Sabtu, 31 Oktober 2020

CORONA BERAKHIR INDAH

Oleh : Linda Purnama Sari, S.Pd

( SMP Negeri 4 Payung , Bangka Selatan )


Infeksi coronavirus merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona dan menimbulkan gejala utama berupa gangguan pernapasan. Penyakit ini muncul di akhir tahun 2019 pertama kali di Wuhan, China. Mendengar berita virus tersebut sudah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Maka Indonesia harus menyiapkan perlengkapan yang memadai untuk menangani kasus virus corona

Berdasarkan informasi dari Tim Pakar Gugus Tugas covid-19 pada Maret 2020 bahwa sudah banyak warga negara Indonesia yang terpapar virus corona maka pemerintah mengumumkan kebijakannya, melalui surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan No.4 Tahun 2020 tentang kebijakan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh atau Daring. Informasi tersebut sontak membuat pihak sekolah dan siswa panik karena bagi kami belum siap untuk melakukan Daring. Keesokan harinya sekolah yang biasanya ramai dengan suara anak-anak kini sunyi. Padahal sebelum kebijakan tersebut  sekolah sedang mengadakan PTS ( Penilaian tengah semester) maka dengan terpaksa sekolah memberhentikan kegiatan PTS dan dilanjutkan di rumah masing-masing.

Pembelajaran jarak jauh atau Daring bagi kami pembelajaran yang asing karena selama ini  hanya tatap muka. Maka dengan adanya ini maka Guru dan siswa harus beradapatasi dengan pembelajaran online. Guru pun dituntut harus bisa memakai aplikasi pembelajaran yang ada. Aplikasi whatsaap menjadi salah satu yang biasa digunakan oleh siswa karena siswa sebelumnya sudah ada grup kelas maka guru bisa memberikan infromasi melalui grup WA. Namun kenyataan nya Banyak kendala yang dialami ketika pada saat belajar online seperti  siswa tidak memiliki HP, karena hampir 10% siswa tidak memiliki HP dikarenakan faktor ekonomi keluarga. Otomatis kami sulit untuk menghubungi siswa tersebut memberikan tugas maka guru meminta bantuan kepada teman yang dekat dengan rumahnya untuk memberikan informasi kepada siswa  untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Bahkan ada siswa memakai HP orang tua atau saudaranya

Selain itu kendala yang dialami siswa sinyal yang tidak mendukung  kebanyakan siswa tinggal di daerah yang sangat terpencil seperti di perkebunan sawit, maka mereka kesulitan untuk mendapatkan informasi. Bahkan ada siswa yang rela pergi ke kebon Karet demi mendapatkan sinyal yang bagus. sungguh usaha yang sangat luar biasa agar tidak tertinggal informasi. 

Pemerintah juga mengadakan pembelajaran melalui Televisi yang ditayangkan oleh TVRI. Setelah siswa menonton maka guru memberikan soal melalui aplikasi google from , agar mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materinya, Namun masalahnya hanya beberapa siswa yang menjawab soal tersebut dikarenakan sinyal dan tidak memiliki HP.  Selain itu Guru juga menyuruh siswa untuk membuat kerajinan tangan seperti masker, Hand sanitizer, dan Poster tentang virus corona serta membuat video tentang cara memcuci tangan yang benar

Pihak sekolah setelah mendapat infromasi mengenai kendala yang dialami siswa maka guru memberikan solusi agar semua anak mendapatkan pembelajaran . guru langsung mendatangi  rumah siswa-siswa yang tidak memiliki HP dan siswa yang tinggal di daerah terpencil. Ketika di perjalanan pun guru mengalami bnyak kendala seperti jalan yang rusak , sempit bahkan melewati jalan yang sedikit terjal demi untuk mendatangi kerumah siswa dan langsung bertemu dengan orang tua agar membimbing anak pada saat mengerjakan tugas dan dikumpulkan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Dengan adanya virus corona ini kami pihak sekolah jadi tau bagaimana perjuangan anak-anak selama ini demi ingin menuntut ilmu untuk masa depannya dengan melewati jalan yang rusak, sempit, dan jalan sedikit terjal bahkan ketika musim hujan maka mereka akan kesusahan untuk melewati jalan tersebut kadang ada siswa yang baju nya sudah berwarna kuning ketika sampai di sekolah. Guru dan siswa pun berharap agar virus corona segera hilang karena belajar online sangatlah tidak efektif .

Akhir Agustus 2020 Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten memberikan informasi bahwa kabupaten Bangka Selatan sudah zona hijau dan memberikan izin untuk membuka kembali sekolah. Sungguh kabar gembira yang ditunggu-tunggu oleh guru dan siswa. Dinas Pendidikan dan kebudayaan Bangka selatan mengumumkan bahwa sekolah sudah dibuka. Namun sebelum dibuka pihak sekolah wajib mempersiapkan pembelajaran tatap muka. Pertama membuat surat keterangan untuk orang tua/wali murid menyetujui pembelajaran tatap muka di sekolah. Orang tua berhak memutuskan anakanya akan ikut belajar tatap muka atau tidak. Kedua sekolah wajib sudah memenuhi daftar periksa dan siap melaksanakan tatap muka

Daftar periksa seperti, kebersihan toilet, sarana cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih ( hand sanitizer) dan penyemprotan desinfektan, sekolah menerapkan area wajib masker atau pelindung wajah, sekolah memiliki pengukur suhu( Thermogun ).


    Sekolah yang sudah siap maka akan diperiksa oleh Tim Satgas Kecamatan mensurvei apakah sudah mempersiapkan pembelajaran tatap muka. Setelah di survei Alhamdulilah sekolah kami diberi izin untuk melaksanakan tatap muka. Setelah sekolah mendapat izin maka pihak sekolah mengadakan rapat dan hasil rapatnya siswa dibagi per sesi ada pagi dan siang dan setiap guru yang piket mengukur suhu tubuh siswa sebelum masuk sekolah dan dicatat. Pesan yang selalu di sampaikan ke siswa pada saat pembelajaran tatap muka selalu menerapakan protocol kesehatan.


        “SELALU CUCI TANGAN, PAKAI MASKER DAN JAGA JARAK”