Senin, 17 Agustus 2020

Merdeka Negeriku

Oleh Enang Cuhendi

Hari ini tepat 75 tahun yang lalu Bung Karno dan Bung Hatta atas nama Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Satu pernyataan singkat namun sangat bernilai dan bermakna dikumandangkan dalam rangkaian upacara yang teramat sederhana. Pernyataan yang menjadi penanda alih status bangsa ini dari bangsa terjajah menjadi bangsa merdeka.


Dalam proklamasi ini Bangsa Indonesia mempertegas diri menyatakan kemerdekaannya. Kemerdekaan dari segala bentuk penjajahan yang dilakukan bangsa asing atas dirinya. Sejarah mencatat dalam rentang waktu yang cukup lama kehidupan bangsa ini berada dalam kungkungan bangsa-bangsa asing. Tidak kurang dari Portugis, Inggris,  Belanda bahkan Jepang silih berganti menjadi tuan di Nusantara. Mereka mengeksploitasi secara total semua sumber daya alam dan sumber daya manusia negeri ini. Tidak ternilai jumlah kekayaan kita yang mereka keruk. Tidak terhitung berapa jumlah anak bangsa Indonesia yang harus meregang nyawa karena kebiadaban sang penjajah negeri.


Sejak 17 Agustus 1945 penjajahan itu dinyatakan sudah berakhir. Kekuasaan sepenuhnya sudah berada di tangan bangsa Indonesia. Nasib hidup bangsa yang dikenal dengan keramahannya ini sepenuhnya berada di tangannya sendiri. Sejak itu bangsa Indonesia berkomitmen "Merdeka atau Mati". Sebuah komitmen diri yang sangat jelas.


Proklamasi juga telah menjadikan Indonesia sejajar dengan bangsa lain di dunia. Sebagai bangsa merdeka harkat dan martabat bangsa Indonesia sama dengan bangsa-bangsa lain. Tidak perlu lagi kita berbungkuk diri dengan penuh ketakutan di hadapan bangsa Belanda, Portugis, Perancis, Inggris bahkan Jepang. Mereka hanyalah tuan-tuan kita di masa lalu, bukan di hari ini. Ketika kita bertemu sejatinya merekalah yang harus tertunduk di hadapan kita, karena mereka bisa kaya raya sejatinya adalah karena kita. Kalau bukan karena hasil mengeruk kekayaan kita belum tentu mereka akan sekaya sekarang. 


Proklamasi 75 tahun yang lalu sejatinya telah membuka ruang kebebasan hidup bagi Indonesia. Bebas untuk menentukan nasib sendiri. Bebas untuk mengolah dan menikmati kekayaan kita yang melimpah oleh tangan sendiri. Bebas mentukan sikap dan pilihan. Bebas berekspresi dan berkarya. Bebas dalam segala hal selama tidak bertentangan dengan nilai, norma dan hukum yang ada. Tak perlu lagi kita hidup dalam ketakutan atas tekanan bangsa asing.


Merdeka negeriku. Hiduplah dengan tenang dan bebas. Bangun negeri ini dengan tanganmu. Jangan biarkan orang lain ikut nimbrung memerintah lagi. Nikmati kekayaan negeri ini untukmu sendiri. Jangan pernah izinkan orang asing mengeksploitasi semua sumber daya alam dan manusia kita lagi. Nikmati kebebasan ini dengan penuh rasa syukur, karena teramat bodoh kalau kita kembali mau hidup di bawah ketiak bangsa asing lagi. Jangan biarkan Cina, Jepang, India, Korea, USA dan negara-negara Eropa menguasai hidup kita lagi. Kini saatnya kita tegak berjalan di jalur kita, bukan menunduk di jalur yang diperintah orang lain. Jangan mau dan harus malu andai hidup kembali terjajah lagi.


Imperialisme kini sudah bermetamorfosis. Bukan lagi dengan todongan senjata mereka menjajah kita.  Bukan lagi dengan cambukan yang keras dan kejam mereka menyiksa. Saat ini tidak akan lagi mereka menjajah kita secara langsung melalui tekanan kekuatan militer dan politik. Kekuatan teknologi, ekonomi, budaya telah menjadi alat imperialisme baru. Dengan itu mereka menguasai dan mengendalikan kita. Kekuatan ekonomi asing yang begitu kuat sedikit demi sedikit akan menggeser posisi kita dari tuan menjadi budak di negeri sendiri. Ekspansi kekuatan teknologi yang dimiliki mereka akan mengalahkan kekuatan kita. Kemajuan budaya bangsa asing akan menggeser budaya bangsa sendiri sehingga kita lupa dengan jati diri.


Kunci agar kita tidak kembali kepada jurang penjajahan, kita harus memiliki kekuatan ilmu yang hebat. Kuasai teknologi semaksimal mungkin. Kelola ekonomi untuk kemakmuran bangsa dengan tangan sendiri. Jangan biarkan pihak asing turut campur. Andai mereka masuk dari satu sisi yang memang kita tidak mampu, tetap kendali harus ada di tangan kita. Perkuat budaya dan karakter bangsa jangan sampai menjadi lupa bahwa kita hidup adalah orang Indonesia bukan orang asing. Terakhir agama adalah pengikat segalanya. Dengan modal keimanan dan akidah yang kuat kita akan tetap berada dalam lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Segalanya. 


Merdeka negeriku. Indonesia yang adil makmur dan sejahtera, maju dalam segala bidang. Indinesia Maju!


Catatan ringan dari layar telpon genggam di awal pagi 75 tahun Indonesia merdeka.

Cicalengka, 17 Agustus 2020, pukul 06.09