Senin, 14 September 2020

In Memoriam: Malik Fadjar, Sang Fajar Pendidikan Indonesia



Oleh : Suriani, SPd

(SMPN 1 Karang Bintang Tanah Bumbu-Kalsel)

Terlahir dengan nama Abdul Malik Fadjar, pada tanggal 22 Februari 1939 di Yogjakarta putra dari seorang ayah Fadjar Martodiharjo dan ibu Hj. Salamah Fadjar. Ayahnya seorang guru dan juga pengayom masyarakatnya di zamannya. Seperti pepatah buah tak jauh jatuh dari pohonnya. Terlahir dan dididik oleh keluarga pendidik yang agamis, tak heran jika kemudian kehidupannya sangat kental dengan kehidupan yang agamis, namun berpikir kritis dan visioner.

Riwayat pendidikan, bersekolah dasar di SRN (Sekolah Rakyat Negeri) Pangenan Kertoyudan, Magelang Jawa Tengah tahun 1947. Melanjutkan bersekolah di Pendidikan Guru Agama Pertama Negeri (PGAPN) Magelang pada tahun 1953. Pada tahun 1957 melanjutkan bersekolah di Pendidikan Guru Agama Atas Negeri Yogjakarta. Pendidikan tinggi ditempuh pada IAIN Sunan Ampel Malang tahun 1963, gelar Sarjana Pendidikan Kemasyarakatan Islam pada tahun 1972. 

Seluruh hidup beliau berkarir dan mengabdi penuh pada dunia pendidikan. Karirnya bermula sebagai guru SGB (Sekolah Guru Bantu) di Taliwang, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat tahun 1960-1963. 

Kembali ke pulau jawa mengabdikan diri di daerah Magelang dan Yogjakarta dan mendirikan perpustakaan di desanya, kurangnya sarana baca dan rendahnya minat baca anak bangsa, mencetuskan idenya untuk mendirikan perpusatakaan desa. Tak banyak insan pendidik yang berpikir seperti beliau ide mendirikan perpusatakaan desa sezaman itu.

Kesempatan berhijrah ke pulau Jawa dimanfaatkan dengan baik pula mengikuti tes dan  kesempatan kuliah pasca sarjana di  Amerika Serikat. Tahun 1981 memperoleh gelar Master of Scince di Departement of Education Research, Florida, Amerika Serikat. Selesai kuliah S2 beliau merintis karir sebagai dosen di kampus almamaternya IAIN Sunan Ampel.  

Beliau berhasil mendapat gelar Guru Besar pada Fakultas Tarbiyah di IAIN Sunan Ampel pada tahun 1995. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 65 tahun 2013 IAIN Sunan Ampel diubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)  Ampel.  Sempat pula sebagai Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Malang selama satu tahun dari 1983-1984. Kemudian menjadi rektor di Universitas Muhammadiyah dari tahun 1984-2000.

Salah satu kerabat penulis adalah mahasiswa hasil  didikan  Malik Fadjar, ketika mengajar di FISIP Universitas Muhammadiyah Malang. Berdasarkan cerita yang dipaparkan kepada penulis, selama menjadi dosen tidak pernah mengecewakan mahasiswa, ramah dan low profile, serta menghargai mahasiswa. Beliau lebih memposisikan mahasiswa sebagai teman (partner) dalam pendidikan. Mahasiswa merasa nyaman diasuh oleh beliau. Demikianpun ketika menjabat sebagai rektor, hal yang sama dilakukan ketika masih menjadi dosen. Ketika berhadapan dengan seseorang beliau tidak menempatkan diri sebagai jabatan rektor, bersifat terbuka terhadap kritik dan mampu memecahkan dengan ide cemerlang.  

Jabatan rektor di Universitas Muhammadiyah Malang beliau raih dalam rentang waktu yang relatif sangat pendek. Sangat sulit mencapai jabatan tertinggi pada lembaga pendidikan tinggi umumnya diraih dalam hitungan puluhan tahun. Malik Fadjar dapat meraih tidak sampai hitungan puluhan tahun, tentunya beliau memiliki keistimewaan yang jarang dimiliki kebanyakan orang. 

Ketika awal menjabat rektor di Univervitas Muhammadiyah Malang perguruan tinggi ini kurang diperhitungkan, akan tetapi berkat tangan dingin seorang Malik Fadjar Universitas Muhammadiyah Malang bertumbuh kembang pesat dan menjadi universitas swasta yang disegani. Kini warisan beliau ini telah menjadi salah satu dari sepuluh universitas swasta unggulan di negeri ini.  

Ketika sebagai dosen di Fakultas Tarbiyah IAIN Ampel, Malik Fadjar, dipercaya sebagai Sekretaris Fakultas. Belajar dengan cepat dan dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang cepat dan selalu berpikir inovatif, adalah khas karakter Malik Fadjar dan modal kerja beliau. 

Mutasi ke Universitas Muhammadiyah Malang menjabat sebagai Dekan FISIP pada tahun 1983. Jabatan ini pula yang melancarkan posisinya sebagai bagian oragisasi HIPIIS (Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu  Sosial). Di awal kehadirannya pada Maret 1974, HIPIIS memang telah digagas agar tampil dengan eksplorasi pemikiran alternatif. Sebab itulah, menurut Sofian, gerakan pelopor HIPIIS adalah mengurangi dominasi ilmu ekonomi kala itu yang dipandang berlebihan. Lagi peran Malik Fadjar, sangat berarti diorganisasi ini.

Di kampusnya tempat berkiprah menduduki  jabatan sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, jabatan ini dipercayakan kepadanya dari tahun 1984-2000. 13 November 1994, banyak gebrakan dari Abdul Malik yang sering nyaris menjadikan bumerang. Misalnya, ketika ia memproklamasikan kampus UMM menjadi kampus terbuka. Mulai dari cewek bercelana jins sampai yang bercadar, dari mahasiswa muslim maupun bukan muslim diperbolehkan masuk kampus tersebut.Beliau memiliki obsesi besar menjadikan Univ. Muhammadiyah Malang tumbuh menjadi kampus bertaraf internasional seperti universitas di AS, misalnya Harvard, Chicago, George Washington, Barrier College, atau Christian University of Colorado.

Di selanya sempat pula menjadi rektor Univ. Muhammadiyah Surakarta pada tahun 1992-1995. Waktu  itu terjadi kemelut internal, terjadi missmanagent. Lagi berkat tangan dingin beliau Universitas Muhammadiyah Surakarta sembuh dari masalah internal dan beliau kembali ke Universitas Muhammadiyah Malang. Kini UM Sukakarta bertumbuh pula menjadi universitas swasta yang cukup diperhitungkan dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. 

Atas prestasi gemilang di dunia pendidikan, sangat wajar jika  presiden RI ke-5 Megawati mendaulahnya sebagai Menteri Pendidikan pada Kabinet Gotong Royong tahun 2001-2004. Banyak terobosan dan tindakan inovatif yang beliau lakukan semasa menjabat sebagai menteri pendidikan nasional. Menurut hemat penulis, pada masa beliaulah reformasi pendidikan bangsa Indonesia, visioner (beroientasi pada masa depan) mulai dirintis. Melahirkan beberapa terobosan yang fenomenal dan mendasar serta peletak arah pendidikan era milinium.

Gambar 1. Prof. Dr.A. Malik Fadjar, M.sc Menteri Pendidikan dalam Kabinet Gotong Royong Masa Bakti 2001-2004. Baris kedua dari belakang, ketiga dari kanan. Sumber : Wikipedia Indonesia


Fajar Pendidikan Nasional

Nama seseorang menunjukan karakter sang pemilik nama, banyak orang percaya dengan pendapat ini, tak terkecuali penulis, percaya pada pendapat ini. Ya, fajar  keadaan sesaat ketika matahari hendak menampaknya wajahnya di ufuk timur, ditandai dengan terbitnya cahaya oranye kemerahan, kehadirannya membawa harapan baru di hari yang baru. Demikian dengan tokoh nasional Malik Fadjar. Kehadiran beliau di dunia pendidikan benar-benar memberikan harapan baru bagi masa depan pendidikan, laksana fajar di pagi hari. Beberapa karya inovatif dan fenomenal yang sempat penulis catat :

  1. Terobosan baru yang cukup berani dan inovatif berdirinya pada bulan Oktober tahun 2004 ketika menteri pendidikan kita Malik Fadjar meluncurkan TV Edukasi yang dikelola oleh Pustekom Kemendikbud. Kebutuhan pemerataan pendidikan dengan sebaran ribuan pulau-pulau tidak semua sasaran pendidikan dapat tercapai dengan cara pendidikan reguler. Dibentuknya TV Edukasi memberikan kesempatan pemerataan pendidikan dengan kualitas yang relatif sama antara pendidikan di pulau jawa dengan ribuan dearah  kepulauan lainnya. Peran TV Edukasi seminimal-minimalnya dapat menjadi model pembelajaran. 


Pada masa di awal program diluncurkan banyak nada pesimis dan tidak setuju dengan lahirkan TV Edukasi yang terkesan pemborosan dana pembangunan, mengingat masih rendahnya animo masyarakat menyambut dan memanfaatkan kanal pendidikan ketika itu.  Kini keadaan telah berbalik arah, apalagi di masa pandemi covid-19 di mana 75% pelajar Indonesia melaksanakan BDR dengan online. TV Edukasi yang sudah berkolaborasi dengan Rumah Belajar digunakan sebagai salah satu sumber belajar yang cukup efektif dan terarah sesuai kebutuhan tujuan pembelajaran.

  1. Melahirkan UU No 3 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kelahiran UU inipun pada awalnya banyak yang menentang, namun Menteri Pendidikan Malik Fadjar ketika itu kekeh tetap menerbitkan dan menetapkan pelaksanaannya. Menurut pandangan beliau bahwa UU RI Nomor  2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Apalagi ketika itu masa reformasi telah berjalan 5 tahun, undang-undang yang mengatur sistem pendidikan nasional perlu direformasi menyesesuaikan dengan perkembangan zaman yang telah jauh berubah. UU No 2 tahun 1989 sudah kurang relevan dengan tantangan pendidikan masa depan.

  2. Pembaharuan sekolah berbasis agama khususnya sekolah binaan kementerian agama, tokoh kita Malik Fadjar mencetuskan kebijakan  madrasah model. Ketika itu masyarakat sering mengkonotasikan bahwa sekolah berbasis agama tertinggal dan bergaya kuno dalam PBM, akibatnya animo masyarakat terkesan meminggirkan peran sekolah berbasis agama. Ide cemerlang Malik Fadjar melahirkan  madrasah model mulai dari tingakt ibtidaiyah, tsnawiyah dan aliyah. 


Peneggelontoran dana diberikan kepada madrasah-madrasah model. Hasilnya dalam waktu yang relatif singkat madrasah mampu setara dengan sekolah umum lainnya. Di beberapa daerah di Kalsel sekolah umum di tingkat sekolah lanjutan pertama, animo masyarakat pada sekolah berbasis agama menjadi pilihan utama, contoh animo masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan pilihan utama masyarakat pada pendidikan berbasis agama. Beberapa sekolah SMPN negeri terpaksa tutup dan kekurangan siswa, semantara sekolah berbasis agama di tingkat tsanawiyah selalu kelebihan siswa. 


Berkat kebijakan ini lahirlah pula inovasi sekolah-sekolah umum membentuk kurkulum satuan pendidikan  berbasis agama. Misalnya SD Terpadu, SMP Terpadu dan SMA terpadu, yang memadukan kurikulum dengan muatan agama seperti SD Islam Terpadu, SMP Islam terpadu ataupun SMA Islam Terpadu. Masyakat sangat diuntungkan karena banyak memiliki pilihan pendidikan untuk putra-putrinya. Sekolah-sekolah seperti ini bertebaran di seluruh Indonesia dan banyak dikelola oleh pihak yayasan. Sekolah SD sampai SMP swasta berbasis paduan kurikulum agama mendapat sambutan hangat masyarakat luas.


Tahun 1990-an presiden era arde baru Soeharto merangkul cendikiawan muslim, dimotori oleh Prof. B.J. Habibie  mendirikan Ikatan Cendikiawan Muslim (ICMI) yang diperlukan untuk memberikan kontribusi pemikiran agar pembangunan memiliki arah bernuansa agamis, lagi Malik Fadjar diperlukan untuk membesarkan organisasi ICMI, berkat kiprah yang tiada henti dan pemikirannya yang cemerlang menggambarkan seorang ilmuan muslim. 

Ketika Prof. B.J.Habibie mendapat mandat menjadi presiden RI ketiga, mempercayakan sebagai Menteri Agama dengan masa waktu 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999 yang sebelumnya dijabat oleh Muhammad Quraish Shihab. Peran aktif di organisasi Muhammadiyah dan ICMI ketika itu, dan mempertimbangkan latar belakang yang sangat kental dengan pendidikan agama. 

Belajar dari pengalaman sebagai menteri agama, beberapa kebijakan pendidikan dan pembinaan lembaga pendidikan berbasis keagamaan tentu menambah referensi dn keluwesan pengetahuan pendidikan lebih dalam. Setelah menjabat sebagai menteri pendidikan lahirlah kebijakan pembaharuan pendidikan sekolah berbasis agama seperti yang dipaparkan di atas.


Muhamamdiyah dan MUI

Terlahir dari seorang ayah tokoh pendidikan dengan basis organisasi Muhammadiyah Malik Fadjar tentu organisasi masyarakat Muhammadiyah menjadi warna kehidupan keseharian beliau. Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan sosok mantan Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar adalah seorang pejuang Muhammadiyah. Pikiran-pikirannya banyak mewarnai langkah-langkah Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan.


Watimpres

Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) adalah lembaga pemerintah nonstruktural Indonesia yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden. Wantimpres pertama kali dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007


Lembaga ini merupakan kelanjutan dari Dewan Pertimbangan Agung yang dibubarkan setelah perubahan ke-empat UUD 1945. Landasan konstitutosional adalah Pasal 16 UUD 1945, yang selanjutnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden. Berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2006, Wantimpres adalah lembaga pemerintah yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 Undang Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Wantimpres berkedudukan di bawah Presiden dan bertanggung jawab secara langsung kepada Presiden selaku kepala pemerintahan.  Tokoh kita Bapak Malik Fadjar adalah salah satu anggota Watimpres di era pemerintahan presiden Jokowi periode 2014-2019.


Persyaratan seseorang sebagai anggota antara lain memiliki sifat kenegarawanan dan keahlian tertentu di bidang pemerintahan negara. Rekam jejak Malik Fadjar sebagai seorangan negarawan tak perlu diragukan. Keahlian di bidang pemerintahan khususnya bidang pendidikan terbukti berkontribusi nyata. 

Gambar 2: Prof.Dr. H.A.Malik Fadjar,Msc dilantik sebagai Anggota Watimpres Periode 2015-2019.

Sumber : Tribunnews.com


Kata-kata bijak bilang harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Nama yang baik dikenang jua. Alangkah indahnya bila hidup meninggalkan kenangan indah Malik Fadjar pernah berujar “raga boleh tiada, cita-cita tetap hidup”. Kesan indah yang mendalam dari berbagai aktivis kemanusian, akademisi, politik, birokrasi pemerintahan dan berbagai organisasi kemasyarakatan mengakui peran hebatnya. Kehebatan beliau tidak hanya melekat pada pribadi, tetapi telah berhasil menularkan kepada orang lain, salah satu orang yang berhasil beliau kader  binaan Malik Fadjar adalah Muhajir Effendi, berhasil mengggantikan dirinya sebagai rektor di UM Malang dan berkarir di jabatan politik  menteri pendidikan periode 2014-2019 dan kini tetap bertahan sebagai menteri negara. 


Tim Humas UM Malang berencana membuat film dokumenter tentang perjuangan dan kegigihan Malik Fadjar, agar dapat dijadikan contoh oleh generasi civitas akademika UM Malang masa mendatang. Tidak berlebihan jika dalam pemakaman beliau dipusarakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, sebagai ujud nyata pengharagaan kepada jasa beliau membangun bangsa dan negara. Selamat jalan Bapak Prof. Dr. H. Abdul Malik Fadjar,  MSc, namamu selalu harum semerbak di bumi pertiwi. 


Malang, 11 September 2020



Bahan Bacaan :


  1. AntaraNews.com, edisi 4 Desember 2013.

  2. https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/08/190200665/tutup-usia-berikut-kiprah-abdul-malik-fadjar? 

  3. Malang Pos, Edisi 9 September 2020.

  4. Merdeka.com, edisi 10 September 2020, Abdul Malik Fadjar, Politisi dan Birokrat oleh Eko Setiawan

  5. Undang-Undang Sisdiknas dari Masake Masa, oleh Gumono, Gumononib.wordpress.com, 2010.

  6. Rekonstruksi Pemikiran A Malik Fadjar tentang Pembahauan Madrasah Menuju Sekolah Model, Moh. Nurhakim, Progesiva, Vol.4, No.1, Agustus 2010.

  7. Tribunnews.com edisi 7 September 2020.

  8. Tribunnesw.com edisi 8 September 2020

  9. Wikipedia Indonesia,Abdul Malik Fadjar Kehidupan Pribadi