Rabu, 16 September 2020

DI MASA PANDEMI COVID-19 GURU HARUS KREATIF

Bandung.Socius (16/9). “Di masa pandemi Covid-19 guru, khususnya guru IPS, diupayakan untuk bisa lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran.” demikian disampaikan Dr. H. Agus Muharam, M.Pd. dalam sambutannya ketika membuka seminar “Pedagogik Kreatif dalam Pembelajaran IPS di Masa Pandemi Covid-19 (16/9).


Dr. H. Agus Muharam,  M. Pd. 

Pada pembukaan kegiatan seminar yang digagas  FKGIPS APKS PGRI Jawa Barat ini, Agus yang juga Ketua APKS PGRI Jawa Barat ini menekankan pentingnya pembelajaran kreatif di masa pandemi. Menurutnya dengan kreatifitas yang tinggi dari para guru, pembelajaran yang tersaji bisa menjadi lebih menarik. Harapannya setelah mengikuti seminar para guru akan semakin mampu meningkatkan potensi kreatif peserta didik, walaupun di masa pandemi ini tantangannya sangat besar.

Selain itu, menurut Agus, APKS bersama PGRI Jawa Barat punya komitmen yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di Jawa Barat. Untuk itu APKS PGRI Jawa Barat merencanakan untuk terus mengagendakan aneka kegiatan pengembangan kompetensi guru. Setelah PAUD dan IPS unsur APKS mata pelajaran yang lain siap untuk melaksanakan kegiatan.


Dalam seminar yang dipandu Enang Cuhendi dan Dian Diana sebagai host ini tercatat sekira 650 guru melakukan registrasi ulang dari 720 yang mendaftar menjadi peserta seminar. Mereka dibagi dalam dua kanal, yaitu sekira 444 masuk di aplikasi zoom dan sisanya mengikuti live streaming di kanal Youtube FKGIPS Nasional TV.

Pada kesempatan ini tampil sebagai nara sumber, antara lain: Prof. Dr. H. Nana Supriatna, M.Ed, H. Bahar Sungkowo, S.Pd. M.Pd., dan Hj. Suciati, M.Pd. Ketiga nara sumber mengkaji pedagogik kreatif dari sudut pandang akademisi, guru dan kepala sekolah.  

Nana Supriatna yang juga guru besar UPI menawarkan konsep pedagogik kreatif sebagai pedagogik baru untuk melahirkan guru, siswa dan sekolah kreatif. Inti dari Pedagogik kreatif ini adalah memberikan kebebasan kepada guru untuk kreatif dan bebas memilih model pembelajaran. Dengan ini diharapkan proses pembelajaran bisa lebih menyenangkan.

Sedangkan Bahar Sungkowo, salah seorang guru IPS kreatif yang bertugas di SMP Internat al Kausar  Kab. Sukabumi menyajikan judul menarik "Perang Armagedon di Bumi Semar". Bahar menyajikan beberapa model pembelajaran kreatif untuk pembelajaran jarak jauh yang pernah dilakukannya selama ini. Menurut Bahar Dengan model-model pembelajaran kreatif ini siswa bisa belajar dengan gembira dan terhindar dari kejenuhan belajar. 

Suciati yang tampil sebagai pemateri terakhir menyampaikan beberapa kebijakan yang pernah dilakukannya sebagai kepala sekolah untuk menunjang suksesnya pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Kepala SMPN 53 Kota Bandung ini merasakan beratnya menjadi kepala sekolah di masa pandemi Covid-19, terlebih SMPN 53 merupakan sekolah yang relatif baru. Walau demikian anggota Tim Pengembang Kurikulum Provinsi Jawa Barat ini menjadikan kondisi selama Pandemi Covid-19 sebagai sebuah tantangan untuk melahirkan ide-ide kreatif yang bisa diterapkan di sekolah yang dipimpinnya. (EC-Socius)