Sabtu, 31 Oktober 2020

Menjadi Guru yang Kreatif dan Inovatif Dalam Pembelajaran IPS dengan Memanfaatkan Teknologi di Masa Pandemi Covid-19

Oleh Linda Seventri, S.Pd,M.Pd

MTsN 1 Siak,Riau

Dimasa sekarang ini terjadinya musibah wabah penyakit yang menyebar hampir di seluruh dunia. Wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) yang telah melanda 215 negara di dunia, memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan,. Untuk melawan Covid-19 Pemerintah telah melarang untuk berkerumun, pembatasan sosial (social distancing) dan menjaga jarak fisik (physical distancing), memakai masker dan selalu cuci tangan. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah telah melarang sekolah-sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (konvensional) dan memerintahkan untuk menyelenggarakan perkuliahan atau pembelajaran secara daring (Surat Edaran Kemendikbud Dikti No. 1 tahun 2020). sekolah dituntun untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran secara daring atau on line maupun luring atau luar jaringan. 

Sebagai seorang guru yang terus dituntut untuk berinovasi maka saya harus selalu memikirkan materi essensial yang akan diberikan pada siswa serta model pembelajaran serta media apa yang tepat digunakan atau efektif dalam pelaksanaaan pembelajaran 

Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), guru dituntut untuk kreatif dalam memberikan atau menyampaikan materi agar pembelajaran IPS menjadi menarik bagi peserta didik berdasarkan pengalaman dan pengamatan guru di dalam kelas selama pembelajaran banyak peserta didik merasa jenuh dengan pembelajaran yang disampaikan tanpa menggunakan media sebagai alat penyampaian informasi, hal ini nantinya juga akan berakibat pada keberhasilan penyerapan ilmu yang kurang maksimal serta hasil belajar yang akan menurun

Untuk peningkatan minat peserta didik dalam pembelajaran IPS penyampaian atas penyajian informasi kepada peserta didik maka guru juga harus melirik pemanfaatan teknologi jadi tidak hanya tergantung pada benda-benda saja yang dijadikan media pembelajaran. Pesatnya teknologi saat ini menimbulkan dampak yang luar biasa bagi dunia pendidikan, baik dampak positif maupun negative, hal tersebut tergantung dari bagaimana cara guru maupun peserta didik memanfaatkan teknologi tersebut. 

Guru yang kreatif tentunya mampu menguasai materi pelajaran dan strategi serta keterampilan menggunakan media pembelajaran termasuk dalam penggunaan teknologi. Di zaman modern ini guru diharapkan dinamis terhadap perkembangan teknologi yang berkembang pesat.  

Dengan memanfaatkan media teknologi ini sangat mudah sekali bagi seorang guru dalam menyampaikan ilmunya, tidak hanya itu penggunaan media teknologi ini sangat sederhana juga bagi peserta didik untuk menangkap dan memahami materi pelajaran secara mudah.  

Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Siak di bawah naungan Kementerian Agama merupakan sebuah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar sama seperti madrasah atau sekolah umum lainnya, berdasarkan rapat yang dilksanakan di MTsN 1 Siak yang di pimpin oleh Kepala Madrasah maka diambil keputusan bersama untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berpedoman pada peraturan Daerah serta kurikulum darurat, serta dibentuknya Tim PJJ yang bertujuan untuk mengevaluasi proses belajar jarak jauh yang dilaksanakan.

Sebagai seorang guru saya melihat adanya kecenderungan guru mata pelajaran hanya lebih fokus pada penyampaian materi serta tugas-tugas yang diberikan serta tuntutan penyelesaian tugas, setiap hari ada 2 atau 3 mata pelajaran yang disampaikanmulai hari senin sampai jum’at. setiap kali pertemuan adanya tugas atau materi yang harus siswa catat atau print, bentuk materi yang diberikan beruda tulisan yang sudah diketik berupa word dan pdf. Ada beberapa guru yang membuat media dari Power point (PPT) dan ada dua orang guru yang menggunakan chanel youtube untuk membuat materi serta memberikan penjelasan, sedangkan bentuk tugas berupa CBT dari platform E-Learning madrasah. 

Bayangkan kalau setiap kali pertemuan yang didapatkan siswa hanya materi dan tugas tanpa menggunakan media yang menarik dalam menyampaikan tugas atau materi tentu membuat siswa menjadi jenuh atau bosan bahkan stress. Apalagi materi yang disampaikan tanpa ada penjelasan yang mudah dipahami oleh siswa. Oleh sebab itu saya berpikir bagaimana caranya agar pembelajaran IPS lebih menarik dan tidak membosankan, maka saya harus bisa menjadi guru yang kreatif serta inovatif dalam membuat media pembelajaran IPS sehingga siswa lebih asyik dalam membaca, memahami serta mengerjakan tugas yang diberikan tanpa dibebani ketuntasan yang harus dicapai karena masa sekarang guru tidak bisa menuntut siswa harus tuntas ketercapaian tujuan pembelajaran seperti pembelajaran tatap muka.

Saya mulai belajar secara otodidak dengan melihat tutorial di youtube serta membaca buku untuk mencari media yang menarik yang bisa digunakan selain itu saya juga mengikuti webinar tentang media serta model dan metode pembelajaran agar pengetahuan dan wawasan saya bertambah, jadi selama WFH (Work from Home) dimulai dari bulan Maret saya sudah mulai belajar dan secara berangsur-angsur membuat media dan uji coba pada siswa, sehingga saya tahu media mana yang sesuai dan mudah digunakan. Kendalanya pada belajar daring (dalam jaringan) ini yaitu jaringan internet dan kuota internet yang dimiliki siswa. Naman Alhamdulillah sekarang sudah adanya bantuan kuota internet yang diberikan pada guru dan siswa sehingga permasalahan ini dapat diatasi.

Media yang saya gunakan untuk menciptakan pembelajaran IPS agar menarik antara lain Game, Quiz, LMS (learning Management System) atau kelas maya, komik digital, media presentasi, Channel youtube, pertemuan virtual menggunakan aplikasi Zoom. Sedangkan pengenalan materi pada awal masuk menggunakan flyer.

Aplikasi yang paling berpengaruh besar dalam pembelajaran adalah Whatssapp (WA), saya menggunakan untuk membuat Group kelas untuk menyampaikan informasi setiap kali saya memulai pembelajaran, contoh disaat menyampaikan judul materi saya mengirim flyer serta memberikan salam menyapa siswa dan kalimat motivasi untuk memulai pembelajaran dan memberikan Ice breaking. 

Untuk pengelolaan kelas maka saya menggunakan platform Google Classroom, di sini saya memasukkan siswa agar bergabung dan di sini saya bisa memasukkan bahan ajar baik berupa word, pdf, youtube atau link materi atau tugas lainnya agar bisa diakses siswa, selain itu saya memasukkan absensi siswa agar memudahkan saya merekap kehadiran siswa. Sementara itu untuk membuat tugas agar tidak monoton maka saya menggunaka quiz seperti menggunakan aplikasi Nearpod dan Quizlet, selain itu agar siswa tidak hanya game lain yang dimainkan saya gunakan game edukasi dengan menggunakan aplikasi Who wants to be a Millionaire, World warld serta Edugame dari Rumah belajar Kemendikbud.

Media lain yang saya gunakan untuk menyampaikan bahan ajar agar lebih bervariasi saya gunakan Blog dan  Padlet disana saya memasukkan absen, link youtube serta voice note suara saya untuk menjelaskan apa yang kita arahkan ke siswa, lalu saya juga membuat Komik mdigital menggunakan Make Beliefe untuk menyampaikan materi agar lebih menarik. Nah untuk menjelaskan materi agar siswa lebih memahami maka saya membuat Channel youtube sendiri dan di sana saya buat penjelasan materi lalu diberikan pada siswa, untuk mengevaluasi pembelajaran maka saya mengadakan pertemuan virtual menggunakan apikasi Zoom.

Alhamdulillah setelah mencoba media di atas berdasarlkan survey yang saya buat maka siswa lebih bersemangat belajar IPS dan antusias lebih meningkat karena setiap kali pertemuan selalu menggunakan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, bahkan respon dari wali murid atau orang tua juga positif yang saya terima.