Kamis, 10 September 2020

KATA BAIK UNTUK HASIL YANG BAIK



Oleh Anifa Yulia, S. Pd

Guru SMPN  2 Bukittinggi


Seringkali kita mengatakan tidak bisa melakukan sesuatu meskipun belum dicoba, dan hasilnya memang tidak bisa. Begitu juga ketika kita yakin bisa melakukan sesuatu meskipun banyak hambatan ternyata kita bisa. Itulah kekuatan dari perkataan yang diucapkan bisa menjadi doa untuk apa yang kita harapkan.

Menarik untuk disimak, hasil penelitian seorang peneliti Jepang Masaru Emoto dari Hado Institute di Tokio terhadap air pada tahun 2003. Dia meletakkan air yang sama jenisnya pada dua wadah yang berbeda. Pada wadah yang pertama diberikan perkataan yang  baik dan suasana yang menyenangkan, sedangkan pada wadah ke dua diberikan perkataan yang buruk dengan suasana dan lingkungan yang tidak menyenangkan pula.

 Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah–ubah tergantung perasaan manusia di sekelilingnya. Penelitian ini mengisyaratkan adanya pengaruh perasaan manusia terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen.

Emoto menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi "indah" dan "mengagumkan" apabila mendapat reaksi positif di sekitarnya, misalnya dengan kegembiraan, kebahagiaan dan kata-kata yang menyenangkan. Partikel kristal air terlihat menjadi "buruk" dan " tidak menarik” apabila mendapat kata-kata yang buruk,  kasar, dan kondisi yang tidak menyenangkan.

Dikaitkan dengan manusia, tubuh manusia lebih kurang 70% terdiri dari cairan, maka dapat dipastikan perkataan maupun kondisi kejiwaan akan sangat mempengaruhi perkembangan fisik maupun emosional seorang. Penelitian ini sungguh menyadarkan kita bahwa ucapan, pikiran dan perbuatan yang baik akan mampu memberikan hasil yang baik, begitu juga ucapan  yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatunya menjadi tidak baik. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah lainnya. Tidaklah mengherankan jika stress ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit. Begitu juga pikiran positif akan memancarkan gelombang energi dalam diri kita sendiri sehingga kesehatan akan semakin baik karena air dalam tubuh kita akan membentuk pola energi yang baik juga. Gelombang energi positif ini akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita hingga berdampak positif bagi kita. 

Karenanya kita dianjurkan untuk selalu mengucapkan perkataan yang baik untuk mencapai hasil yang baik, untuk diri sendiri juga terhadap orang lain. Sebagai orang tua diharapkan untuk selalu mengucapkan kata-kata yang baik penuh doa terhadap anaknya, karena ucapan orang tua tersebut adalah doa yang akan menjadi hasil pencapaian anak anaknya. Begitu juga sebagai guru, hendaknya selalu menyampaikan perkataan yang baik untuk anak didiknya. Jika guru mengatakan anak didiknya  dengan kata-kata yang baik, maka anak didiknya tentu akan termotivasi untuk belajar dan hasilnya akan baik. Begitu juga jika dikatakan dengan kata-kata yang negatif maka energi yang muncul adalah energi negatif, siswa jadi malas belajar, tidak bergairah dengan prestasi belajar yang rendah.

Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang  mengajarkan untuk selalu mengucapkan hal-hal yang baik, seperti dengan berdoa, membaca Alquran, perbanyak zikir dan sebagainya. Jika kita perhatikan anak yang hafis Al Quran, biasanya hasil belajar dan sikapnya juga baik. Karena mereka sudah terbiasa mengucapkan kata kata doa yang indah dari Al Quran. 

Untuk itu kita dianjurkan untuk selalu mengucapkan perkataan yang baik terhadap siapapun dan di manapun kita berada.