Jumat, 02 Oktober 2020

Memaknai Hari Kesaktian Pancasila

Oleh Sulistyowati 
SMPN 1 Pujon – Kab. Malang   

Rasanya baru kemarin kita mengikuti upacara hari kesaktian Pancasila.  Ternyata tidak terasa sudah 55 tahun tahun yang lalu, peristiwa yang sering kita sebut sebagai Gerakan 30 September tak pernah hilang dari memori kolektif  bangsa Indonesia. Peristiwa itu mengingatkan pada kita sebagai generasi penerus bangsa, bahwa peristiwa ini merupakan sebuah usaha PKI untuk menggantikan ideologi pancasila menjadi ideologi komunis. 

Tindakan ini sangat tidak dibenarkan keberadaannya, mengingat dalam malam kelabu itu, mereka juga melakukan sebuah tindakan kebiadaban dengan membunuh 6 Jenderal dan 1 orang perwira. Mereka dibunuh kemudian dimasukkan kedalam sebuah sumur tua (Lubang Buaya) di jakarta Timur. Para jenderal ini dituduh ingin melakukan sebuah kudeta terhadap Soekarno.

Sehari pasca peristiwa itu, pemerintah gencar melakukan operasi penumpasan PKI. di bawah pimpinan  Panglima Kostrad, Mayor Jenderal Soeharto. Pada hari yang sama 1 Oktober 1965, Mayjend. Soeharto memimpin Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) untuk mengumpulkan dan menyadarkan kembali kesatuan serta badan-badan yang sebelumnya terpengaruh oleh PKI. Operasi penumpasan G 30 S/PKI terus dilakukan hingga terjadinya pergantian rezim di negeri ini. Penangkapan para tokoh-tokoh PKI terus dilakukan, semua organisasi dan ormas-ormas bentukan PKI dibekukan. Bahkan, atas kejadian malam kebengisan itu mendorong para mahasiswa dan para pelajar melakukan aksi demontrasi. Mereka bergabung dalam Front Pancasila dan mereka menuntut untuk membubarkan PKI dan ormas-ormasnya, menuntut untuk membersihkan kabinet dari unsur PKI. 


HARI KESAKTIAN PANCASILA

Penumpasan ideologi komunis tidak hanya berhenti di masa Soekarno, tetapi terus berlanjut di masa Orde Baru. Saat itu Soeharto mengadakan apel bersama pasukan militer sehari  setelah peristiwa G 30 S. Disaat bersamaan, ia menetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dengan mengkampanyekan Pancasila dan UUD 1946 harus diterapkan secara murni dan konsekuen.
Pancasila menjadi ideologi yang diyakini oleh seluruh bangsa Indonesia hingga kini. Keberadaan  ideologi ini menunjukan bahwa Indonesia memiliki sejarah sendiri tentang lahirnya sebuah keyakinan falsafah  hidup bangsanya. Tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai hari kesaktian Pancasila oleh pemerintahan orde baru. Pancasila dianggap sakti karena ideologi ini telah berkali-kali diruntuhkan oleh beberapa pihak yang dianggap anti-pancasila. Hari Kesaktian Pancasila juga memiliki sebuah makna mendalam sebagai hari berkabung secara nasional.

Tragedi penculikan dan pembunuhan tersebut memberikan pembelajaran bagi generasi muda bahwa Pancasila sangat penting untuk membentengi pengaruh ideologi radikal. Tak hanya itu saja pasca tragedi G 30 S terjadi pembersihan semua unsur pemerintahan dari pengaruh PKI mulai dari anggota organisasi hingga simpatisan.  Hal ini untuk melindungi bangsa Indonesia dari pengaruh komunis, serta kekejamannya yang bertentangan dengan Agama dan  Pancasila. 

Selain identik dengan pengibaran bendera setengah tiang, peringatan momen G30S/PKI biasanya juga dilakukan orang dewasa dengan menonton film G30S PKI. Bukan hanya bermakna bagi orang dewasa, momen ini jadi waktu yang pas bagi orang tua / pendidik untuk mengajarkan sikap dan rasa Nasionalisme pada anak. Hari Kesaktian Pancasila adalah salah satu hari nasional bagi bangsa Indonesia yang diperingati setahun sekali pada tanggal 1 Oktober. 

Di momen ini, orang tua/pendidik juga  bisa mengajarkan sikap nasionalisme pada anak dengan cara-cara yang seru dan kontektual. Dengan begitu, si kecil akan belajar menumbuhkan perasaan cinta tanah air (nasionalisme) sejak dini.  Untuk menyambut peringatan ini, anak bisa juga diajak melakukan aktivitas-aktivitas yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalismenya.

Apa itu Nasionalisme?

        Nasionalisme adalah sikap setia secara mendalam pada tanah air. Contoh sikap nasionalisme antara lain menunjukkan sikap menghormati dan menghargai orang tua, menjadi warga negara yang taat aturan, disiplin menjalankan kewajiban, dan melestarikan budaya Indonesia. Sikap nasionalisme sudah harus diajarkan pada anak sejak dini, agar menjadi kebiasaan sampai ia dewasa. Mengingat anak adalah peniru yang ulung, jadi orang tua harus mencontohkan kebiasaan-kebiasaan tersebut secara langsung.
Selain itu, orang tua  juga bisa menerapkan cara-cara menarik dan kontektual berikut untuk mengajarkan nasionalisme pada anak sejak kecil.


Cara mengajarkan nasionalisme pada anak sejak dini

1. Menonton film edukasi Indonesia bersama anak
2. Berkunjung ke museum
3, Mendongeng cerita rakyat Indonesia
4. Ajak anak bermain permainan tradisional
5. Mengenalkan anak dengan kebudayaan Indonesia
6. Menggunakan produk dalam negeri
7. Mengenalkan lagu-lagu perjuangan

Sikap nasionalisme bisa ditumbuhkan pada anak sejak dini dengan cara mengajaknya menonton film edukasi Indonesia. Pilihlah genre film yang sekiranya cocok untuk anak. Contohnya film Kartini, Laskar Pelangi, Cahaya dari Timur.

Manfaat menonton film edukasi salah satunya ialah menumbuhkan semangat anak untuk belajar lebih giat dan berprestasi dalam bidang yang ia minati setinggi mungkin.

Sikap nasionalisme juga bisa diajarkan pada anak dengan mengajaknya untuk berkunjung ke museum-museum di Indonesia. Di Indonesia, ada banyak museum pendidikan yang menyediakan koleksi sejarah lengkap, misalnya:

  • Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah di Jakarta yang punya koleksi benda-benda kuno dari penjuru nusantara seperti arca, prasasti, dan keramik.

  • Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta yang punya koleksi benda-benda antik seperti keramik dan gerabah.

  • Museum Wayang yang memiliki koleksi 4000 lebih jenis wayang dari Indonesia dan dari berbagai negara.

Mengajak anak ke museum, mampu membuat anak lebih mudah mempelajari objek-objek yang berhubungan dengan sejarah, karena ia bisa melihat bahkan memegang langsung objek di dalamnya.

Jika tidak dapat berkunjung ke museum di Jakarta, silakan mengajak anak berkunjung ke museum terdekat di kota tempat tinggal. Akan tetapi, jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sebelum datang ke museum.

Alih-alih menemani anak membaca cerita/komik luar negeri, di momen Hari Kesaktian Pancasila ini ajaklah anak untuk membaca cerita rakyat Indonesia. Ada banyak dongeng anak Indonesia yang tak kalah seru, seperti Timun Mas, Roro Jonggrang, atau Legenda Gunung Tangkuban Perahu. Selain contoh cerita rakyat, orang tua boleh juga mendongengkan anak tentang cerita pahlawan Indonesia. Cobalah untuk mendongeng atau membacakan cerita sebelum tidur untuk anak. Manfaat mendongeng untuk anak selain melatih imajinasinya dan kreativitas, sekaligus juga melatih perkembangan bicara anak.

 

Bermain adalah salah satu cara paling asik dalam mengenalkan nasionalisme pada anak. Kenalkan si kecil dengan permainan tradisional seperti congklak, bola bekel, betengan, dan lain-lain.

Selain anak, ajaklah suami berpartisipasi dalam permainan tersebut. Secara tidak langsung, ia bisa menambah pengetahuan serta wawasan tentang negara tercinta melalui permainan khas Indonesia.

Indonesia memiliki ragam kebudayaan. Mulai dari lagu-lagu daerah, tarian tradisional, sampai bahasa-bahasa daerah. Orang tua bisa memutar beberapa lagu daerah seperti gundul-gundul pacul di pagi hari. Selain ia bisa mengenal lagu asli Indonesia, si kecil juga dapat mempelajari bahasa yang digunakan di dalamnya yakni Bahasa Jawa.

Orang tua juga bisa memasukan buah hati ke kelas tari tradisional. Di sana, anak bersama teman-temannya akan mempelajari beberapa tarian khas Indonesia seperti Jaipong dari Jawa Barat, Legong dari Bali, Gandrung dari Banyuwangi, tari lilin dari Sumatera dan lain-lain. Dengan begitu, si kecil akan sadar jika kebudayaan Indonesia sangatlah banyak dan beraneka ragam. Rasa cinta negara atau nasionalismenya pun dijamin meningkat.

Salah satu cara menanamkan rasa nasionalisme pada anak sejak dini yaitu dengan mengajaknya untuk menggunakan produk-produk dalam negeri. Contohnya memakai baju batik. Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah sangat mendunia. Batik juga disebut sebagai identitas bangsa.

Tidak hanya lagu daerah, lagu-lagu perjuangan atau lagu nasional sangat perlu diperkenalkan kepada anak. Lagu Indonesia Raya, Garuda Pancasila, Indonesia Pusaka, dan lainnya dapat mulai di ajarkan ketika ia sudah bisa berbicara. Salah satu tujuannya adalah untuk menumbuhkan serta menanamkan rasa cinta tanah air.

Itulah beberapa cara mengajarkan nasionalisme pada anak sejak dini. Mari mengajak si kecil untuk ikut memaknai hari-hari bersejarah di Indonesia dengan cara-cara yang menyenangkan dan kontektual agar ia tumbuh menjadi pribadi yang nasionalis dan cinta tanah air. Mengenal dan memahami sejarah perjalanan bangsa sebagai pembelajaran dalam kehidupannya. Ke depan diharapkan mereka menjadi generasi pewaris bangsa yang tangguh, pantang menyerah serta  rela berkorban untuk bangsa dan negara. Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Pancasila harga mati. 

                                              DAFTAR PUSTAKA 

Anwar Kurnia. 2007. IPS 3 Terpadu. Jakarta:Ghalia Indonesia Printing 

Siboro,J. 1988. Dinamika Perjuangan Kemerekaan Indonesia. Bandung: Tarsito 

https://www.kompasiana.com/dict/59c7a19c4fc4aa164255d6f2/g30s-pki-politisasi-fakta-sejarah?page=all)

https://www.bankjim.com/2016/06/museum-monumen-pancasila-sakti.html)

  

https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/01/102008265/hari-kesaktian-pancasila-     

  tragedi-g30s-pki-dan-hari-berkabung-nasional?page=all.