningkatkan kesehatan baik tubuh maupun jiwa kita,  oleh karenanya kita sangat disarankan untuk mengubah pola pikir kita yang selalu negatif menjadi sesuatu hal positif maka kita akan mendapatkan efek luar biasa bagi kesehatan serta kesuksesan kita.
          Bahkan menurut penelitian yang dilakukan terhadap para pasien yang sakit dengan menyuruh para pasien untuk selalu berpikiran positif selama mereka sakit ternyata mampu mengubah respon emosional para pasien tersebut terhadap rasa sakit sehingga mampu mengurangi rasa sakit yang diderita mereka hingga mencapai 60 persen, luar biasa bukan?
          Rasa sakit yang dialami seseorang yang sedang sakit akan mempengaruhi bagian otak sehingga memberi dampak orang tersebut akan menjadi lebih sensitif dan lebih mudah berpikiran negatif maka penyakit yang dideritanya akan menjadi susah sembuh atau bahkan bertambah parah, karena itu jika saat kita sakit biasakanlah untuk selalu berpikiran positif agar proses penyembuhan menjadi lebih cepat dan mudah.   

We becomes what we think about (kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan). Secara Syar’i ALLOH SWT akan mewujudkan segalanya  sesuai prasangka kita.  Kalau itu kenyataanya maka tinggalkan pikiran negatif, segera ubah menjadi pemikiran yang positif. Apalagi sebagai pendidik sangatlah penting untuk mendasarkan segala angan, kegiatan dan perilaku positif karena hal ini akan berdampak terhadap para peserta didik.  

Memandang segala sesuatu dari sudut yang baik (positif) terhadap semua kejadian di sekitar kita 

  Apabila siswa tidak mengerjakan tugas yang kita berikan, tidak perlu guru marah- 

     marah, katakan saja “Untunglah, sebagian besar siswa sudah menyelesaiakan    

     tugasnya”.   

  Ketika kita menjelaskan materi pembelajaran,  ada siswa yang asyik ngobrol   

     sendiri dengan temannya, temannya yang lain  marah –marah “menyuruh diam”,    

     katakan saja, “Mungkin  dia sedang curhat karena ada masalah” 

  Ketika siswa ada yang mengambil uang temannya, mestinya tidak perlu   

     mengumpat, seharusnya malah merasa iba, “Kasihan, mungkin mereka tidak  

     diberi uang saku yang cukup oleh  orang tuanya”.  

Itulah berpikir positif. Mereka tidak melihat sesuatu keadaan dari segi buruk/negatif, melainkan dari segi yang baik / positif. Mereka tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain, sebaliknya selalu membayangkan dan menerima hal-hal baik dibalik segala perbuatan dan perilaku  orang lain.

    Kalau kita berpikir positif tentang sesuatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif, misalnya: 

  Jika kita yakin bahwa usaha kita akan sukses, besar sekali kemungkinan usaha  

     kita  menghasilkan kesuksesan.

  Jika kita bersikap santun terhadap seseorang, maka orang tersebut akan menjadi  

     santun kepada kita.

  Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya mereka 

     betul-betul menjadi anak yang cerdas. Pikiran kita memang seringkali  

     mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif 

     maupun negatif.  

  Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak mampu pada awal suatu 

     usaha/pekerjaan, besar sekali kemungkinan kita akan menemui kegagalan. 

  Kalau kita menganggap siswa kita malas sehingga kita enggan membimbing  

     mereka, maka akhirnya mereka betul-betul menjadi pemalas.  

  Kalau kita mencurigai dan menganggap teman kita judes sehingga kita tidak mau 

     bergaul dengan mereka, maka akhirnya mereka betul-betul menjadi judes. 

    Berfikir positif bukan suatu tujuan melainkan suatu jalan untuk mencapai manfaat, diantaranya, mengatasi stress, menjadi lebih sehat, percaya diri, berani  mengambil keputusan, bisa meningkatkan konsentrasi, bisa mengatur dengan baik, lebih sukses dalam hidup, memiliki banyak teman, menjadi pemberani dan hidup lebih baik serta terarah. 

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Bepikir baik tentang diri sendiri, berpikir baik tentang orang lain, berpikir baik tentang keadaan, terutama berpikir baik tentang ALLOH. 

Dampak berpikir positif/baik akan kita rasakan, keluarga menjadi harmonis,teman menjadi bisa dipercaya, tetangga menjadi akrab, pekerjaan menjadi menyenangkan dan dunia menjadi ramah serta indah.  

Mulai saat ini mari kita senantiasa memiliki niat,  pola berpikir, serta  perilaku positip, muaranya akan mengubah seluruh sel yang ada dalam tubuh untuk diwujudkan menjadi suatu kenyataan positif. Selamat berjuang semua sahabatku, salam sukses bersama ALLOH SWT semua akan bisa tercapai. 

 

 

 

 

 

                                              DAFTAR PUSTAKA 

Aa Gym. 2000. Management Qolbu. Bandung: MQS Pustaka Grafika 

Aa Gym. 2006. Muhasabah Diri. Semarang: Difa Press

Akbar Z. 2011. Man Jadda Wajada. Jakarta: PT Ikrar Mandiri.  

M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media 

Sulistyowati. 2019. Mengelola Diri Untuk Meraih Sukses. Batu: Beta Aksara. 

https://www.sehatq.com/artikel/11-cara-berpikir-positif-yang-sebaiknya-mulai-anda-lakukan

https://www.kompasiana.com/cangkoiburong/5bbdc93c677ffb072c38b422/pola-pikir-positif-sebagai-gaya-hidup-sehat?page=all