Selasa, 08 September 2020

Guru Berperan Penting dalam Mengatasi Masalah Kependudukan

 

Drs. Kusmana, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat 


Bandung. Socius (8/9). “Fenomena masalah kependudukan harus disikapi bersama. Dalam hal ini guru memiliki peran yang sangat strategis untuk ikut mengatasi masalah kependudukan. Posisinya sebagai pendidik dan pengajar berperan besar dalam penyiapan remaja atau siswa sebagai penerus keluarga,” demikian disampaikan Drs. Kusmana dalam sambutannya saat membuka webinar “Sosialisasi RPP, LKS dan Instrumen Penilaian Model Penerapan Pendidikan Kependukan Jalur formal di Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat SMP Provinsi Jawa Barat” melalui aplikasi zoom meeting, Senin (7/9).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat ini menyampaikan bahwa SSK merupakan salah satu ikhtiar dalam mengatasi masalah kependudukan. Menurut lelaki ramah yang akrab dipanggil Ayah Uung di kalangan BKKBN ini Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia dengan laju pertumbuhan penduduk yang tergolong tinggi, yaitu 1,39% per tahun. Hal ini bila tidak segera diatasi bukan mustahil akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari.

“Dengan adanya kebersamaan dan kesamaan gerak dari semua pihak yang dilandasi semangat silih asah, silih asih dan silih asuh serta silih wangikeun masalah kependudukan di Jawa Barat akan dapat teratasi,” tandas mantan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat ini.

Hal sama disampaiakannya juga pada saat sesi kedua webinar pada Selasa, (8/9) tadi.

Webinar yang terlaksana hasil kerjasama BKKBN Jawa Barat dengan FKGIPS PGRI Jawa Barat ini diikuti oleh lebih dari 340 guru IPS di Jawa Barat yang berasal dari 27 Kab/kota di Jabar. Selain itu hadir pula perwakilan dari OPD KB kab/Kota, PLKB Kab/Kota, unsur dinas pendidikan Kab/Kota dan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat. Webinar dibagi dua sesi, yaitu Senin (7/9) diikuti 14 kab/kota dan Selasa (8/9) diikuti 13 kab/kota yang ada di Jawa Barat.

Dalam acara yang dipandu oleh Enang Cuhendi selaku Ketua PW FKGIPS PGRI Jawa Barat yang juga guru IPS SMPN 3 Limbangan, Kab. Garut ini tampil sebagai nara sumber antara lain, Sopyan Zakaria dari BKKBN pusat, Yanto Surya Hadiyanto guru IPS SMPN 1 Cisolok Kab. Sukabumi dan Isep Suherman, guru IPS SMPN 2 Kadudampit Kab. Sukabumi.

Sopyan Zakaria yang tampil mewakili Plt. Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN Pusat yang berhalangan hadir menyampaikan materi tentang kebijakan dan strategi pengembangan pendidikan kependudukan jalur formal tingkat SMP dan SMA. Salah satu kebijakan untuk mengatsi masalah kependudukan di jalur formal, yaitu dikembangkannya program Sekolah Siaga Kependudukan. Harapannya dengan adanya SSK ini akan memberi pemahaman lebih kepada peserta didik tentang upaya mengatasi masalah kependudukan sejak dini.

Yanto Surya Hadiyanto, S.Pd. M.Si.

Yanto Surya Hadiyanto menyampaikan materi tentang RPP dan LKS Pendidikan Kependudukan tingkat SMP. Ketua Pengda FKGIPS Kab. Sukabumi yang juga Instruktur SSK ini menekankan pentingnya menyisipkan materi kependudukan dalam pembelajaran IPS. Menurutnya materi kependudukan bisa disisipkan dalam setiap materi IPS, bahkan pada mata pelajaran lain. Yang paling pokok dilakukan adalah menumbuhkan insight dalam diri peserta didik. Keterlibatan langsung siswa bisa didapat dengan melibatkan langsung peserta didik dalam proses pembelajaran. Untuk belajar dari pengalaman ini model pembelajaran berbasis project (Project based learning) dirasa paling tepat.

Sedangkan Isep Suryaman menekankan pentingnya improvisasi guru dalam melakukan penilaian. Semua sistem penilaian pembelajaran yang saat ini berlaku tetap bisa dipergunkan, hanya untuk kepentingan materi kependudukan ini titik tekannya lebih pada sikap dan keterampilan peserta didik.

Mengakhiri sesi webinar, baik Yanto maupun Isep keduanya sepakat bahwa untuk menyisipkan materi kependudukan tidak perlu menunggu sekolah berstatus SSK. Sebagai tanggung jawab moral setiap guru IPS bisa berperan secara mandiri menyisipkan materi kependudukan dalam proses pembelajaran. Harapannya mudah-mudahan dengan peran aktif guru ini ada pemahaman dan kesadaran dalam diri peserta didik tentang perubahan mindset masalah kependudukan. (Enang Cuhendi-Socius)