Jumat, 30 Oktober 2020

DAMPAK COVID 19 : SUKA ATAU DUKA

 Oleh Anna Khoirul Waro Al-Tan, S.Pd

SMP Negeri 2 Penajam Paser Utara



Dampak dari virus corona muncul akhir tahun 2019 membuat berbagai negara terancam Kesehatan bahkan nyawanya. Selain itu perekonomian juga terkena imbasnya. Salah satunya adalah Industri Pariwisata. Beberapa Negara seperti Amerika Serikat memperlakukan travel ban untuk memperlambat penyebaran virus corona.  

    Lemahnya Industri pariwisata yang ada di Indonesia akibat virus corona membuat beberapa destinasi pariwisata seperti Bali, Lombok dan Yogyakarta mengalami penunurunan pengunjung yang drastis. Industri pariwisata adalah industri yang melibatkan manusia sebagai komoditas utamanya. Maka dari itu, maskapai penerbangan, hotel, restoran dan agen perjalanan yang mengandalkan pemasukan mereka dari turis mengalami krisis akibat penyebaran virus corona. Jika terus di biarkan negara bisa mengalami kerugian akibat industri pariwisata yang terus anjlok. Pariwisata internasional yang terus tumbuh adalah salah satu industrI yang paling signifikan menaikkan kondisi ekonomi dunia sejak tahun 1950-an. 

Bali adalah salah satu destinasi yang paling terkena dampaknya. Wisatawan mancanegara adalah sumber pemasukan nomor satu dari Pulau Dewata tersebut. Pantai terlihat sepi dari pengunjung hanya ada pengelola usaha yang duduk santai di pesisir. Beberapa kapal pesiar bahkan memutuskan untuk tidak berlabuh ke Bali.

    Selain itu jumlah penghuni hotel di Bali turun sampai 70 persen sejak virus corona menyebar yang berpengaruh terhadap kesejahteraan para karyawan. Akan tetapi, dampak virus corona pada ekonomi tidak bisa dihindari. Maka dari itu, beberapa karyawan hotel di Bali hanya dibayar setengah gaji. Pemotongan ini diperlukan agar usaha tetap berjalan namun juga menjaga kebutuhan ekonomi karyawan.

    Sejumlah event promosi di Lombok, harus di tunda pelaksanaannya oleh otoritas di tempat. Evant-evant yang melibatkan banyak orang itu di khawatirkan dapat memicu penyebaran virus corona. Kegiatan promosi wisata yang di tunda tesebut antara lain: Festival Pesona Tambora (FPT) dan event baik Tour 2020 Bima dan Dompu. Selain itu banyak pegawai hotel, usaha hiburan, restoran dan jasa usaha wisata yang di rumahkan bukan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tetapi akibat penyebaran virus corona. 

    Hal serupa juga terjadi Yogyakarta. Wisatawan mancanegara yang biasa terlihat lalu Lalang di jalan kini terlihat hampir tidak ada. Hotel-hotel pun sepi karena tidak ada yang menghuni. Meskipun bulan Maret termasuk dalam kategori low season di mana wisatawan lebih jarang berkunjung, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Yogyakarta tetap lebih sedikit dari pada biasanya. Hal ini terutama terlihat pada Kawasan Sosrowijayan.

    Kawasan tersebut terkenal sebagai kampung internasional di mana wisatawan banyak menginap meskipun begitu, dampak virus corona di Yogyakarta belum sesignifikan di Bali. Menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, pembatalan dan penundaan pesanan kamar hotel baru mencapai 2 persen. 

    Tak hanya di bidang pariwisata saja imbasnya juga bidang ekonomi dan pendidikan. Pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan virus corona terhadap kegiatan  industri. Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk melakukan social distancing termasuk Work From Home (WFH) dan memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Dampak dari pandemi  terhadap perekonomian Indonesia: 

(1). Indutri yang terkena dampak tingkat tinggi 

Seperti perusahaan manufaktur, otomotif di bawah tekanan besar karena ketergantungan mereka pada rantai pasokan global sehingga menghambat proses produksi. Industri garment yang memberlakukan sistem pengurangan kepadatan karyawan dengan cara 2 pekan kerja dan 2 pekan libur guna mengurangi penyebaran virus corona, tentu hal ini berdampak pada menurunnya produksi sehingga perusahaan bisa mengalami kerugian yang berujung PHK. 

(2). Keuangan digital meningkat 

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa virus corona dapat menempel pada benda, salah satunya adalah uang. Ini adalah alasan mengapa uang digital akan meningkat karena uang digital tidak bisa di pegang atau di sentuh sehingga tidak akan menyebabkan terjadinya penularan virus, beda halnya dengan uang fisik atau kertas dan logam yang bisa di pegang dan tentu akan menyebabkan terjadinya penyebaran virus.

(3). Nilai tukar dollar AS meningkat. Hal ini di sebabkan oleh banyak hal salah satunya adalah turunya ekonomi negara Cina sehingga negara Indonesia terkena imbasnya karena negara kita pro terhadap negara Cina yang merupakan lawan perang dagang AS-Cina yang masih panas. 

(4). Meningkatnya produk lokal

Dari dampak negatif yang di timbulkan oleh wabah ini ternyata ada sisi baiknya yaitu meningkatnya daya beli barang lokal di karenakan pemerintah sudah melarang barang impor selama wabah ini masih berlangsung dan polusi udara menurun akibat kurangnya kendaraan yang di sebabkan oleh social distancing.

    Kebijakan pemerintah terkait pandemi covid 19 yaitu: social distancing (pembatasan sosial) dengan tujuan untuk mengurangi kemungkinan kontak antara orang terinfeksi dan orang lain yang tidak terinfeksi sehingga dapat meminimalkan penularan penyakit, pajak penghasilan di tanggung pemerintah , kelonggaran membayar kredit dengan memberikan insentif untuk UMKM yaitu kelonggaran membayar kredit hingga 1 tahun, subsidi listrik merupakan kebijakan keinganan biaya listrik kepada pelanggan PLN di tengah pandemi virus corona.

    Di bidang pendidikan pemerintah mengumumkan BDR mulai di berlakukan sejak pertengahan Maret 2020, bertepatan Ketika seluruh aktivitas masyarakat terpaksa berhenti. Saat itu aktivitas ke kantor, ke pasar, ke sekolah, ke rumah ibadah dan ke tempat rekreasi di hentikan. BDR  melalui sistem daring, luring atau bentuk lain. 

Namun ada sisi positif dan negatifnya baik bagi guru, siswa maupun orang tua, dengan adanya BDR. Bagi guru sisi positifnya dengan meningkatkan kemampuan terutama dalam hal IT  dan inovasi-inovasi baru untuk menunjang proses kegiatan PJJ, sehingga banyak mencoba berbagai teknologi yang bisa menunjang pembelajaran dengan mudah. Sedang sisi negatifnya dengan teknologi yang baru di terapkan pada siswa banyak siswa yang tidak mempunyai aplikasi yang sesuai dengan kapasitas HP mereka, siswa tidak tanggung jawab terhadap kewajibannya, signal tidak mendukung, paket internet tidak memenuhi, orang tua tidak mendukung.

    Saat luring menjalankan Home Visit (Guru mengunjungi ke rumah siswa), Buku Elektronik, materi dalam bentuk file dan lainnya. Sedangkan fasilitas daring banyak aplikasi e-learning yang bisa di akses untuk kegiatan BDR seperti Ruang Guru, Rumah Belajar, Google Classroom, Teams, Edmodo, Quipper, Zenius, Kelas Kita, Pahamify, Bimbel SMART, Whatsapp, Telegram, Moodle, Zoom dan aplikasi lainnya. Aplikasi-aplikasi tersebut menjadi wahana bagi siswa dan guru untuk proses pembelajaran daring menjalani pembatasan di masa darurat Covid 19 saat ini.