Sabtu, 31 Oktober 2020

KELUARGA DAN PANDEMI COVID – 19

Oleh Nani Suryanti

SMPN 2 Cilawu,  Garut

   

Pada tanggal 31Desember 2019 World  Health Organization (WHO) mendapatkan informasi mengenai kasus pneumonia yang terjadi di kota Wuhan,Provinsi Hubei ,Cina. Negara itu mengkonfirmasi telah mengidentifikasi virus baru, yaitu virus Corona merupakan famili virus flu yang menyebabkan  penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih berat. Adanya informasi ini sehingga menyebabkan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari mulai dirasakan mengendur apa itu di bidang ekonomi,sosial ,pendidikan ataupun kegiatan keagamaan yang biasa dilaksanakan yang mengundang banyak orang. Kenapa demikian ? katanya hal ini karena penularan virus bisa dari orang ke orang yang diperkirakan terjadi melalui droplet ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, mirip dengan bagaimana influenza yang dapat terhirup ke dalam paru-paru.

Penularan Covid-19 dapat juga terjadi dengan  menyentuh permukaan atau objek yang memiliki virus di atasnya lalu menyentuh mulut, hidung atu muka mereka sendiri. Menurut beberapa laporan katanya kemungkinan orang yang terinfeksi Covid-19 dapat menular sebelum menunjukkan gejala yang signifikan. Oleh karena itu kegiatan yang dilakukan banyak orang mulailah adanya pembatasan –pembatasan yang tentu saja tidak serta merta begitu saja ,tetapi mengikuti instruksi atau kebijakan yang dikeluarkan oleh dinas yang terkait.

Sekolah  merupakan lembaga di bidang pendidikan dan di dalamnya banyak melibatkan orang mulai terkena dampak dari pandemi Covid -19 ini , yang saya masih ingat pada saant itu sekitar bulan Maret mulailah ada informasi bahwa siswa tidak diperbolehkan untuk masuk secara tatap muka. Masih teringat pada saat itu  kebetulan diberi tugas sebagai wali kelas pada semester 1 belum sepenuhnya melaksanakan tanggung jawab kepada siswanya dikarenakan siswa itu dipencar atau dititipkan ke kelas lainnya berhubung kelas lagi di renovasi. Masuk semester 2 ruangan sudah selesai sehingga kelas kami memiliki seperti kelas lainnya, sehingga komunikasi dengan semua siswa yang menjadi wali kelas tersebut bisa berjalan cukup baik.

Perjalanan dari hari ke hari ,mingu ke minggu dan bulan ke bulan alhamdulilah komunikasi dengan siswa yang menjadi wali kelas  bisa berjalan lebih efektif dibandingkan pada masa siswanya tersebar di kelas lainnya, tapi tamu tak diundang mulai mencemaskan kami  dengan menerima laporan  dari satuan gugus tugas covid-19 bahwa virus ini sangat berbahaya , maka tepatnya Bulan Maret pada saat itu kalau dilihat kalender pendidikan penilaian tengah semesterakan segera dilaksanakn , ada pula  guru ada yang sudah melaksanakannya sebagian.

Bulan tersebut merupakan permulaan  tidak dilaksanakannya kegiatan pembelajaran  tatap muka yang diinformasikan kepada seluruh siswa dan orang tua . Awal baru kehawatiran akan pembelajaran yang dilaksanakn disesuaikan dengan kondisi mulai dari pemberian materi kepada siswa tidak lagi seluruh konten yang ada di kurikulum yang sudah direncanakan sebelumnya tapi mengambil yang esensial untuk diberikan kepada siswa , bukan hanya menyangkut materi tapi guru juga harus bisa menerapkan pembelajaran jarak jauh ,maka dipilihkan media , model maupun strategi pembelajaran yang sesuai. Pembelajaran jarak jauk mulailah berjalan dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada, sekolah juga meminta kepada guru untuk laporan sampai sejauh mana menerapkan PJJ ini yang sudah diberikan kepada siswa.

    Alhamdulilah PJJ bisa berjalan walaupun di sana  sini banyak kendala yang dihadapi oleh siswa maupun  saya baik dalam pemahamna siswa tentang tugas yang diberikan maupun secara teknis penerapan IT dalam media onn line yang digunakan,tapi selalu berkonsultasi kepada orang yang ahli di bidang nya atau guru IT yang ada di sekolah .

Suatu kejadian yang tidak terduga dari pandemi ini dimana anak bungsuku  tepatnya tanggal 14 September 2020 Jam 15.40 sore menelpon mengemukakan bahwa di rumah nya yang ia tempati sekarang di Jakarta, kebetulan dia bekerja di salah satu media swasta  dan tingggal bersama ua nya. Informasi yang dia katakan bahwa kakak sepupunya tepatnya 13 September malam dinyatakan positip covid karena terpapar teman kantornya berhubung ia sebelumnya sudah membant temannya  bisa dikatakan bos nya yang sakit dan mengantarkannnya ke rumah sakit untuk diperiksa yang pada awalnya hanya mengaku sakit types.Nah karena anak ku tinggal bareng sama sepupunya tadi, maka bukan hanya anakku yang swab test tapi seluruh keluarga berusaha untuk swab test. Setelah beberapa hari menunggu  hasil yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit , mulai dari ua laki-laki ,kakak ipar sepupunya, kakak  sepupunya yang perempuan, ua perempuan dan terakhir anakku dinyatakan positip. Dari kejadian ini semua keluarga isolasi ke rumah sakit yang menjadi rujukan , ada yang ke RSPI (Rumah Sakit Pusat infeksi) Bintaro dan Rumah Sakit Pusat Pertamina dan hanya dia seorang  yang mau isolasi di Wisma Atlet dikarenakan masih gejala ringan juga katanya kalau di rumah sakit takut di infus . hari demi hari dilalui olehnya ,saya hanya bisa mendoakan saja dari kejauhan walaupun sesekali dia melepon atau saya yang menelpon bagaimana kondisi secara fisik maupun mental dia. Tapi ada kejadian yang tidak bisa dipercaya namun kenyataannya lain  dimana pada saat di keluarga tadi semua terkena covid positif , kakak nya yang satu walaupun dia selalu bantu di rumah keluarga tadi atau terus interaksi sama mereka namun setelah di swab tes hasilnya negatif. Nah itu mungkin taqdir Alloh walaupun demikian dia selalu melaksanakan protokol kesehatan semenjak dia datang ke Jakarta karena dia berasal dari Bogor  yakni pakai sarung tangan,masker,alat makan sendiri cuci sendiri, hand sanitizer .

    Kejadian itu diingatkan oleh anakku untuk tidak panik dan selalu minta doa agar dapat melewati semuanya dan dapat sehat kembali. Selama tinggal di wisma atlit yang dia katakan katanya tempat ini mirip apartemen,  dua kamar tidur,ada dapurnya,ruang tamu, dan kamar mandi . Fasilitas yang lain perawat yang selalu siap di setiap lantainya serta tenaga kesehatan yang lengkap dan siap 24 jam.

Setelah menjalani isolasi selama 12 hari  dengan berbagai kegiatan yang dilakukan di wisma tersebut katanya bisa  joging,jemur serta jalan-jalan disekitar tempat itu hanya untuk tidak jenuh , minum obat teratur,makan,minum yang tersedia walaupun sesekali minta pesen online , nonton walaupun tidak ada pesawat televisi tapi melalui hp atau ngobrol lewat telepon sama temannya atau keluarga dengan cara virtual

    Syukur alhamdulilah virus corona ini  bersahabat dengan keluargaku dan mulailah satu persatu dinyatakan negatif dan keluar dari rumah sakit dan bisa pulang ke rumah  untuk terus isolasi mandiri serta  menjalani protokol kesehatan yang tidak pernah dilupakan baik untuk dirinya maupun memberikan informasi kepada yang lain. Selalu makan yang bergizi, olah raga yang cukup, tidur yang  memadai serta hilangkan stress. Kehawatiran yang selalu menggangu pikiran bisa lega dengan berita keluarga di Jakarta sudah bisa kembali dengan aman dan nyaman ,  walaupun bisa saja  virus  datang lagi ,itu takdir Allah Yang Maha Kuasa.