Minggu, 20 September 2020

TENTANG SEJARAH YANG TERKADANG MEMANG “SENGAJA” DILUPAKAN

 


Elisya Sovia, S.Pd.,Gr

SMA N 1 PASIE Raja -Aceh


Apa itu sejarah? atau mengapa sejarah itu penting?, dua  pertanyaan  ini selalu dengan mudah dijawab oleh siapapun tanpa harus menelaah pendapat ahli dan aspek yang mempengaruhi pendapatnya. Sejarah adalah masa lalu dan dengan mempelajari sejarah kita akan mengetahui peristiwa pada masa lalu, begitulah sekilas pendapat awam mengenai sejarah dan tidak salah memang itulah adanya. Martin Heidegger dalam bukunya Being and  Time, menyebutkan bahwa manusia sebagai “ Dasein”  yang berarti keberadaan manusia di dunia tanpa memilih dan manusia selalu berada dalam sejarah  dengan kata lain manusia adalah makhluk yang menyejarah. Oleh karena itu, perjalanan hidup manusia akan mempengaruhi pola fikir dan tindakan yan g dilakukannya.

Lebih luas kita berbicara mengenai bangsa Indonesia. Indonesia berdiri dengan semangat nasionalisme yang berakar dari persamaan nasib yang dirasakan oleh para pemuda,masyarakat, tokoh agama dari berbagai daerah  dalam laskar-laskar pejuangannya yang tangguh mampu menciptakan transformasi pergerakan dalam kerangka perjuangan kebangsaan.  Memori  kolektif ini terus terjaga sampai sekarang dalam mempertahankan dan menjaga keutuhan NKRI dengan semboyan Bhinneka Tunggal IKA .Dari mana kita mengetahui semua ini? Dan bagaimana ini bisa terus terjaga sebagai identitas bangsa? Tentu hal ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk  generasi muda sebagai  langkah meneruskan perjuangan para pendiri bangsa.

Mengajarkan Sejarah bukan hanya sebuah profesi, tapi mampu memberikan pemahaman tentang sejarah adalah bentuk perjuangan dalam mewujudkan karakter bangsa. Sejatinya kita tidak perlu melihat jauh ke negara lain mengenai apa itu Rela berkorban, Disiplin, tanggung jawab dan gotong royong, kita cukup melihat dan menelaah mengenai ketokohan dan peristiwa yang terjadi pada masa lampau sudah mampu mengajarkan lebih kepada generasi yang akan datang.  Masa lalu telah mengajarkan semuanya, baik dalam bentuk cerita mapun dalam bentuk benda dan fenomena sejarah akan selalu berulang dan dngan memahami sejarahlah kita bisa mengantisipasi masalah di masa yang kan datang.

Namun, belakangan muncul kegelisan mengenai keberadaan sejarah dalam draf rancangan kurikulum 2020 yang “katanya” sejarah menjadi pelajaran pilihan dan tidak lagi menjadi mata pelajaran wajib untuk setiap peserta didik. Wacana ini membuat guru sejarah diberbagai daerah dan juga penggiat sejarah merasa khawatir dengan nasib bangsa dan identitas bangsa dimasa yang akan datang. Sebagai guru sejarah, saya juga merasakan hal yang sama. Mau dibawa kemana bangsa ini tanpa pemahaman sejarah?. Saya sebagai guru sejarah saja masih berusaha untuk memahami lebih dalam karakter bangsa melalui sejarah, bagaimana dengan generasi muda nantinya.Bagaimana kita akan menjelaskan kepada generasi  aceh tentang Serambi Mekah nya??bagaimana kita menjelaskan posisi Hamengkubuwono sebagai penguasa di Yogyakarta sampai sekarang tanpa kita membahas masa lalunya.

Membandingkan negara kita dengan negara lain bukanlah hal yang bijak. Indonesia terlalu luas dan keren untuk dilupakan cerita masa lalu nya. Bagaimana bisa kita berjalan langgeng tanpa melihat ke belakang bagaimana jalan yang kita lalui tersebut bisa terbentuk. Meminjam pepatah Minangkabau “  Alam Takambang Jadi Guru ” Jadikanlah pengalaman dalam kehidupan  dan semua proses yang terjadi didalamnya sebagai pembelajaran bagi diri kita hari ini dan untuk merencanakan masa  depan. Dan sejarah  senantiasa setia menemani perjalanan itu, meski kadang sebagian orang melupakan dan menganggap masa depan adalah yang paling penting. 

Kita harus menyadari, kita dan bangsa tercinta ini berdiri kokoh dengan pengorbanan, persaudaraan dan terkadang juga kebencian yang menyatu lebur menjadi satu jiwa yang disebut dengan Nasionalisme. Sekali lagi, mari kita berdiri lagi bersama mewujudkan semua itu dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika, bukan hanya bagi guru sejarah, tapi kita semua karena pada dasarnya karakter bangsa dibentuk dari mereka yang menghargai dan mengerti tentang bangsanya sendiri.