Senin, 12 Oktober 2020

Menanamkan Cinta Tanah Air Melalui Pengenalan Rempah Nusantara

Marga Sulita, S.Pd, M.Pd

SMP Negeri 4 Karangploso Satu Atap


  1. Rempah- rempah Indonesia


Indonesia merupakan salah satu dari sepuluh negara kepulauan terluas di dunia, bahkan menduduki peringkat pertama. Dari berbagai macam kepulauan dan iklim tropis, maka Indonesia memiliki banyak sumber daya alam., salah satunya yang terkenal di dunia adalah rempah-rempah yang merupakan penghasil yang paling berharga.

Sebelum abad masehi, yaitu masa romawi Nusantara sudah terkenal di dunia akan rempah- rempahnya yang diperdagangkan di Jalur Sutera hingga jalur Dupa Romawi atau Hindustan hingga Afrika Timur Ethiopia sekitar abad 5 SM hingga abad 11 Masehi yang dikenal dengan kekuasaan Laut Merah. Namun pergolakan politik saat itu mengubah semuanya dengan adanya Dinasti Turki Utsmani 1453 yang menutup jalan darat perniagaan rempah- rempah ke Eropa. Sejak itulah negara Eropa terdorong melalui jalur maritim ke Nusantara.

Pada abad 16 banyak sekali negara dari Eropa yaitu Portugis, Spanyol dan Belanda berburu ke Nusantara  untuk mencari rempah- rempah, bahkan mereka  memperebutkan penguasaan tanah atas rempah- rempah. Awal kedatangan bangsa eropa ke Nusantara yaitu setelah Portugis menaklukan bandar perdagangan Malaka pada 1511, bangsa Portugis yang dipimpin Francisco Serrao bertolak menuju pusat produksi rempah-rempah nusantara, Maluku. Kedatangan Portugis disambut dengan terbentuknya kerjasama bersama sultan Ternate Abu Lais yaitu kesepakatan pendirian benteng di Ternate dengan imbalan produksi cengkeh sepenuhnya dijual ke Portugis. Nikmat hasil rempah- rempah telah dirasakan oleh Portugis yang lama kelamaan muncul ambisi Portugis untuk penguasaan dagang rempah- rempah. Lada, cengkeh, pala, kapulaga, kunyit, jahe, kulit kayu nanis serta kapur barus (getah kamper) dan kemenyan adalah rempah- rempah andalah mereka. Dan di awal abad 17 Peta Kekuasaan di jalur Rempah Nusantara berubah diawali dari bangkrutnya VOC Serikat Dagang Belanda yang selama ini mengasai semua sumber rempah nusantara beralih kepada Pemerintah Kolonial Belanda.

Dari penjelasan di atas artinya sejak dulu negara kita sudah menjadi perhatian bangsa lain atas kekayaan yang luar biasa ini. Rempah- rempah di Nusantara memiliki kejayaan yang luar biasa pada masa itu. Kita harus mengakui bahwa bangsa Indonesia memiliki kekayaan rempah- rempah yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Kalimat ini wajib ditanamkan kepada anak didik kita bahwa negara kita adalaha negara besar dan kaya. 


  1. Pentingnya Pengenalan rempah pada generasi

Masyarakat Indonesia saat ini menikmati kemajuan teknologi, namun kemajuan teknologi tidak beriringan dengan perkembangan budaya- budaya di tanah air di mana masyarakat  terpengaruh oleh budaya dimana semua harus serba kini dan juga oleh budaya instan dan semuanya serba cepat,  Namun dibalik itu tanpa kita sadari budaya- budaya yang ada di negara kita banyak sekali tergerus oleh perkembangan jaman. Akibatnya, masyarakat kita meninggalkan berbagai hal, termasuk di dalamnya rempah-rempah, yang mulai tergantikan oleh obat-obatan, suplemen dan dan bendabenda kimiawi lainnya. Rempah- rempah yang merupakan identitas bangsa Indonesia, karena itu meski jaman berganti, dan kemajuan teknologi semakin berkembang, namun budaya bangsa ini harus tetap dilestarikan.

Untuk memperkenalkan rempah- rempah Nusantara pada peserta didik guru memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai – nilai yang diinginkan yaitu menanamkan karakter nasionalisme atau mencintai bangsa sendiri pada peserta didik di sekolah yang merupakan sebuah lembaga pendidikan formal yang memiliki fokus terutama pada pengembangan intelektual dan moral bagi peserta didik. Apalagi akhir- akhir ini banyak kalangan generasi muda rasa mencintai tanah air sudah mulai luntur.

Pada materi IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) kelas 8 semester genap dengan tema Pengaruh Imperialisme dan kolonialisme terhadap Tumbuhnya Semangat Kebangsaan Masyarakat Indonesia. Tema yang tepat guru untuk menyampaikan sebaik mungkin materi tersebut kepada peserta dengan tujuan utama adalah menumbuhkan semangat nasionalisme anak bangsa dengan mengenal kekayaan bangsa Indonesia yaitu rempah- rempah. Naionalisme merupakan modal utama untuk menjaga eksistensi dan menjaga konsistensi dari kedaulatan suatu negara sehingga menjadi negara yang kuat. Nasionalisme perlu di pupuk pada generasi muda karena di tangan mereka negara ini dibawa ke depan. Dengan memberikan gambaran sejarah bagaimana nasionalisme terbentuk serta menyadari akan kekayaaan hasil bumi bangsa Indonesia tertama rempah- rempah yang ada sejak dulu yang diinginkan oleh bangsa lain. 

Mengenalkan kekayaan bangsa berupa rempah- rempah kepada peserta didik juga juga merupakan mengenalkan kebhinnekaan bangsa, apalagi generasi sekarang adalah generasi yang lekat dengan teknologi digital sehingga secara fisik mereka kurang mengenal rempah- rempah. Mengenalkan rempah- rempah kepada peserta didik bisa banyak cara. Hal sederhana misalnya dalam pembelajaran IPS pada materi pembelajaran kelas VII pada semester genap yaitu materi permintaan, penawaran, harga dan pasar. Devinisi harga peserta didik dikenalkan dengan cara praktik membuatan jamu yang berasal dari rempah- rempah. Peserta didik membuat jamu, kemudian secara kelompok mereka melakukan perhitungan harga dasar dan biaya sehingga mampu menentukan harga jamu. Dari metode belajar seperti ini selain peserta didik faham akan pengertian harga peserta didik juga mengenal akan kegunaan rempah- rempah di daerahnya pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Dan masih banyak lagi cara- cara yang lebih baik dalam mengenalkan kegunaan rempah- rempah kepada para peserta didik. 

Kegunaan rempah- rempah begitu banyak sehingga bangsa lain melirik akan kekayaan di Indonesia. Berikut adalah kegunaan rempah di berbagai negara :


PALA & CENGKIH : TANAMAN ENDEMIK MALUKU FUNGSINYA DI ROMAWI, PERSIA, ARAB, INDIA, CINA, EROPA

No

Fisikawi

No

Metafisikawi

1

Farmasi/ Obat- obatan 

1

Aroma Surgawi

2

Bumbu Masak

2

Bersama Malaikat

3

Pengawet Makanan

3

Keringat Set

4

Mumifikasi Mayat

4

Kekuatan Mistik

5

Kosmetik

5

Status Sosial si mayat

6

Wangi Wangian


SUMBER : 

  1. Jack Turner; Sejarah Rempah-Rempah, 2005

  2. R.A. Donkin ; Between East and West; the Mollucas and the Traffic in Spices up to the Arrival of Europeans" , 2003 


7

Pengharum nafas


8

Erotisme


  • Nama : cengkih = persia  (lavanga),  china ( ting han) = kuku kecil.   Pala : (india = jatipala), bahasa latin  rempah-rempah =  pigmente;  kata pigmente juga berarti  obat-obatan.bahasa italia  : peracik rempah-rempah  =   speciare.  Sama dengan kata apoteker  =  speziale 

  • Ditemukan keramik berisi cengkih di gurun pasir suriah (tepi sungai eufrat), berasal dari  zaman raja  yadihk abu (1721 sm). 

  • Lubang hidung  Ramses  II  (Firaun) terdapat rempah-rempah cengkih, lada hitam.

  • 2000 tahun yang lalu orang-orang cina sudah tiba di maluku  (peter lape, 1997)


Dilihat dari tabel di atas bahwa khasiat rempah- rempah sangat luar biasa. Selain untuk kehidupan sehari- hari bumbu masak, kesehatan, dan yang lainnya. Sunguh ironis apabila rempah ini sampai di klaim oleh negara lain.


  1. Upaya pelestarian rempah- rempah di Malang

Di setiap daerah seringkali  mengadakan kegiatan – kegiatan pengenalan rempah- rempah nusantara, salah satunya adalah di kota Malang. Wujud realita dalam usaha melestarikan rempah- rempah di kota Malang adalah adanya sekolah Budaya Tunggulwulung yang  berlokasi di Tunggulwulung, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Sekolah Budaya Tunggulwulung ini merupakan sebuah ruang bersama yang mempertemukan antara Tradisi Intelektual, Pergerakan Kebudayaan dan Kerja Bhakti Gotong Royong.

Ide berdirinya sekolah budaya ini digagas oleh Kholik Nuriadi. Bersama rekan-rekannya yang bertindak sebagai pengajar, Kholik mendirikan sekolah budaya itu karena ada pemateri dan ada yang mau belajar. Banyak kegiatan di sekolah budaya ini, salah satunya adalah membangun sebuah wahana edukasi, riset dan pengembangan inovasi produk pangan berbahan baku lokal yang berupa rempah -rempah. Dimulai dengan menanam 78 jenis rempah-rempah Nusantara, yang akan ditanam di lahan seluas 1,2 hektar yang kegiatannya dinamakan “Mandala Rempah Nusantara”, ide ini muncul saat kondisi pandemi. 

Selain sebgai tempat edukasi, banyak yang dihasilkan dari rempah-rempah ini yang berniali ekonomi, misalkan sabun kunyit, sabun temulawak, sabun kopi, dan rempah- rempah yang sudah berbentuk serbuk,  setiap produk mempunyai khasiat yang tentunya berbeda yang tak kalah dengan obat-obat kimia. Harapan dari rumah bapak Kholik adalah kesehatan, yaitu menjaga imun tubuh dari tanaman sekitarnya yaitu rempah-rempah.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah agar generasi penerus bangsa Indonesia bisa melestarikan kebudayaan Nusantara. Salah satunya adalah: Rempah-Rempah Nusantara. Hal ini merupakan rangkaian dari GERAKAN DAULAT REMPAH NUSANTARA di Indonesia. Bila anda penasaran dengan kegiatan ini silahkan menyaksikan dalam youtube pada link di bawah ini

https://www.youtube.com/watch?v=z7J0fDmdu1Y&feature=youtu.be&fbclid=IwAR0ziI6Ob9r-4erbQqTshURmsyz8CDWtHSG8CQcyBD94vVPHsYJ8CSgmVu8

Untuk melesatarikan dan mempertahankan rempah- rempah di kota Malang juga berdiri wisata edukasi kampung herbal yang berlokasi KH Malik Dalam, Baran, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedung Kandang, ini merupakan cirri khas dari kampung tersebut yang sebelumnya sudah ada kampung-kampung tematik dengan cirri khas yang sama. Kegunaan rempah- rempah sangat beragam maka jika kita berhasil membudidayakannya dan bisa menciptakan produk dari rempah yang berkualitas, maka perekonomian daerah bisa terbantu.

Dari keberadaan kedua kegiatan diatas adalah merupakan upaya kota Malang untuk melestarikan dan mempertahankan adanya kekayaan alam Indonesia bahkan ciri khas Indonesia. Kekayaan yang tidak boleh punah, oleh sebab itu kita sebagai orang tua wajib memberikan edukasi dan pengenalan terhadap generasi muda terlebih pada anak usia pendidikan dasar untuk lebih mencintai daerah kita bahkan negara kita melalui kekayaan yang ada di sekitar kita. Sehingga akan tercipta generasi yang berkarakter yaitu mencintai mulai dari lingkungan kita bahkan negara Indonesia yang kita cintai ini. Jayalah rempah dan Jayalah Indonesia. 



DAFTAR PUSTAKA


https://akurat.co/id-1148620-read-malang-daulat-rempah-sbt-dorong-malang-herbal-di-masa-new-normal, Dian Rosmala di unduh hari Selasa, 22 September 2020

 

https://travel.kompas.com/read/2016/11/20/143200027/kota.malang.miliki.wisata.edukasi.kampung.herbal. Andi Hartik, diunduh hari sabtu, 10 Oktober 2020


https://ilovelife.co.id/blog/di-tengah-pandemi-12-rempah-rempah-penambah-daya-tahan-tubuh/, diunduh hari sabtu tanggal 10 Oktober 2020


https://indonesia.go.id/ragam/komoditas/ekonomi/rempah-indonesia-diburu-dunia, Indonesia.go.id,  dinunduh tanggal 2 Juni 2020


https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=2219

Hermansah. Diunduh 03 Juni 2020



https://republika.co.id/berita/pz8q1f328/mengenalkan-kebinekaan-kepada-anak-melalui-rempah Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari diunduh hari Jumat tanggal 24 Juli 2020