Jumat, 21 Agustus 2020

Rasa Nasionalis Hari Kemerdekaan di Masa Era New Normal

 


Oleh Maryati, S.Pd

(SMP Negeri – 9 Muara Teweh, Kec.Teweh Baru, Kab. Barito Utara, Kalimantan Tengah).


Apa yang terjadi dalam  kehidupan  manusia tidak ada seorangpun yang bisa menyangka akan berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia. Kejadian yang terjadi dibelahan bumi atau benua lain berpengaruh pada kehidupan sebuah bangsa atau  nagara. Tidak terkecuali dengan bangsa Indonesia.

Virus Corona atau Covid – 19 yang  sebelumnya terjadi di Wuhan sebuah  kota di negara China, menewaskan beberapa ribu penduduk dikota tersebut menimbulkan rasa takut dan khawatir yang sangat besar bagi penduduk di dunia. Semuanya itu tentu membawa perubahan besar bagi seluruh aspek kehidupan manusia termasuk satu kebiasaan yang dianggap sepele dan sederhana, contohnya seperti cuci tangan pakai sabun setiap selesai beraktifitas, memakai masker dan sebagainya.

Keadaan apapun yang terjadi tentunya haruslah disikapi dengan cepat dan bijak, karena aktifitas hidup harus tetap berjalan. Perang melawan Corona Virus Disease 2019 atau Covid – 19 belumlah selesai. Di Era Kenormalan Baru atau tatanan kehidupan baru masyarakat  (New Normal) sudah dimulai setelah masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan.

Hal ini ditandai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo kepada Ketua Gugus Tugas Perceptana Penanganan Covid -19 sekaligus Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monando untuk memberi kewenangan kepada 102 pemerintah  kabupaten/kota yang saat ini berada dalam  zona hijau (green zone) untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman covid – 19. Tentu hal tersebut harus kita ketahui dan lakukan untuk melaksanakan pemulihan ekonomi dengan melalui tahapan protokol kesehatan.

Kebijakan pembatasan sosial atau jarak sosial (social distancing) dan jaga jarak fisik satu sama lain (physical distancing) atau melakukan karantina diri yang intinya kita diharapkan terpisah, baik secara sosial dan fisik dan tetap tinggal di rumah.Keadaan ini tentunya merupakan sistem yang dirasa aman dan efektif memudahkan masyarakat untuk beraktivitas dengan saling menjaga.Dengan adanya protokal kesehatan dan perubahan yang besar di semua aspek kehidupan manusia, tentunya berpengaruh pula bagi dunia pendidikan dan digital.

Masyarakat banyak yang melaksanakan kerja dirumah, pelajar dan mahasiswa belajar di rumah (BDR), banyak pula yang melakukan transaksi belanja online.Tetapi semua itu tidak mengurangi semangat juang untuk melawan virus yang menakutkan ini. Sama seperti semangat yang dimilki oleh para pahlawan yang berjuang melawan penjajah pada masa perang untuk merebut kemerdekaan.

Proses hidup apapun itu seperti belajar,bekerja,bermain,bersosialisasi dan sebagainya tetap harus  dilakukan.Pada masa kemerdekaan sekarang ini rasa Nasionalis sangat diperlukan untuk bisa bersama-sama memerangi virus ini. Bersatu dan bersama-sama, bahu membahu, saling bantu, tolong menolong, solidaritas yang tinggi merupakan sikap yang sangat diperlukan untuk mengatasi keadaan sekarang ini. Kemerdekaan merupakan puncak dari perjuangan para pahlawan bagi bangsa dan negara. Saat ini kita sebagai penduduk dan masyarakat yang merdeka tetap berjuang.Tetapi perjuangan yang kita lakaukan tidak lagi melawan penjajah tetapi melawan kebodohan dan kemiskinan serta ketertinggalan terhadap kemajuan zaman atau modernisasi termasuk mewabahnya virus corona.

Apa yang dilakukan bukan lagi untuk kepentingan sendiri saja melainkan untuk kepentingan bangsa dan negara.Nasionalis atau Nasionalisme merupakan idiologi atau gerakan yang mengedepankan kepentingan negara dan bangsa dengan tujuan mendapatkan serta mempertahankan kedaulatan. Masa Era New Normal Covid – 19, merupakan masa yang dinantikan seluruh dunia umumnya dan masyarakat Indonesia khususnya karena dampak dari wabah virus corona ini membuat seluruh aspek kehidupan mengalami perubahan. Tidak terkecuali disaat atau situasi bangsa Indonesia mempersiapakan hari yang bersejarah yaitu Hari Kemerdekaan.

Saat memasuki Hari yang bersejarah di bulan Agustus tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, banyak kegiatan atau persiapan yang dilakukan oleh masyarakat. Semuanya terlibat dan berupaya bersama-sama untuk berpartisipasi secara spontan mempersiapakan semua itu, seperti mendirikan atau memasang bendera merah putih di halaman rumah,membuat gapura di pintu masuk halaman sekolah, kantor/lembaga,RT,Desa, Kelurahan serta juga memasang umbul-umbul. Hal yang tidak kalah menarik masyarakat atau penduduk Indonesia mangadakan berbagai acara lomba yang pesertanya melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari segala usia, tua maupun muda.

Sebagaiman diketahui bahwa bangsa Indonesia masih menerapkan masa New Normal. Tetapi walaupun demikian tidak mengurangi Rasa Nasionalis atau Nasionalisme masyarakat Indonesia memeriahkan Hari Kemerdakaan.Rasa Nasionalis sudah tertanam pada diri masyarakat Indonesia, ini terbukti dengan ikut sertanya  seluruh lapisan masyarakat dalam setiap kegiatan memeriahkan Hari Lahir Bangsa Indonesia. Dan puncaknya adalah Upacara Bendera pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Ada rasa bahagia dan haru bila sudah memasuki acara puncak ini. Ada kerinduan dari seluruh bangsa dan masyarakat apabila bisa ikut dalam upacara bendera.

Dari semua lembaga pemerintah maupun swasta dan masyarakat sendiri, baik dikota, desa maupun pelosok negeri merasakan hikmad dan sakralnya upacara bendera yang sering diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan disetiap tahunnya. Wabah Virus Corona yang melanda dunia dan kebiasaan-kebiasaan baru yang harus dilakukan tidak mengurangi kemeriahan dan kebahagaian masyarakat Indonesia. Walaupun harus memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, mencuci tangan setiap selesai melakukan aktifitas dan sebagainya yang intinya melaksanakan Protokol Kesehatan kemeriahan HUT RI tetap semarak. Begitu juga dengan Upacara Bendera yang dilakukan secara Daring atau Virtual.

Rasa Nasionalis atau Nasionalisme menjadi dasar dari setiap hal atau kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia sehingga kemeriahan HUT RI bisa terlaksana sesuai yang diharapkan. Perbedaan suku, agama, bahasa, budaya dan adat istiadat merupakan pemersatu bangsa Indonesia. Sesuai dengan somboyan bangsa Indonesia “ Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Perbedaaan menjadi pemersatu seluruh masyarakat Indonesia dan tidak dapat dipecah belah oleh apapun juga. Dengan Dasar Negara Pancasila, Indonesia menjadi satu menjadi Nasionalis dan itu melekat pada diri seluruh lapisan masyarakat meskipun dalam situasi yang sulit seperti yang sedang melanda negeri ini.

Rasa Nasionalis menjadikan masyarakat Indonesia kuat dan mampu berdiri tegak mempertahankan kemerdekaan dan menyesuaikan diri dengan keadaan apapun juga. Dalam keadaan sekarang ini dengan melaksanakan protokol covid – 19 maupun sistem yang dilakukan dalam jaringan atau Internet semuanya menjadi begitu mudah.     Kemerdekaan menjadikan segala sesuatunya mudah diraih. Kemerdekaan membuat semuanya bisa dilakukan dan dengan kemerdekaan semua babas berkreasi untuk maju dalam IPTEK ( Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). MERDEKA...


                                                                                   Muara Teweh,  20 Agustus 2020

                                                                                

                 

Pustaka : 







                                                                                          

                 

                 










B