Sabtu, 31 Oktober 2020

Guru Sebagai Motivator Terdepan Generasi Bangsa ditengah Pandemi Covid-19

ILHAM KAMANDANU, S.Ak


Hallo teman- temanku semua. Kalian apa kabar. Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Namaku  Ilham, aku seorang guru di sebuah sekolah, di MTsS ISLAMIYAH KEDAUNG, KOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT. Aku akan menceritakan pengalamanku selama aku mengajar sekaligus sebagai motivator untuk generasi bangsa selama masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) ini.

           Kurang lebih sudah hampir 1 tahun lamanya, aku menyelenggarakan pembelajaran yang dilakukan di rumah. Bukan hanya aku tetapi  semua pengajar di seluruh tanah air ini. Semuanya disebabkan karena Coronavirus Disease (Covid-19) ini. Sejak tanah airku tercinta Indonesia terpapar  wabah ini, Pemerintah mengambil kebijakan menghentikan sementara aktivitas pendidikan formal dan nonformal tatap muka pada semua jenjang pendidkan baik TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA dan Perguruan Tinggi. Bukan hanya aktivitas pendidiakn yang ditutup tetapi semua kegiatan industri, pemerintahan demi sebuah tujuan baik yakni memutus  mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

           Saat saya mendengar bahwa untuk sementara waktu semua sekolah akan ditutup dan para peserta didik akan di rumahkan, aku merasa sangat sedih karena aku akan menjalankan pembelajaran di rumah. Rasanya lain sekali, karena tidak seperti biasanya aku mengikuti pembelajaran di sekolah, yang tiap hari memberikan inovasi dan memberikan tugas secara langsung. Tapi, semua berbeda dengan yang sekarang, aku hanya melaksanakan pembelajaran sendiri di rumah. Hatiku sangat sedih. Ya, mau gimana lagi aku harus menjalankannya, karna ini aturan dari pemerintah dan tidak bisa diganggu gugat karna ini semua demi kebaikan kita semua agar kita tidak terinfeksi Coronavirus Disease (Covid-19) ini.

           Corona Virus Disease - 19 (Covid-19) kini menjadi pandemi yang sangat serius dan berbahaya di seluruh penjuru dunia karena telah merenggut  ribuan nyawa. Pencegahan meluasnya virus corona kini telah menjadi prioritas utama di beberapa negara, termasuk Indonesia. Segala kegiatan yang mengundang keramaian, kerumunan, dan interaksi sudah mulai di blokade, termasuk bersekolah. Kegiatan sekolah kini telah diliburkan hingga beberapa bulan kedepan. Bahkan, pemerintah sepakat untuk mentiadakan UN di tahun ini. Warga negara kini diwajibkan untuk "stay at home" sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan penularan virus corona. Pemerintah benar-benar ketat dalam menindaklanjuti hal ini. Namun jika kegiatan bersekolah sudah diliburkan untuk sementara, lalu bagaimana dengan nasib pendidikan negeri ini?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim telah mengeluarkan surat edaran Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat Covid-19 pada 24 Maret lalu dimana salah satu kebijakannya yaitu menetapkan bahwa proses belajar untuk sementara dilakukan secara online dari rumah masing-masing. Dengan demikian, tidak akan terjadi tatap muka antara guru dengan siswa. Padahal, interaksi guru-siswa dalam proses pembelajaran sangat penting untuk mengetahui kemajuan proses belajar siswa. Dengan adanya proses belajar daring, guru harus benar-benar memerhatikan belajar siswa yang dilakukan secara online.

Peran aku sebagai guru kini sangatlah penting mengingat proses belajar sudah tidak bisa bertatap muka lagi. Aku harus benar benar berupaya semaksimal mungkin agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan secara online karena aku sadar, guru adalah orang pertama dan utama sebagai pendidikan negara mengingat pendidikan adalah wadah pencetak generasi bangsa. Oleh karena itu, ditengah maraknya wabah virus corona ini, beberapa peran guru yang  sangat"urgent" yaitu, aku tetap memberikan materi atau penugasan terhadap siswa disertai dengan motivasi pada siswa untuk tetap semangat dalam belajar ditengah maraknya virus corona. Aku juga harus memberikan nasihat atau hal-hal yang bersifat positif agar siswa tidak terlalu parno akan pandemi corona. Dilain sisi, aku juga harus memerhatikan mood belajar siswa agar tidak terlalu stress akibat tugas. Aku hendaknya mengajar daring dengan tetap memberikan penjelasan pada siswa, bukan semata-mata hanya dengan memberikan tugas secara terus menerus sebab siswa juga butuh penjelasan untuk memahami materi yang dibahas. Proses belajar yang dilakukan secara online mengharuskan guru untuk menguasai teknologi. Aku harus inovatif terhadap media maupun metode yang terus berkembang. Sesuai dengan keadaan saat ini, aku harus menguasai beberapa cara untuk belajar secara online, misal melalui zoom, google classroom, wa, line, dan sebagainya. Metode yang diterapkan juga akan berbeda dari biasanya sebab belajar tidak berlangsung "face to face". Aku harus pintar-pintar memilih metode yang akan digunakan dalam proses belajar daring ini. Setelah proses pembelajaran daring dilakukan, aku harus mampu mengevaluasi apa kekurangan dari kuliah online, masalah-masalah yang timbul pada siswa maupun saat proses pembelajaran , apakah siswa menerima materi dengan baik atau tidak , dan masalah lainnya. Peran aku sebagai guru ini hanya sebagian saja, masih banyak lagi peran guru lainnya. Namun ketiga hal ini perlu diperhatikan dikala siswa belajar secara online untuk beberapa waktu ke depan. 

            Aku selalu berkata pada diriku sendiri, 'jangan jadikan virus corona ini sebagai bahan alasan atau penghalang bagi sehingga tidak bisa belajar. Jangan budayakan sifat kemalasan dalam diri kita, tetapi lawanlah kemalasan itu dalam diri kita dengan semangat juang yang tinggi dan komitmen'. Aku selalu berdoa semoga duniaku cepat sembuh dari wabah Coronavirus Disease (Covid-19) ini.


#Salam sehat #Jaga Jarakn #Selalu Patuhi Protokol Kesehatan #Biar Raga dan Jiwa kita Selamat #Save Indonesiaku #Save Dunia


 Mottoku " kapan lagi kalo bukan sekarang, siapa lagi kalo bukan kita "


                                    TERIMA KASIH