Selasa, 22 September 2020

Bukan Tentang “Apa” Tetapi Tentang “Bagaimana”

Cara Mempertahankan Peradaban dalam Sebuah Pelajaran Sejarah

Oleh : Ni Putu Sri Jayanti Warma Dewi

SMA Negeri 1 Kuta Selatan



Isu mengenai tentang pelajaran sejarah yang ingin dihilangkan dari mata pelajaran wajib dan hanya akan dijadikan mata pelajaran pilihan membuat insan atau aktifitas sejarah mengambil tindakan. Sejumlah petisi dilayangkan agar mata pelajaran sejarah kembali menjadi mata pelajaran wajib yang bisa dipelajari oleh siswa-siswi baik di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sejarah merupakan salah satu mata pelajaran yang dahulunya kurang diminati oleh sebagian peserta didik karena harus menghafal peristiwa-peristiwa penting baik yang terjadi di dalam maupun luar negeri termasuk detail waktunya tetapi seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi, pelajaran sejarah mulai mengalami peningkatan signifikan karena teknologi yang berkembang membuat pelajaran sejarah semakin mendapatkan tempat di hati peserta didik karena dari teknologi itu mereka dengan mudah mencari sumber dan video yang berkaitan dengan pelajaran tersebut. 

Sejarah adalah tonggak peradaban sebuah bangsa tanpa itu apalah arti sebuah kehidupan dalam berbangsa dan bernegara karena dari itu dapat menciptakan semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air terhadap negara Indonesia ini.  Untuk mempertahanakan sejarah tersebut harus ada korelasi dan sinergitas dari berbagai lapisan agar tidak hilang tergerus oleh pemangku yang memiliki kebijakan terselubung. Soekarno pernah berkata “Jasmerah” jangan sekali melupakan sejarah, disamping itu juga terdengung sebuah pepatah yang mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya alasannya karena pada waktu itu terdapat ajaran, nilai-nilai, moral, dan keluhuran budaya yang dapat kita pahami dan pelajari sebagai bekal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Kita dituntut untuk dapat belajar menelaah ajaran luhur masa lampau tidak lain dan tidak bukan untuk merubah peradaban sebuah bangsa ke arah yang lebih baik. Kita harus merenung dan berpikir serta berinstropeksi untuk memahami peristiwa atau kesalahan-kesalahan masa lampau yang telah terjadi. Kesalahan itu harus kita dijadikan cambuk untuk membenahi dan memperbaiki keadaan bangsa. Selain itu, sejarah adalah masa depan peradaban. Maksudnya adalah peradaban suatu bangsa di masa yang akan datang ditentukan pula oleh sejarah yang telah terukir. Sejarah menentukan kemana arah berkembangnya sebuah negara.